
Hari-hari pun terlewati, hingga sampailah ke tahun berikutnya. Begitu pun dengan Sakha yang kini genap berusia 1 tahun. Anak kecil itu begitu lincah dan aktif, apalagi Sakha sudah berjalan di usia 11 bulan. Sungguh pertumbuhan dan perkembangan yang baik serta cepat pada Sakha.
Sakha selalu tersenyum dan ramah pada setiap orang apalagi bila ada yang memanggil namanya. Sakha begitu peka terhadap panggilan namanya itu. Semua pelayan di rumah tak terkecuali selalu senang mengajak main Sakha yang jarang sekali rewel. Jika dia menangis maka itu tandanya dia lapar atau haus. Dan pelayan pasti bergegas memberikannya makan dan susu, dengan begitu Sakha langsung tenang.
"Jasmine, aku hari ini pulang malam karena ada tamu dari kantor pusat, jadi tolong jaga Sakha dengan baik. Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi, saat Sakha hampir saja terjatuh dari ranjang," ujar Atha sekaligus memberi pesan.
Atha begitu mengkhawatirkan Sakha. Sejak Sakha menjadi anaknya, Atha begitu sayang dan selalu perhatian padanya. Tidak lupa Atha mengajari Sakha dengan ilmu agama dan akhlak yang baik. Dan Sakha pun mengerti dengan apa yang diajarkan oleh ayah sambungnya itu.
Pernah ketika Atha menunaikan sholat, maka Sakha pun dengan cepat menjadi makmum mengikuti gerakan Atha sholat. Dan juga saat Atha mengaji maka Sakha akan duduk mendengarkan Atha mengaji sampai-sampai Sakha ketiduran karena indahnya suara Atha saat melantunkan ayat suci Al-Qur'an.
Maka dari itu, Atha sangat menyayangi Sakha seperti anak kandungnya sendiri.
Mendengar Atha mengkhawatirkan Sakha, Jasmine tersenyum senang. Lalu Jasmine mengambil alih Sakha dari gendongan bi Narti yang saat itu mengetahui Atha akan berangkat ke kantor. Dengan begitu Jasmine dan Sakha pasti akan mengantar Atha sampai pada teras rumahnya.
__ADS_1
"Iya, kau tenang saja. Aku akan menjaga Sakha full 24 jam. Kemarin itu karena Sakha mencarimu yang dilihatnya tidak ada di tempat tidur. Makanya dia nekat turun dari ranjang dan nyaris terjatuh," ungkap Jasmine menjelaskan.
Itulah Sakha, saat dia bangun dari tidurnya, apabila tidak ada orang satu pun di sampingnya, maka dia akan berteriak menangis memanggil mama dan papanya. Jika yang menemaninya tidur adalah Jasmine, maka Sakha pasti menanyakan Atha. Begitu sebaliknya, jika yang menemaninya tidur adalah Atha, maka Sakha pasti menanyakan Jasmine.
"Iya, iya maafkan aku. Baru sadar jika Sakha ini sudah semakin besar dan memang aktif sekali dia," ujar Atha tersenyum sembari melihat ke arah Sakha yang sedang memakan biskuit ditangannya dan mulutnya berlumuran biskuit tersebut.
Atha pun beralih menatap jam yang ada di tangannya.
"Ya sudah, aku berangkat sekarang. Sakha, papa kerja dulu ya. Kamu jangan nakal, ok?" ucap Atha berpamitan sembari mengelus kepala Sakha dengan lembut.
"Papa ... emuachhh!" ujar Sakha dengan mulut yang dimajukan seakan ingin mencium Atha.
Atha dan Jasmine terkekeh melihatnya.
__ADS_1
"Eh, mulut Sakha belepotan gitu!" ucap Atha sambil mencubit pipi gembul Sakha dengan gemas.
"Hehehe," Sakha hanya tertawa riang.
Atha melangkah masuk ke dalam mobil, lalu sengaja Atha membuka kaca mobil samping agar bisa melihat Jasmine dan juga Sakha sebelum dia pergi. Kemudian Atha pun tersenyum melihat kedua orang yang telah ada dikehidupannya itu.
"Hati-hati, Mas!" seru Jasmine dengan semangat.
Sejak menikah dengan Atha, kini Jasmine memanggil suaminya itu dengan panggilan 'Mas'. Itu pun membuat Jasmine senang, karena selama ini dia canggung bila harus memanggil Atha dengan sebutan namanya.
Alangkah tidak sopan bila Jasmine memanggil nama seseorang yang lebih tua darinya dengan memanggil namanya saja. Sejak saat itu pula Atha memerintahkan Jasmine dengan memanggil suaminya itu dengan panggilan 'Mas'.
"Ya ... Assalamu'alaikum," ucap Atha memberi salam sembari tersenyum dan melambaikan tangannya pada Jasmine dan Sakha.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam," jawab Jasmine tersenyum pula.
Jasmine juga membalas lambaian tangan Atha yang diikuti oleh Sakha tentunya. Tak lama itu pun, Atha melajukan mobilnya menuju kantornya.