
Perbedaan cara berpakaian, kehidupan para perempuan diharapkan lebih baik dan terhormat. Di samping itu, anjuran tersebut ditujukan untuk melindungi kaum hawa dari gangguan orang-orang yang menyalahgunakan kesempatan.
Dengan begitu, jilbab hadir untuk melindungi wanita dari godaan dan orang-orang jahat. Ketika seorang wanita berjilbab, tanpa disadari dia telah mendapatkan perlindungan ekstra dari Allah SWT, karena Allah memuliakan semua wanita yang menutup aurat mereka.
Aurat adalah bagian tubuh yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain selain mahram dari wanita tersebut. Aurat wanita meliputi seluruh tubuh mereka kecuali telapak tangan dan wajah.
Dan sepatutnya suami menjadi teladan dan imam yang bertakwa dalam keluarga. Bahkan suami juga wajib menjaga semua anggota keluarga dari perkara yang dibenci Allah.
Maka dari itu, Atha menginginkan Jasmine untuk memakai jilbab dan Atha berharap Jasmine mau melakukan apa yang dipinta olehnya. Mau tidak mau, Jasmine harus siap menjalankan perintah dari suaminya dan tentunya perintah Allah SWT, Sang Maha Pencipta.
"Jadi, aku ingin mulai hari ini kamu menutup auratmu dengan pakaian panjang dan jilbab di kepalamu. Aku akan membimbingmu. Bagaimana, kamu bersedia?" tanya Atha dengan pintanya, lebih tepatnya adalah perintah.
Jasmine menatap lekat wajah suaminya saat ini. Apapun yang dikatakan lelaki itu selalu membuatnya tenang. Jadi tanpa berpikir panjang Jasmine pun menuruti permintaan Atha, karena itu juga adalah perintah yang baik sehingga harus ditaati dan dijalankan dengan tulus.
"Aku bersedia, sangat bersedia. Apapun akan kulakukan jika itu yang terbaik untukku. Tolong bimbing aku ke jalan yang benar agar terarah lebih baik untuk kedepannya. Aku percaya padamu," ujar Jasmine yang begitu cepat luluh terhadap Atha.
Atha pun lega mendengarnya, dia tersenyum kecil pada Jasmine yang masih menatapnya.
__ADS_1
"Tolong jangan kecewakan aku sebagai suamimu. Cukup kamu lakukan tugasmu menjadi istri dan ibu yang baik sesuai perintah dari Allah," ucap Atha mengingatkan.
"Iya, akan aku lakukan," sahut Jasmine patuh.
Atha menganggukan kepalanya.
"Mulai malam ini, kamu pindah di kamarku di atas. Minta tolong bi Narti untuk memindahkan semua barang-barangmu," perintah Atha.
Jasmine terbelalak kaget. Betapa senangnya dia bahwa Atha begitu to the poin terhadapnya. Lelaki itu sangat tegas dan bertanggung jawab sekali, pikir Jasmine. Tapi di tengah itu dia tampak gelisah.
"Ajak Sakha juga ke kamarku!" sahut Atha tanpa ragu.
"Ta-pi nan-ti Sakha menangis dan itu membuatmu menjadi terganggu," ujar Jasmine ketakutan kali ini.
Atha tersenyum kecil mendengar ucapan Jasmine. Terlihat sekali jika Jasmine begitu ketakutan bila kehadiran Sakha akan mengganggu ditengah-tengah mereka. Padahal malah sebaliknya, Atha sangat menginginkan Sakha berada di dekatnya.
"Tidak masalah, justru kehadiran Sakha adalah anugerah. Kau ibunya yang harus selalu menjaga dan melindungi dia, begitu pun denganku," ucap lembut Atha dengan tulus.
__ADS_1
Jasmine begitu tersentuh mendengar perkataan dari Atha yang tidak mempermasalahkan kehadiran Sakha di tengah-tengah mereka. Jasmine pun berkaca-kaca, dia berharap Atha adalah suami terakhir baginya untuk kali ini.
"Terima kasih, kau begitu baik dan peduli pada Sakha," tak lama air mata Jasmine pun jatuh begitu saja ke pipinya.
Atha yang melihat itu pun bergegas mendekat ke arah Jasmine dan mengusap pelan air mata Jasmine.
"Itu sudah tugasku. Kau ibunya Sakha, maka aku adalah ayahnya," ujar Atha menegaskan.
Bisa dilihat jika Atha begitu peduli dan tulus terhadap Jasmine dan anaknya. Itu bisa dilihat dari seberapa besar pengorbanan Atha selama ini yang selalu membantu Jasmine hingga menikahi wanita yang sama sekali Atha belum mengetahui asal usul Jasmine dengan jelas.
Dan juga Atha yang begitu percaya dengan Jasmine dari awal perkenalan mereka hingga Jasmine melahirkan. Ditambah Atha yang langsung menyetujui menikahi Jasmine dengan perasaan iba, terlebih lagi saat melihat Sakha pertama kali, ada getaran yang mengatakan bahwa Atha yakin dengan menikahi Jasmine adalah benar.
"Ya sudah, sekarang pergilah ke kamarmu dan gantilah pakaianmu lalu berikanlah ASI untuk Sakha, pasti dia kehausan menunggumu," tutur Atha lembut sambil tersenyum ramah kepada Jasmine.
"Ya baiklah," sahut Jasmine mengangguk dan membalas senyuman Atha yang membuatnya tenang dan senang.
Jasmine pun berbalik dan melangkah ke kamarnya dengan tersenyum-senyum sendiri sampai-sampai dia menutupi wajahnya sesekali menutupi pipinya yang saat ini merona.
__ADS_1