Tersesat, Cinta Dua Hati

Tersesat, Cinta Dua Hati
Sangat Merindukan Dia


__ADS_3

Di tempat masing-masing keberadaan Jasmine dan Byan. Keduanya sedang dilanda kegelisahan yang mengganggu pikiran mereka. Sejak Jasmine masuk kamarnya, dia terlihat tidak tenang. Bagaimana tidak, sudah selama ini dan bertahun-tahun bisa melupakan Byan dan berharap tidak bertemu kembali dengan lelaki itu. Tapi justru malah sebaliknya.


Sedangkan Byan, dia masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Dia bahkan rela menetap di Paris dan menjalin hubungan bersama Jane, itu semua demi untuk melupakan Jasmine. Tapi malah dia bertemu kembali dengan Jasmine. Dan lebih parahnya Jasmine ternyata istri dari Atha, sepupunya. Itu sama artinya dengan Jasmine telah masuk menjadi keluarganya.


Keesokan harinya jam 1 siang, tak ingin semakin penasaran, Byan melajukan motornya menuju kantor tempat Atha bekerja. Dia ingin menanyakan sesuatu kepada saudaranya itu mengenai Jasmine walaupun sekedar basa-basi.


"Loh, Mas mau kemana?" Tanya Byan yang tak sengaja bertemu Atha di lobi kantor yang terlihat buru-buru.


"Aku mau balik ke rumah, ada berkas proposal yang tertinggal di ruang kerjaku. Satu jam lagi ada meeting penting dengan client. Aku buru-buru, tolong kau bantu Billy mempersiapkan berkas-berkas lain, ya!" ucap Atha sekaligus meminta lalu melanjutkan langkahnya.


Byan yang sudah terkenal dengan akal liciknya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan apa yang dia mau.


"Tunggu Mas!" cegat Byan.


Seketika Atha berhenti.


"Biar aku saja yang ke rumahmu, lagian aku juga pakai motor tadi ke sini. Jadi pasti akan cepat sampai," pinta Byan beralasan, berharap sekali Atha setuju.


"Emm ... baiklah. Nanti, kau minta saja pada Jasmine untuk mengambilkan proposalnya di ruang kerjaku. Tolong bawakan proposal itu tepat waktu, ya!" ujar Atha sekaligus berpesan, setelah itu dia buru-buru kembali ke ruangan kerjanya.


"Ok, Mas!" Byan tersenyum puas. Beruntung sekali dia membawa motor, dengan begitu dia bisa memberi alasan pada Atha. Dia pun langsung berbalik lalu berjalan ke parkir tempat motornya berada kemudian melaju dengan cepat ke rumah Atha.


Inilah yang sangat ditunggu-tunggu Byan. Dia tidak perlu lagi berbasa-basi menanyakan pada Atha perihal pernikahan pada Jasmine. Sungguh keberuntungan yang memihak Byan, dia bisa langsung menanyakan pada Jasmine.


Byan langsung berjalan ke arah dapur saat mengetahui Jasmine berada di sana oleh bi Narti.

__ADS_1


"Ekhem...," Byan sengaja berdehem untuk memberitahukan keberadaannya pada Jasmine yang kala itu Jasmine sedang menyiapkan bahan untuk makan malam.


Sontak Jasmine langsung menoleh ke arah Byan dengan mata membulat. Seketika tangan Jasmine gemetar, lalu dia menghentikan aktivitasnya, kemudian hendak berlalu pergi.


Dengan cepat Byan menarik tangan Jasmine menghentikan langkahnya.


"Apa apaan loe, lepasin gue!" ketus Jasmine bersuara pelan.


"Kita perlu bicara!" ujar Byan.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi DI ANTARA KITA," sahut Jasmine menekan kata-kata terakhir.


Byan tak mengindahkan ucapan Jasmine. Dia malah membawa Jasmine menuju ruangan kerja Atha.


Byan dengan kuat menggenggam pergelangan tangan Jasmine dan membawanya ke ruang kerja Atha, sedangkan Jasmine celingak celinguk melihat keadaan sekitar rumahnya, dia takut jika ada pelayan yang curiga dengan mereka berdua.


"Sekarang ada kita berdua di sini. Jadi tolong jawab dengan jujur. Kenapa loe bisa masuk ke rumah ini dan menikah dengan mas Atha, hah?" tanya Byan menatap Jasmine dalam. Tatapan matanya sama seperti pertama kali Jamine kenal dengan Byan dulu, tidak sopan dan cukup menakutkan.


Jasmine melepas paksa tangannya dari Byan. Dia sedikit meringis karena tangannya cukup sakit hingga membekas merah.


"Gue nggak perlu buang-buang waktu untuk jawab pertanyaan loe. Lebih baik loe tanyakan sendiri pada mas Atha," Jasmine segera berbalik dan hendak melangkah pergi.


"Jawab dulu!" Bentak Byan mencekal kembali tangan Jasmine hingga membuatnya berhenti.


"Lepas, sakittttt!" lirih Jasmine dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Byan tersentak dan perlahan melepaskan tangannya pada Jasmine. Byan merasa bersalah melihat Jasmine yang air matanya mulai mengalir di pipinya. Ingin rasanya Byan menghapus air mata itu, tapi dia sadar bahwa dirinya hanyalah lelaki yang pernah membuatnya terluka hingga pergi meninggalkannya karena sebuah kesepakatan.


"Sesuai dengan permintaan loe dulu. Apabila kita bertemu kembali maka anggap saja kita tidak saling kenal. Jadi gue nggak perlu menjawab apa yang loe tanyakan. Gue harap loe paham Abi ... Abyan Wiratama," Jasmine bergetar saat mengatakan kalimat yang mengingatnya pada masa bersama Byan dulu, apalagi dia menyebut nama 'Abi' yang sudah sangat menjelaskan bahwa hubungan mereka kembali mulai dari awal sekarang, dan tak ingin kembali ke masa lalu.


Deg


Byan baru menyadari perkataan Jasmine, bahwa yang dikatakannya adalah benar. Masih teringat di kepala Byan tentang bagaimana jahatnya dia pada Jasmine untuk melupakan dirinya menjelang perpisahan mereka dulu.


"Sebenarnya kau ingin balas dendam padaku, kan? Kau mencari tahu tentang keluargaku hingga kau berhasil menemukan dan menarik hati mas Atha, lalu kau meminta dia menikahimu, kan? Kau memakai cara licik yang sama untuk menikahi mas Atha seperti apa yang kau lakukan padaku dulu? Iya kan?" Byan dengan emosi meluapkan apa yang ada di benaknya saat ini. Dia sukses menghina Jasmine sebelum tahu cerita yang sebenarnya.


"Berhentiiii, kau...," ucap Jasmine yang tiba-tiba terhenti.


Jasmine memejamkan matanya dan memegang dadanya yang terasa sakit. Tapi perlahan dia menarik nafas dengan sabar agar tak merasa sesak.


"Aku akui bahwa Atha lebih berakhlak dan bertanggung jawab dari pada dirimu," Jasmine sedikit sulit berkata karena suaranya bergetar menahan marah.


Jasmine berjalan mengambil berkas proposal di atas meja. Dia sudah tahu bahwa berkas proposal itu tertinggal karena sebelumnya Atha yang menelepon. Jasmine pikir suaminya yang akan balik ke rumah mengambil berkas proposal itu, tapi nyatanya malah Byan yang datang mengambilnya.


"Kau mencari berkas proposal ini, bukan? Berikan ini pada suamiku. Oh ya, dan bilang padanya bahwa AKU MERINDUKAN DIA, SANGAT MERINDUKAN DIA," tekan Jasmine setelah menyerahkan berkas proposal itu pada Byan, setelah itu Jasmine pergi meninggalkan Byan sendirian di ruangan itu.


Byan mematung, matanya membulat dan berkaca-kaca hingga akhirnya air matanya lolos membasahi pipinya. Dadanya terasa sesak saat Jasmine memamerkan seolah betapa cintanya wanita itu pada Atha. Byan pun mengusap air matanya dengan tegar.


Byan menaikan sudut bibirnya, dengan seringai kecil dia menatap kepergian Jasmine. Dia mengaku salah tapi ingin sekali mulutnya berucap bahwa dia merindukannya, sangat merindukannya.


"Shittttt," rutuk Byan sembari memukul-mukul meja kerja Atha di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2