
Setelah semua dilalui oleh Jasmine saat melahirkan. Kini kebahagiaan yang Jasmine dapatkan lengkaplah sudah. Anak yang ia lahirkan begitu membawa keberkahan untuknya bahkan hidupnya. Sekarang harapan Jasmine sejak dulu akan terwujud, yaitu mempuyai keluarga utuh yang bahagia.
Sebelumnya Jasmine khawatir jika anaknya tidak akan pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah, tapi sekarang Jasmine tidak perlu khawatir lagi karena sekarang anaknya sudah mempunyai calon ayah, yaitu Atha Bamantara.
"Selamat atas kelahiranmu. Aku harap anakmu menjadi cahaya hidupmu di masa depan," ujar Atha setelah dia masuk ruangan dan menghampiri Jasmine.
"Terima kasih atas semuanya. Kau sudah menolongku," ucap Jasmine.
"Jangan berterima kasih padaku. Tapi berterima kasihlah pada Allah yang sudah menggerakkan hatiku untuk menolongmu," tegas Atha mengingatkan.
Mendengar itu, Jasmine pun tersadar. Memang benar bahwa segala sesuatu apabila menyertai Allah maka jalan kebaikan akan kita dapatkan. Jasmine menyadari hal itu.
"Maaf, karena aku...," ucap Jasmine yang kalimatnya dipotong langsung oleh Atha.
"Ssttt, istirahatlah. Aku akan mengadzani anakmu dulu," ujar Atha menahan kalimat Jasmine yang akan wanita itu lontarkan.
Atha berbalik dan hendak melangkah menuju tempat bayi Jasmine diletakkan.
Tapi belum sempat Atha menghampiri bayi Jasmine, tiba-tiba bi Narti telah menggendong bayi Jasmine terlebih dahulu.
"Masya Allah ... lihatlah, anak ini begitu mirip dengan anda, Tuan Atha," ucap bi Narti memperlihatkan bayi Jasmine ke sisi Atha.
Atha melihat wajah bayi Jasmine dengan seksama, kemudian tersenyum kecil.
"Benar kan, Tuan?" tanya bi Narti memastikan.
__ADS_1
Ada rasa bahagia saat Atha melihat bayi Jasmine, kemudian Atha mengambil alih bayi itu dari gendongan bi Narti.
"Ya Allah, memang benar, wajah anak ini hampir mirip denganku. Apakah ini pertanda bahwa keputusanku benar jika aku harus menikahi Jasmine," batin Atha masih menatap bayi Jasmine di gendongannya.
Tak ingin berlama-lama, Atha pun bergegas mengadzani bayi Jasmine.
"Allahuakbar, Allahuakbar...," Atha mulai mengadzani bayi Jasmine dengan khusuk.
Sementara Jasmine, dia terharu melihat Atha yang mau mengadzani anaknya. Matanya berkaca-kaca saat dia mendengar suara Atha yang begitu menenangkan hatinya dan juga bayinya hingga sang bayi tertidur pulas saat di adzankan.
"Laailahaillallah...," Atha telah menyelesaikan adzan kepada bayi Jasmine.
Sungguh Jasmine tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, betapa bersyukurnya dia bisa melahirkan anaknya yang dia kandung selama 9 bulan. Dia tidak menyangka bisa melawati masa-masa sulit yang dia hadapi, sendirian tanpa suami.
"Terima kasih Ya Allah atas karunia yang Engkau beri kepada hamba. Semoga setelah ini, Atha menepati janjinya untuk menikahiku. Aku tidak ingin anakku hidup tanpa seorang ayah," batin Jasmine lirih.
Atha menetralkan suasana hening di ruangan itu. Karena sungguh Atha telah kehilangan kata-kata di antara keberadaan dia dan Jasmine di tambah bi Narti.
"Siapa nama bayimu ini?" tanya Atha yang masih menggendong bayi mungil Jasmine seakan dia tidak ingin melepaskannya.
Jasmine terdiam, dia bingung sekali, bahkan dia belum kepikiran untuk memberikan nama pada anaknya.
"Emm ... aku tidak tahu. Aku belum mendapatkan nama yang pas untuknya," sahut Jasmine dengan alasannya.
Atha pun mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bagaimana jika kau yang memberikan nama pada anakku? Sungguh aku belum mendapatkan nama yang baik untuk anakku," ujar Jasmine yang sebenarnya memang sengaja ingin Atha memberikan nama anaknya.
Atha terpaku melihat wajah bayi yang begitu tenang di gendongannya. Dia merasa bahagia melihat sosok bayi yang suci dihadapannya itu. Dia juga berpikir bahwa, apa salahnya jika dia memberikan nama bayi Jasmine, toh dia juga bakal menjadi ayah sambung untuk bayi Jasmine nanti.
"Baiklah, emm ... bagaimana dengan nama, Sakha Beryl? Kelak dia akan menjadi anak yang saleh, cerdas, dermawan dan dicintai orang banyak terutama keluarganya, karena dia adalah permata yang sangat berharga," kata Atha dengan ucapannya memberikan sebuah nama yang berarti baik untuk bayi Jasmine.
Jasmine sungguh bahagia mendengar Atha memberikan nama anaknya yang sangat indah dan bermakna.
"Aku setuju, Sakha Beryl ... nama yang bagus. Terima kasih, Atha!" ucap Jasmine penuh haru.
"Ya," sahut Atha singkat.
Pandangan mata Atha tak lepas dari bayi yang diberinya nama Sakha itu. Entah mengapa ada rasa nyaman saat melihat dan menggendong Sakha. Atha merasa hatinya begitu damai saat melihat wajah Sakha yang tertidur tenang.
"Sakha, jadilah anak yang baik, sayang!" ujar Atha yang setelah itu mencium kening Sakha dengan lembut.
Deg
Ada getaran pada tubuh Jasmine saat Atha memanggil anaknya dengan sebutan 'sayang'.
"Aku tidak salah dengar, kan? Atha memanggil Sakha dengan sebutan, sayang? Apa itu artinya Atha menerima Sakha menjadi anaknya? Terima kasih, Ya Allah. Sungguh besar anugerah-Mu," batin Jasmine seolah tidak percaya dengan apa yang tengah ia dengar dan ia lihat di hadapannya.
Mata Jasmine berkaca-kaca dan tak terasa air mata menetes begitu saja di pipinya, kala Atha adalah orang pertama yang memanggil nama anaknya sekaligus mencium anaknya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
Jasmine semakin yakin bahwa Atha adalah sosok ayah yang tepat untuk Sakha dan kelak Atha akan membawa anaknya di jalan kebaikan.
__ADS_1
"Aku tidak salah memilih Atha sebagai ayah untuk Sakha," batin Jasmine tersenyum bahagia.