The Bodyguard

The Bodyguard
An Identity


__ADS_3

Miabella terus berlari hingga menuju pintu keluar. Namun, sebelum memutar pegangannya, ekor mata Miabella menangkap si wanita yang tadi membersihkan kamarnya. Wanita paruh tersebut berdiri memandang dengan sorot yang tak dapat diartikan. Dia terlihat marah dan juga kecewa.


Akan tetapi, Miabella tak ingin membuang waktu. Dia mengangguk pelan, kemudian membuka pintu. Miabella berlari ke luar, menyambut kebebasan yang selama beberapa hari ini terenggut darinya.


Selama berada di rumah itu, Vlad tak membiakan Miabella keluar kamar sama sekali. Semua kebutuhan istri Carlo tersebut dilayani dengan baik. Diantarkan langsung ke dalam kamar oleh si wanita yang Miabella pikir sebagai pelayan. Tak jarang, Vlad mengantarkan langsung. Seperti halnya yang dilakukan pria itu malam ini.


Dengan penerangan lampu berwarna kuning di depan setiap rumah yang dilalui Miabella, wanita itu terus berlari menjauh. Entah akan ke mana tujuannya. Hal terpenting bagi Miabella adalah bisa melepaskan diri dari cengkeraman Vlad.


Sementara itu, di dalam rumah milik Vlad. Wanita tadi segera berlari ke lantai dua. Dia membuka pintu kamar dan langsung terbelalak sempurna. Si wanita bergegas menghampiri tubuh Vlad yang sudah berlumur darah. “Vlad. Apa yang terjadi, Nak?” tanyanya dengan raut khawatir. Dia kebingungan harus melakukan apa.


“Di mana Miabella?” tanya Vlad di sela ringisannya.


“Wanita muda itu sudah pergi,” jawab wanita paruh baya yang kali ini membantu menghentikan pendarahan di dada Vlad. “Apakah dia yang melakukan ini padamu, Nak?” tanyanya.


“Astaga. Kenapa kau tak mencegahnya?” Vlad bermaksud untuk bangkit. Dia hendak menyusul Miabella, yang dirinya yakini pasti belum pergi terlalu jauh. Terlebih, saat itu situasi sudah malam, meski belum terlalu larut.


“Tidak, Nak!” cegah si wanita dengan segera. “Kau tak boleh ke manapun.”


“Aku harus mencari Miabella.” Vlad tetap bersikeras untuk bangkit.


“Biakan dia pergi, Nak. Kumohon.” Wanita itu memastikan agar Vlad tak beranjak sama sekali. “Kumohon. Jangan ke manapun,” pesannya. “Aku akan memanggil dr. Jan Huber dan memintanya kemari untuk memeriksa lukamu.” Wanita itu bergegas keluar kamar. Dia menutup pintu rapat-rapat, bahkan terdengar menguncinya dari luar. Dia mungkin takut jika Vlad akan melarikan diri.


Sementara Vlad berusaha untuk tetap bertahan, meskipun luka di dada kanannya terus mengeluarkan darah. Dia tak banyak bergerak dulu, hingga dokter yang tadi disebutkan si wanita tiba di sana dan memeriksanya.


“Siapa dia, Nyonya Elke?” tanya dokter yang kebetulan bertempat tinggal tak jauh dari kediaman Vlad.

__ADS_1


“Dia adalah keponakanku dari Rusia. Namanya Vlad Ignashevich,” jawab wanita yang ternyata bernama Elke. “Tolong periksa lukanya,”pinta Elke resah.


“Bagaimana dia bisa terluka seperti ini?” tanya dokter itu lagi.


“Sudahlah, Dokter. Jika Anda ingin mengobati lukaku, maka lakukan saja,” ucap Vlad menyela obrolan Elke dengan dokter tadi.


Dokter bernama Jan Huber tersebut segera memeriksa, kemudian mengobati luka tusuk di dada Vlad. Dia juga menutup luka itu dengan perban. “Untunglah luka tusuknya tidak dalam. Jika lebih parah dari ini, maka Anda harus dibawa ke rumah sakit,” ucapnya sambil melepas sarung tangan yang tadi dia gunakan.


“Minumlah antibiotik ini. Besok aku akan kemari lagi untuk memeriksa kembali luka Anda sambil membawa obat.” Dokter itu kemudian berdiri. Karena pekerjaannya telah selesai, maka dia pun berpamitan.


Setelah mengantar dokter tadi hingga ke pintu, Elke bergegas kembali ke kamar. Dia melihat Vlad masih berada di tempat tidur. Elke pun menghampirinya. Wanita paruh baya tersebut duduk di tepian ranjang. “Jangan ke mana-mana. Istirahatlah dulu di sini,” ucap Elke lembut.


“Terima kasih karena tak mengatakan bahwa aku adalah putramu, kepada siapa pun,” ucap Vlad. Dia menatap wanita di hadapannya sekilas, kemudian mengalihkan perhatian ke jendela kaca yang tidak ditutup tirai. Dari sana, Vlad dapat melihat suasana malam di dekat danau.


“Kau tidak menyukai jika aku mengatakan hal itu kepada orang lain, meskipun aku ingin sekali melakukannya,” balas Elke pelan dan penuh sesal.


“Ya. Kau bahkan memperkenalkan diri dengan menggunakan nama belakang kakekmu ….” Elke terdiam sejenak. Wanita paruh baya tersebut menundukkan wajahnya. “Sebenanya, aku ingin sekali kembali Rusia. Merawatmu seperti sekarang. Akan tetapi, Jerman jauh lebih bersahabat untukku.” Elke kembali mengangkat wajah, memandang paras tampan Vlad. Putra hasil dari hubungan gelapnya bersama pria Rusia bernama Viktor Drozdov.


Elke yang merupakan wanita berdarah Rusia-Jerman tersebut, telah berhasil memikat Viktor dengan kecantikannya. Namun, hubungan mereka hanya sebatas di atas ranjang. Viktor telah memiliki istri. Dia juga mengencani banyak wanita. Hal itu membuat ayahanda Elke, Gleb Ignashevich murka dan tak menyetujui hubungan mereka.


Elke pun dikembalikan ke Jerman untuk tinggal bersama sang ibu yang telah bercerai. Dalam kondisi seperti itu, Elke mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung.


Elke melahirkan Vlad di jerman. Namun, setelah Vlad beranjak remaja, pria itu memutuskan untuk tinggal dengan sang kakek di Rusia. Mewarisi kerajaan bisnis yang hingga saat ini dirinya kelola dengan baik.


“Tidak perlu mengungkit hal itu,” ucap Vlad. Dia mengabaikan rasa tak nyaman di dada. Vlad bermaksud untuk bangkit. “Aku harus mencari Miabella,” ucapnya.

__ADS_1


“Tidak, Nak,” cegah Elke. “Biarkan wanita muda itu pergi. Dia tidak suka berada di sini,” ucapnya. “Tadi siang, aku melihat dia menangis. Lagi pula, apa yang sudah dilakukannya padamu sangat keterlaluan ….”


“Aku tidak peduli itu. Bagaimanapun caranya aku harus menemukan Miabella.” Vlad tetap pada pendiriannya. Dia memaksa bangun. Dengan tertatih, pria tampan berambut pirang tersebut berjalan keluar dari kamar.


Sementara, Elke pun tak tinggal diam. Wanita paruh baya tersebut segera menyusul sang anak yang tengah terluka. Namun, Vlad sudah tak terlihat di dalam rumah. “Astaga. Kenapa anak itu sangat keras kepala?” Elke tampak begitu resah. Dia berpikir untuk beberapa saat.


Akhirnya, Elke memutuskan pergi ke kamar, mengambil ponsel. Dia lalu menghubungi seseorang. Namun, hingga beberapa kali mencoba, panggilannya tak juga dijawab. Elke mengulangi panggilannya lagi hingga berkali-kali.


Karena tetap tak ada tanggapan, wanita paruh baya itu pun memutuskan untuk keluar rumah. Dia akan mencari Vlad seorang diri. Akan tetapi, baru saja Elke membuka pintu, ponselnya berdering. Dengan segera, dia menjawab panggilan tersebut.


“Ada apa, bibi?” sapa seorang pria dari seberang sana.


“Apa kau sudah kembali ke Hamburg?” tanya Elke cemas.


“Belum. Aku masih di Kiel. Ada apa?”


“Vlad membawa seorang wanita muda ke rumahku. Namun, wanita itu melarikan diri. Dia bahkan menusuk Vlad hingga terluka,” tutur Elke.


“Wanita muda?”


“Ya, Damien. Wanita muda berambut cokelat.”


🍒🍒🍒


Apakah Vlad akan menemukan Miabella?

__ADS_1


Cek dulu novel di bawah ini.



__ADS_2