The Bodyguard

The Bodyguard
Fair Price


__ADS_3

Yelena langsung terdiam. Namun, hal itu dia lakukan bukan karena merasa takut. Putri Stefan Romanov tersebut sepertinya dapat menangkap sesuatu dari sikap Vlad. Wanita berambut panjang itu pun mencoba menelaah. Dia memandang pria di hadapannya, kemudian memicingkan mata. Sesaat kemudian, Yelena kembali tersenyum. "Miabella Conchetta de Luca," sebutnya.


"Jangan berani-berani menyebutkan namanya dengan mulutmu yang kotor, Nona Romanov!" sergah Vlad penuh penekanan. Dia bahkan tak segan untuk melemparkan gelas yang sedang dipegangnya, andai tak ingat jika yang dia hadapi hanyalah seorang wanita. "Jangan menantangku untuk berbuat di luar batas!"


Melihat sikap berlebihan yang ditunjukkan oleh Vlad, Yelena justru semakin berada di atas angin. Kini, dia berhasil memegang kunci yang tepat untuk dapat membuka jalan kerja sama dengan pria bermata biru itu. "Seberapa besar pengaruh seorang Miabella bagimu, Tuan Ignashevich?" tanyanya. "Ah tentu saja ...." Yelena kembali bicara sebelum Vlad sempat menanggapi pertanyaan tadi.


Wanita muda berambut lurus dengan warna gelap yang indah itu, kembali mendekat ke hadapan sang pemilik mansion. Tatap matanya yang penuh dengan siasat licik, dia layangkan tanpa beralih pada sesuatu yang lain. "Dia wanita yang sangat cantik, berambut cokelat dan juga wangi. Betapa beruntung seorang Karl Volkov karena bisa memiliki wanita seperti dia. Selain itu, kita tahu seberapa besar reputasi nama de Luca di Eropa. Sebuah penyatuan yang sangat luar biasa," pancing Yelena.


Sementara Vlad tak segera menanggapi. Pria itu masih berdiri terpaku di tempatnya, dengan tatapan yang tajam terhadap Yelena. Sebagai seseorang yang sudah terbiasa berhadapan dengan ular berwujud manusia, pengusaha muda itu dapat menangkap maksud tersirat dalam segala provokasi yang dilakukan oleh keturunan Romanov tersebut.


"Katakan dengan segera, apa yang kalian inginkan sebenarnya?" Vlad yang sudah merasa jengkel, tak ingin berlama-lama lagi untuk berhadapan dengan Yelena.


Namun, wanita cantik bertubuh molek tadi tak segera menjawab. Dia terlebih dahulu menoleh kepada sang ayah dan memandang pria tua itu penuh isyarat. Setelah Stefan mengangguk pelan, Yelena pun kembali mengarahkan perhatian kepada si tampan berambut gondrong tadi.


"Akan kuceritakan sesuatu padamu, Tuan Ignashevich," ucap Yelena mengawali penuturan yang hendak diutarakannya. "Ayahku telah dijebak oleh seseorang bernama Damien Rach. Pria yang diketahui berasal dari Jerman."


Bahasa tubuh Vlad seketika berubah, saat mendengar nama yang disebutkan oleh Yelena. Raut wajah pria itu tampak semakin serius dan juga tegang. "Lalu?" tanyanya mulai tertarik dan penasaran.


"Damien menawarkan sebuah kerja sama berbahaya kepada ayahku. Pada awalnya, dia menolak hal itu, karena risiko yang terlalu besar. Akan tetapi, kami terpaksa menerima dengan berbagai pertimbangan," jelas Yelena yang masih berputar-putar.

__ADS_1


"Langsung saja pada intinya, Nona Romanov." Nada bicara Vlad terdengar penuh penekanan.


"Seperti yang telah kukatakan tadi, bahwa seharusnya akulah yang menjadi pendamping dari Karl Volkov, di atas singgasana kepemimpinan Klan Serigala Merah. Namun, ternyata putra bungsu Nikolai Volkov tersebut menolakku dengan mentah-mentah. Terlebih, karena dia sudah menikahi putri dari Klan de Luca. Aku tidak menyukai wanita sombong itu. Dia menyebutku sebagai perawan tua!" Yelena mengakhiri kalimatnya dengan sebuah dengusan pelan.


Sementara Vlad memilih untuk menunduk sambil mengulum senyuman, setelah mendengar kata perawan tua. Sudah dipastikan bahwa Yelena memang belum mengenal watak seorang Miabella.


"Pria bernama Damien tadi menawarkan diri untuk membantuku agar dapat bersanding dengan Karl. Jalan satu-satunya adalah dengan menyingkirkan wanita sombong itu dari kehidupan Karl." Yelena melanjutkan penuturannya.


Namun, kata-kata terakhir yang dia lontarkan justru telah memancing amarah dalam diri Vlad. Tanpa memandang siapa yang dihadapinya, pria dengan gaya rambut man bun tadi mencengkeram kasar rambut panjang Yelena, hingga wanita muda tersebut sedikit mendongak.


"Hey!" Stefan yang sejak tadi tak mengeluarkan sepatah kata pun, kini bereaksi melihat sikap kasar Vlad terhadap Yelena. Dia sudah bergerak maju dan hendak melawan pria yang jauh lebih muda darinya.


"Lepaskan aku terlebih dulu, barulah akan kukatakan semuanya padamu," pinta Yelena masih tetap memasang wajah angkuh, meski dirinya dalam posisi seperti itu.


"Katakan sekarang juga, atau kau akan menyesal karena telah datang ke hadapanku!" ancam Vlad masih dengan nada bicara seperti sebelumnya


"Lepaskan putriku, Brengsek! Kau akan menerima akibatnya jika sedikit saja kulit dari Yelena tergores karena ulahmu!" Stefan mengancam balik. Dia juga sudah mengokang pistol yang diarahkan kepada Vlad.


"Tenanglah, Ayah. Jangan khawatir, aku baik-baik saja." Yelena merentangkan tangan ke arah Stefan, sebagai isyarat agar pria itu segera menurunkan senjatanya.

__ADS_1


"Aku tidak akan diam saja melihat tindakan pria itu terhadapmu!" Stefan bersiap menarik pelatuk. Dia memang hanya memiliki amarah yang tinggi, tapi tidak sepadan dengan otak dan pemikirannya. Stefan baru mengurungkan niat untuk menembak Vlad, ketika pria itu menjadikan Yelena sebagai tameng.


Masih dengan tangannya yang mencengkeram erat rambut panjang Yelena, dia memindahkan tubuh indah putri tunggal Stefan Romanov ke depan dirinya. "Tembak aku, Pak Tua," tantang sang pemilik mansion dengan senyuman sinis penuh cibiran. "Ternyata kau memang sangat bodoh!" caci Vlad tanpa ada beban sedikit pun.


Sesaat kemudian, pria dengan gaya rambut man bun itu kembali mengalihkan perhatian kepada Yelena. Bagi dia, wanita muda tersebut dirasa jauh lebih cerdas dibanding dengan pria paruh baya tadi "Katakan rencana apa yang kalian lakukan terhadap Miabella!" desaknya.


Sebelum menjawab pertanyaan Vlad, Yelena malah tertawa renyah. Wanita muda itu benar-benar terlihat sangat mengerikan. "Kau tahu dengan insiden penculikan pada pesta di Istana de Luca, Palermo. Itulah rencana yang dilakukan oleh Damien. Namun, sayang sekali karena semuanya gagal total," tutur Yelena menerangkan.


"Oh, jadi dalang dari kejadian itu adalah kalian?" cibir Vlad.


"Ya. Namun, ternyata saat ini Damien lepas tangan begitu saja. Dia menghilang entah ke mana. Sementara Karl Volkov dan juga Klan de Luca pasti akan mengusut dalang dari kericuhan tersebut."


Vlad menyunggingkan senyuman sinis di sudut bibirnya. Dia mengempaskan Yelena begitu saja, tanpa rasa hormat sama sekali, sehingga wanita muda itu hampir tersungkur. Untunglah karena Stefan segera menangkap tubuh sang putri dan menahannya agar tidak jatuh terjerembab di atas lantai.


"Aku sudah bisa menebak maksud kedatangan kalian kemari. Dari dulu, Klan Romanov memang terkenal sebagai penjilat dan juga benalu. Kalian menggantungkan hidup pada seseorang yang dirasa jauh lebih kuat. Apa kalian tidak merasa malu? Tak punya harga diri sama sekali! Aku tak akan pernah sudi untuk memberikan perlindungan, pada orang-orang seperti kalian yang tidak tahu terima kasih!" tolak Vlad mentah-mentah


"Jaga bicaramu, Vlad Ignashevich! Kau terlalu sombong!" balas Stefan sambil menunjuk lurus kepada pria muda di hadapannya.


"Lalu, ke mana kalian saat ayahku dibantai oleh Karl Volkov?"

__ADS_1


"Lupakan hal itu, Tuan Ignashevich. Jika kau bersedia memberikan suaka bagi kami, maka kupastikan Miabella akan menjadi bayaran yang sepadan," tegas Yelena.


__ADS_2