TIRAI MASA LALU

TIRAI MASA LALU
KEMBALI MENGINGATNYA


__ADS_3

Jemari Iffah tak pernah lepas dari genggaman Toni, dia masih saja menunggu dengan cemas di samping gadis yang telah di persuntingnya itu.


“Bangunlah Iffah, kami semua mengkhawatirkanmu.” Rintih Toni menahan air matanya.


“Arjuna…” Bibir tipis Iffah bergerak pelan mendesirkan nama almarhum suaminya. Seketika, genggaman Toni terhadap jemari Iffah terlepas dengan tiba-tiba. Hatinya serasa dihujam tombak runcing yang panjang. Perih, dan teramat menyakitkan baginya.


Toni mendengarnya, Toni mendengar dengan jelas istrinya itu kembali mengucapkan nama Arjuna.


Jangan lepaskan tanganku, apabila aku memilih jalan yang salah di kemudian hari.


Permintaan Iffah pagi tadinya kembali teringat oleh Toni. Dia segera meraih kembali tangan Iffah yang sempat dilepasnya.


“Arjuna…” Sekali lagi Iffah menyebutkan nama almarhum suaminya itu dengan sedikit lebih jelas.


Sebutlah namanya, berserulah sampai seluruh penghuni langit sekalipun mendengarnya. Aku tidak peduli Iffah, aku akan terus menggenggam tanganmu sampai kapanpun.~ Toni semakin menguatkan genggaman tangannya kepada jemari Iffah.


“Arjunaaa…” Mata Iffah terbuka lebar. Nafasnya menderu dengan hebat, sedang keringatnya menyucur  deras di setip pori-pori kulitnya yang tipis.


Iffah merasakan tangannya begitu panas dan basah. Matanya berusaha menoleh kearah tangannya yang serasa berada dalam genggaman seseorang. Dia menepiskan senyuman ketulusan di bibirnya yang mulai kering dan memucat. “Arjun…” Dengan cepat Iffah menarik tangannya. Dia begitu terkejut ketika menolehkan matanya kearah wajah Toni yang hendak menyapanya.


“A-Anda?” Mata Iffah membulat, nafasnya semakin tersengal, dia mencoba bangkit dari pembaringannya. Toni tak kalah terkejut melihat reaksi Iffah yang begitu tiba-tiba.


“Iffah tenanglah, ini aku, Antonimu.” Ujar Toni berusaha menenangkan Iffah yang tampak ketakutan.


“Arjunaaa.” Iffah seakan tidak memerdulikan Ucapan Toni. Dia semakin mengeraskan suaranya memanggil nama suaminya yang sudah almarhum.

__ADS_1


“Kak Iffah…” Ghali masuk setelah mendengar Iffah berteriak memanggil Arjuna berulang kali.


“Ghali, syukurlah kamu ada disini, dek. Arjuna mana? Suami kakak mana, sayang? Apa dia baik-baik saja saat ini?.” Toni dan Ghali terkejut mendengar pertanyaan Iffah yang beruntun mengenai Arjunanya.


“Kakak… Kakak sudah ingat semuanya?” Ghali masih tidak percaya melihat reaksi Iffah.


“Apa maksudmu bilang kakak sudah ingat semuanya?. Kapan kakak lupa? Kakak bahkan masih memakai baju pernikahan kakak saat ini, dek.” Tegas Iffah. Dia terlihat kebingungan melihat reaksi Ghali yang terkejut melihat dirinya.


“Kakak… Kakak memang baru saja melangsungkan pernikahan. Tapi bukan bersama kak Arjuna, melainkan bersama Pak Antoni.” Tunjuk Ghali kearah Toni yang masih terdiam melihat tingkah Iffah yang tidak mengingat


pernikahan mereka sama sekali.


“Apa kamu baru saja bercanda, Ghali? Kakak menikah hanya dengan Arjuna, lelaki yang sangat kakak cintai.” Seru Iffah seakan tidak terima dengan yang dijelaskan Ghali kepadanya.


Seperti udara, diam-diam menerbangkan. Begitulah cintamu kepadaku Iffah, diam-diam menyakitkan.~ Toni memegangi dada kirinya , perlahan dia meremasnya dengan begitu kuat. Cairan bening dengan mudahnya lolos dari pelupuk matanya yang mulai menyembab sedari tadi. Menangisi perempuan yang sama sekali tidak memikirkan perasaannya.


Ghali menatap iba kearah Toni. Dia hendak menjelaskan kembali kepada Iffah, namun terhenti ketika seorang dokter masuk ke dalam ruangan itu.


“Permisi, Pak. Biar saya periksa pasien terlebih dahulu.” Ujar dokter itu meminta diri.


“Baik, Dok. Silakan.” Ujar Ghali seraya meninggalkan Iffah di ruangan itu bersama sang dokter dan diikuti oleh Toni dari belakangnya.


*******


Iffah masih terlihat Syok setelah mendengar penjelasan dokter tadi kepadanya.

__ADS_1


Selamat nona, Anda benar-benar pulih saat ini. Bahkan sesuatu kemungkinan yang buruk terlewatkan oleh Anda. Anda sudah menemukan kembali memori di masa lalu Anda yang sempat hilang.   


“Jika kakak kecelakaan bersama Arjuna lebih dari setahun yang lalu, terus dimana Arjuna sekarang?.” Tanya Iffah lirih. Air matanya tidak berhenti bergulir sedari tadi memikirkan hal buruk yang terjadi di hidupnya.


“Maafkan Ghali, Kak. Ghali terpaksa menyembunyikan ini semua dari kakak. Ghali hanya tidak mau kakak kenapa-kenapa.” Ghali terlihat seakan menyesal, namun juga tidak berdaya kala itu.


“Ghali, jawab kakak. Arjuna, suami kakak ada dimana?.” Tanya Iffah lagi dengan suara yang semakin bergetar. Dia menatap tajam kearah mata Ghali dan mencoba menyusuri kejujuran dari dalamnya.


“Kak Arjuna tidak terselamatkan, Kak.” Iffah ternganga mendengar penuturan Ghali yang sangat mengejutkan bagi dirinya. “ Dia kehilangan banyak darah, sehingga dia meninggal setelah kecelakaan itu.” Sambung Ghali lagi.


“Ah…. Hiks… Itu, itu bukanlah yang sebenarnya kan Ghali? Kamu baru saja bercanda, bukan? Kamu tidak berbicara yang sejujurnya kan, dek.” Berulang kali dia mempertanyakan hal itu kepada Ghali, berharap berita yang didengarnya tentang kematian suaminya itu bukanlah hal yang sebenarnya.


Ghali segera memeluk Iffah dengan erat ke dalam dekapannya. Iffah semakin terguncang menapaki reaksi Ghali yang terlihat sedang tidak berbohong saat itu kepada dirinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2