
Tidak ada yang tidak mungkin jika Dia sudah berkehendak… Keajaiban akan selalu datang untuk seseorang yang selalu berserah dan berpasrah kepada-Nya.
Dia memang lelah, akan tetapi lelahnya Lillahita’ala…
Dia memang takut, tetapi dia bersandar kepada Rabb-nya…
Dia memang sudah lama menunggu, tetapi dia sabar untuk itu…
Dia. Ya, dialah Iffatul Fadillah. Seorang perempuan yang sudah dua kali menikah. Seorang perempuan yang telah sering merasakan jatuh dalam cinta, dari dua lelaki yang sudah halal baginya itu.
Arjuna nya, lelaki yang dia harapkan bisa menyelamatkan dirinya dari cengkraman ibu tirinya, harus pergi untuk selamanya. Dia marah akan hal itu, dan sesuatu hal yang wajar untuk kemarahannya.
Dan saat ini, Antoni nya, lelaki yang membuatnya jatuh dalam cinta pada pandangan pertama, lelaki yang membuat dadanya berdebar setiap saat, dan lelaki yang telah mau menghalalkannya meski dengan banyak kekurangan yang dimilikinya, harus terbaring dalam komanya.
Meski tidak seorang pun yang menyalahkan dirinya atas insiden kecelakaan Toni, tetapi tidak bisa dipungkirinya bahwa dialah yang
bersalah untuk itu.
Saban malam dia menangis dan memohon kepada Rabb-nya, agar diberi keajaiban untuk hidup suaminya. Dia tidak menyerah sama sekali merayu dalam setiap do’anya, meminta dengan harap, dan menjanjikan segala yang berharga baginya sebagai persembahan kepada Yang Kuasa.
Senja itu, entah sudah berapa kali senja Iffah datang mengunjungi suaminya di ruangan yang sama semenjak kecelakaan hebat yang menimpa Toni beberapa bulan lalu. Namun masih dengan kondisi Toni yang tak juga kunjung membaik sama sekali.
__ADS_1
Iffah dengan pakaian jingga melekat dan membaluti tubuhnya. Dia sungguh ingin bersama suaminya menatap cakrawala senja kala ini.
“Assalamu’alaikum… Sore suami tampanku…” Sapa Iffah ketika memasuki ruangan suaminya.
“Antoni… Aku sudah tidak ingin berpura-pura lagi untuk kali ini.” Ketus Iffah. Dia duduk di samping Toni yang terbaring disana.
“Kamu tau? Aku sudah berada di ujung maut sekarang. Aku sudah hampir mati menahan perasaan ini. Aku salah,Antoni. Aku salah… Aku mohon… Sudahi menghukumi diriku. Ini beraaat. Aku sudah tidak kuat lagi, Antoni.” Iffah terisak.
“Untuk senja ini biarkan aku tidur bersamamu, ya?" Pintanya seraya naik ke atas tempat pembaringan Toni.
“Tidak sempit juga, tapi aku tidak ingin tidur disini bersamamu. Aku ingin tidur di kamar kita, dan kamu akan memelukku dengan begitu serakah. Kamu juga akan mengecup keningku, bagian yang katanya kamu sukai.
“Kamu tau tidak, kisah Matthew Taylor? Seorang pria Inggris yang mengalami kecelakaan motor parah di Bali pada tahun2011. Sejak tahun 2009, Taylor memang tinggal di Bali dan bekerja sebagai guru Bahasa Inggris disana. Dia bertunangan dengan gadis asal Indonesia yang bernama Handayani Nurul.
Sejak kecelakaan tragis itu, Taylor mengalami koma sepertimu selama setahunan. Dia dirawat oleh keluarganya di Royal Derby Hospital, Inggris. Suatu ketika, tunangannya menelepon dari Indonesia dan mencoba berbicara padanya.
Dan kamu tahu hasilnya? Ketika itu Taylor mengeluarkan air mata dalam kondisi mata terpejam dan terbaring sepertimu ini. Padahal, kata dokter Taylor mungkin tidak akan pernah sadar lagi.
Tetapi kenyataannya, dia bahkan bisa kembali menggerakkan beberapa bagian tubuhnya.
Besar sekali kekuatan cinta mereka, ya. Aku bahkan sampai nangis membacanya.
__ADS_1
Aku ingin seperti itu juga.
Akan tetapi, setiap kali aku mengoceh, kamu bahkan tidak memberikan respon apa-apa kepadaku. Apa segitu marahnya dirimu kepadaku? Aku sedih, Antoni...
Aku merasa gagal menjadi wanita yang paling mencintai kamu.
Aku mohon, demi apapun, bangunlah…” Iffah mendekap kepala Toni dan berbisik ke telinga Toni.
Iffah terlihat lelah. Dia sungguh-sungguh lelah untuk beberapa bulan itu.
Iffah tertidur di samping Toni sambil memeluk dada lelaki yang sangat mencintainya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1