TIRAI MASA LALU

TIRAI MASA LALU
BEGITU ISTIMEWA


__ADS_3

Percayalah kamu adalah seseorang yang kuat, istri yang baik, sahabat yang bijaksana, dan ibu yang begitu tegar. Kasihmu sepanjang masa untuk Milka kita. Kamu merelakan hidupmu dan bahkan malumu kala itu demi kelahirannya. Kamu begitu mencintainya meski dia terlahir dari lelaki seperti aku.


Aku yang salah telah banyak memberimu rasa sakit sepanjang waktu. Meski begitu, kamu adalah perempuan istimewa yang aku kenal Kamelia.


Aku akui, aku lelaki beruntung yang mendapatkan penerimaan dari Iffah. Tetapi tetap saja, aku tidak beruntung menjadi seorang papa. Hal ini membuat aku menjadi takut memiliki keturunan kembali.


Wajah Toni terlihat menyembab malam itu. Semenjak Milka memulai perjalanan medisnya, tak sekalipun dia beristirahat. Bahkan tidak sepicing pun matanya terpejam. Dalam benaknya hanya Milka dan keajaiban untuk


putri kecilnya itu.


Milkanya pun telah menerima transfusi darah darinya.


Dan saat itu Milka melakukan kemoterapi. Hal yang tidak sanggup disaksikannya, melihat badan Milka yang ngedrop setelah melakukan kemoterapi. Bahkan ada saatnya suhu tubuh Milkanya panas sekali setelah itu.


Semua dari mereka tampak begitu khawatir melihat kondisi Milka yang semakin hari semakin ngedrop.


Hari terus berlalu, sudah lebih dari dua minggu setelah Milka melakukan rangkaian kemoterapi pertama kalinya di Rumah Sakit itu. Rambut indah Milka mulai rontok, tubuhnya kering dan bahkan kakinya pun mulai lemas dan sulit untuk berdiri.


Toni menahan tangisnya, rasa sakit melihat Milkanya terbaring lemah di ruangan Rumah Sakit itu ditelan kasarnya. Dia tidak ingin menampakkan kesedihannya di depan gadis kecilnya saat itu.


Dia tau, bahkan hal sulit itu pun juga dilakukan Kamelia.


Pernah sekali, diam-diam dia menemukan Kemil menangis dalam do’anya demi mengharapkan kesembuhan Milka. Bahkan sepupunya yang menjadi ayah putri kecilnya itu pun rela meminta kesembuhan Milka dengan menukar dirinya di posisi Milka. Kemil juga tidak berdaya melihat rasa sakit yang ditanggung putri kecil mereka.


Sedangkan di depan Kamelia, Kemil tidak sekalipun menampakkan keterpurukkan dan rasa sakitnya. Dia begitu hebat, sangat hebat sekali cara Kemil dalam mencintai Kamelia dan Milkanya.

__ADS_1


“Ayah… Ibuu… Tidak bisakah kita pulang?” Rengek Milka suatu hari.


“Bisa sayang… Tapi kata dokter Milka harus sembuh dulu…” Bujuk Kemil seraya menciumi jemari kecil mungil yang halus itu.


“Milka sudah ghindu dedek Cakhaa, Mil ingin main sama dedek…” Rengeknya lagi dalam kondisi lemahnya. Alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya membuat dia merasa risih dan jengah.


Kamelia tidak menjawab sekalipun ucapan Milka, karena sekali saja dia bicara kepada putri kecilnya itu. Maka air matanya akan mengalir deras seketika. Hal yang sama juga dirasakan Toni saat itu.


“Sayang… Mama kangen sekali sama Milka, Nak.” Iffah datang menghampiri Milka.


“Mama… Bujuk ibu sama ayah, Milka sudah ingin pulang. Mil sudah tidak ingin disini.” Adunya kepada Iffah ketika Kamelia da Kemil tidak  menggubris keinginannya untuk pulang.


“Iya sayang. Milka tenang saja ya, Nak. Sebagai gantinya, mama bawain Milka boneka.” Iffah mengeluarkan boneka doraemon yang sempat dibelinya kala itu bersama Toni. “Tadaa…”


“Wah… Doghaemooon… Asiiik… Makasih mamaa…” Keinginan dirinya untuk pulang terlupakan sejenak ketika memperoleh boneka Doraemon, karakter yang sangat disukainya itu.


“Mama janji…” Pintanya.


“Janji sayang…” Ikrar Iffah dengan suara yang mulai serak dibarengi dengan senyuman getir di bibirnya.


Iffah keluar dari ruangan Milka, Dia menanis sejadi-jadinya di depan ruangan itu. Rasa sakit yang ditahannya sedari tadi di dalam, diluahkannya dengan segera mungkin.


Terdengar gagang pintu ditarik dari dalam, langkah gontai kaki Toni mengikuti Iffah. Dia tau, istrinya itu keluar untuk menangis. Toni mendekati Iffah dan memeluknya dengan begitu erat ke dalam dadanya yang juga


menyimpan kepedihan saat itu. Dia pikir begitulah cara mereka untuk berbagi kesedihan satu sama lain.

__ADS_1


“Terimakasih sudah mengkhawatirkan Milka, sayang. Terimakasih juga telah membuatnya tertawa untuk hari ini.” Bisik Toni dengan suara seraknya. Mata sipitnya masih tampak menyembab kala itu. “Kamu dan Kemil itu benar-benar istimewa. Kamu istimewa untukku, karena telah mau menerimaku dan menyayangi Milka. Dan begitu juga untuk Kemil. Bahkan dia menyayangi Milka melebihiku sepertinya.


Iffah semakin terisak mendengar penuturan Toni. Walau bagaimanapun, Milka hanyalah buah dari kesalahan yang telah diperbuat suaminya di masa lampau. Dan Toni pun juga telah bertobat untuk itu.


Jadi, dia tidak akan lagi mengeluhkannya. Karena hatinya juga telah menyayangi Milka dengan tulus.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata dari kejauhan melihat kearah mereka dengan begitu tajam.


.


.


.


.


MAAF YA TEMAN2


MEMANG SEDIKIT ADA RAHASIA DISINI...


DITUNGGU YA, KAPAN RAHASIA INI TERUNGKAP


DAN MAAF JUGA MEMBUAT TEMAN2 LAMA MENUNGGU.


DEMI SESUAI REAL-NYA, RADETSA HARUS BANYAK RISET. DAN RISETNYA CUMA DI GOOGLE SAJA. JADI SUSAH UNTUK MENCERNANYA. MUNGKIN JUGA ADA YANG SALAH2

__ADS_1


MOHON DIMAAFKAN DAN KRITIK BAIKNYA YA TEMAN2


SALAM SATU LAYAR DI MT&NT


__ADS_2