
Flashback on
Surabaya, 7 tahun yang lalu
Seorang laki-laki paruh baya tergolek lemah di atas pembaringan. Dengan nafas yang terdengar tersenggal- senggal seolah menandakan ia sedang menahan sakit yang terperi di dalam dadanya. Di samping pembaringan itu duduk seorang wanita paruh baya pula yang masih dengan setia mengusap kepala laki-laki itu yang tampak berkeringat.
"A.. Agum di mana buk?", tanya lelaki paruh baya itu kepada istrinya
"Lagi ke tempat mas Danang pak", jawab sang istri
"Tadi bapak minta Agum untuk memanggil mas Danang ke sini kan?", tanya sang istri pula. Laki- laki itu pun hanya menganggukkan kepala
Tak lama kemudian, muncul dua sosok lelaki dari balik pintu. Salah seorang laki-laki itu kira- kira berumur 23 tahun, dan seorang laki-laki yang satu lagi kira- kira berumur sekitar 30 tahun yang memiliki tubuh kekar layaknya binaragawan dan terdapat banyak tato badannya. Ya, mereka adalah Agum dan mas Danang. Sedang laki-laki juga wanita paruh baya itu adalah ibu Ranti dan juga suaminya yang bernama pak Ruslan.
"Pak Ruslan, gimana keadaannya, apa yang dirasakan?", tanya Danang kepada pak Ruslan sambil menyapukan tangannya ke seluruh permukaan tubuh pak Ruslan
"Na... nak Danang, ba.. bapak ti... tip Agum. To.. tolong ilmu yang nak Da... Danang pe... pelaja.. ri tu.. turunkan ke Agum" ucap pak Ruslan terbata- bata masih dengan nafas yang tersenggal- senggal.
"Iya pak, saya janji akan akan menjaga Agum dan akan menurunkan ilmu yang saya punya ke Agum.
"Gum, ma.. manut sa..ma mas Da... Danang ya.. mu..mudahan ka..mu ja..di le.. lelaki yang ba.. baik" lanjutnya pula
Dada Agum terasa sesak melihat kondisi ayahnya yang begitu memprihatinkan. Membuat setitik air bening lolos dari pelupuk matanya. Penyakit paru- paru yang sudah bersarang selama 2 tahun di tubuh pak Ruslan seolah menggerogoti tubuh lelaki paruh baya itu dan membuat tubuhnya seolah kering bak tulang yang hanya berselaput kulit.
Agum mencium tangan pak Ruslan. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. Badannya terasa tak bertenaga melihat kondisi ayahnya yang seperti itu.
Beberapa saat kemudian terdengar pekikan nafas dari tenggorokan pak Ruslan disertai suara seperti orang mendengkur. Dan sesaat setelah itu, pak Ruslan menghembuskan nafas terakhirnya.
**********************
Agum duduk bersimpuh di atas tanah pemakaman ayahnya yang masih terlihat basah. Dengan pelan ia menghapus sisa- sisa air mata yang membasahi kedua pipinya.
"Sudah Gum, ikhlaskan kepergian bapak, biar bapak tenang di alam sana", ucap Danang bersimpati
__ADS_1
"Sekarang rencana kamu apa?", tanya Danang pula.
"Aku dimutasi ke Jogja mas, dan minggu depan aku harus sudah menempati kantor yang ada di Jogja, tapi.... " jawab Agum menggantung
"Tapi apa Gum?", tanya Danang pula
"Aku belum bisa jauh dari sampeyan mas, ilmu yang aku pelajari juga masih sedikit", jawabnya
Danang terkekeh "Wes ta Gum, kamu itu udah bisa tak lepas. Dasar- dasar ilmu sudah mas ajarkan dan tinggal kamu asah lagi ilmu kanuragan nya. Untuk amalan- amalan nanti mas bimbing dari jarak jauh"
Agum mengangkat bahunya seolah menandakan saat ini ia sedang tidak bisa berpikir jernih.
"Wes gak usah galau, Jogja- Surabaya itu cuma berapa jam seh?, kamu bisa sebulan sekali ke Surabaya atau mas yang ke Jogja", ucap Danang menenangkan.
Danang Wicaksono, laki-laki berusia 30 tahun yang memiliki badan yang kekar, dengan tato yang memenuhi tubuhnya. Rambutnya gerondong dan ikal dan bekerja sebagai security di salah satu mall di Surabaya.
Danang memiliki satu kelebihan yaitu bisa melihat hal- hal ghaib. Kemampuannya itu tidak ia peroleh secara natural (bawaan dari lahir), melainkan ia dapat dengan belajar bersama seorang guru di Surabaya.
Ilmu yang ia pelajari banyak. Mulai ilmu syariat, tarekat, hakikat dan ma'rifat.
Syariat
Syariat yaitu segala aturan yang sudah ditentukan oleh Allah swt, atau aturan yang sudah dilegalisasi oleh Rasulullah saw yang berkenaan dalam soal Aqidah, masalah hukum baik haram halal, syarat atau rukun dsb yang mengatur hubungan manusia dengan penciptaNya atau Sesama Manusia.
Tarekat
Tarekat berasal dari kata thariqah yang artinya jalan. Jalan yang dimaksud di sini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang diridhoi Allah SWT. Secara praktisnya tarekat adalah kumpulan amalan-amalan lahir dan batin yang bertujuan untuk membawa seseorang untuk menjadi orang bertaqwa.
Hakikat
Hakikat artinya i`tikad atau kepercayaan sejati (mengenai Tuhan), maka hakikat ini pekerjaan hati. Sehingga tidak ada yang dilihat didengar selain Allah, atau gerak dan diam itu diyakini dalam hati pada hakikatnya adalah kekuasaan Allah.
Ma'rifat
__ADS_1
Istilah Ma'rifat berasal dari kata Al- Ma'rifah yang berarti mengetahui atau mengenal sesuatu. Dan apabila dihubungkan dengan pengamalan Tasawuf, maka istilah ma'rifat di sini berarti mengenal Allah ketika Shufi mencapai maqam dalam Tasawuf.
Selain ilmu- ilmu itu Danang juga mempelajari ilmu kanuragan.
Kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.
Itulah ilmu-ilmu yang dipelajari oleh Danang, setelah 3 tahun belajar dengan guru spiritualnya, ia mulai membuka perguruan dan menularkan ilmu yang ia peroleh ke orang lain, salah satunya adalah Agum.
"Yakinlah Gum, kamu pasti bisa. Kamu juga bisa menularkan ilmu mu di Jogja, bikin perguruan juga sama kayak mas", ucap Danang meyakinkan
"Tapi aku masih ragu mas", jawab Agum
"Intinya yakin, kamu sudah layak jadi pemimpin" ucap Danang pula.
***************************
Agum beserta ibu Ranti menikmati makan malamnya di salah satu sudut kamar di rumah itu. Kepergian pak Ruslan memang menyisakan duka yang mendalam untuk Agum dan juga bu Ranti. Sejak hari kepergian pak Ruslan, membuat ibu Ranti tidak bernafsu untuk menyentuh makanan. Atas sedikit paksaan dari Agum, akhirnya ibu Ranti mau untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Besok kita pindah ke Jogja bu", ucap Agum di sela- sela suapan makanannya
"Di Jogja kita tinggal di mana Gum?," tanya ibu Ranti
"Kita tinggal di rumah om Abdul bu, sekalian ibu bisa bantu bulik Sri ngurus kantin", jawab Agum.
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka. Setelah ini mereka akan pindah ke Jogja dikarenakan Agum dimutasi ke kota Gudeg itu. Mau tidak mau ibu Ranti harus ikut, karena hanya Agum lah satu- satunya anak yang ia punya.
Gerimis masih terasa membasahi tanah. Agum mengemasi pakaian dan semua keperluan kantornya ke dalam koper. Setelah selesai, ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Memejamkan mata, memeluk mimpi, dan siap untuk menjalani kehidupan barunya di Jogja esok.
Flashback off
**********************
Hai- hai para pembaca tersayang... di part ini sengaja author kasih flashback ya, ini untuk menceritakan sedikit kehidupan Agum sebelum bertemu dengan Lintang. Di part ini juga sudah author jelaskan tentang kemampuan- kemampuan yang ia miliki dan yang ia pelajari yang mungkin di luar logika kebanyakan orang. Jadi dari sini sudah bisa diketahui, kalau Agum merupakan salah satu orang yang memiliki "kelebihan", dan ini nantinya akan berkesinambungan di part- part selanjutnya 😄
__ADS_1
Salam love, love, love💗💗💗