Titik Balik

Titik Balik
DELAPAN PULUH DUA


__ADS_3

"D___dia Reni?!!", ucap ketiganya bersamaan dari balik kaca mobil.


Lintang begitu terkejut dengan kehadiran Reni di malam hari seperti ini. Dan yang lebih membuatnya lebih terkejut lagi, di sana ada tiga orang yang membersamainya. Salah satunya Tomi, ya Lintang pernah bertemu dengan Tomi yang merupakan suami Reni. Dan kedua orang paruh baya itu sepertinya orang tua Reni.


Hati Agum juga terasa bergemuruh. Keringat dinginnya seperti keluar semua. Ia menarik nafas dalam berusaha menghilangkan rasa cemasnya. Dan Danang hanya menatap mereka dari balik kaca dengan sebuah ekspresi yang sulit dibaca, namun hatinya mengatakan akan ada hal besar yang terjadi di malam ini.


Agum memberhentikan mobilnya tepat di samping mobil yang sudah lebih dulu terparkir di sana. Kemudian ketiganya pun keluar dari mobil.


Sampai di teras. Tiba-tiba...


*Bugggg.... buggggg*!!!!


"Dasar laki-laki ba*****n!!!!!, berani-beraninya kamu mengganggu rumah tangga orang!!!", teriak Tomi dengan sebuah hantaman tepat di perut Agum.


Seketika lelaki paruh baya yang ada di belakang Tomi berusaha menahan emosi yang tengah dirasakan oleh Tomi. "Tenang dulu Tom, kendalikan emosimu!!"


Tomi masih meronta. Ia berusaha lepas dari kungkungan lelaki paruh baya itu. Nyatanya upaya lelaki paruh baya itu tidak bisa menahan kekuatan Tomi. Ia kembali menghampiri Agum kemudian mencengkeram kerah baju Agum.


Bug!!!, bug!!!, bug!!!!


"Ba*****n kamu Gum!!!!! J***uk!!!!"


Tiga kali hantaman berhasil mendarat di pipi Agum. Disertai dengan umpatan-umpatan dari mulut Tomi.


Agum terhuyung, menahan begitu kerasnya pukulan dari Tomi itu. Lintang yang melihat Tomi begitu kalap, membuatnya seketika berlari ke arah Agum yang hampir saja terjatuh.


Lintang menahan tubuh Agum agar tidak terjatuh namun tetap saja tenaganya tidak begitu kuat untuk menopangnya. Dan akhirnya ia bersama Agum jatuh terduduk di atas lantai. Tomi masih berdiri dengan gagahnya. Lintang berusaha memeluk tubuh Agum dan berusaha melindungi Agum dari kekalapan Tomi.


"Hentikan mas!!!, tolong hentikan!!", teriak Lintang memohon dengan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung.


Danang yang sempat terpaku melihat kejadian di hadapannya itu kemudian menghampiri Lintang, Agum, dan Tomi. Sedangkan Reni dan ibu paruh baya itu hanya melihat kejadian yang ada di hadapan mereka itu dengan tatapan nanar.


"Tolong hentikan ini semua mas. Kita bisa membicarakan ini semua secara baik-baik. Tentunya bukan di sini tetapi di dalam", ucap Danang ke arah Tomi.


Tomi menghembuskan nafas kasar dan sedikit mengusap wajahnya. "Aaaarrrggghhhh!!!!"


Keributan di depan kontrakan Lintang ternyata membuat Budhe Yani dan keluarganya keluar rumah. Mereka ingin tahu apa yang sedang terjadi. Danang yang melihat itupun kemudian menghampiri Budhe Yani.

__ADS_1


"I-ini ada apa ribut-ribut seperti ini mas?", tanya Budhe Yani sambil melihat Lintang yang terduduk di lantai teras dengan memeluk Agum sembari menangis.


Danang hanya tersenyum simpul. "Tidak ada apa-apa Budhe, hanya sedikit salah paham saja"


"T-tapi itu Lintang___"


"Sudah Budhe, Lintang baik-baik saja. Lebih baik Budhe kembali masuk ke dalam rumah ya", pangkas Danang.


Akhirnya Budhe Yani dan keluarganya meninggalkan halaman kontrakan Lintang. Dan Danang kembali mendekat ke arah Tomi.


"Lebih baik kita bicara di dalam mas!!"


******


Ruang tamu itu terlihat mencekam. Meski banyak orang yang ada di dalam ruangan itu nyatanya tidak bisa menghilangkan suasana yang hening itu. Masing-masing orang larut dalam pikirannya masing-masing. Lintang duduk di samping Agum dengan air mata yang tiada hentinya menetes.


Berkali-kali Lintang mengusap bibir Agum yang mengeluarkan darah dengan jarinya. Hatinya seakan remuk melihat kondisi Agum saat ini. Kekalapan dari Tomi ternyata berhasil membuat wajah Agum di penuhi oleh lebam-lebam. Dan Agum hanya terdiam, terpaku, mungkin merasakan nyeri di sekujur tubuhnya akibat hantaman-hantaman yang diberikan oleh Tomi. Ia pun hanya bisa memeluk Agum dengan erat.


"Jadi sebenarnya ini ada apa mas?", ucap Danang memecah keheningan yang ada.


Tidak ada jawaban dari semua orang di ruangan itu. Kemudian pandangan Tomi beralih ke arah Lintang. "Apa kamu tahu kebusukan yang sudah dilakukan oleh suamimu di belakangmu, Lin?!!"


Lintang tersentak. Ia memang sudah mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Tapi bukankah itu sudah lama terjadi. Tapi mengapa baru sekarang mereka mempertanyakan hal itu.


Lintang mengangguk masih dengan memeluk Agum pinggang Agum. "Aku sudah lama mengetahuinya mas, dan aku________"


"Kamu sudah mengetahuinya tapi kamu diam saja dan tidak melakukan apa-apa?", tanya Tomi memangkas ucapan Lintang.


Lintang mengusap air matanya. "Aku sudah memaafkannya mas, aku sudah memaafkannya!!"


Tomi mendengus. "Jangan terlalu naif Lin, kamu tidak tahu bagaimana bejatnya suamimu ini?!"


Lintang berusaha membuang rasa sesak yang terasa. "Mas Agum sudah sejak lama memutuskan hubungan dengan istrimu mas, dan_________"


"Dan apa kamu tahu jika saat ini Reni sedang mengandung anak suamimu!!!!!", teriak Tomi.


Duuaaarrrrr!!!!!!!

__ADS_1


Bagai petir di siang hari, ucapan Tomi sontak membuat yang ada di ruangan itu terbelalak. Lintang melepaskan tangannya dari pinggang Agum dan menatap lekat mata Agum.


"Mas?!", ucapnya dengan air mata yang yang lebih deras dari sebelumnya.


Agum memeluk tubuh Lintang. "T-tidak mungkin sayang, ini pasti sebuah jebakan!!"


Lintang masih terisak di pelukan Agum. Agum menatap lekat wajah Tomi. "Kamu jangan asal bicara Tom!!",


Tomi hanya tersenyum sinis. "Bisa-bisanya kamu memutuskan hubungan dengan Reni setelah kamu meninggalkan benih dalam rahimnya!"


"Itu tidak mungkin Tom, bisa saja itu anak kamu!!", ucap Agum menyanggah ucapan Tomi.


Tomi tersenyum getir. "Kalian semua tahu?, sejak laki-laki b******n ini berhubungan dengan Reni, Reni bahkan sama sekali tidak mau melayaniku di atas ranjang. Dan sekarang Reni hamil, menurut kalian anak siapa jika bukan anak dari lak-laki b******n ini??!!!"


Seketika Lintang menatap wajah Reni. Di situasi seperti inipun Lintang masih berusaha untuk mempercayai Agum dan meyakinkan dirinya sendiri jika ini hanyalah sebuah trik dari Reni untuk mengacaukan rumah tangganya.


Pandangannya tertuju pada perut Reni. Dan benar saja perut Reni terlihat sedikit membuncit. Dan itu semua luput dari perhatian Lintang saat kemarin ia bertemu Reni di pasar.


Badannya seketika lemas. Ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Agum. Agum menahannya. "Tolong percaya kepadaku sayang", ucap Agum memohon.


"Kenapa kamu diam saja Ren, bilang kepada istriku jika itu semua tidak benar!!", sambung Agum ke arah Reni.


"Tidak mas. Aku memang sedang mengandung anakmu!!", ucap Reni. Ia kemudian menarik nafas dalam. "Kamu ingat, terakhir kita melakukannya, kamu tidak memakai pengaman. Dan jika dihitung, usia kandunganku sesuai dengan terakhir kali kita melakukannya!!"


Ingatan Agum kemudian berputar di kejadian yang hampir empat bulan berlalu. Ya, sebelum ia memutuskan hubungan dengan Reni, ia sempat melakukan hal itu dan tanpa menggunakan pengaman.


Mungkinkah ini akhir dari semuanya????


.


.


. bersambung....


Nih aku tambahin up untuk hari ini.. seneng? Seneng???... hihihihi aku harap semua seneng ya kak... dan apa yang akan terjadi selanjutnya???, tunggu di episode yang akan datang yah... jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episode nya yah... dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik vote.. hehehe happy Reading kakak...


Salam love, love, love💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2