
Hiks.. hiks.. hiks....
Samar terdengar suara orang menangis di jam dua dini hari seperti ini. Agum menggeliatkan tubuhnya. Meraba-raba samping ranjang dan tidak mendapati Lintang di sisinya. Ia kemudian mengerjapkan mata, berusaha bangun dari tidurnya. Ia duduk di tepi ranjang. Dan memindai sekeliling kamar pribadinya.
Agum mengernyitkan kening, melihat Lintang duduk bersimpuh dengan mukenanya sambil terisak. Agum mencoba mendekati istrinya yang sedang menangis itu.
"Sayang, kamu kenapa?", tanya Agum sambil menatap lekat wajah istrinya yang sudah dipenuhi air mata.
"Mas?, hiks.. hiks... hiks" panggil Lintang sambil sesenggukan.
"Iya sayang, ada apa?", tanya Agum sambil mencoba memeluk Lintang. "Kamu kenapa sayang?, apa ada yang sakit?, perutmu?, atau apa sayang?", sambung Agum pula.
"A.. aku.... huaaaaaaa huaaaaaa", ucap Lintang terpotong malah semakin keras tangisannya.
Agum kebingungan, sebenarnya apa yang sedang terjadi pada istrinya itu. Dini hari seperti ini ia menangis tersedu-sedu, seolah menahan sesuatu yang sangat menyakitkan.
"Sayang, sayang, coba tenangkan dirimu dulu. Tarik nafas panjang kemudian hembuskan pelan", pinta Agum untuk menenangkannya.
Lintang pun menurut. Ia menarik nafas dalam kemudian ia hembuskan perlahan. Benar saja setelah itu ia sedikit lebih tenang. Agum pun ikut tenang juga.
"Coba sekarang cerita ke mas, kamu kenapa sesenggukan seperti ini sayang?, apa ada yang mengganggu pikiranmu?, atau kamu merasa ada yang sakit?", tanya Agum.
"Kalau aku cerita, mas janji gak akan marah?", tanya Lintang dengan nada yang sudah agak tenang.
Agum hanya tersenyum. "Mas janji gak akan marah sayang, coba cerita, ada apa?"
"Aku tadi mimpi mas", jawab Lintang
"Mimpi?, mimpi apa sayang?", tanya Agum tak sabar
"Aku mimpi makan nasi uduk sama ayam bakar, dan sekarang aku pengen makan itu mas, hiks.. hiks.. hiks", jawab Lintang mulai terisak lagi.
Astaga ternyata istrinya menangis karena pengen makan nasi uduk?. Tapi tunggu di jam dua dini hari seperti ini warung mana yang masih buka dan menyediakan nasi uduk. Agum menggaruk kepalanya yang tak gatal. Apakah seperti ini repotnya menangani seorang istri yang tengah ngidam?, beberapa hari yang lalu ada drama minta dibikinkan lotis di tengah malam, dan sekarang ia minta nasi uduk sama ayam bakar?
"Sayang, ini masih jam dua pagi, kalau besok saja gimana?", tawar Agum mencoba bernegosiasi.
"Huuaaaa... huuaaaaaa... mas gak sayang sama aku?, aku cuma minta nasi uduk sama ayam bakar mas, hiks.. hiks.. hikss" ucap Lintang di sela tangisannya yang kencang.
Aduuhhh kenapa jadi sensitif seperti ini sih. Cuma minta memundurkan waktu untuk makan nasi uduk besok saja kok dibilang gak sayang.
"Sayang, udah dong berhenti nangisnya. Ya sudah, sekarang biar mas carikan nasi uduknya ya, kamu tunggu di rumah saja", jawab Agum mengalah.
Agum memang harus ekstra sabar menghadapi emosi istrinya yang sedang hamil yang terkadang tidak stabil ini.
"Aku gak mau kalau mas beli di warung nasi, aku gak mau mas, hiks.. hiks.. hiks", jawab Lintang.
"Lah kalau gak mau beli terus gimana sayang?", tanya Agum bingung.
__ADS_1
"Aku pengen makan nasi uduk sama ayam bakar bikinan mas. Jadi mas yang harus memasaknya untukku", jawab Lintang.
"A-aapa??!!!!!", Agum terkejut setengah mati
**************
Tok.. tok.. tok... "Assalamualaikum"
Ibu Ratih terkejut mendengar ada orang bertamu di jam tiga dini hari seperti ini. Perasaannya cemas, kalau saja yang datang adalah orang yang memiliki niat jahat. Tapi kalau orang jahat kenapa mengucap salam?, ibu Ratih malah terjebak dalam pikiran buruknya. Akhirnya ia bangun dan melangkahkan kaki menuju ruang tamu.
Sebelum membuka pintu, terlebih dulu ibu Ratih mengintip dari balik gordyn. Ia terkejut karena Agum dan Lintang berada di depan rumahnya di pagi buta seperti ini.
Ceklekkkk....
"Wa'alaikumsalam Lintang, nak Agum!", jawab ibu Ratih. "Ayo masuk", ajak ibu Ratih pula.
Agum dan Lintang masuk ke dalam, kemudian duduk di kursi ruang tamu. Agum menceritakan drama kehamilan yang sedang dialami Lintang kepada ibu mertuanya. Dan ibu Ratih pun ikut tertawa.
"Jadi seperti itu ceritanya bu. Saya tidak tahu harus gimana, karena saya sendiri juga tidak bisa masak. Masak air saja gosong, hehehe", ucap Agum setelah menceritakan keinginan Lintang.
"Hehehe ibu harap nak Agum yang sabar ya, memang keinginan wanita yang sedang hamil itu kadang aneh-aneh dan sering tidak tau waktu", jawab ibu Ratih sambil terkekeh.
"Tapi ini yang mau anak yang ada di perut Lintang bu", ucap Lintang
Ibu Ratih tertawa kecil "selera anak kamu memang top ndhuk, mintanya nasi uduk sama ayam bakar".
Beruntung stok persediaan bahan dan bumbu dapur ibu Ratih sudah tersedia lengkap. Jadi tidak perlu repot-repot mencari.
"Berasnya dicuci dulu ya nak Agum, terus nanti dikasih santan, garam, irisan bawang merah, sama sereh", ucap ibu Ratih memberi instruksi. Agum pun mengangguk.
Agum meletakkan panci yang berisi beras di atas kompor. Ia kemudian ingin melanjutkan membuat bumbu untuk ayam bakar.
"Eh nak Agum, itu pancinya jangan ditinggal. Lebih baik diaduk-aduk biar tidak gosong", ucap bu Ratih.
"Terus ayam bakarnya gimana bu?", tanya Agum.
"Sudah, untuk ayam bakar biar ibu yang bikin bumbunya", jawab ibu Ratih.
Agum pun tersenyum "terima kasih bu", ucap Agum. Ibu Ratih mengangguk.
Agum mengaduk-aduk panci yang berisikan beras. Lama ia mengaduk tapi belum mendidih juga. Sedangkan Lintang?, jangan ditanya, ia melanjutkan lagi tidurnya😂
Dengan sabar Agum mengaduk adonan beras dan santan itu. Hingga akhirnya mendidih dan santan mulai sedikit menyusut kemudian ia matikan kompor.
"Ibu, ini santannya sudah sedikit menyusut, lalu bagaimana bu?", tanya Agum.
"Coba ambil dandang itu nak, terus nasinya di pindah di situ ya", ucap ibu Ratih.
__ADS_1
Agum memindahkan adonan beras dengan santan itu ke dalam dandang yang sudah berisikan air, kemudian ia naikkan lagi di atas kompor untuk dikukus. Iseng, Agum mencicipi adonan itu. Ia pun tersenyum.
"Gimana?, enak mas?", tanya ibu Ratih saat melihat Agum mencicipi adonan nasi uduknya.
"Hehehe lumayan enak bu, ternyata bikin nasi uduk itu susah juga ya?", ucap Agum
"Ya seperti itulah mas", jawab ibu Ratih.
"Ibu udah selesai bikin ayam bakarnya?", tanya Agum.
"Sudah mas, ini tinggal di bakar di teflon yang khusus buat bakar aja. Kalau pakai arang, nanti repot", jawab ibu Ratih.
Dan acara ngidam Lintang kali ini berhasil membuat mertua dan menantu berkolaborasi untuk memenuhi keinginan Lintang. Setelah beberapa saat akhirnya nasi uduk juga ayam bakar bikinan menantu dan mertua itu siap di hidangkan.
Hoooaaaammmm....
Agum menguap menahan kantuk. Terlihat Lintang tertidur pulas dan meringkuk di bawah selimut di kamarnya. Agum melihat jam di dinding kamar Lintang, dan jarum jam baru menunjukkan pukul empat pagi.
"Sayang, sayang, bangun!!", ucap Agum mencoba membangunkan Lintang
Lintang menggeliat "mas?, ini jam berapa?", tanya Lintang sambil mengucek matanya.
"Jam empat sayang. Itu nasi uduk sama ayam bakarnya sudah jadi, kamu mau makan sekarang atau nanti?", tanya Agum
Lintang mengernyitkan dahi "nasi uduk?, ayam bakar?,"
"Iya sayang, bukannya tadi kamu pengen makan nasi uduk sama ayam bakar ya?, mau dimakan sekarang atau nanti sayang?", tanya Agum mulai sedikit risau.
"T-tapi sekarang aku lagi gak pengen makan nasi uduk atau ayam bakar mas", jawab Lintang enteng
Jangan bilang kamu ngidam yang lain lagi sayang. Aku udah bela-belain bikinin kamu nasi uduk di pagi buta seperti ini loh.
"L-lalu?", tanya Agum panik
"Aku pengen makan lotek mas!!!", jawab Lintang.
"Saaayaaaangggggggggggg!!!!!", teriak Agum kemudian pingsan di atas tempat tidur😂
.
.
.
. bersambung
Hai-hai para pembaca tersayang.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, komen, vote, dan rate bintang lima nya yah... terima kasih sudah berkenan mampir di novel ini...
__ADS_1
Salam love, love, love💗💗💗