Titik Balik

Titik Balik
DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

Mentari menyapa dunia beserta isinya. Kemilau sinarnya terlihat jelas melalui pantulan jendela kamar Lintang yang menghadap langsung ke arah sang surya. Terlihat ia tengah membereskan tempat tidur yang begitu berantakan setelah semalaman dipakai untuk memeluk mimpi.


Setelah membereskan tempat tidurnya, ia menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi untuk Agum juga yang lainnya. Kali ini, ia berencana membuat pecel sebagai menu sarapan pagi ini.


Lintang terlihat sibuk dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, kecambah, wortel, juga sawi. Ia rebus semua sayuran itu hingga lunak, sembari menggoreng telur mata sapi sebagai lauk. Ia encerkan bumbu pecel yang tersimpan di kulkas kemudian ia sajikan di atas meja makan.


"Nah, banyakin makan sayuran kayak gini dek, itu sangat bagus untuk kesehatanmu juga kesehatan dedek dalam kandunganmu", ucap Agum sembari melahap makanan yang ada di depannya.


"Iya mas, adek juga dari dulu seneng makan yang ijo- ijo seperti ini, tapi bukan berarti sapi loh ya, hehehe", jawab Lintang sambil terkekeh.


"Haduh dek, kalau kamu sapi, mas jadi apa?", tanya Agum


"Ya mas jadi sapi jantan, hihihihi", jawab Lintang asal. Agum pun hanya terkekeh kecil.


"Kamu gak merasa mual sama muntah beneran mbak Lin?", tanya ibu Ranti yang sedari tadi terlihat diam.


"Alhamdulillah tidak bu, Inshaallah anak dalam perut Lintang ini tidak rewel", jawab Lintang sambil mengusap perutnya.


"Syukurlah kalau begitu mbak, ibu khawatir kalau kamu sampai muntah- muntah tiap pagi dan gak doyan makan. Dulu ada tetangga ibu yang seperti itu sampai badannya lemes banget", sambung ibu Ranti.


"Inshaallah kehamilan Lintang tidak seperti itu bu, Lintang malah merasa nafsu makan Lintang bertambah", jelas Lintang pula.


Agum beranjak, mengambil box susu yang masih tersimpan di rak dapur. Kemudian ia buatkan segelas susu untuk Lintang.


"Di minum ya sayang", ucap Agum sembari memberikan satu gelas susu rasa vanila ke arah Lintang.

__ADS_1


"Makasih banyak suamiku", jawabnya sembari tersenyum manis.


******************


Lantunan ayat suci terdengar dari dalam kamar Lintang. Setelah menunaikan sholat dhuha, ia memilih untuk melanjutkan tilawahnya. Sambil mengusap perutnya, ia berharap janin yang sedang berkembang dalam rahimnya itu mendengar tiap ayat yang ia baca.


Ia lipat mukena yang menempel di tubuhnya setelah selesai membaca ayat demi ayat yang ada di dalam Al-Qur'an. Kemudian ia rebahkan tubuhnya di atas kasur. Sungguh kehamilannya ini justru tidak membuatnya lemah karena morning sickness, tetapi malah lebih sering membuat mudah mengantuk. Ia memejamkan matanya, dan tiba-tiba


Tok.. tok.. tok...


"Mbak Lin, mbak!", panggil Mimin di depan kamar Lintang.


Lintang terduduk dari posisi rebahannya. Sambil mengucek kedua matanya, berusaha mengusir rasa kantuknya.


"Itu, di depan ada ibu mbak Lintang sama Friska", jawab Mimin


Lintang bergegas menuju ruang tamu. Dan di sana terlihat ibu Ratih juga Friska duduk di kursi tamu.


"Lin, maaf ya siang-siang seperti ini ibu mengganggu", ucap ibu Ratih


"Eh enggak bu, tumben ibu siang- siang ke sini. Loh ini Friska kok enggak sekolah?", tanya Lintang penasaran


"Friska badannya panas sekali Lin, bisa ibu minta tolong bawa ke klinik?", jelas ibu Ratih


Lintang memegang kening Friska "Ya ampun bu, ini panas sekali"

__ADS_1


"Lintang siap- siap dulu bu, kita ke klinik sekarang ya", sambungnya pula. Ibu Ratih pun mengangguk.


******************


"Jadi anak saya ini sakit apa dok?", tanya ibu Ratih kepada dokter Pratiwi yang merupakan dokter spesialis anak di sebuah klinik.


"Putri ibu terkena demam typhoid bu, atau sering disebut penyakit tipes", jawab dokter Pratiwi


"Penyebabnya apa ya dok, kok adik saya ini bisa kena tipes?", tanya Lintang pula


"Jadi begini mba, penyebab demam typhoid atau tipes adalah infeksi Salmonella typhi, yaitu bakteri yang menyerang usus. Bakteri ini normalnya ada dalam kotoran manusia dan menginfeksi lewat makanan yang terkontaminasi", jawab dokter Pratiwi


"Sesuai namanya, gejala demam typhoid adalah demam tinggi yang disertai lemas. Gejalanya mirip dengan demam berdarah dengue (DBD) sehingga kerap salah diagnosis, terlebih karena sama-sama ditandai dengan trombosit yang rendah", sambung dokter itu pula. Lintang dan ibu Ratih mengangguk


"Lalu untuk mempercepat pemulihannya, adik saya ini dianjurkan untuk mengkonsumsi apa saja dok, atau mungkin ada pantangan makanan?", tanya Lintang lebih lanjut.


Dokter Pratiwi tersenyum "Untuk makanan yang dianjurkan adalah makanan yang lunak ya mbak. Berhubung tipes merupakan jenis penyakit yang menginfeksi sistem pencernaan, dik Friska disarankan untuk mengonsumsi makan yang lunak, lembek dan berkuah. Hal ini dilakukan agar makanan tersebut lebih mudah dicerna. Pasalnya, sistem pencernaan orang yang mengalami tipes sedang dalam kondisi yang kurang baik dan butuh waktu dalam proses penyembuhan. Selain itu, pemberian makanan yang lunak dan lembek ini juga untuk menghindari komplikasi perdarahan di usus serta perforasi usus (muncul lubang-lubang di dinding usus). Yang kedua makanan yang dianjurkan yaitu makanan tinggi protein. Protein sangat bermanfaat bagi tubuh karena sebagai sumber tenaga dan zat pembangun yang berfungsi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan yang rusak. Nah, bagi orang yang mengalami tipes, asupan makanan yang tinggi protein ini sangat diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Ini karena protein mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat infeksi. Beberapa sumber protein yang baik bagi penderita tipes di antaranya yaitu daging ayam bagian dada, hati ayam, telur, ikan, tahu, dan tempe", sambung dokter Pratiwi.


"Nah untuk makanan yang harus dihindari adalah makanan pedas ya mbak. Selain makanan pedas, ada makanan dan minuman lain yang harus dihindari saat terkena tipes, antara lain makanan berlemak tinggi seperti santan, gorengan, junk food, dan lain sebagainya. Makanan mentah, seperti sushi dan salad (tanpa direbus). Makanan berbumbu tajam. Minuman berkafein, soda dan alkohol. Dan jangan lupa suply air putih delapan gelas per hari ya mbak", terang dokter Pratiwi pula.


"Terima kasih banyak ya dok, atas penjelasannya. Kalau begitu kami permisi", ucap Lintang berpamitan.


"Sama-sama mbak, ibu. Semoga dik Friska lekas sembuh", jawab dokter Pratiwi dengan ramah.


***************

__ADS_1


__ADS_2