
Agum menyenderkan punggungnya di tembok serambi masjid yang ada di belakang kantornya. Setelah sholat Asar, ia memilih untuk duduk di serambi masjid sambil beristirahat. Terlihat beberapa karyawan yang lain juga melaksanakan sholat di sana.
"Mas, ngapain duduk di situ?", tanya pak Ibra, yang merupakan pimpinan kantor cabang di Jogja
"Eh pak Ibra. Tidak apa-apa pak. Hanya sedang mengistirahatkan badan sejenak", jawab Agum
Pak Ibra malah ikut duduk di sebelah Agum. Ia baru saja tiba dari Jakarta, menghadiri undangan dari kantor pusat. Dan sekarang terlihat menemani Agum yang sedang bersantai di serambi masjid itu.
"Gimana keadaan kantor selama saya di Jakarta Mas?", tanya pak Ibra
"Alhamdulillah berjalan baik pak. Hanya saja ada sedikit masalah perihal kiriman yang hilang juga rusak", jawab Agum
"Sudah diselesaikan mas?", tanya pak Ibra
"Sudah pak, sudah saya atasi sesuai dengan SOP perusahaan", jawab Agum
"Baguslah kalau seperti itu mas. Hal semacam itu memang sering terjadi di perusahaan ekspedisi seperti ini. Tapi saya percaya, di tangan mas Agum, segala permasalahan seperti itu bisa cepat terselesaikan", ucap pak Ibra
"Terima kasih atas kepercayaannya pak", ucap Agum
"Iya mas, saya yakin jika saya tidak salah pilih untuk mempromosikan mas sebagai kepala operasional di sini", sambung pak Ibra
Agum pun hanya tersenyum. Obrolan mereka terpaksa terhenti ketika jarum jam menunjukkan angka empat. Dan mereka pun beriringan kembali ke dalam kantor.
************
"Mas, ini mau beli apa aja untuk bakar ikan nanti malam?", tanya Lintang kepada Danang yang tengah membersihkan sisik ikan nila.
"Emmmmm bumbu dapur kamu lengkap kan Lin?", tanya Danang balik
"Emang apa aja yang dibutuhkan Mas?, barangkali ada yang tidak tersedia, hehehe", jawab Lintang
"Ketumbar, bawang merah, bawang putih, kemiri, daun jeruk, jahe, gula merah, kecap manis, margarin, garam?", tanya Danang
"Ada semua kalau itu mas. Mas kok paham betul bumbu-bumbu kayak gitu?", tanya Lintang penasaran
"Hahaha selain pinter naklukin jin, mas ini juga pinter masak Lin", jawab Danang terbahak
__ADS_1
"Waaahhh paket lengkap kalau gitu mas, hihihihi", ucap Lintang
"Siapa dulu dong?, Gue gitu loh!", seru Danang membanggakan diri
Lintang pun hanya menggelengkan kepalanya. Danang masih sibuk membersihkan ikan nila. Sedangkan Lintang membantu mengulek bumbu. Ikan nila yang sudah bersih kemudian ia lumuri dengan bumbu itu dan disimpan di dalam kulkas terlebih dahulu sebelum dibakar.
***************
Mobil yang dikendarai oleh Agum memasuki halaman kontrakannya. Terlihat sudah ada Danang juga kelima teman Agum yang sudah berkumpul di teras rumah, seperti biasa mereka akan berlatih ilmu kanuragan dan khusus malam ini ada tambahan acara yaitu bakar-bakar ikan.
Agum menyalami Danang dan kelima temannya. Kemudian ia menuju kamar pribadinya untuk ganti pakaian. Terlihat Lintang tengah rebahan di atas tempat tidur.
"Assalamualaikum sayang", ucap Agum sambil menghampiri istrinya
"Wa'alaikumsalam mas", jawab Lintang sambil mencium punggung telapak tangan Agum
"Gimana kerjaan hari ini mas?", sambung Lintang
"Ada sedikit masalah sih sayang, tapi udah selesai kok", jawab Agum
Lintang tersenyum "Yang semangat ya mas, semoga selalu diberi kelancaran juga keberkahan"
"Rebahan aja mas. Mas mau mandi sekarang?", tanya Lintang sambil beranjak dari tempat tidur
"Iya dek, mas mau mandi. Badan mas gerah banget", jawab Agum
Lintang pun melenggang ke arah lemari baju. Diambilnya handuk juga baju ganti untuk Agum.
"Ya udah mandi dulu mas. Pakai handuk ini ya. Yang biasa dipakai baru adek cuci", ucap Lintang.
Agum mengangguk kemudian menuju kamar mandi. Ia guyurkan air ke seluruh tubuhnya yang mengalirkan kesegaran di setiap alirannya.
************
Udara malam ini terasa begitu dingin. Meski terasa begitu menusuk tulang, sama sekali tidak menyurutkan semangat Agum dan kawan-kawan dalam memperdalam ilmu kanuragan . Jika biasanya Agum yang memimpin latihan, kini Danang lah yang memimpin latihan itu.
Jurus-jurus baru diajarkan oleh Danang. Sama seperti latihan-latihan sebelumnya. Gerakan mereka terlihat begitu selaras dengan setiap aba- aba yang diteriakkan oleh Danang.
__ADS_1
Tidak sedikit pun terpancar kelelahan di wajah mereka. Meski keringat sudah bercucuran di sekujur tubuh, tapi mereka tetap bersemangat menghabiskan malam ini dengan latihan fisik yang justru bisa mengalirkan kehangatan dalam tubuh mereka di malam yang dingin ini.
Agum, Danang dan kelima kawan mereka, duduk selonjoran sambil meneguk air mineral. Danang pun mulai memberi wejangan yang akan sangat bermanfaat untuk ilmu yang mereka pelajari. Seraya memberikan wirid-wirid baru yang bisa diamalkan untuk memperkuat ilmu mereka.
"Jadi seperti itu ya, kita belajar ilmu ini pastinya akan banyak ujian yang akan kita hadapi. Kuncinya cuma satu yaitu sabar dan tetap berada di jalan yang semestinya", ucap Danang
Agum dan kawan-kawan terlihat begitu memperhatikan setiap kata yang di ucapkan oleh Danang. Bagi Agum, Danang bukan hanya seorang guru, tapi sudah ia anggap sebagai kakak juga. Karena sejak di Surabaya, Agum juga keluarganya begitu dekat dengan Danang. Jadi apapun yang dikatakan oleh Danang pastilah ia lakukan.
"Mas, kapan nih bakar ikannya?", tanya Joni
"Iya sabar, itu baru disiapin sama Lintang", jawab Agum
Tak selang lama Lintang pun keluar sambil membawa rendaman ikan nila yang sudah dilumuri bumbu.
"Mas, aku minta tolong ambilkan anglo, arang, sama penjapit buat bakaran ya, ada di dapur", ucap Lintang kepada Joni
"Siap kakak ipar", jawab Joni.
Setelah semua bahan dan peralatan sudah siap, mereka pun mulai meng-eksekusi ikan nila itu. Ikan yang sudah dilumuri dengan bumbu itu kemudian dijapit lalu di taruh di atas anglo. Asap sudah terlihat mengepul disertai semerbak bau nan gurih, kemudian dioles dengan kecap manis juga margarin yang terasa semakin menggugah selera.
Teman-teman Agum masih sibuk dengan ikan nilanya. Danang sibuk dengan sambal tomatnya, sedangkan Lintang dan Agum sibuk mengupas buah juga lalapan. Tak lama kemudian semua menu pun sudah siap untuk dihidangkan.
Drrtttt... drrrttttttt
Terdengar bunyi dering handphone milik Agum yang ada di atas kulkas. Lintang yang tengah mengambil air es di kulkas pun melihat nama yang tertera di layar handphone milik suaminya itu.
Lintang mengernyitkan dahinya "Mami?"
.
.
.
. bersambung
Hai- hai para pembaca tersayang.. jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentar kalian semua yaa.. terima kasih
__ADS_1
Salam love, love, love 💗💗💗