
Tubuh Lintang tergolek lemas di atas tempat tidur. Ini merupakan kali pertama ia merasakan lelah yang luar biasa justru di atas tempat tidur. Hawa dingin malam ini nyatanya tidak bisa menahan tetesan peluh di sekujur tubuhnya dan membuatnya malah merasa gerah yang teramat sangat di malam yang begitu dingin ini.
"Aaawwwwww....", rintihnya
"Dek, masih sakit?", tanya Agum
Hei mas, pertanyaan macam apa itu. Ya jelas sakit lah. Ini pertama kalinya aku merasakan benteng pertahananku di jebol oleh benda asing. Dan kamu dengan santainya menanyakan itu**!!
Lintang hanya meringis menahan sakit. Entah bagaimana permainan di atas kasur itu terjadi. Saat Agum mencium lehernya tadi, seakan aktifitas bagian tubuh mereka yang lain tidak bisa dikendalikan.
Dari sebuah kecupan lembut, berubah menjadi ciuman panas. Dari sapuan tangan yang pelan menjadi sebuah remas-an yang membuat keduanya dipenuhi dengan keinginan yang lebih dari sebuah ciuman maupun sebuah remasan- remasan tangan.
Rambut Agum juga terlihat basah oleh keringat. Laki-laki berumur 30 tahun itu ternyata memiliki power yang kuat, yang membuat Lintang hampir tidak berhasil mengimbanginya.
Namun dengan rasa cinta yang Lintang miliki juga sebuah niat untuk beribadah, akhirnya Lintang bisa melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri dengan baik. Nafas mereka masih terdengar memburu setelah pelepasan yang mereka raih. Mungkin Agum masih ingin meneguk manisnya sari tubuh Lintang lagi, namun melihat istrinya menahan rasa sakit, maka cukup sekali ia meraih pelepasan itu.
"Sayang..., kenapa diam, masih terasa sakit?", tanya Agum kembali mengulang pertanyaannya tadi sambil membelai rambut istrinya.
"Hehehe iya mas, di situ sakit banget", jawabnya sambil menunjuk area sensitif nya.
"Maaf ya dek, mas udah bikin kamu kesakitan", ucap Agum
"Mas, ini sudah jadi kewajiban adek, jadi tidak perlu lah mas meminta maaf", jawab Lintang
"Eemmmmm, apa mas merasa puas?, maksud adek, apakah adek telah melayani mas dengan baik?, sambungnya
Agum tersenyum "Mas sangat puas sayang. Makasih ya sayang, kamu telah memberikan sesuatu yang begitu berharga milikmu untuk mas"
Eh tunggu, sesuatu berharga?, apa itu?, apa maksud laki-laki ini adalah sebuah keperawanan? Jadi bagi seorang laki-laki keperawanan wanita merupakan hal yang paling penting?, lalu untuk seorang laki-laki sendiri indikator apa yang bisa digunakan untuk mengetahui bahwa ia masih perjaka.
Lintang malah terjebak dalam pikiran-pikiran yang entah ke mana. Mengingat permainan suaminya tadi, Lintang merasa bahwa Agum memang lihai dalam memainkannya. Apa itu berarti Agum sebelumnya sering melakukannya.
__ADS_1
Lintang menepuk-nepuk kepalanya. Berusaha membuang pikiran-pikiran yang semakin tidak jelas. Ya jelas lihai, hal-hal semacam itu mengalir dengan natural. Tanpa belajar teori pun secara otomatis bisa langsung praktek dengan baik.
Lintang beranjak dari posisi rebahannya. Matanya terbelalak melihat noda darah di sprei tempat tidurnya. Apakah darah itu yang membuat seorang laki-laki begitu bahagia saat melakukan malam pertama? Entahlah Lintang memang tidak banyak tau mengenai hal itu.
"Adek bisa jalan? Apa perlu mas gendhong dek?," ucap Agum menawarkan diri sambil tersenyum
"Tidak per......."
Seketika Agum beranjak dari posisi tidurnya, kemudian meraih tubuh Lintang dan mengangkat tubuh Lintang ala bridal style.
"Aaaaaaaaaa mas......", terkejut dengan perilaku suaminya
"Sssttt diam sayang, jangan teriak, nanti yang lain dengar teriakan kamu", ucap Agum sambil berlalu ke kamar mandi.
Untung saja ada kamar mandi dalam di kamar yang mereka tempati. Sehingga Lintang tidak perlu merasa canggung untuk mandi di tengah malam begini.
Agum mendudukkan tubuh Lintang di atas closet. Kemudian mengguyurkan air ke seluruh tubuh istrinya.
"Sudah mas, adek bisa mandi sendiri. Ndak perlulah pake acara dimandiin segala", ujar Lintang sambil meraih gayung yang ada di tangan Agum.
"Mas, ini masih sakit, masak masih mau dibobol lagi?", jawab Lintang sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hahahaahaha iya sayang, mas cuma bercanda kok. Tapi besok kalau sudah gak sakit, mas boleh minta lebih dari sekali ya" jawabnya masih dengan seringai nakal
"Addududuhhhhhhh sayaangggg", ucapnya mengaduh merasakan cubitan Lintang di pahanya
"Mas sih ngomongnya kayak gitu banget, adek kan jadi malu", balas Lintang
Agum tertawa terbahak-bahak. Kemudian melanjutkan kegiatan mandi bersama antar keduanya.
******************
__ADS_1
Setelah mandi bersama mereka berencana melanjutkan tidur.
"Mas minggir dulu lah, adek mau ganti sprei nya dulu", sambil menunjuk ke arah bercak merah itu
"Kenapa harus diganti dek, kan gak akan berpengaruh apa-apa?, tanyanya
"Iiihhhh jorok mas, lagian biar bisa langsung adek rendem pake detergen, jadi besok biar gampang nyucinya" jawab Lintang berusaha menjelaskan
"Siapa bilang jorok sayang, mas malah seneng kalau lihat itu", ucapnya menyeringai
"Heemmmmm udah deh mas, minggir dulu lah, adek keburu ngantuk juga nih", jawabnya
Agum pun beranjak. Ia keluar kamar dan menuju dapur. Ia teguk sebotol air mineral yang ada di dalam kulkas bermaksud menghilangkan dahaganya. Tak lama, ia kembali masuk kamar dan melihat sprei kasurnya telah berganti.
Ia merebahkan tubuh di atas kasur diikuti Lintang yang berbaring di sisi tubuhnya. Agum masih membelai lembut kening Lintang, dengan maksud agar Lintang segera terlelap.
Ya, Lintang merasa kedamaian mengalir dalam tubuhnya. Ia bisa merasakan betapa lembutnya laki-laki ini. Laki-laki yang mungkin sangat mencintainya. Karena sikapnya yang membuat Lintang selalu merasa dicintai.
"Selamat tidur sayang", ucap Agum mendaratkan sebuah kecupan di kening Lintang
Bapak, lihatlah laki-laki yang sekarang menjadi suami Lintang ini. Bukankah dia lelaki yang lembut dan penuh cinta. Bapak melihatnya juga kan?, Lintang percaya bahwa lelaki ini akan mencintai Lintang sama seperti bapak mencintai Lintang dan akan melindungi Lintang sama seperti bapak melindungi Lintang dulu.
Allah, aku hanya meminta, tolong jaga selalu rumah tangga yang kami bangun ini. Aku tahu ini bukanlah titik akhir dari fase hidupku tapi justru baru menjadi titik awal perjalanan hidupku. Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan nanti, namun setidaknya aku mohon agar Engkau senantiasa memberikan ridho untuk keluarga kami ini.
Ya, pernikahan merupakan ibadah seumur hidup. Bukan hanya cinta yang menjadi pondasinya. Sabar, saling percaya, saling mendukung, saling menerima, saling memberi juga saling menjaga jauh lebih penting dari sekedar kata cinta. Tapi yang paling penting adalah tujuan hidup antara suami istri sama, yaitu ridho Allah SWT.
Ibarat sebuah kapal, tidak mungkin kapal itu memiliki dua arah tujuan yang berbeda. Pasti hanya satu arah tujuan yang sama. Apa lagi yang menjadi tujuan dari sebuah pernikahan selain surga Allah?
***************
Hai-hai para pembaca tersayang... Di part ini sengaja author menuangkan cerita yang agak dewasa ya. Karena dari awal episode 1 sampai 5, author belum sempat menuangkan cerita ini. Tapi tenang karena tidak menggunakan bahasa yang terlalu vulgar kok, jadi bagi para pembaca yang sudah menikah silakan berimajinasi sendiri seperti apa malam pertama antara Lintang dengan Agum. Sedangkan yang belum menikah silakan berimajinasi dengan cara-nya masing-masing sambil gigit jari 😂😂
__ADS_1
Happy Reading para pembaca semuanya. Jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentarnya ya... kalau mau di vote author juga bahagia banget, hihiihi... terima kasih
Love, love, love💗💗💗