Titik Balik

Titik Balik
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Malam menyapa, ditemani cahaya lembut sang bulan juga bintang, terlihat Agum bersama kelima temannya melakukan latihan di halaman kontrakannya. Latihan ilmu kanuragan, semacam ilmu beladiri secara supranatural. Lintang mengamati kegiatan suami dan teman-temannya itu dari teras rumah. Mereka begitu antusias melakukan latihan itu, dengan gerakan- gerakan yang terlihat begitu selaras juga terlihat begitu sempurna dengan lekukan-lekukan badan mereka.


Hentakan-hentakan tangan maupun kaki begitu terlihat seirama dengan aba-aba yang diteriakkan oleh Agum. Berbagai macam jurus mereka pelajari seperti segoro geni, brojol musti, gunting, tapak siluman, petir, juga pecah bumi. Tak banyak yang Lintang tahu tentang ilmu kanuragan yang dipelajari suaminya itu. Namun sejak menjadi istrinya ia mulai sedikit paham dengan latihan yang sering dilakukan Agum.


Hampir dua jam Agum dan kelima temannya menguras tenaga dan juga memperlihatkan kepiawaian mereka dalam mempraktekkan ilmu kanuragan itu. Butiran-butiran keringat terlihat mengucur deras di wajah juga badan mereka. Setelah itu mereka pun duduk selonjoran di tanah sambil mengistirahatkan badan mereka.


"Gimana, udah hafal semua kan jurus-jurus yang kita lakukan tadi?", tanya Agum di sela istirahat mereka.


"Hampir mas, mungkin bentar lagi juga hafal, hehe", jawab Joni sambil terkekeh.


"Pokoknya sambil terus hafalin wirid yang sudah aku kasih ya. Besok pas mas Danang ke sini, biar dia yang ngasih wirid baru ke kalian dan bisa segera kalian amalkan", sambung Agum. Yang lainnya pun mengangguk.


"Mas Danang kapan nyampai Jogja mas?", tanya Candra


"Besok malam dia sampai Jogja, besok biar aku yang jemput di terminal", jawab Agum.


Tak lama, terlihat Lintang membawa nampan yang berisi beberapa botol air mineral juga dua piring kacang rebus. Kemudian ia berikan untuk Agum juga kelima temannya.


"Monggo dinikmati mas", ucap Lintang mempersilakan.


"Makasih mbak Lin. Bisa tambah gemuk aku kalau sering datang ke sini, kudapannya selalu lengkap sih, hhehehe", sambung Candra sambil terkekeh


Lintang hanya tersenyum "Cuma kacang rebus sama air putih aja kok mas"


"Kemarin mas Agum habis sakit apa mbak?", tanya Surya sambil meneguk air mineralnya.


"Hemmmm hipertensi mas. Tekanan darahnya tiba-tiba tinggi", jawab Lintang


"Eh bukan, itu bukan hipertensi tapi kurang jatah", timpal Agum asal


"Kurang jatah?, kurang jatah apa? ", tanya Indra penasaran


"Jatah di atas tempat tidur", jawab Agum enteng.


Lintang pun tersentak kemudian mencubit pinggang Agum.


"Aaaaawwwww, aduh sakit sayang!", ucap Agum mengaduh.


"Apa sih mas, malu tau?!", timpal Lintang


"Biarin aja sayang, biar mereka itu tidak kelamaan jomblo", ucap Agum.

__ADS_1


"Gak akan jomblo lagi mas, bulan depan aku nikah", ucap Joni tiba-tiba


"Eh?, nikah?, serius kamu Jon?", tanya Agum terkejut.


Joni pun mengangguk "Aku ngikutin caramu mas, kenalan, lamar, langsung nikah"


"Hahahaha bagus itu Jon. Dapat orang mana?", tanya Agum


"Jogja juga mas, tapi beda kabupaten", jawab Joni.


Seperti biasa setelah selesai latihan, mereka lanjutkan dengan obrolan-obrolan khas laki-laki yang sedang kumpul. Lintang pun ikut nimbrung dalam obrolan mereka dan Agum terlihat menggelayut manja di badan Lintang seolah sengaja memamerkan kemesraannya di depan teman-temannya.


****************


Kabut tebal masih terlihat mendominasi suasana pagi ini. Sinar sang surya nyatanya masih belum mampu menembus tebalnya kabut itu sehingga pagi ini terlihat sedikit lebih gelap meski jam dinding sudah menunjukkan pukul enam pagi.


Lintang tengah sibuk di dapur kontrakannya. Seperti biasa ia berkutat dengan bahan- bahan masakan yang akan diolah menjadi menu sarapan pagi ini.


"Mau masak apa mbak Lin?", tanya ibu Ranti


"Emmmm kita bikin rica- rica ayam saja ya bu, kebetulan di kulkas masih ada daging ayam", jawab Lintang.


"Bisa bikinnya mbak?", tanya ibu Ranti


"Astaga ya ampun!!", seru Lintang tiba-tiba.


"Kenapa mbak?", tanya ibu Ranti


"Di kulkas masih ada ikan tuna yang beberapa hari lalu Lintang beli sama mas Agum bu, aduh masih enak gak ya", jawab Lintang


"Hemmmm besok di masak aja mbak, memang beli ikan tuna rencananya mau dimasak apa?", tanya ibu Ranti


"Lintang pengen tuna bumbu rendang bu, eh malah lupa mau masak itu dari kemarin, hehe", jawab Lintang sambil terkekeh.


Lintang kembali melanjutkan aktivitasnya di depan kompor. Dengan lihai ia membolak-balik daging ayam yang ada di wajan layaknya seorang chef handal. Sesekali ia mencicipi masakan itu, setelah dirasa sudah enak, ia pun mematikan kompornya.


Lintang kembali ke kamar. Terlihat Agum masih meringkuk di bawah selimut. Kebiasaannya memang seperti itu, selepas sholat subuh ia kembali tidur sampai waktunya bersiap- siap ke kantor.


"Mas, bangun yuk!", seru Lintang membangunkan Agum.


Agum menggeliat sambil sesekali masih menguap.

__ADS_1


"Ini jam berapa dek?", tanya Agum dengan muka ngantuknya


"Jam setengah tujuh mas, ayo bangun nanti telat ke kantor loh", ucap Lintang


"Cium!", ucap Agum dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya.


"Iiihhhh kok manja banget sih mas!", tanya Lintang geli melihat tingkah laku suaminya.


"Pokoknya mas gak mau bangun sebelum dicium", ancam Agum


Lintang memutar bola matanya. Heran dengan tingkah laku suaminya yang beberapa hari ini terlihat manja. Akhirnya Lintang pun mengecup bibir suaminya itu dengan lembut.


"Makasih sayang", ucap Agum seraya memeluk tubuh Lintang.


***************


"Mas berangkat dulu ya sayang", ucap Agum berpamitan ketika akan berangkat ke kantor


"Iya mas, hati- hati di jalan ya", jawab Lintang


Agum membungkukkan tubuhnya. Lalu mencium perut Lintang.


"Ayah berangkat kerja dulu ya nak, jangan rewel ya", ucapnya sambil mengelus perut Lintang.


"Iya ayah hati- hati ya, semoga hari ini pekerjaan ayah lancar", jawab Lintang sambil menirukan suara anak kecil. Agum pun tersenyum.


"Oh iya sayang, nanti mas sekalian jemput mas Danang di terminal ya, jadi mungkin mas sampai rumah agak malam" ucap Agum


"Iya mas gak apa-apa. Ya udah, berangkat gih, keburu siang, masak KaOp berangkatnya siang", jawab Lintang.


"Kan bos sayang, hehehe", timpal Agum sambil terkekeh.


"Bawahan bos mas, bos nya tetep Pak Ibra!", sanggah Lintang


"Hehehe iya sayang, assalamualaikum sayang", pamit Agum sambil mencium pipi Lintang


"Wa'alaikumsalam mas", jawab Lintang


************


Hai para pembaca tersayang, jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentarnya yaa... makasih...

__ADS_1


Salam love, love, love💗💗💗


__ADS_2