
Tok.. tok... tok..
Terdengar suara pintu diketuk dari dalam rumah ibu Ratih di jam delapan malam. Ibu Ratih terkejut, tidak biasa di jam- jam seperti ini akan ada tamu berkunjung.
Ibu Ratih menuju ruang tamu untuk membukakan pintu. Dilihatnya Lintang dan menantunya sudah berdiri dengan membawa satu kantong plastik di tangannya.
"Assalamualaikum bu", ucap Lintang mengucap salam sambil mencium tangan ibunya. Dilanjutkan Agum yang juga mencium punggung tangan mertuanya
"Waalaikumussalam Lintang, nak Agum!, ayo silakan masuk!", jawab ibu Ratih sambil mempersilakan mereka masuk
Lintang juga Agum berjalan mengekor ibu Ratih. Kemudian mereka duduk di ruang tamu. Lintang melihat sekeliling ruang tamu. Tidak ada yang berbeda dari sebelumnya. Yang terlihat berbeda, kini di salah satu sudut dinding terpasang sebuah bingkai foto berukuran sedang, pernikahannya dengan Agum.
"Friska udah tidur bu?", tanya Lintang
"Belum Lin, itu ada di kamar", jawab ibunya
"Dek, sini bentar. Mbak bawain ikan buat kamu nih!", teriak Lintang
Friska keluar dari kamar untuk menemui kakaknya. Ia membungkuk sambil menyalami kedua kakaknya.
"Kamu udah tidur?", tanya Lintang
"Belum mbak, ini mbak bawa apa, kok baunya enak banget?", tanya Friska sambil menunjuk ke arah kantong plastik yang dibawa Lintang.
"Mbak bawa ikan, dipindah di piring terus buat maem kamu sama ibu ya", jawab Lintang. Friska pun mengangguk lalu berlenggang menuju dapur.
"Kok tumben bawa ikan nak, kamu masak ikan di rumah?", tanya ibu Ratih
"Enggak bu, tadi saya ngajak dek Lintang ke pantai, terus masak ikan di sana", jawab Agum
"Wah jadi habis refreshing toh ceritanya?", tanya ibu Ratih sambil tersenyum
"Hehehe, cuma jalan- jalan biasa bu. Lagian sejak menikah saya belum sempat ngajak dek Lintang jalan- jalan", jawab Agum
"Terima kasih ya nak Agum, ibu yakin Lintang pasti seneng di ajak jalan- jalan" , ucap ibu Ratih sambil melirik ke arah anaknya.
Mereka pun berbincang- bincang dalam suasana hangat. Sesekali ibu Ratih memperhatikan wajah putrinya. Kekhawatiran yang ia rasakan seolah pupus oleh kebahagiaan yang terpancar dari keduanya. Ibu Ratih semakin yakin jika putrinya diperlakukan sangat istimewa oleh anak menantunya. Dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri untuknya.
******************
Flashback on
Sore itu terlihat seorang perempuan sedang sibuk menyiram tanaman yang ada di halaman rumahnya. Ada berbagai macam tanaman yang ada di sana. Mulai dari gelombang cinta, sensivera (lidah mertua), lidah buaya, pucuk merah dan juga berbagai macam bunga.
Sepasang mata melihatnya dari arah yang tidak begitu jauh sambil mengukir senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Hei, ngapain kamu Gum?", tanya pak Yanto sambil menepuk pundak Agum
Agum terkejut "Pak, itu yang lagi nyiram bunga, siapa?", tanya Agum sambil menunjuk ke arah perempuan itu
Pak Yanto mengikuti arah telunjuk Agum
"Namanya Lintang, anak bu Ratih. Baru setahun belakangan ini dia tinggal bareng ibunya. Sebelumnya ia ikut om nya di kota, kenapa?", tanya pak Yanto
"Kalau tak ajak nikah mau gak ya pak?", tanya Agum tiba-tiba. Yang diajak bicara terkejut
"Kamu bercanda?", tanya pak Yanto
"Ya enggaklah pak, aku serius", jawab Agum singkat
"Hei, kamu baru lihat dia sekali dan belum kenal juga, kok tiba-tiba langsung ngajak nikah", protes pak Yanto
"Makannya, kenalin aku sama dia pak. Aku serius pengen menikahinya pak", jawab Agum meyakinkan
Agum sendiri juga merasa bingung, setelah melihat perempuan yang sedang menyiram tanaman itu seolah hatinya berkata "dialah jodohku". Ia kembali mendesak agar pak Yanto mau mengenalkannya dengan Lintang dan menyampaikan niat ke ibu Lintang untuk menikahi anaknya.
***********************
"Apa?, menikah?", tanya ibu Ratih terkejut saat pak Yanto dan Agum datang menemuinya.
"Iya Tih, Agum ingin menikahi Lintang", jawab pak Yanto
"Maka dari itu Agum ke sini untuk berkenalan, sekaligus menyampaikan niat baiknya untuk menikahi anakmu", jelas pak Yanto. Ibu Ratih pun masih memasang wajah penuh kebingungan.
Lintang hanya terpaku mendengar pembicaraan ibunya dengan pak Yanto. Ia juga tidak kalah terkejut, tiba-tiba ada lelaki yang datang melamarnya. Dari balik gordyn ia memperhatikan wajah laki-laki yang saat ini menghadap ibunya.
"Lintang, ke sini bentar ndhuk!", ucap ibu Ratih memanggil putrinya. Lintang pun bangun dari lamunannya lalu bergegas menyusul ibunya di ruang tamu. Ia duduk di samping ibunya.
"Ndhuk, kenalkan ini nak Agum, temennya pakdhe Yanto. Dia bermaksud melamarmu ndhuk", ucap ibu Ratih menjelaskan
Pandangan Lintang dan Agum saling bertemu. Kemudian keduanya tersenyum. Lintang menundukkan kepalanya sebagai salam perkenalannya dengan Agum.
"Gimana Lin, apa kamu mau menerima lamaran Agum?", tanya pak Yanto
Lintang menarik nafas dalam. Berusaha mengendalikan degub jantungnya yang terasa tak beraturan. Ia melihat sosok yang ada di depannya itu. Laki-laki dewasa yang sudah berusia matang namun masih terlihat garis- garis ketampanannya.
"Kalau boleh tau, atas dasar apa ya mas kok sampeyan tiba-tiba datang melamar saya?", tanya Lintang
Agum hanya tersenyum "Karena aku yakin kalau dek Lintang adalah jodohku"
Lintang tersentak. Jawaban singkat, padat, jelas, dan tak akan bisa dibantah oleh kata- kata apapun.
__ADS_1
"Beri saya waktu untuk memutuskannya mas", jawab Lintang.
***********************
Satu minggu setelah kedatangan Agum dan pak Yanto, Lintang sudah bisa mengambil keputusannya. Selama seminggu terakhir ini dia berfikir keras sambil memantapkan hati untuk memilih jalan yang akan ditempuhnya.
"Apa, adek mau mengakhiri hubungan kita?", tanya seorang laki-laki yang tiga tahun lebih tua dari Lintang
"Aku minta maaf mas, ada yang datang melamarku, rasanya aku sudah mantap untuk menerima lamarannya", jawab Lintang sambil menunduk
"Tapi kenapa dek, kenapa justru lamaran dia yang kamu terima, padahal kamu juga tau bahwa aku juga berniat melamarmu?", tanya laki-laki itu pula. Lintang masih menunduk.
"Apa dia lebih tampan dari aku, apa dia lebih kaya dari aku, atau apa, jawab dek jangan diam seperti ini!", sambung laki-laki itu dengan nada yang sedikit meninggi.
"Maafkan aku mas, maafkan aku. Aku merasa lebih mantap untuk menerima lamarannya", jawab Lintang dengan air mata yang mulai menetes.
Laki-laki itu hanya menarik nafasnya dengan kasar. Berusaha mengendalikan dirinya yang hampir tersulut amarah. Melihat perempuan yang dicintainya menitikan air mata, ia benar- benar tak tega untuk marah.
"Kamu sudah memikirkannya baik-baik?", tanya laki-laki itu. Lintang mengangguk
"Kita akan berakhir?", sambung laki-laki itu pula dengan suara yang sudah terdengar serak menahan tangis. Lintang kembali mengangguk.
"Baiklah dek, mas akan menerima apapun keputusanmu. Tapi bisakah kamu janji padaku satu hal dek?", tanya lelaki itu pula
"Apa mas?", tanya Lintang
Lelaki itu menghembuskan nafas dalam. Dengan teduh ia menatap mata perempuan yang dicintainya itu
"Berjanjilah padaku kamu akan bahagia hidup bersama laki-laki yang menjadi pilihanmu itu dek, berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan pernah mengeluarkan air mata saat menjalani hidup bersamanya kecuali air mata bahagia, aku akan ikhlas melepaskanmu"
Lintang mengangguk "Terima kasih mas, aku minta maaf karena telah membuatmu kecewa"
Air mata berhasil lolos dari kedua mata lelaki itu, menandakan ia sudah tidak bisa menahan sesak di dadanya. Ya, lelaki itu adalah Hanan Al Majid. Laki-laki yang dulu merupakan kakak kelas Lintang ketika SMA dan kini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogja.
Sejak Lintang duduk di bangku kelas satu SMA, Hanan mengungkapkan perasaannya ke Lintang. Bak gayung bersambut perasaan Hanan disambut oleh Lintang.
Mereka menjalani hubungan dengan biasa. Hampir sama dengan ia berteman dengan teman- temannya yang lain. Sampai Hanan lulus sekolah pun hubungan mereka tetap baik. Dan Hanan berencana untuk melamar Lintang setelah ia menyelesaikan kuliahnya. Tapi ternyata takdir berkata lain. Ternyata Lintang lebih memilih lelaki yang baru saja dikenalnya.
Flashback off
***********************
Hai hai hai para pembaca tersayang. Di part ini author ceritakan sedikit pertemuan pertama Agum dengan Lintang ya... dan seseorang yang ada di kehidupan Lintang sebelum Agum datang.
Happy Reading semuanya. Jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentar kalian ya..
__ADS_1
Salam love love love💗💗💗