Titik Balik

Titik Balik
SEBELAS


__ADS_3

Lintang menyajikan enam cangkir kopi untuk Agum dan kelima temannya. Ditemani setoples biskuit kelapa juga kacang bawang yang akan menemani mereka berbincang- bincang malam ini. Ia lalu duduk di sebelah Agum


"Mbak Lin, kok bisa langsung nikah sama mas Agum, emang dulu kenal dari siapa?", tanya Joni sambil menyeruput kopi yang ada di depannya


"Kenal dari pak Yanto mas, tetanggaku yang dulu satu kantor sama mas Agum, tapi sekarang udah pensiun. Sering banget mas Agum ke tempat pak Yanto, gak tau ada urusan apa", jawab Lintang


Agum tersenyum "Dulu pas aku dimintain tolong sama saudaranya pak Yanto yang diganggu jin, aku lihat ada perempuan cantik lagi nyiram bunga di halaman rumahnya, langsung aja aku minta dikenalin", jawab Agum sambil menatap ke arah Lintang. Yang ditatap hanya tersipu


"Hahahaha berarti gerak cepat dong, baru dikenalin aja langsung dilamar?", timpal Candra


"Hemmmmm ya mau nunggu apalagi sih Can, umurku udah berapa, masak iya mau nunggu entar-entar, setidaknya aku juga sudah punya pekerjaan tetap, ya meski hanya kuli ekspedisi", jawab Agum sambil terkekeh


"Oh iya hari ini kita off dulu ya latihannya, tadi itu sebenarnya aku sama Lintang lagi mau...."


"MAS!!!!!!", sela Lintang memotong ucapan Agum.


"Hahahahaaha iya sayang, ini rahasia kita berdua", ucap Agum sambil mengelus pipi istrinya. Yang lain ikut tertawa


"Wah wah wah, sampeyan itu bikin jiwa jomblo kita ini meronta mas", sambung Agus


"Oh iya mas, ada tetanggaku yang mau minta tolong", ucap Surya


"Minta tolong apa Sur?", jawab Agum sambil menyulut rokok


"Dia itu buka warung nasi dari pagi sampai sore. Tapi belum ada jam sebelas siang nasi yang dia jual udah basi dan berair gitu mas. Dan ini bukan yang pertama, sudah lima hari berturut- turut seperti itu", jelas Surya


"Oh seperti itu. Besok Senin kalau kalian ada waktu, kita bisa langsung ke sana", jawab Agum. Yang lain pun mengangguk bersamaan.


Mereka melanjutkan perbincangan sambil menikmati kudapan yang ada di depan mereka. Sejak dua tahun yang lalu Agum mendirikan perguruan sama seperti yang didirikan Danang di Surabaya. Awalnya Agum hanya mengajak Joni untuk latihan, lama kelamaan banyak yang tertarik, dan kini mereka berlima yang akan mengikuti jejak Agum.


Kemampuan yang dimiliki Agum, membuat ia terkenal di kalangan orang- orang yang memiliki masalah dengan hal- hal di luar logika manusia kebanyakan. Agum sering dimintai tolong untuk perkara- perkara yang berhubungan dengan sesuatu yang ghaib.


Lintang yang sudah tak tahan dengan rasa kantuk yang mendera, kemudian undur diri dari hadapan mereka. Ia bergegas masuk kamar kemudian memejamkan mata dan terlelap dalam tidurnya.


Sedangkan dari ruang tamu masih terdengar suara orang- orang yang tengah asyik dalam obrolan mereka. Sambil sesekali terdengar gelak tawa mereka, entah apa yang dibicarakan. Tak terasa hampir tengah malam Joni dan teman- temanya berkunjung ke rumah Agum, kemudian mereka pun pamit.

__ADS_1


************************


Byuuuuurrrrrrrrrrr


Terdengar suara gebyuran air dari dalam kamar mandi. Akibat ulah Agum, membuat Lintang harus mandi dan keramas di jam dua dini hari seperti ini. Kedatangan teman- teman Agum tadi nyatanya tidak membuat Agum lupa akan kebutuhannya yang lain. Setelah masuk kamar, ia sengaja membangunkan Lintang dengan cara- cara yang ekstrim, kemudian menuntaskan apa yang tadi sempat tertunda😂


"Seger sayang?", tanya Agum masih dengan posisi terlentang di atas kasur


"Hemmmmm dingin mas", jawab Lintang sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk dan duduk di tepi ranjang


"Emmmm dek....", panggil Agum


"Iya mas, kenapa?", jawab Lintang


"Soal ilmu yang aku pelajari, kamu tidak keberatan kan?", tanya Agum


"Ilmu?, memang ilmu yang mas pelajari itu seperti apa?", tanya Lintang balik


"Ya ilmu mengenai hal- hal ghaib kayak gitu",


Agum tersenyum mulai paham ke mana arah pertanyaan istrinya.


"Sayang, mas tidak pernah menggunakan sesajen. Karena yang mas pakai adalah doa- doa juga amalan- amalan yang ada di Al- Qur'an", jawab Agum meyakinkan


Lintang mengangguk "Syukurlah kalau begitu mas, aku cuma takut nanti jatuhnya ke musyrik",


Agum pun terkekeh kecil, sambil memeluk istrinya dari belakang. Dan memberikan gigitan kecil di pundaknya.


"Eh tapi....", ucap Lintang menggantung


"Tapi apa sayang?",


"Apa amalan- amalan yang mas gunakan itu juga bisa jadi pemikat untuk lawan jenis?",


"Hahahaahaahaa, emang kenapa sih sayang?", tanya Agum balik sambil mencium pipi istrinya

__ADS_1


"Ya takut aja mas. Barangkali ada perempuan yang minta tolong ke mas, eh tiba-tiba tertarik sama mas", jawab Lintang polos


"Sayang, katapun ada yang terpikat itu merupakan sebuah ujian. Tapi mas janji, tidak akan pernah berpaling dari kamu dan tidak akan meninggalkan kamu", ucap Agum sambil memeluk erat Lintang


Lintang pun hanya membuang nafas kasar. Meski suaminya terdengar mengucapkan kalimat- kalimat yang meyakinkan tapi jauh di sudut hati Lintang paling dalam, ia merasakan kekhawatiran.


"Mas gak mandi sekalian?", tanya Lintang


"Iya sayang, ini mas mau mandi", jawab Agum sambil melenggang ke kamar mandi


Lintang pun menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Saat ini matanya benar- benar tidak bisa diajak bernegosiasi. Lelah dan kantuk yang ia rasakan, ia pun hanyut dalam mimpinya.


Tak selang lama, Agum pun keluar dari kamar mandi. Ia duduk di tepi ranjang sambil memandang wajah istrinya.


"Aku akan setia hanya kepadamu sayang", ucap Agum Lirih sambil mencium kening istrinya.


**************************


Nggiiiiinggggggggggggg


Terdengar bunyi ceret di dapur Lintang yang menjadi tanda air yang ia rebus sudah mendidih. Lintang kemudian menyeduh teh ke dalam teko, kemudian ia tuangkan ke dalam cangkir untuk menyambut suaminya pagi ini.


Ibu Ranti juga terlihat sedang duduk di kursi ruang makan sambil menemani Lintang yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Sedangkan Mimin terlihat sedang menyapu lantai juga halaman rumah.


"Ibu mau dibikinkan teh?", tanya Lintang


"Boleh mbak, Agum masih tidur mbak?, ucap ibu Ranti


"Bentar lagi Lintang bangunkan bu, ini hari Minggu, jadi bisa santai sedikit", jawab Lintang. Sambil menuangkan teh untuk ibu mertuanya.


Pagi ini Lintang memasak sayur bayam. Yang dicampur dengan jagung manis, wortel, juga gambas (oyong), dengan bumbu bawang merah, daun salam, juga kunci. Ia menggoreng ikan pindang sebagai lauk. Mesti terlihat sederhana namun terlihat menggugah selera jika dihidangkan panas- panas.


Tak lama kemudian masakan Lintang matang. Ia pun bergegas membangunkan suaminya untuk sarapan. Mereka berempat berkumpul untuk sarapan pagi. Tentunya dengan suasana hangat di pagi yang masih terasa dingin ini.


......

__ADS_1


__ADS_2