Titik Balik

Titik Balik
TUJUH


__ADS_3

Semburat warna oranye nampak bersinar di ufuk timur. Laksana sebuah lukisan alam yang terbentuk sempurna dengan perpaduan awan tipis yang begitu memikat dan menyejukkan mata bagi siapa saja yang melihatnya.


Burung-burung pun mulai terdengar riuh berkicau dibarengi kokok ayam jantan yang terdengar bersahutan seakan membuat nyanyian alam yang sangat syahdu.


Sepasang manusia itu masih meringkuk di bawah selimut. Setelah menunaikan sholat subuh, mereka memilih untuk kembali bobok cantik di bawah selimut tebal mereka. Entahlah, apa saja yang mereka lakukan sebelumnya yang seolah membuat tubuh mereka lelah tak terkira😂


"Aaaaaaaaaaaaaa......", teriak Lintang membangunkan seisi rumah. Yang ada di sampingnya seketika melonjak kaget


"Ada apa sih dek, kok seneng banget lho teriak-teriak gitu? ", tanya Agum sambil mengucek-ucek matanya


"Mas, jalanku kok jadi beda gini? " ucapnya lirih. Agum memperhatikan cara jalan istrinya. Dia hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Hemmmm sayang, aku kira kenapa, ternyata cuma soal itu? ", jawab Agum santai


"Udah gak apa-apa sayang, namanya juga baru pertama, nanti kalau sudah terbiasa ya gak bakal aneh lagi", sambungnya dengan mengerlingkan mata. Lintang pun hanya memonyongkan bibirnya.


"Oh iya mas, dapat cuti dari kantor berapa hari?, tanya Lintang sambil masuk ke kamar mandi


"Lima hari dek, kenapa, adek mau honeymoon??", tanyanya


"Heemmmmmmm, gak perlu pake acara honeymoon segala mas. Lagian tidak begitu penting juga kan?, sanggahnya


"Mending kalau punya sisa uang, ditabung saja, untuk keperluan yang lain, untuk obat sama therapy ibu misalnya", sambungnya pula


Agum hanya bisa terdiam. Setelah ia tak bisa menghadirkan resepsi pernikahan yang mewah seperti kebanyakan orang, dan Lintang sama sekali tidak mempermasalahkan, sekarang untuk sekedar honeymoon ala-ala rakyat biasa saja Lintang juga tidak menginginkannya malah justru memikirkan keperluan ibunya. Begitu bersyukurnya bukan menjadi Agum?


Agum menyusul Lintang ke kamar mandi, menarik tangannya dan mengecup pipinya "Terima kasih sayang"


****************


"Ibu?"


Panggil Lintang sambil melihat-lihat isi kulkasnya. Sedangkan ibu mertuanya terlihat duduk santai di kursi ruang keluarga sambil melihat acara televisi


"Iya mbak!", jawab ibu mertuanya

__ADS_1


"Ibu, hari ini mau makan apa, biar Lintang yang masakin, tapi nanti ajari Lintang ya, hehehe", ucapnya menyampaikan maksud dan tujuannya


"Masak apa saja mbak, ibu manut", jawab ibu Ranti


"Emmmmm, masakan kesukaan mas Agum apa bu, mungkin Lintang bisa minta diajari", tanyanya pula


"Setahu ibu, Agum itu tidak pernah pilih-pilih makanan mbak",


"Hhheemmmm terus hari ini kita masak apa ya bu?,", tanya Lintang bingung


"Masak rawon saja gimana mbak?, ucap ibu Ranti memberi usul


"Waaahhh rawon?, boleh bu, boleh", jawab Lintang setuju


Rawon, masakan khas Jawa Timur. Dengan bahan dasar daging sapi dan tauge mentah. Dengan kuah warna coklat pekat yang berasal dari kluwak.


Setelah menyiapkan bahan juga bumbu-bumbu, Lintang mulai meng-eksekusi nya. Tentunya dengan arahan sang ibu mertua. Lintang kagum, meski ibu mertuanya menderita stroke, tapi ingatannya masih begitu tajam mengenai berbagai macam masakan.


Sambil mengulek bumbu, mencincang daging, dan memasukkan semuanya ke dalam panci, sang ibu mertua bercerita banyak tentang makanan. Mulai dari mangut lele, soto ayam, ayam balado, ayam bumbu bali, brongkos, rica-rica, garang asem, dan masih banyak lagi. Yang pastinya membuat lidah ingin mencicipi semuanya😁


"Butuh bantuan mbak Lin?", tanya Mimin melihat Lintang tengah sibuk memasak


"Gak usah dek, ini udah hampir matang kok, ohi iya, obat ibu sudah di minum belum?, tanyanya balik


"Sudah mbak, ibu sudah minum obat",


"Terus jadwal kontrol lagi kapan?, tanya Lintang pula


"Dua hari lagi mbak, pas obatnya habis", jawab Mimin. Lintang pun mengangguk


Taaaaraaaaaaaa..., setelah berkutat dengan daging sapi dan kawan-kawan, akhirnya masakan perdana Lintang matang. Bau daging sapi yang khas yang dipadukan dengan kluwak, jinten juga ketumbar membuat siapapun yang mencium aromanya, langsung ingin bersegera mengambil piring untuk mencicipinya. 😊


"Waah wah wah, bau apa ini, kok kayaknya enak?, tanya Agum tiba-tiba muncul dari arah kamar


"Duduk sini mas, kita makan sama-sama", ajak Lintang.

__ADS_1


Mereka berempat pun makan bersama. Memang benar, ternyata ilmu memasak dari mertuanya ini benar- benar menghasilkan rasa yang istimewa.


Tak ada pembicaraan di sela-sela aktifitas makan siang mereka. Hanya terdengar dentingan sendok di atas piring. Dan mereka tenggelam dalam suasana yang begitu hangat.


**********************


Lintang memijit badan Agum. Mendengar Agum mengeluh capek, atas inisiatifnya sendiri ia menggerakkan tangannya untuk memijit suaminya itu.


"Dek kamu tahu kerjaan mas?, tanya Agum di sela pijatan Lintang


"Tau mas, driver perusahaan ekspedisi kan?", jawabya


"Kog driver, bilang aja sopir dek, driver itu terlalu keren sebutannya", timpal Agum


Lintang terkekeh "Beda driver sama sopir emang apa mas?"


Agum ternsenyum "Kamu gak malu dek, punya suami sopir?", tanyanya lagi


"Kenapa mesti malu sih mas, kerja apapun yang penting halal", ucap Lintang meyakinkan


"Tapi kata ibu, dulu ada anak orang kaya yang mau melamar kamu, kok kamu malah milih lamaran mas?, tanyanya penasaran


Benar sih ada anak orang kaya yang mau melamar aku, tapi kekayaan itu kan milik orang tuanya. Apa iya aku harus menikahi kekayaan orang tuanya. Iya, kalau respon orang tuanya baik, kalau malah sebaliknya gimana. Kalau malah ia malu mempunyai menantu macam aku ini gimana. Haduuhhhh


"Heemmmm bagiku tidak masalah anak orang kaya ataupun sederhana, mau kerja apapun juga tidak masalah buatku mas. Yang terpenting mas bisa bertanggung jawab dalam menghidupi keluarga mas ini. Meski mas biasa- biasa saja secara materi, namun mas tidak akan akan membiarkan keluarga mas ini kelaparan kan?, jelas Lintang


"Adek akan menerima dengan lapang apapun hasil keringat dari mas, karena bagi adek, berapapun hasil yang mas dapat harus selalu disyukuri", sambungnya pula


Agum terbangun dari posisi rebahannya "Saayaaaaanggg, mas seneng banget denger ucapan adek kayak gitu. Makasih ya sayang, karena kamu sudah mau menerima apapun yang ada dalam diri mas. Kalau kayak gini tidak ada alasan untuk tidak semakin cinta sama kamu dek", ucapnya pula


"Hemmmm kita lanjut kayak semalem lagi yuk!", ajak Agum menyambung perkataannya sambil tersenyum nakal


Agum membaringkan tubuh istrinya. Mengecup kening, pipi juga bibirnya. Menyapu seluruh tubuh istrinya itu dengan belaian tangan yang menenangkan yang membuat Lintang merasa tenggelam dalam lautan cinta dan kasih sayang Agum. Dan mereka pun melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, dan terjadilah apa yang sudah seharusnya terjadi. 😂


Ya, seperti itulah indahnya sebuah ikatan pernikahan. Segala sesuatu yang mereka lakukan dengan niat saling membahagiakan satu sama lain, akan menjadi bentuk nilai ibadah bagi keduanya. Jadi, apa masih mau berlama-lama dalam kesendirian???😄

__ADS_1


__ADS_2