Titik Balik

Titik Balik
SEMBILAN PULUH LIMA


__ADS_3

"Mas Agum?!!", ucap Reni dengan mata terbelalak ketika melihat Agum ada di belakang punggung Jonas dengan membawa peralatan kebersihan di tangannya.


Agum pun tak kalah terkejutnya. "R-Reni??!!".


Reni kemudian berjalan mendekat ke arah Agum. "Apa-apaan ini mas?, kamu di sini cuma sebagai cleaning service ??!!".


Agum menghela nafas dalam. "Iya, kenapa?, aku sudah di pecat sejak masih ada di Jogja dan sekarang aku cuma sebagai cleaning service di sini!!".


Akhirnya sesuatu yang coba ditutupi oleh Agum selama ini terbongkar hari ini. Muka Reni memerah menahan kesal. Tidak ia sangka selama ini Agum menyembunyikan profesi yang sebenarnya.


Reni masih menatap Agum dengan tatapan penuh tanda tanya. "Tapi tunggu, jika kamu cuma sebagai cleaning service kenapa kamu punya banyak uang simpanan. Kamu pasti bohong kan mas?, kamu pasti berniat mengelabuhi aku agar aku tidak terlalu banyak minta uang kepadamu?!".


"Cukup Ren!!, aku punya uang lebih karena aku cari pekerjaan sampingan!!", jawab Agum dengan suara lantang.


"Apa maksudmu?!!".


Agum mencoba menguasai emosinya. "Aku cari sampingan dengan menjadi driver ojek online!!".


Mata Reni kembali terbelalak dengan kejutan-kejutan yang ia dengar saat ini. "Apa????!!!!, jadi pekerjaanmu hanya sebagai cleaning service juga driver ojek online?, sungguh memalukan!!!".


Agum hanya terdiam terpaku mendengar bentakan dari mulut Reni. Seketika loby kantor terlihat ramai dengan orang-orang yang melihat keributan yang ada di hadapan mereka itu.


Jonas yang melihat keadaan yang semakin kacau ini mendekat ke arah Reni dan Agum. "Jika ada masalah rumah tangga, tolong di selesaikan di rumah, jangan membuat keributan di sini!!".


"Maafkan saya pak", ucap Agum. Kemudian pandangannya mengarah ke Reni. "Pulanglah Ren, kita selesaikan di rumah!".


Agum kemudian melenggang pergi. Di hadapan Jonas, Reni menampakkan wajah begitu menyedihkan. Entah apa yang sedang ia rencanakan. Ia berusaha membuat air matanya keluar agar ia seperti orang yang paling menderita.


Seketika Jonas merasa iba melihat wanita sexy yang ada di depannya itu. Kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari balik jas yang dipakainya. "Hubungi aku, jika kamu memerlukan bantuan!".


***


"Copettt!!!!!!", teriak seorang wanita sambil berlari mengejar seorang laki-laki yang membawa sebuah tas.


Agum yang tengah duduk di warung kopi yang berada di pinggir jalan, seketika langsung berlari mengejar laki-laki yang diteriaki copet itu.


Bughh.. bughhh..!!!


"Balikin tas itu!!, kalau tidak, aku patahkan tulang lehermu!!", ucap Agum setelah berhasil menghantam wajah pencopet itu dengan tangannya.


Wanita pemilik tas itupun mendekat ke arah Agum dan si pencopet.


Pencopet itu terhuyung sembari memegang wajahnya. "Ampun bang!!".


Agum mengedarkan pandangan ke arah wanita itu. "Ini tas sampeyan mbak", ucap Agum sembari memberikan tas itu. "Apa mau dilaporkan ke polisi mbak?", tanya Agum pula.


"Ampun bang, tolong jangan laporkan saya ke polisi. Istri saya sedang hamil besar bang!!", ucap pencopet itu memelas.


Wanita itupun menghela nafas dalam. "Tidak perlu mas. Yang terpenting tas saya sudah kembali". Ia kemudian mengambil sesuatu di dalam dompetnya. Ia kemudian menyerahkan uang dua ratus ribu kepada pencopet itu. "Saya tahu ini hanya sedikit, tapi semoga bisa mas pakai untuk modal usaha kecil-kecilan ya. Jangan mencopet lagi mas, kasihan istri dan anak mas jika harus menikmati hasil dari sesuatu yang tidak baik".


Wajah Agum dan pencopet itu sama-sama terkejut melihat kebaikan wanita yang ada di depannya ini.


"T-terima kasih banyak mbak!", ucap si pencopet. Kemudian ia melenggang meninggalkan Agum dan wanita itu.


"Mas tidak apa-apa?", tanya wanita itu ke arah Agum.


Agum terperangah melihat wanita yang ada di hadapannya saat ini. Jantungnya berdegup kencang. Ya, wanita ini mirip sekali dengan Lintang. "T-tidak mbak, saya tidak apa-apa".

__ADS_1


Wanita itu tersenyum. "Alhamdulillah". Ia kemudian mengambil tiga lembar uang seratus ribuan lalu ia berikan ke arah Agum. "Terimalah mas, ini sebagai ucapan terima kasih, karena mas sudah menyelamatkan tas saya".


"Tidak perlu mbak, saya ikhlas nolongin mbak", ucap Agum sembari menolak pemberian wanita itu.


Wanita itu tersenyum kemudian kembali memasukkan uang itu ke dalam dompetnya. "Mas tinggal di daerah sini?", tanya wanita itu.


"Iya mbak, saya tinggal di daerah Rungkut", jawab Agum. "Mbak kok bisa sampai kecopetan?, memang dari mana?", tanya Agum pula.


"Saya tadi berniat pesan ojek online mas, tapi pas saya mau ambil ponsel, tiba-tiba tas saya diambil sama pencopet itu".


Agum terlihat mengangguk. "Saya antar pulang saja mbak. Saya kebetulan juga driver ojek online".


Wanita itu mengernyitkan dahi. "Tanpa melalui aplikasi?".


Agum terkekeh kecil. "Manual saja mbak".


Akhirnya Agum mengantarkan wanita itu sampai ke tempat tujuan.


Beberapa menit kemudian...


"Terima kasih banyak untuk semua bantuannya ya mas", ucap wanita itu ketika sampai di depan rumahnya. "Maaf, saya tidak bisa mempersilakan mas masuk di malam hari seperti ini, takut jika menimbulkan fitnah".


Agum mengernyitkan dahi. Ia bingung dengan ucapan wanita yang ada di depannya ini. Wanita itupun tersenyum simpul. "Saya janda mas, dan saya tinggal di rumah ini sendirian, jika saya menerima tamu di malam hari seperti ini, saya takut menjadi bahan gunjingan orang".


"Oh iya, tidak apa-apa mbak, saya paham. Kalau begitu saya pamit ya mbak", ucap Agum berpamitan.


Agum pun menyalakan mesin motornya.


"T-tunggu sebentar Mas!", ucap wanita itu tiba-tiba. Dan Agum pun mematikan kembali mesin motornya.


"Nama saya Sarah, kalau boleh tau nama mas siapa?"


Agum tersenyum simpul. "Saya Agum mbak".


Wanita itupun menganggukkan kepalanya. "Sekali lagi terima kasih banyak ya mas Agum".


"Iya mbak, sama-sama".


Agum kembali menyalakan mesin motornya, kemudian meninggalkan wanita yang bernama Sarah itu. Saat hendak membuka pintu, Sarah menepuk keningnya.


"Astaghfirullah, aku kan belum bayar ongkos ojek nya??!!", ucapnya lirih.


***


Reni mengamati kartu nama yang ada di tangannya. Senyum sumringah terlukis di bibirnya. Jonas Alvano, ya dia adalah salah seorang petinggi di tempat kerja Agum dan seorang laki-laki yang siang tadi memberikan kartu nama kepadanya. Pikirannya melayang jauh, entah apa yang sedang dipikirkannya. Namun rona wajahnya menampakkan ia begitu bahagia saat ini.


Ceklekk...


Terdengar suara pintu dibuka. Tak lama kemudian Agum masuk ke dalam rumah. Di lihatnya Reni yang sedang berada di ruang tengah dengan mimik wajah berbinar.


Agum mengernyitkan dahi. "Ada apa kamu senyum-senyum sendiri?".


Reni mencibir. "Bukan urusanmu mas!!", Reni menghela nafas dalam. "Aku mau pergi dari sini!!"


Mata Agum terbelalak. "Maksudmu apa??"


Reni tersenyum sinis. "Apa yang bisa aku harapkan dari laki-laki seperti kamu ini?!, laki-laki yang cuma jadi cleaning service sama tukang ojek online?!!"

__ADS_1


"Kamu sadar apa yang kamu katakan?!!", ucap Agum dengan nada tinggi.


"Iya, aku sangat paham. Karena aku paham, jadi aku akan pergi dari sini. Dan pastinya tidak dengan membawa anak itu!!".


Agum terperangah. "Wanita macam apa kamu Ren?, yang tega meninggalkan anak kamu sendiri??".


Reni mencibir. "Aku tidak peduli. Lagipula semua yang aku inginkan sudah aku dapatkan!"


"Apa maksudmu?".


"Aku sudah berhasil membuat Lintang hancur berkeping-keping!".


Agum semakin terperangah mendengar ucapan Reni. Reni semakin tertawa dengan pongahnya. "Dan kamu tahu?, kamu juga Lintang sudah masuk ke dalam jebakanku!"


Mata Agum membulat. "A-apa maksudmu?".


"Anak itu bukan anak kandungmu. Aku sudah hamil satu minggu saat terakhir aku melakukan hubungan denganmu saat itu!".


Bibir Agum terkatup mendengar ucapan Reni. "Jadi, Kevin anak Tomi?"


Reni makin terbahak. "Kamu bodoh, jelas bukan!!, aku melakukannya dengan orang lain selain kamu juga Tomi".


Duuaaaarrrrr!!!!


Lagi, Agum bagai tersambar petir mendengar ucapan Reni. Tubuhnya tiba-tiba melorot dan terduduk di lantai ruang tengah. Air matanya mengalir dengan derasnya. Ia merasa dipermainkan oleh sebuah jebakan yang sengaja dibuat oleh Reni. Dan jebakan itu ternyata telah berhasil menghancurkan semuanya.


"Benar-benar wanita jahat kamu Ren!!"


Reni mencibir. "Aku tidak peduli. Yang pasti akulah yang menjadi pemenang dari istrimu yang bodoh itu!!"


"Wanita ja**ng kamu Ren!!, kamu tega menghancurkan semuanya!!" . Agum mengusap wajahnya kasar. "Astaghfirullahal 'adziim... wanita macam apa yang ada di depanku saat ini ya Allah".


"Sekarang, aku akan pergi dari sini. Obsesiku untuk menghancurkan Lintang sudah terwujud. Dan sekarang kamu bukanlah lelaki yang berguna dengan hanya menjadi cleaning service dan tukang ojek online, jadi sudah tidak ada yang bisa aku harapkan dari laki-laki miskin seperti kamu ini!!", ucap Reni lantang.


Reni kemudian masuk ke dalam kamar, lalu mengambil sebuah koper yang sudah disiapkannya dari tadi. Ia kemudian melenggangkan pergi.


"Stop Ren, kamu tidak bisa meninggalkan anakmu itu!!", ucap Agum saat berada di teras rumah.


Reni tersenyum sinis. "Urus saja anak itu sendiri, kalau kamu tidak mau mengurus, taruh saja di panti asuhan!!".


Agum semakin geram dengan ucapan Reni itu. Ia mengangkat tangannya bermaksud menampar Reni yang sudah teramat keterlaluan itu. Namun...


Oweekk.. oweeekkk...


Tangisan Kevin yang tiba-tiba terdengar membuat Agum mengurungkan niatnya untuk menampar Reni. Ia menurunkan kembali lengan tangannya. Kemudian bergegas menuju kamar untuk melihat Kevin. Dan Reni seperti mendapatkan kesempatan, akhirnya ia pun meninggalkan rumah Agum dengan sebuah koper yang ada di tangannya.


.


.


. bersambung....


Iihhhhh Thor, kenapa jadi mbuleett gini sih ceritanya??, ini lagi, kenapa Reni gak cepet-cepet dapet balasannya sihh??.. hihihihihi author cuma bisa bilang sabar ya kak... terkadang Tuhan itu ngasih sebuah balasan tidak selalu secara kontan, tapi di kredit sedikit demi sedikit. Dan cerita yang mungkin sedikit mbulet, Inshaallah sebentar lagi akan terurai dengan sendirinya. 😘😘


Terima kasih banyak untuk semua yang sudah setia menantikan kelanjutan novel titik balik ini. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episode nya yah .. jangan lupa vote, vote, vote agar author bisa tambah semangat lagi dalam menulis.. happy Reading kakak..


Salam love, love, love💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2