
Agum juga Reni terlihat asyik berbincang- bincang. Danang juga terlihat sesekali ikut dalam pembicaraan mereka, namun di wajah Danang tersirat jika ia tidak begitu suka melihat keakraban Agum dengan Reni.
"Mas Agum, bentar lagi kamu punya anak, bakal gak bebas lagi kamu mas", ucap Reni sambil menggigit sate ususnya.
"Itu sudah lumrah Ren, kan kita udah punya keluarga jadi ya harus ada yang menjadi prioritas", jawab Agum
Danang menatap Reni dengan tatapan sinis. Tidak paham apa maksudnya berkata seperti itu kepada Agum.
"Kata siapa kalau sudah punya anak tidak lagi bebas?", tanya Danang tiba-tiba
"Ya biasanya kan gitu mas, karena alasan anak kita jadi jarang kumpul dengan teman- teman kita", jawab Reni
Danang semakin jengah. Ia menarik bibirnya seolah mencibir mendengar jawaban Reni.
"Enggak juga, nyatanya sekarang kamu bebas berkeliaran menemui kita tanpa adanya anak juga suami kamu", jawab Danang enteng
Uhuk.. uhukkkk...
Seketika Reni tersedak mendengar jawaban telak dari Danang. Ia meneguk air minum yang ada di depannya kemudian menundukkan pandangannya.
Malu yang ia rasakan karena pertanyaannya kepada Agum justru berbalik menyerang dirinya. Agum yang dari tadi terlihat diam, juga terlihat terkejut mendengar jawaban Danang. Ia paham jika Danang tidak begitu menyukai kehadiran Reni.
Setidaknya saat ini aku berada di pihakmu, Lin... ucap Danang dalam hati.
Hening tercipta setelah Danang melontarkan jawabannya. Akhirnya Reni pun pamit undur diri. Lagi, Danang hanya tersenyum sinis. Reni menyalakan mesin motor matic nya, kemudian meninggalkan Agum juga Danang.
"Hati- hati", ucap Danang tiba-tiba
"Maksud mas?", tanya Agum tidak begitu paham
"Kamu pasti tahu apa maksudku Gum, yang jelas saat ini aku berada di pihak Lintang. Ingat, kamu juga Reni sudah sama-sama berkeluarga. Kamu pasti tahu siapa yang akan kalian korbankan jika kalian bermain api", jawab Danang.
Agum menunduk, ia larut dalam pikirannya sendiri. Sejak Reni memilih untuk menikah dengan pilihan orang tuanya, Agum berusaha untuk memangkas semua perasaan yang pernah ada untuk Reni, namun sejak beberapa waktu yang lalu, saat Reni hadir kembali dengan mempertanyakan rasa cinta mati yang Agum miliki untuk Reni, seolah hatinya kembali terusik.
Agum menghembuskan nafas kasar. Danang menautkan pandangan ke arah Agum. Ia seolah paham apa yang sedang ada dalam pikiran Agum.
"Tidak perlu bingung, dengan menutup mata pun, kamu tahu siapa yang semestinya kamu jaga baik hati juga raganya", ucap Danang tiba-tiba
"Ta-tapi mas..."
"Persetan dengan cinta matimu yang dulu pernah kamu katakan kepadanya Gum. Itu semua hanya masa lalu, dan tidak seharusnya kamu terjebak di dalamnya", sambung Danang.
***************
Lintang terlihat sedang duduk di depan televisi. Sambil menunggu kepulangan Agum, ia sibukkan dengan menonton acara kesayangannya. Ibu Ranti dan Mimin juga terlihat menemaninya. Sambil menikmati keripik singkong yang ada di depan mereka.
"Mbak Lin, besok bikin lotis yuk!", ajak Mimin tiba-tiba
"Eh?",
__ADS_1
Mendengar kata- kata lotis, seketika air liur Lintang seolah mau keluar namun tertahan di dalam rongga mulutnya. Ia membayangkan makan mangga muda yang masam dengan pedasnya sambal lotis seolah membuatnya ingin segera memakannya.
"Kenapa mbak Lin?, bukannya orang hamil itu paling seneng sama yang namanya rujak atau lotis ya?", tanya Mimin
"Waaahhh bener kamu dek, aku jadi pengen bikin lotis sekarang", jawab Lintang
"Hah!!, bukan sekarang mbak, tapi besok!", seru Mimin kaget
"Tapi aku mau sekarang dek, enak kayaknya. Aduh aku jadi gak tahan", jawab Lintang sambil matanya menerawang
Mimin juga bu Ranti masih memasang wajah terkejutnya. Malam- malam seperti ini Lintang ngidam lotis.
"Di kulkas ada buah apa aja dek?", tanya Lintang pula
"Gak ada buah apa-apa mbak, makannya bikinnya besok aja ya mbak, biar bisa beli di pasar", ucap Mimin memberi saran
Lintang menggelengkan kepalanya "Mbak pingin sekarang dek"
Lintang bergegas ke kamar. Ia ambil handphone nya, kemudian mencari nomor kontak dalam phonebook nya.
Percakapan via handphone
"Assalamualaikum mas" ucap Lintang
"Wa'alaikumsalam dek" jawab Agum
"Kenapa sayang?", tanya Agum
"Mas, bisa minta tolong cariin buah", tanya Lintang
"Buah?, buah apa sayang?"
"Mangga muda mas, adek pingin bikin lotis" , jawab Lintang
"Lotis?, malem- malem gini?", tanya Agum tak percaya
"Hehe iya mas, minta tolong carikan ya mas, adek udah gak tahan ini", ucapnya memohon
"Hemmmm coba mas carikan ya dek, tapi kalau gak dapet kita bikin lotis nya besok aja ya?", tawar Agum
"Tapi adek pinginnya sekarang mas, tolong ya mas", ucap Lintang
"Iya sayang, coba mas carikan", jawabnya
"Makasih banyak suamiku tersayang, muuuaaahhhhh.... assalamualaikum", jawab Lintang mengakhiri percakapannya
"Wa'alaikumsalam sayang"
Tuuutttt.... panggilan terputus
__ADS_1
Lintang kembali menonton acara televisinya. Dengan muka yang berbinar sambil terus membayangkan nikmatnya lotis yang akan dimakannya nanti setelah Agum pulang. Ibu Ranti dan Mimin hanya geleng- geleng kepala.
**************
Danang tertawa melihat muka Agum yang terlihat bingung mencari buah yang diinginkan istrinya.
"Jam sepuluh malam kayak gini mau cari mangga muda di mana Gum, hahaha?", tanya Danang dengan gelak tawanya
"Aku juga bingung mas. Soalnya Lintang pingin mangga muda, kalau mangga yang udah matang, di pasar Giwangan banyak mas", jawab Agum gusar
Danang masih terkekeh. Ia juga merasa kasihan melihat kebingungan Agum. Agum memberhentikan mobilnya di pasar Giwangan, yang merupakan pasar induk buah dan sayur sambil terus berharap ada mangga muda di sana. Hampir satu jam ia mengelilingi pasar itu, tapi nihil mangga muda yang dipesan Lintang tidak ada.
Agum mengacak kasar rambutnya. Danang makin terhibur dengan mimik muka Agum yang seperti itu.
"Cari di mana lagi ini mas?, hampir seluruh penjual buah kita datangi, tapi gak ada yang jual mangga muda", ucap Agum melas
"Wes tah sabar, anggap saja itu salah satu pengorbananmu untuk calon anakmu Gum", jawab Danang santai.
Agum dan Danang kembali masuk ke dalam mobil. Agum pun melajukan mobil box nya dengan kecepatan sedang sambil berpikir keras untuk mendapatkan mangga muda.
Danang melihat suasana jalanan yang ia lewati dari balik kaca.
"Stop!", seru Danang.
Agum tersentak kemudian ia tepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Ada apa mas?", tanya Agum
"Allah mempermudah jalanmu Gum", jawab Danang.
"Maksud mas?", tanya Agum masih bingung
"Itu ada mangga muda", jawab Danang sambil menunjuk sebuah pohon yang ada di seberang jalan.
Agum mengikuti arah telunjuk Danang. Ia pun menyunggingkan bibirnya
"Alhamdulillah"
.
.
.
. bersambung
Hai hai hai para pembaca tersayang.. jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentar kalian yaa.. terima kasih
Salam love, love, love 💗💗💗
__ADS_1