Titik Balik

Titik Balik
ENAM PULUH ENAM


__ADS_3

Lintang mengganti gamis yang ia kenakan dengan daster tanpa lengan untuk tidur malam ini. Ia duduk di depan meja rias dan melihat bayangan dirinya sendiri yang terpantul dalam cermin itu.


Ia memegang area wajahnya. Mulai dari kening, alis hidung, pipi, bibir, kemudian sebuah senyum getir tersungging di bibirnya.


Pantas saja suamiku mencari kebahagiaan di luar sana. Ternyata aku memang tidak pandai merawat diriku sendiri. Terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga sampai lupa jika suamiku juga memerlukan sebuah pemandangan yang sedap di pandang. Lihatlah, wajahku begitu kusam dan baju-bajuku hanya itu-itu saja. Jika memang berpalingnya suamiku merupakan kesalahan dariku maka akan ku coba untuk memperbaikinya.


Lintang membuang nafas kasar. Pada akhirnya Ia memposisikan dirinya sebagai pihak yang bersalah atas berpalingnya Agum kepada wanita lain. Dan demi Nana, demi keutuhan rumah tangganya ia akan merubah semuanya.


Tak selang lama Agum keluar dari kamar mandi. Ia berdiri di belakang Lintang sambil membungkuk, kemudian memeluknya.


"Sayang, kita tidur yuk!", ajak Agum.


Tanpa mengucap sepatah katapun Lintang berdiri kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur. Di susul dengan Agum yang berbaring di sampingnya.


Agum mengusap pipi Lintang. "Sayang, aku minta maaf untuk semuanya"


Lintang menatap lekat kedua bola mata Agum. Ia ingin tahu apakah Agum benar-benar tulus untuk meminta maaf atau tidak.


"Mas tau setelah apa yang kau lakukan kepadaku, seperti apa keadaan hatiku saat ini?", tanya Lintang.


Agum memejamkan matanya dan menarik nafas dalam. "Aku tau, aku telah melukaimu sayang, tapi tolong maafkan aku dan berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua"


Air mata Lintang hampir menetes. Setiap kali membahas masalah ini dadanya terasa begitu sesak seperti tertindih sebuah batu besar yang membuatnya sulit bernafas.


"Ibarat sebuah kaca, saat ini hatiku sudah pecah mas, hancur berkeping-keping. Jika saat ini kamu berusaha untuk menyatukan kembali kepingan-kepingan itu maka bentuknya tak akan lagi sempurna." Lintang membuang nafas kasar. "Begitu pula rasa percayaku kepadamu, tidak akan pernah sama seperti dulu lagi"


Agum memeluk tubuh Lintang. Ia menangis di pelukan Lintang. "Maafkan aku sayang, aku janji akan memperbaiki semuanya, dan akan aku coba untuk kembali membuatmu percaya kepadaku lagi.


"Silakan kau coba mas dan aku pegang janjimu. Aku akan tetap bertahan hidup berdampingan denganmu, semuanya demi Nana", sambung Lintang.


Agum menyunggingkan senyumnya. "Terima kasih sayang".


"Apakah kau akan mengakhiri hubunganmu dengan wanita itu, dan kembali kepada keluargamu?", tanya Lintang menegaskan.


Agum sejenak berpikir, namun demi semuanya, demi memperoleh kepercayaan dari Lintang lagi, dan demi mempertahankan Reni, ia pun mengangguk. "Aku akan meninggalkannya sayang"


Dan malam ini permasalahan yang tengah mereka hadapi, selesai. Dengan sebuah keputusan jika Lintang memaafkan semuanya dan Agum akan mengakhiri hubungannya dengan Reni. Lintang hanya menatap ke sembarang arah dengan tatapan kosong. Sambil berharap semoga keputusan ini merupakan keputusan yang terbaik.

__ADS_1


**************


Lintang memberhentikan motor matic nya di depan salon kecantikan yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Ini bukan kali pertama ia menginjakkan kaki di sebuah salon, namun ini merupakan kali pertama ia mendatangi sebuah salon kecantikan untuk merubah penampilannya, karena biasanya ia ke salon hanya untuk sekedar potong rambut.


Berbekal uang dari tabungannya, ia berencana untuk merombak semua penampilannya, demi suaminya, Agum. Ia masuk ke dalam kemudian di sambut oleh seorang hair stylist yang ada di salon itu.


"Selamat siang kak, mau perawatan apa?", tanya hair stylist itu yang dalam nametag nya bertuliskan Ziah.


"Eh?", Lintang tersentak kaget, bingung mau jawab apa. "Emmmzzz saya mau merubah penampilan rambut saya mbak", jawabnya.


Ziah (nama hair stylist) itu tersenyum. "Bisa saya lihat rambutnya kak?. Lintang terbelalak. Seolah mengerti yang ada di kepala Lintang Ziah melanjutkan ucapannya." Mari ikut saya kak, untuk yang berhijab kami menyediakan ruang perawatan di sana "


Lintang pun mengikuti Ziah. Dan kini mereka berada di ruang yang lebih tertutup dan terpisah dengan ruangan yang ada di depan.


"Rambutnya mau diapakan kak?", tanya Ziah saat Lintang melepas kerudung instannya.


"Kalau di curly gimana ya mbak?", jawab Lintang polos.


Ziah memperhatikan rambut Lintang, ia kemudian tersenyum. "Rambut kakak ini sudah ikal lho, apa tidak mau mencari model lain?, lagipula untuk curly sebenarnya perawatannya jauh lebih susah kak"


"Oh iya kah mbak?, lalu mending gimana?", tanya Lintang.


Lintang memutar kedua bola matanya. "Untuk hasilnya nanti gimana mbak?"


Ziah tersenyum. "Kakak tenang saja, kami yakin kakak pasti akan suka dengan hasil akhirnya"


Lintang pun menurut. Lintang menjatuhkan bobot tubuhnya di atas backwash unit yang ada di salon itu. Kemudian Ziah mulai meng-eksekusi rambut ikal Lintang.


Saat Ziah memijat-mijat kepala Lintang ia merasa nyaman sampai- sampai ia merasakan kantuk yang teramat mendera.


"Mbak?", panggil Lintang


"Iya kak?", jawab Ziah sambil mengoleskan sesuatu di rambutnya yang baunya begitu menyengat.


"Ini kalau saya tidur gimana mbak?", tanya Lintang polos.


Ziah terlihat terkekeh pelan. "Kalau mau tidur gak apa-apa mbak, silakan"

__ADS_1


Lintang terkekeh. "Habis nyaman banget mbak, sampai ngantuk aku"


Ziah pun kembali melanjutkan aktivitasnya di atas rambut Lintang. Beruntung Ziah begitu supel, sehingga membuat ritual rebonding ini tidak terlalu membosankan. Sesekali terdengar mereka tertawa-tawa seperti sudah kenal lama padahal baru satu kali itu mereka bertemu.


Akhirnya setelah tiga jam berlalu. Lintang telah siap dengan rambut barunya.


"Nah kak, sudah selesai!", ucap Ziah.


Lintang melihat pantulan dirinya di depan cermin besar yang ada di depannya. Matanya terbelalak seolah tak percaya.


"Mbak, ini beneran aku?", tanya Lintang


Ziah tersenyum. "Iya kak, gimana?, suka?"


Lintang mengangguk dan tersenyum. "Mashaallah ternyata aku lumayan cantik juga ya mbak"


Ziah semakin terkekeh. "Setiap wanita itu cantik kak, asal dirawat dan setiap perawatan juga membutuhkan biaya"


Lintang mengangguk setuju. "Bener juga ya mbak, berarti cantik itu butuh biaya juga ya"


"Itu pasti kak. Makannya mulai hari ini minta jatah lebih ke suaminya ya kak, lebihnya bisa buat ke salon, hihihihi", ucap Ziah bercanda.


************


Selesai melakukan perawatan rambut dan wajah di salon, Lintang memberhentikan motor matic di sebuah mall yang ada di pusat kota. Ia berencana akan membeli beberapa baju baru tentunya agar penampilannya tidak terlihat lebih tua dari umurnya.


Ia memilih beberapa overall dress yang dipadukan dengan blazer dan ada juga yang dipadukan dengan manset dengan warna-warna cerah. Lalu macam-macam tunik model kekinian juga masuk dalam keranjang belanjaannya. Beberapa maxi dress, legging, rok plisket, blouse, dan kemeja pun masuk ke keranjang belanjaannya juga. Tak lupa berbagai macam jilbab mulai dari jilbab paris, rawis, pasmina, juga masuk ke dalam list barang belanjaannya. Lintang seperti orang kalap ketika shopping. Tapi kembali lagi, ini demi keutuhan rumah tangganya.


Hampir tiga jam ia menghabiskan waktu di mall itu. Ia pun merehatkan badannya di salah satu foodcourt yang ada di sana. Sambil menunggu pesanannya datang ia menghamburkan pandangan ke sekitar. Tiba-tiba pandangannya tertuju di satu titik. Ia melihat seorang wanita yang begitu familiar di matanya. Wanita yang telah mengusik ketenangan rumah tangganya, wanita yang telah mencuri perhatian suaminya, dan wanita yang telah memporak-porandakan bahtera yang tengah di bangun bersama suaminya. Ya, Reni...


.


.


.


. bersambung...

__ADS_1


Hai-hai para pembaca tersayang. Enaknya apa ya yang akan dilakukan Lintang saat bertemu Renu di mall?, apa ia akan melabrak Reni di depan umum sambil jambak-jambakan rambut? Atau bertengkar hebat sambil teriak-teriak?, atau apakah Lintang memilih pergi menghindar??, tunggu di episode selanjutnya yaahh... terima kasih banyak sudah mampir ke novel pertamaku ini. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar kalian semua yaa... terima kasih...


Salam love, love, love💗💗💗


__ADS_2