Titik Balik

Titik Balik
EMPAT PULUH TUJUH


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa kini kandungan Lintang menginjak usia tujuh bulan. Setiap bulan ia selalu rutin memeriksakan kandungannya, tentunya ditemani oleh Agum. Dan benar saja janin dalam perut Lintang tumbuh dengan sehat. Lintang menjalani masa-masa kehamilannya dengan penuh kebahagiaan. Dengan adanya kasih sayang, perhatian, dan cinta dari keluarga besarnya membuat ia begitu menikmati kehamilan pertamanya ini.


Agum juga terlihat jauh lebih perhatian kepada Lintang. Apapun yang diinginkan oleh Lintang selalu ia turuti, terlebih soal ngidam yang masih sering dialami istrinya itu. Setiap pagi, dialah yang selalu menyiapkan susu juga vitamin untuk Lintang. Ia dengan setia menemani Lintang menjalani kehamilannya. Satu hal yang ia syukuri, sampai saat ini Lintang tidak pernah mengalami morning sickness, bahkan nafsu makannya bertambah besar sehingga tidak heran jika saat ini tubuhnya jauh lebih berisi dengan perut yang sudah membuncit.


Lintang terlihat mematutkan badannya di depan cermin. Ia melihat banyak perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Ia memutar-mutar badannya sambil membuang nafas kasar.


"Kamu kenapa sayang?", tanya Agum keheranan melihat istrinya berputar-putar di depan cermin.


"Aku gendut ya mas, badanku jadi mbodi gini?", ucapnya


Agum mengernyitkan dahinya "Mbodi?, apa itu sayang?",


"Ombo and gedi (lebar dan besar dalam bahasa Jawa)", jawab Lintang.


"Hahahaha kamu ini ada-ada saja sayang. Meskipun kamu mbodi, kamu tetap terlihat cantik kok sayang", jawab Agum.


Wajah Lintang memerah "Serius mas?",


"Iya sayang, kamu malah terlihat makin cantik", jawab Agum.


Lintang langsung menghambur ke pelukan Agum. Ia kecup pipi suaminya itu "Makasih sayang".


"Eh, eh coba pegang sini mas, anak kita udah mulai nendang-nendang", imbuh Lintang sambil meletakkan tangan Agum di atas perutnya yang sudah membesar.


Agum merasakan sesuatu yang bergerak-gerak di perut Lintang.


"Eh iya sayang, bener dia nendang-nendang. Kira-kira lagi ngapain ya dia di sana?, main bola kah?", tanya Agum iseng.


"Hehehe mungkin iya mas", jawab Lintang.

__ADS_1


"Sayang, kapan lagi jadwal kamu cek kandungan?", tanya Agum.


"Besok mas, kenapa?", tanya Lintang balik.


"Besok mas temenin ya, mas pengen liat jenis kelamin anak kita. Usia tujuh bulan sudah bisa diliat jenis kelaminnya kan?", ucap Agum.


"Iya mas, besok jam empat kita ke klinik ya. Emang mas pengen banget punya anak laki-laki ya? ", tanya Lintang.


"Ya aku berharapnya sih laki-laki sayang. Karena dari dulu aku pengennya anak pertama itu laki-laki", jawab Agum.


"Hemmm semoga Allah mengabulkan keinginan kamu ya mas, tapi aku harap mas tidak menjadi kecewa jika anak dalam kandunganku ini ternyata perempuan" ucap Lintang.


Agum pun hanya tersenyum kecil. Lintang memindai ekspresi wajah suaminya itu. Tak dapat dipungkiri, dalam hatinya terbesit sebuah kekhawatiran. Ia khawatir jika Agum menjadi kecewa jika memang janin yang ada dalam kandungannya adalah perempuan.


**********


Di sebuah ruangan klinik dokter spesialis kandungan dr. Maharsiwi SpOg, terlihat Lintang tengah berbaring di atas hospital bed dengan perasaan yang bercampur aduk. Ini bukan kali pertama ia terbaring di sana, namun ini merupakan pertama kalinya ia akan mengetahui jenis kelamin anak yang ada di perutnya.


"Nah bunda, di trimester ketiga ini pertumbuhan organ di tubuh si kecil mulai sempurna ya. Beberapa inderanya juga sudah berkembang dengan baik, sehingga dia lebih sering memberi respon denganย  gerakan pada trimester ini", ucap dokter Siwi mengawali pemeriksaan Lintang.


Lintang begutu takjub melihat malaikat kecil di dalam rahimnya. Begitu pula dengan Agum.


"Dok, apa bisa diketahui berat juga panjang badannya?", tanya Lintang


"Di bulan ini, panjang janin sudah mencapai 36 cm dan beratnya mencapai 900 gram atau 0,9kg ya bun. Indera pendengaran si kecil sudah berkembang dengan sempurna, dan dia juga akan sering bergerak sebagai respon dari suara, cahaya bahkan rasa sakit yang dialami oleh bunda", jawab dokter Siwi.


"Apakah tendangan-tendangan kecil yang sering saya rasakan merupakan salah satu responnya dok?", tanya Lintang


Dokter Siwi tersenyum. "Betul sekali bunda, di bulan ini, gerakan si kecil semakin aktif. Ia sudah bisa menendang, meregangkan tubuh, dan membuat gerakan menggenggam. Pada perkembangan janin 7 bulan ini, tubuh si kecil terus mematangkan diri, juga mulai menyimpan cadangan lemak tubuh. Jumlah cairan ketuban juga mulai berkurang", jelas dokter Siwi.

__ADS_1


"Yang hitam-hitam itu apa ya dok?", tanya Agum polos.


Dokter Siwi kembali tersenyum. "Itu rambut si kecil, ayah"


"Lalu, apa sudah bisa dilihat jenis kelaminnya dok?", sambung Agum antusias.


"Sebentar ya ayah, semoga si kecil tidak malu-malu untuk memperlihatkannya", jawab dokter Siwi sambil mencari letak yang pas.


"Nah bunda, ayah, ini sudah bisa dilihat ya. Kemungkinan besar janin yang ada di dalam kandungan bunda adalah perempuan", jawab dokter Siwi.


Deg!!


Jantung Lintang berdegup kencang. Ia sangat bahagia menerima apapun yang diberikan oleh Tuhan. Baik itu laki-laki atau perempuan yang terpenting ia bisa tumbuh dengan sehat. Namun bagaimana dengan suaminya. Apakah ia kecewa, karena tidak seperti yang diinginkannya?.


Lintang melirik wajah Agum. Terlihat jelas, rona wajahnya sudah berubah. Sebelum sampai klinik tadi, ia terlihat begitu bersemangat, namun sekarang berubah seketika. Tak terasa Lintang menitikan air matanya, antara ungkapan rasa syukur sekaligus rasa takut jika membuat Agum kecewa.


"Nah pemeriksaan hari ini sudah selesai ya bunda. Mulai bulan ini, bunda cek kandungan setiap dua minggu sekali ya. Biar kita bisa lebih intens dalam mengetahui perkembangan si kecil, terutama posisinya", ucap dokter Siwi mengakhiri pemeriksaannya.


"Baik dok, terima kasih banyak", ucap Lintang.


"Jangan lupa asupan nutrisinya di jaga ya bun, agar si kecil bisa selalu sehat. Vitamin, susu ibu hamil juga jangan lupa untuk selalu dikonsumsi ya bun", sambung dokter Siwi. Lintang pun mengangguk.


.


.


.


. bersambung

__ADS_1


Hai-hai para pembaca tersayang, terima kasih banyak sudah berkenan mampir ke novel pertamaku ini ya.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, komentar, vote juga rate bintang limanya ya, agar author lebih bersemangat dalam menulis... terima kasih


Salam love, love, love ๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


__ADS_2