
Di dapur kontrakan Lintang jam tiga dini hari nampak sibuk. Ya, sibuk dengan aktifitasnya mengeksekusi lotis yang sudah sejak semalaman ia pingin nikmati. Meski hanya terlihat Agum yang menemani, namun Lintang tetap bersemangat untuk membuat lotis di pagi buta seperti ini.
Agum memperhatikan tingkah laku Lintang yang tengah ngidam itu. Dilihatnya muka istrinya itu berbinar saat menerima mangga muda yang tadi ia bawa. Memang rasanya kerepotan tapi tidak dapat dipungkiri terbesit rasa bahagia melihat Lintang sangat antusias menerima pemberiannya itu meski hanya mangga muda.
Maafkan aku yang sempat terusik dengan kehadiran Reni, sayang. Semoga aku bisa bertahan dengan hatiku yang hanya milikmu.
"Mas?", seru Lintang, membuyarkan lamunan Agum
"Eh?",
"Kok melamun?, mas ngantuk ya?", tanya Lintang
"Enggak sayang, udah selesai ngulek sambelnya?", tanya Agum
"Bentar lagi mas", jawab Lintang
Lintang kembali dengan aktivitasnya. Ia mengulek cabe rawit, gula merah, garam, sedikit air di atas cobek. Sedangkan Agum membantu Lintang mengupas mangga mudanya.
Tak lama kemudian sambal lotis buatan Lintang pun jadi dan mangga muda yang dikupas oleh Agum telah siap di atas piring.
"Waaahhh ini enak banget mas!", seru Lintang sambil memasukkan mangga muda ke dalam mulutnya yang sebelumnya sudah ia cocol dengan sambal.
Agum memindai ekspresi wajah Lintang. Tak terlihat sedikitpun Lintang merasa ngilu saat memasukkan satu per satu mangga muda ke dalam mulutnya.
"Mas mau?", tawar Lintang
"Eng-enggak sayang. Adek ajalah yang makan. Tapi jangan kebanyakan ya sayang, takutnya nanti perut kamu mules", jawab Agum sambil mengingatkan
"Hemmmm ini enak banget mas, ayo coba deh!", ucap Lintang sambil menyodorkan sepotong mangga ke dalam mulut Agum
Dengan berat hati Agum membuka mulutnya. Jika ia menolak takutnya Lintang tersinggung, karena ia baru menyadari jika wanita yang sedang hamil itu perasaannya sangat sensitif.
Sepotong mangga masuk ke rongga mulut Agum. Ia membelalakkan matanya menahan ngilu di giginya karena mangga itu tidak hanya asam tapi asam banget. Dengan cepat ia mengunyah kemudian ia telan seketika.
"Enak kan mas?, mau lagi?" , tanya Lintang
"Sudah sayang, mas itu kalau makan buah di pagi buta kayak gini kadang sering mules", jawabnya memberi alasan
"Oohhhh gitu ya?",. Agum mengangguk
Lintang pun masih terlihat menikmati lotis nya. Setelah perutnya terasa kenyang, ia pun menyudahi makan lotis di pagi buta seperti ini.
"Sudah sayang?", tanya Agum
"Sudah mas", jawab Lintang
"Ya udah balik ke kamar yuk, ini baru jam setengah empat, kita tidur lagi yuk sayang!", ajak Agum
Lintang pun menurut. Mereka melenggang ke kamar. Naik ke atas tempat tidur dan mencoba kembali memejamkan mata.
__ADS_1
*****************
"Haahaahaahaaha kasihan amat kamu Gum!", ucap Danang tiba-tiba sambil menikmati teh hangatnya.
"Heran aku mas, Lintang kok sama sekali gak ngerasa ngilu atau mules ya, padahal dia yang ngabisin semuanya?", ucap Agum penasaran
"Ya itulah orang yang lagi ngidam Gum, kadang di luar logika kita yang awam ini, hehehe", jawab Danang sambal terkekeh
Lintang menghampiri Agum dan Danang yang sedang asyik ngobrol di ruang tamu sambil menikmati teh hangat. Terlihat ia membawa satu bakul nasi dan satu panci sayur sup. Diikuti Mimin di belakang Lintang yang membawa satu piring lauk ayam goreng dan tempe garit juga satu piring semangka potong.
Lintang dan Mimin menyajikan sarapan pagi di atas meja ruang tamu. Kemudian mempersilakan Agum dan Danang menikmati sarapan paginya.
"Waahh kamu jadi repot ya Lin, tiap pagi harus nyiapin sarapan seperti ini?", tanya Danang sambil mengambil nasi
"Enggak mas, kan tiap pagi Lintang juga nyiapin sarapan untuk mas Agum dan juga ibu. Jadi ada sampeyan atau enggak ya tetep bikin sarapan, hehehe" jawab Lintang sambil terkekeh
"Hemmmm gimana mangga mudanya Lin, enak?", tanya Danang
"Wuuiihhhh gak hanya enak mas, tapi ueeenaakk banget", jawab Lintang berbinar
"Butuh perjuangan buat dapetin tuh mangga Lin, haahaa", timpal Danang
"Iya mas, Lintang tau kok", jawabnya.
"Kamu harus sering minta yang aneh- aneh ke Agum Lin!", ucap Danang
"Memang kenapa mas?", tanya Lintang penasaran
Lintang dan Agum ikut tertawa. Lintang kemudian merapatkan posisi duduknya ke sisi Agum, kemudian memeluk pinggangnya dan menggelayut manja di pundak Agum.
"Makasih banyak ya suamiku sayang untuk mangga mudanya", ucap Lintang sambil mencium pipi Agum.
Agum pun hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang begitu manja dan tak segan menampakkan kemesraannya di depan orang lain. Sangat berbeda dengan Lintang yang dulu sebelum hamil.
"Sama-sama sayang!", jawab Agum sambil mencium pucuk kepala Lintang
Danang menatap kemesraan mereka dengan raut wajah yang bahagia. Setelah semalam sempat dibuat ragu oleh perasaan Agum mengenai kehadiran Reni, namun kini Danang percaya jika Agum tahu mana yang seharusnya ia jaga.
Semoga kalian bisa terus seperti ini ya. Dan bisa melewati apapun yang akan kalian hadapi di depan nanti.
***************
Lintang tengah menyusun pakaiannya ke dalam lemari setelah selesai menyetrika. Dilihatnya baju- baju yang ia punya. Ia merasa jika sudah harus membeli baju baru tentunya untuk masa- masa kehamilan ini.
"Mbak Lin!!", panggil Mimin dari luar kamar Lintang
"Iya dek, ada apa?", tanya Lintang
"Itu ibu mbak Lintang ke sini", jawab Mimin
__ADS_1
"Ibu suruh ke sini aja dek", jawab Lintang
Mimin pun kemudian menyusul ibu Ratih yang berada di ruang tamu dan terlihat sedang ngobrol dengan besannya. Ia menyampaikan perintah Lintang, dan bu Ratih pun segera menuju kamar Lintang.
"Ibu?!", seru Lintang melihat ibu Ratih masuk ke kamarnya
"Gimana kabarmu ndhuk?", tanya Ibu Ratih sambil memeluk anaknya
"Alhamdulillah sehat bu", jawab Lintang
"Kandunganmu?", tanya ibu Ratih pula
"Alhamdulillah baik juga bu", jawab Lintang
Lintang memperhatikan kantong plastik putih yang ada di tangan ibunya. Ia mengernyitkan dahi, penasaran apa isi kantong plastik itu.
"Itu ibu bawa apa?", tanya Lintang
"Ini ibu beliin daster untuk kamu ndhuk. Orang hamil itu biasanya lebih seneng pakai daster biar gak sumpek", jawab ibu Ratih sambil mengulurkan kantong plastik itu ke arah Lintang.
"Waaaahhh makasih banyak ya bu. Padahal Lintang baru saja berencana mau beli, eh udah ibu beliin duluan, gak jadi keluar uang ini namanya, hehehe", jawab Lintang sambil terkekeh. Ibu Ratih pun ikut tertawa renyah.
Danang terlihat keluar dari kamar mandi. Sejak setengah jam yang lalu ia mendekam di sana, entah apa yang dikerjakannya hingga merasa betah.
"Mas Danang!", panggil Lintang. Danang pun mengedarkan pandangannya di kamar Lintang.
"Iya Lin, ada apa?", tanya Danang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil
"Kenalin ini ibu Lintang mas. Bu, ini mas Danang, saudaranya mas Agum yang dari Surabaya", ucap Lintang saling memperkenalkan antara Ibunya dengan Danang.
"Eh salam kenal bu", ucap Danang sambil menjabat tangan ibu Ratih
"Salam kenal juga mas. Oh iya kapan nyampai Jogja mas?", tanya ibu Ratih
"Dua hari yang lalu bu. Maaf ya bu, saya malah belum sempat silaturahmi ke rumah ibu", ucap Danang
"Gak apa-apa mas, besok sebelum balik ke Surabaya lagi sempetin mampir ke rumah Lintang ya", ucap ibu Ratih
"Inshaallah saya main ke sana bu", jawab Danang
Danang, Lintang dan ibu Ratih menuju ruang tamu. Di sana juga ada ibu Ranti dan Mimin. Mereka berlima pun larut dalam bincang- bincang hangat sambil menikmati camilan yang ada di depan mereka.
.
.
.
. bersambung
__ADS_1
Hai, hai, hai para pembaca tersayang... jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentar kalian semua yaa... terima kasih
Salam love, love, love 💗💗💗