
Lintang, Agum, ibu Ratih juga Friska terlihat sedang berkumpul di ruang makan pagi ini tentunya untuk menyantap sarapan pagi.
Agum masih memasang muka datarnya. Kerja kerasnya membuatkan nasi uduk untuk Lintang di pagi buta, ternyata menguap seketika. Dan sekarang Lintang malah sedang asyik menyantap lotek di hadapannya. Permintaan lotek dari Lintang pun nyatanya membuat Agum kalang kabut karena di jam enam pagi, ia sudah harus sampai pasar untuk membelikan permintaan Lintang.
"Mas?", panggil Lintang.
"Hem!", jawab Agum sambil meneguk secangkir teh nya.
"Mas marah?", tanya Lintang lirih
"Enggak!", jawabnya singkat
Lintang menatap wajah Agum yang terlihat datar dan menahan kesal. Tiba-tiba hatinya terasa dicubit, dan membuat matanya berkaca-kaca. Ia merasa suaminya itu sedang kesal kepadanya.
Hiks.. hiks...
Agum mengernyitkan dahinya ketika melihat Lintang tiba-tiba menitikan air matanya.
Aduh kenapa lagi nyonya Agum ini, tiba-tiba nangis kayak gini. Untung aku sayang dek, kalau enggak, udah aku balik nih meja makan, hihihi
Sedangkan ibu Ratih hanya tersenyum kecil, ia paham bahwa kondisi emosional putri sulungnya itu sedang tidak stabil.
"Eh sayang kenapa?", tanya Agum bingung sambil mengusap pipi Lintang
"Mas marah?", tanya Lintang sambil mencoba menahan isak tangisnya
"Enggak sayang, mas gak marah kok. Lagian kenapa mas harus marah?", tanya Agum balik
"Mas jawab pertanyaanku ketus gitu, kayak orang yang sedang marah", jawab Lintang
"Sayang, mas gak marah kok, tadi itu mas jawabnya pas barengan sama minum teh, jadi ya cuma singkat", jawab Agum beralasan
"Jadi mas beneran gak marah?", tanya Lintang. Agum pun mengangguk sambil tersenyum. "Makasih ya mas", jawab Lintang tersenyum lebar sembari memeluk tubuh Agum.
Nah kan, setelah nangis sekarang tiba-tiba jadi happy gini kan. Cepet banget sih dek mood kamu berubah-ubah.
Agum melirik ke arah ibu mertuanya, dan beliau pun hanya mengangkat sedikit bahunya sambil terkekeh pelan.
***********
Lintang tengah sibuk menyiram bunga dan juga bermacam-macam tanaman yang ada di halaman rumahnya. Ini kali pertama ia kembali menyiram tanaman-tanamannya setelah ia pindah ke kontrakan bersama Agum. Ternyata ibunya juga Friska merawat tanaman itu dengan baik, karena saat ini bunga-bunga kamboja Jepang, mawar, melati mulai bermekaran dan tumbuh dengan suburnya.
"Waah tumben tidur di sini Lin?", tanya pakdhe Yanto yang kebetulan lewat di depan rumah Lintang.
"Iya pakdhe, Lintang lagi pengen tidur sini", jawab Lintang sedikit berbohong karena alasannya tidur di rumah ibunya karena drama nasi uduk.
"Agum udah berangkat kerja?", tanya pakdhe Yanto pula.
"Hehehe mas Agum izin gak masuk kantor pakdhe", jawab Lintang. "Pakdhe mau ketemu mas Agum?", sambung Lintang pula.
"Boleh lah kalau dia gak sibuk", jawab pakdhe Yanto.
__ADS_1
"Sebentar, Lintang panggilkan dulu ya, pakdhe silakan duduk", ucap Lintang mempersilakan sambil melenggang pergi.
Tak lama kemudian, Agum pun muncul.
"Pak Yanto, apa kabar?", tanya Agum ketika melihat mantan teman satu kantornya itu datang ke rumah mertuanya.
"Baik Gum, kamu sendiri gimana?", tanya pak Yanto. "Kantor gimana?, aku dengar kamu sudah menggantikan posisi pak Sungsang ya?", sambung pak Yanto.
"Alhamdulillah semua baik pak. Iya, pak Sungsang pindah ke Semarang dan pak Ibra mempromosikan aku untuk menggantikan posisinya", jawab Agum
"Tumben kamu sama Lintang tidur di sini Gum?", tanya pak Yanto.
Agum hanya tersenyum tipis "Lintang sedang ngidam nasi uduk di jam tiga pagi tadi pak, dan aku ke sini minta bantuan dari ibu"
"Oaallahhh Lintang sedang hamil toh?, selamat kalau gitu Gum, bentar lagi kamu jadi bapak", jawab pak Yanto
"Makasih pak"
**********
Agum memarkirkan motor matic yang ia kendarai bersama Lintang di sebuah mall yang berada di pusat kota. Rencananya ia akan membelikan beberapa baju khusus untuk ibu hamil yang pastinya akan sangat diperlukan oleh Lintang selama kehamilannya ini, dan ia juga berencana membelikan make up untuk Lintang agar ia bisa tampil sedikit lebih fresh.
Agum berjalan sembari menggandeng tangan Lintang. Mereka memasuki sebuah outlet pakaian yang terdapat bermacam-macam jenis pakaian di sana.
"Sayang, kamu ambil baju sesukamu ya. Mas juga mau cari kemeja sama celana untuk kerja. Baju untuk ibu hamil ada di pojok sana itu kalau gak salah", ucap Agum sambil menunjuk ke arah pojok outlet itu.
"Aku dapat jatah berapa mas, hehehe?", tanya Lintang terkekeh.
"Uang kamu cukup mas?", tanya Lintang
"Sstttttt jangan keras-keras sayang nanti kedengaran orang. Tenang sayang, uang mas banyak kok, hehehe", jawab Agum sombong
Lintang pun mengangguk sembari terkekeh kecil kemudian menuju bagian pojok outlet itu. Benar saja, di sana tersedia berbagai jenis pakaian khusus untuk ibu hamil. Tidak berbeda dengan pakaian lainnya, hanya saja di sini lebih banyak size nya yang longgar.
Setelah berkeliling, beberapa potong daster dengan bahan kain katun panjang maupun pendek, blouse longgar, pregnant pants, dan juga legging masuk ke dalam keranjang belanjaannya. Setelah itu ia menghampiri Agum yang masih terlihat sibuk memilih kemeja untuk kerja.
"Mas, aku udah nih", ucap Lintang sambil memperlihatkan keranjang belanjaannya.
Agum memperhatikan belanjaan Lintang "Udah cukup sayang?", tanya Agum
"Sudah mas, ini udah banyak banget"
"Heeemm, kamu beli make up sekalian sayang, itu ada di depan situ", ucap Agum
Lintang pun kembali melangkahkan kakinya. Kali ini yang ia tuju adalah counter yang menyediakan berbagai macam make up dari berbagai macam brand. Ia bingung brand apa yang akan ia gunakan, karena selama ini ia hanya memakai bedak baby😄
Akhirnya ia berhenti di depan counter Marwah. Matanya terbelalak, melihat bermacam-macam jenis make up di sana. Dari berbagai macam make up itu, Lintang hanya paham dengan bedak dan lipstik.
"Selamat siang kakak, mau cari apa?", tanya seorang SPG yang terlihat sangat cantik dengan balutan hijab dan mukanya yang glowing.
Lintang tersenyum kikuk karena tidak terbiasa, dan tidak tahu harus beli apa. Setelah berpikir sejenak, ia pun memutuskan untuk membeli bedak dan lipstick saja.
__ADS_1
"Mba, saya mau cari bedak sama lipstick", jawab Lintang singkat
"Oh silakan kak. Bedak sama lipstick nya yang jenis apa, nomer berapa?", tanya SPG itu lagi.
Lintang mengernyitkan dahi. Ia semakin bingung jenis seperti apa yang akan ia pakai, karena selama ini ia tidak pernah menggunakan produk ini.
"Emmmm, bisa pilihkan yang komposisinya aman untuk ibu hamil mbak? , karena saat ini saya sedang hamil", jawab Lintang yang tidak terlalu memperlihatkan jika ia tidak banyak tahu soal make up.
SPG itu pun tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia menyerahkan bedak dan lipstick sesuai permintaan Lintang.
"Ada lagi kak?, mungkin sekalian cream pagi, cream malam, eyeliner, mascara, blush on atau facial foam nya?", tanya SPG itu lagi.
Aduuhhh apa lagi ini. Aku bahkan tidak tahu benda-benda itu fungsinya apa..
Lintang pun menggeleng "Sudah itu dulu saja mbak"
"Baik kak, bisa langsung dibayar di kasir ya. Terima kasih, selamat berbelanja kembali", ucap SPG itu dengan ramah. Lintang pun mengangguk dan meninggalkan counter make up itu.
**************
Setelah berkeliling mall hampir dua jam lamanya, akhirnya Lintang dan Agum masuk ke sebuah food court yang ada di mall tersebut. Kali ini mereka masuk ke kedai Ny. Kamti yang menyediakan makanan khas Palembang yaitu pempek. Dan Agum pun memesan dua porsi kapal selam dan lenjer di tambah dua porsi es kacang merah.
"Capek sayang?", tanya Agum sambil menyantap kapal selam nya.
"Hehehe capek sih mas, tapi aku seneng banget bisa jalan-jalan sama kamu, dapat barang-barang ini lagi, makasih banyak ya mas", jawab Lintang dengan wajah berbinar.
"Alhamdulillah kalau kamu seneng sayang, mas juga ikut seneng", jawab Agum.
Lintang mengamati beberapa paper bag yang ada dihadapannya itu.
Betapa bersyukurnya aku Tuhan, mempunyai suami yang begitu baik seperti ini. Ia tak pernah tanggung-tanggung dalam membahagiakan aku. Terima kasih Tuhan, terima kasih.
"Sayang, kamu kenapa kok senyum-senyum sendiri?", tanya Agum
"Eh gak apa-apa mas. Aku cuma sedang bersyukur punya suami yang sempurna seperti kamu. Terima kasih banyak ya mas", ucap Lintang
Agum tersenyum sambil menggenggam tangan Lintang "Sama-sama sayang, semoga kamu selalu sehat ya, dan bisa menjalani masa-masa kehamilan kamu ini dengan bahagia"
Lintang mengangguk "Iya mas, aku bahagia jika selalu berada di sampingmu"
.
.
.
. bersambung
Hai-hai para pembaca tersayang.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, komentar, vote juga rate bintang lima nya yah... terima kasih banyak sudah berkenan mampir di novel pertama author ini.
Salam love, love, love💗💗💗
__ADS_1