Titik Balik

Titik Balik
DELAPAN PULUH TIGA


__ADS_3

Reni beranjak dari duduknya. Ia berdiri kemudian mendekat ke arah Lintang yang tengah berada dalam dekapan Agum. Ia merogoh sesuatu dari dalam tasnya.


"Jika kamu masih tidak percaya jika saat ini aku sedang hamil, kamu bisa lihat ini Lin!!", ucap Reni sembari melempar sebuah amplop di hadapan Lintang.


Lintang tersentak. Ia berusaha lepas dari dekapan Agum. Dan ia pun mengambil amplop putih itu dan membukanya. Jantung Lintang berdegup kencang, tangannya gemetar melihat sebuah foto hasil USG yang menyatakan jika dalam perut Reni memang sedang bertumbuh sebuah janin. Air matanya mengalir dengan deras. Sekuat apapun ia mencoba untuk mempercayai Agum nyatanya semua terbantah dengan adanya bukti-bukti yang ada di depannya.


Agum memindai ekspresi raut wajah Lintang. Ia kemudian memeluk Lintang dengan erat. "Sayang ku mohon, ijinkan aku untuk menyelesaikan ini semua. Dan aku mohon jangan pernah tinggalkan aku!!"


Lintang semakin terisak. Dadanya seolah ditindih oleh bongkahan batu besar yang membuatnya begitu sesak. Ia meronta di pelukan Agum, dan mencoba memukul-mukul dada Agum. "Kenapa kamu jahat terhadapku mas?, kenapa???"


Air mata Agum meleleh. Semua rasa berkecamuk di dalam dadanya. Rasa penyesalan, rasa bersalah, dan rasa takut jika Lintang akan meninggalkannya. "S-sayang kumohon maafkan aku, beri aku waktu untuk menyelesaikan ini semua dan jangan pernah tinggalkan aku sayang!!"


Danang dan kedua orang tua Reni, hanya memandang orang-orang yang ada di depannya itu dengan tatapan iba. Bagaimanapun juga di sini Lintang lah yang paling terkoyak.


Tomi tersenyum getir. "Sekarang kamu bisa lihat Gum, siapa yang menjadi korban dari perbuatanmu?!". Kemudian pandangan Tomi beralih ke Reni. "Dan untuk kamu Ren, setelah kamu melahirkan, aku akan segera menceraikan kamu!!"


Ucapan Tomi membuat pak Sugeng yang merupakan ayah dari Reni terkejut. "Tom, jangan seperti itu. Ingat anak-anak kalian".


Tomi yang sedari tadi terlihat garang, kini terlihat meneteskan air matanya. Ia kemudian terduduk di lantai dan menundukkan wajahya di atas pangkuan mertuanya. "Maafkan Tomi pak, Tomi sudah tidak bisa lagi melanjutkan kehidupan berumah tangga bersama Reni. Tomi menyerah pak!!"


Reni tidak terlihat terkejut, karena bagaimanapun juga yang menjadi tujuannya adalah bisa memiliki Agum sepenuhnya. "Baguslah. Dengan begitu aku bisa segera hidup bersama mas Agum"

__ADS_1


Pak Sugeng berdiri. Kemudian...


Plak.. plak...


"Apa yang ada di dalam otak kamu Ren, hingga kamu bisa melakukan hal serendah ini?, kamu lihat??, akibat perbuatanmu juga Agum, rumah tangga kalian menjadi hancur seperti ini!!", timpal pak Sugeng setelah menampar pipi Reni.


Reni tersenyum sinis. "Aku tidak peduli yah, yang jelas sebentar lagi aku bisa hidup bersama mas Agum!"


Plak!!!!


Lagi, satu tamparan pak Sugeng layangkan di pipi Reni. "Dasar perempuan j****g!!, ayah juga ibumu tidak pernah mendidikmu menjadi wanita perebut suami orang, tapi apa yang kamu lakukan saat Ini?, kamu bahkan telah mencoreng muka kami dengan sebuah arang yang akan mempermalukan kami. Dan kamu tahu?, anak-anakmu juga anak Lintang yang tidak berdosa itulah yang menjadi korbannya!!"


Seperti inikah orang yang tengah dimabuk cinta?, yang seperti hilang kewarasannya. Sebuah nafsu ingin memiliki yang hanya membuat hancur semuanya.


Lintang terlepas dari pelukan Agum. Situasi yang ada dihadapannya ini seolah membuatnya lelah tak terkira. Hatinya hancur berkeping-keping untuk kesekian kalinya. Saat inilah puncak kehancuran yang ia rasakan.


Lintang beranjak dari duduknya, pandangannya kosong ke depan. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar.


"S-sayang tunggu!!", ucap Agum sambil beranjak berusaha menahan kepergian Lintang.


Saat Agum mengucapkan itu, seketika Lintang menghentikan langkah kakinya kemudian membalikkan badannya. Di belakang punggung Agum, nampak Tomi juga berdiri dan mengambil sesuatu dari saku celananya. Hal itu tidak lepas dari pandangan Lintang.

__ADS_1


Mata Lintang terbelalak saat melihat Tomi mengeluarkan sebuah pisau dan mulai mengayunkan tangannya.....


"Jangaannnn!!!!!!!"


Jleb!!!!!


Pisau itu menancap tepat di pundak bagian belakang Lintang yang berusaha melindungi Agum dengan memeluknya dari belakang.


Sontak yang berada di sana begitu terkejut dengan apa yang terjadi dengan Lintang. Tetes demi tetes darah keluar dari pundak Lintang dan merembes melalui pori-pori baju yang dikenakan oleh Lintang.


Agum membalikkan tubuhnya yang dipeluk Lintang dari belakang. Matanya terbelalak melihat pisau yang sudah menancap di pundak istrinya itu.


"Sayanggggggg!!!!!!!"


Seketika tubuh Lintang melemah kemudian merosot, matanya terpejam dan hanya gelap yang ia rasakan.


.


.


. bersambung...

__ADS_1


Author kasih bonus sebagai pengantar tidur ya kak.. sedikit sihhh tapi Semoga bisa tetap membuat kakak-kakak menikmati cerita ini... hhhmmmmm apa yang terjadi dengan Lintang ya???, apakah ia menjemput kebahagiaanya dengan kembali ke sisi Tuhan?... hehe tunggu di episode selanjutnya yah... jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episode nya yah... dan bagi yang punya kelebihan poin, boleh juga kalau mau disumbangin ke author dengan klik vote. Happy Reading kakak.. terima kasih..


Salam love, love, love💗💗💗


__ADS_2