Titik Balik

Titik Balik
TIGA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Agum memiringkan tubuhnya, bertumpu pada lengan dan telapak tangannya menjadi penyangga kepala, kemudian ia mengusap lembut kening Lintang yang terlihat basah oleh keringat setelah pergumulan mereka. Nafas Lintang terdengar teratur menandakan ia tengah tertidur lelap. Entah seperti apa permainan di atas ranjang itu terjadi, seolah membuat tubuh istrinya itu terlihat begitu lelah tak terkira.


Perlahan Agum mencium pipi Lintang, dan mengusapkan jarinya di bibir Lintang. Lintang menggeliat, tak serta merta terbangun, hanya mengganti posisi tidurnya. Yang semula terlentang kini meringkuk nyaman di pelukan Agum. Agum mengusap lembut kepala Lintang.


Maafkan aku sayang, yang sempat terbuai oleh kehadiran Reni. Jika melihatmu seperti ini aku benar-benar merasa bersalah kepadamu. Hanya karena orang di masa laluku yang tiba-tiba datang mengusik kehidupanku, hampir saja aku melukaimu.


Agum menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya pelan. Ia tatap lekat wajah Lintang. Tak bisa dipungkiri perasaan bersalah itu masih begitu terasa. Hingga akhirnya, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Ia menarik selimut untuk menutup tubuh Lintang dan tubuhnya yang polos itu.


"Mas?", ucap Lintang lirih


"Ya sayang", jawab Agum masih dengan memeluk tubuh istrinya


"Aku tertidur lama kah?", tanyanya sabil mencoba merenggangkan pelukan Agum.


"Enggak sayang, kamu baru tidur sebentar", jawab Agum. "Kenapa?, mau tidur lagi?, atau mau dilanjut lagi yang tadi?", sambung Agum dengan seringai nakal.


"Mas!!", seru Lintang sambil memukul dada Agum.


"Addududuhh sakit sayang!", jawab Agum


"Aku mau mandi mas", ucap Lintang sambil mencoba beranjak.


"Eiitsss, tunggu sebentar sayang!", ucap Agum


Agum lebih dulu beranjak dari ranjang, ia kenakan kaos juga celananya kembali. Kemudian dengan gerakan cepat, ia mengangkat tubuh Lintang yang masih tertutup selimut ala bridal style menuju kamar mandi. Tiba-tiba


Brukkkk!!!!


Agum dan Lintang terkapar di depan pintu kamar mandi setelah lipatan selimut di tubuh Lintang melilit kaki Agum. Sontak membuat tubuh Lintang menindih Agum.


"Aaawwwww,,, sakit!!", pekik Agum


"Mas?, kamu gak apa-apa?", tanya Lintang khawatir sambil mencoba berdiri.


Namun seketika tangan Lintang di tarik oleh Agum dan membuat tubuh Lintang kembali menindih Agum, kemudian ia dekatkan wajahnya ke wajah Lintang, dan


Cup..


Ciuman dari Agum berhasil mendarat di bibir tipis Lintang. Ia mendorong tengkuk Lintang berupaya mendapatkan sesuatu yang lebih dalam lagi. Semakin lama ciuman itu semakin dalam. Lidah keduanya saling melilit dan berusaha saling menyesap sebuah kenikmatan ragawi.

__ADS_1


Agum menyunggingkan senyum nakalnya "kita lanjutkan di kamar mandi sayang!"


"Aaaaaaaaa mas!!!!", jerit Lintang


*********


"Mas udah sih ahhh!!", seru Lintang kegelian saat Agum berkali-kali mencium perutnya yang masih datar setelah melakukan aktifitas di kamar mandi.


"Kenapa sih sayang, mas kan lagi menyapa anak kita", jawab Agum sambil mengusap perut istrinya


"Tapi aku kegelian mas!", protes Lintang


"Tapi enak kan, hehehe?", timpal Agum sambil terkekeh


"Iiiihhh mas!!", seru Lintang kesal. "Kamu gak nemenin mas Danang ta mas?", sambung Lintang pula.


"Emang kenapa sih sayang?", tanya Agum balik.


"Udah terlalu lama loh sampeyan ninggalin mas Danang di depan sendirian", ucap Lintang.


"Mas Danang paling masih tidur sayang",


"Dibangunin lah mas, ini udah lewat waktu Asar loh", ucap Lintang "Aku tak nyiapin makan buat makan malam nanti mas", sambung Lintang.


Lintang memutar kedua bola matanya "Mas Danang mau pulang malam ini kah mas?"


"Iya sayang"


Agum kemudian beranjak menuju ruang tamu, terlihat Danang tengah sibuk merapikan barang bawaannya yang akan di bawa pulang ke Surabaya.


"Aku kira masih tidur mas, hehe", ucap Agum


Danang tersenyum sinis "aku udah bangun sejak kamu pindah ke kamar pribadimu tadi Gum!",


Agum hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, berasa tak enak hati.


"Ngapain aja tadi di kamar?, berapa ronde?, hahahaha" tanya Danang


"Ah sampeyan pakai tanya mas, hahaha", jawab Agum

__ADS_1


"Aku harap hubunganmu sama Lintang terus seperti ini Gum", ucap Danang penuh harap.


"Semoga saja mas", jawab Agum.


***********


"Bu Ranti, Danang pamit pulang dulu ya", ucap Danang berpamitan sambil mencium punggung tangan bu Ranti.


"Hati-hati di jalan mas. Sering-sering main ke Jogja ya", ucap ibu Ranti.


"Inshaallah Danang akan sering-sering berkunjung ke Jogja bu", jawab Danang. "Lin, beneran kamu gak jadi ikut nganter mas ke terminal?", tanya Danang kepada Lintang


"Hehehe pengennya ikut mas, tapi tiba-tiba badan Lintang kerasa capek, maaf ya mas", jawab Lintang.


"Iya deh gak apa-apa. Ingat pesan mas ya, dijaga baik-baik kandungannya, jangan sering berpikir yang aneh-aneh. Kalau ada selisih paham sama Agum langsung dibicarakan", nasihat Danang.


Lintang mengangguk paham "iya mas, inshaallah, mas Danang hati-hati di jalan ya. Sampaikan salam Lintang untuk mbak Nunik di rumah"


"Iya Lin, nanti mas sampaikan. Sampaikan juga salam mas untuk ibumu di rumah ya, maaf, mas tidak bisa pamitan secara langsung" ucap Danang.


"Iya mas, nanti Lintang sampaikan"


"Makasih juga selama mas ada di Jogja, kamu menjamu mas dengan baik, sering ngrepotin kamu malah, hehehe", sambung Danang


Lintang tersenyum "enggak kok mas"


"Gum, kalau Lintang udah lahiran ajak main ke Surabaya ya, biar bisa ketemu juga kenal sama Nunik", ucap Danang


"Iya mas, bisa direncanakan dan bisa diatur", jawab Agum.


Danang menggendong ranselnya, ia letakkan di box mobil Agum. Kemudian duduk di samping Agum yang ada di balik kemudi. Perlahan mobil yang dikendarai Agum pun melaju meninggalkan halaman kontrakan Lintang.


.


.


.


. bersambung

__ADS_1


Hai-hai para pembaca tersayang.. jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentar kalian semua ya.. terima kasih


Salam love, love, love 💗💗💗


__ADS_2