
Warna-warni lampu lampion terlihat begitu indah di salah satu taman hiburan yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggal Lintang, malam ini. Di tempat itu menyajikan bermacam-macam bentuk lampion, mulai dari bentuk-bentuk bunga, pohon, dan beberapa karakter animasi yang pastinya sudah sangat familiar di mata anak-anak seumuran Nana.
Selain terdapat berbagai macam bentuk lampion, taman hiburan itu juga menyediakan wahana permainan anak, seperti bom-bom car, komedi putar, bianglala mini, odong-odong, istana balon, dan kolam mandi bola.
Tempat ini menjadi salah satu incaran para orang tua yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya. Apalagi di weekend seperti ini, taman lampion ini selalu dipenuhi oleh pengunjung.
"Bunda lihat sini!", teriak Nana yang terlihat asyik sedang menikmati bom-bom car bersama Agum
"Iya sayang, hati-hati!", jawab Lintang pula.
Lintang mengambil ponsel dari dalam tas nya. Kemudian ia mengabadikan momen kebersamaan Agum dengan Nana malam ini melalui fitur kamera dari ponselnya.
Lintang duduk di kursi kayu yang letaknya di tepi kolam ikan dan tidak jauh dari tempat Agum dan Nana menikmati wahana bom-bom car. Ia mengedarkan pandangan matanya sambil menikmati suasana sekelilingnya yang terasa begitu ramai. Tiba-tiba pandangan matanya berhenti pada satu titik.
Ia melihat seorang wanita dengan membawa dua orang anaknya yang terlihat sedang asyik berfoto di depan karakter Spiderman yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk.
Lintang mengernyitkan dahi. "Reni?", ucapnya lirih.
Lintang tersenyum kecil. Ternyata takdir selalu saja membawanya untuk kembali lagi bertemu dengan wanita itu. Seorang wanita yang pernah mengusik ketenangannya dan seorang wanita yang sempat membuat Lintang hilang kepercayaan terhadap suaminya.
Dalam hati Lintang merapalkan doa, semoga Reni tidak menyadari keberadaannya di sini, tapi ternyata sebaliknya. Terlihat Reni berjalan ke arah Lintang dengan menggandeng kedua anaknya di sisi kanan dan kirinya. Dan pandangan keduanya pun saling bertemu.
"Mbak Lintang?", sapa Reni. "Sama siapa ke sini mbak?", sambungnya pula.
"Eh, mbak Reni. Itu sama mas Agum juga Nana mbak", jawab Lintang sambil menunjuk ke arah suami dan anaknya. "Mbak Reni cuma sama anak-anak?, suami gak ikut mbak?", sambung Lintang basa-basi.
Reni hanya tersenyum kecil. "Enggak mbak, suamiku sedang ada di luar kota"
Lintang pun mengangguk. "Hallo sayang, wah kalian sudah terlihat makin besar ya, terakhir tante ketemu kalian, kalian masih kecil-kecil", ucap Lintang mencoba menyapa anak-anak Reni. "Oh iya nama kalian siapa?", sambung Lintang pula.
"Namaku Rio dan ini adikku namanya Farel tante", jawab anak sulung Reni.
Lintang pun tersenyum dan mengangguk. Tak lama kemudian Agum dan Nana keluar dari wahana permainan, dan menghampiri Lintang dan juga Reni yang terlihat sedang asyik ngobrol.
__ADS_1
"Mbak Ren, udah lama mbak?", tanya Agum kikuk saat menyapa wanita yang saat ini sudah berhasil merebut perhatiannya itu.
Reni pun tersenyum kikuk juga. "Belum mas, baru saja nyampai". "Ini pasti Nana ya?, kamu sudah besar ya sayang?", sambung Reni mencoba mengajak berbicara Nana.
Nana terlihat bingung melihat ada orang asing yang belum ia kenal. Nana pun memeluk kaki Lintang seolah bersembunyi di balik kaki Lintang. "Itu siapa bunda, Nana gak kenal?", tanya Nana lirih.
Lintang pun mencoba untuk menggendong putrinya. "Sayang, tidak boleh seperti itu. Ayo salim dulu sama tante Reni, tante Reni itu temannya ayah"
Nana pun menjabat tangan Reni dan bergantian dengan kedua anaknya.
"Nah, kalau kakak-kakak ini, anaknya tante Reni sayang namanya kak Rio sama kak Farel", ucap Lintang
"Terus ayah dari kakak-kakak ini di mana bunda?", tanya Nana polos
Sontak yang ada di sana pun terkejut mendengarkan pertanyaan polos Nana. Lintang, Agum, dan Reni pun saling melirik. Dan seketika hawa di sekelilingnya terasa tidak enak.
Lintang mengusap rambut Nana. "Sayang tidak boleh bicara seperti itu ya, itu tidak sopan",
Nana pun mengangguk. "Iya bunda"
"Tidak apa-apa mbak, namanya juga anak-anak", jawab Reni. "Oh iya, jika boleh, saya nitip anak-anak sebentar mbak, mas, saya mau ke toilet", sambung Reni
"Oh silakan mbak, biar anak-anak di sini dulu", jawab Lintang.
Reni pun meninggalkan mereka dan menuju toilet. Sesampai di toilet ia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan untuk seseorang.
Tiba-tiba ponsel Agum bergetar. Ada satu pesan di aplikasi whatsap nya.
Mama❤️: aku tunggu di toilet mas
Agum menyunggingkan sedikit senyumnya yang hampir tidak terlihat oleh Lintang.
Me: oke ma, tunggu ya.. ❤️❤️
__ADS_1
"Dek, aku booking tempat buat makan dulu ya. Setelah ini kalau kita makan sekalian ngajak Reni dan anak-anaknya gak apa-apa kan?", tanya Agum meminta pendapat.
Lintang memutar kedua bola matanya. Ingin rasanya ia mengatakan tidak, tapi ia juga merasa tidak enak juga jika tidak mengajak Reni dan anak-anak nya sekalian.
"Boleh mas, silakan". Akhirnya jawaban itulah yang terlontar dari bibir Lintang.
Agum pun mengangguk. "Ya sudah, aku booking tempat dulu ya dek", Lintang pun mengangguk.
**********
Di sebuah kolam teratai yang terletak di belakang toilet dan suasananya begitu temaram, terlihat dua sosok manusia sedang duduk di kursi kayu panjang yang ada di depan kolam itu.
"Mas, aku kangen banget sama kamu", ucap Reni sambil memeluk lengan Agum dan menyandarkan kepalanya di pundak Agum
Agum tersenyum. "Aku juga sayang, kangen banget sama kamu. Padahal baru kemarin kita bertemu tapi aku udah kangen aja, makannya tadi aku ngirim pesan ke kamu agar kamu bisa nyusul aku ke sini"
Tak selang lama, Agum dan Reni saling menatap. Tatapan mereka semakin dalam seolah turut menuntun bibir mereka untuk saling menyentuh. Dan ciuman panas itu pun terjadi lagi.
"Mas, udah yuk. Nanti istrimu curiga loh", ucap Reni tiba-tiba sambil membersihkan lipsticknya yang belepotan setelah berciuman dengan Agum.
"Iya sayang, tapi kamu duluan yang ke sana. Kalau bareng-bareng Lintang bisa makin curiga", ucap Agum sambil mengusap bibirnya pula berusaha membersihkan bekas lipstick Reni yang menempel di bibirnya.
Akhirnya Reni pun lebih dulu kembali ke tempat Lintang beserta anak-anaknya. Dan Agum, pergi ke salah satu restorant yang ada di dalam taman hiburan ini untuk membooking tempat.
.
.
.
. bersambung
Hai-hai para pembaca tersayang. Terima kasih banyak ya sudah berkenan mampir di novel pertamaku ini. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like dan juga komentar kalian semua ya... terima kasih..
__ADS_1
Salam love, love, love💗💗💗