
Tok.. tok... tok...
Agum tersadar dari lamunannya setelah mendengar pintu ruang kerjanya diketuk. Ia mengusap wajah juga rambutnya kasar berusaha menyadarkan dirinya sendiri dari memory yang kini terasa mengusiknya.
"Iya silakan masuk!", jawab Agum
Terlihat Aan masuk ke dalam ruangan Agum dengan membawa setumpuk berkas di tangannya.
"Ini rekap laporan hari ini mas", ucap Aan sambil meletakkan berkas itu di atas meja.
"Oke An, makasih. Hari ini apa ada kendala, atau mungkin keluhan dari customer ?", tanya Agum.
"Tidak mas, semua kiriman bisa diantar tepat waktu, jika memang ada keterlambatan ya karena faktor teknis, seperti motor maupun mobil tiba-tiba mogok", jawab Aan
"Baik An. Untuk driver juga kurir tolong diingatkan untuk service kendaraan secara berkala ya. Kendaraan untuk operasional biasanya harus ekstra pemeliharaan", ucap Agum menjelaskan.
"Baik mas", jawab Aan.
"Mas gak pulang, udah jam delapan lebih loh ini", sambung Aan pula
"Iya, habis ini mau pulang. Capek lama-lama di kantor, udah kangen istri juga, hehehe", jawab Agum. Aan pun ikut terkekeh.
********************
"Assalamu'alaikum sayang", ucap Agum ketika sampai di depan rumah.
"Wa'alaikumsalam mas", jawab Lintang sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Mas laper sayang, hehehe", ucap Agum sambil mencium pipi Lintang.
"Mas mandi dulu ya, biar adek siapin makan malamnya", jawab Lintang.
Agum bergegas menuju kamar mandi. Tak lama kemudian ia selesai dan kemudian duduk manis di ruang makan untuk menyantap makan malam.
"Hari ini gimna kerjaannya mas, lancar?", tanya Lintang sembari mengambil nasi untuk Agum
"Alhamdulillah lancar dek", jawab Agum
"Alhamdulillah kalau gitu mas", ucap Lintang
"Dedek hari ini apa kabar, apa dia rewel?", tanya Agum sambil mengusap perut Lintang.
Lintang tersenyum "Enggak mas, dedek enggak rewel kok. Lintang juga gak merasa mual ataupun muntah juga tuh"
Agum tersenyum. Mengetahui istrinya tidak mengalami morning sickness ada sebuah kelegaan dalam hatinya. Ia khawatir jika harus meninggalkan istrinya dalam keadaan yang lemah karena terlalu sering muntah- muntah. Tetapi ia lihat kondisi istrinya begitu sehat semasa kehamilan ini. Karena memang ia tidak pernah mendapati istrinya mual maupun muntah di pagi hari seperti yang dialami kebanyakan wanita hamil.
"Hari ini mas ketemu sama mbak Reni?", tanya Lintang tiba-tiba
__ADS_1
Uhuk.. uhuukkk
Agum tersedak. Kemudian ia meneguk air putih yang ada di depannya.
"Kenapa adek tanya seperti itu?", Agum balik bertanya dengan mimik muka penasaran.
"Gak apa-apa mas, adek cuma merasa sedikit..."
Agum memegang tangan Lintang dan menatapnya dengan tatapan yang dalam.
"Jangan berpikir aneh-aneh sayang, ingat kamu sedang mengandung. Mas tidak ada hubungan apa-apa dengan Reni, hanya teman biasa", ucap Agum dengan nada sedikit lirih.
Lintang tersenyum kecut "Maafkan adek mas, adek cuma merasa sedikit risau"
Agum menarik tangan Lintang, hingga kini ia berdiri di depan Agum kemudian ia mendudukkannya di atas pangkuannya.
"Percaya sama mas, sayang. Mas tidak ada hubungan apa-apa dengan Reni", bisiknya di telinga Lintang.
***********************
Jam dinding baru menunjukkan pukul sembilan pagi. Lintang tengah sibuk di kamar mandi dengan cuciannya. Hari Minggu seperti ini memang waktu yang lebih sedikit santai karena Agum libur sehingga tidak terlalu sibuk untuk mengurus keperluan suaminya di pagi hari.
"Sayang, kita jalan- jalan yuk", ucap Agum yang tetiba berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Mau jalan- jalan kemana mas?", tanya Lintang sambil menyikat cuciannya.
"Kita ke supermarket aja yuk dek, sekalian beli susu untuk kamu", jawab Agum.
"Makasih ya mas, mas udah perhatian banget sama adek juga anak kita", ucap Lintang
Agum menghampiri Lintang "Sayang, kamu juga anak kita ini sangat berarti untuk mas. Jadi untuk siapa lagi perhatian mas ini kalau bukan untuk kalian, hemm?"
"Makasih banyak mas", ucap Lintang sambil mengecup bibir Agum.
Agum tersentak, ada sesuatu yang tiba-tiba terasa ngilu "Sayang, tanggung jawab kamu!!",
"Aaaaaaaaaaaaaaa MAS!!!!!!" teriak Lintang saat Agum mendekap erat tubuhnya.
****************
Salah satu pusat perbelanjaan kota Jogja terlihat begitu padat siang ini. Antrian terlihat mengular di depan kasir. Orang- orang terlihat berjejer dengan troli yang penuh dengan barang belanjaan mereka.
Lintang berjalan menyusuri lorong-lorong supermarket yang menyajikan berbagai jenis kebutuhan rumah tangga. Diikuti Agum sambil mendorong troli di belakangnya. Ia memasukkan ke dalam troli keperluan bulanannya, seperti deterjen, gula, beras, kopi, minyak goreng, telor, dan tak lupa beberapa box susu ibu hamil untuk tambahan nutrisi nya.
Sampai di depan freezer besar tempat berbagai macam olahan laut, ia berhenti. Ia melihat ada ikan tuna segar yang menggugah seleranya.
"Sayang mau ambil apa?", tanya Agum melihat istrinya berhenti di deretan olahan laut itu.
__ADS_1
"Adek pengen ikan tuna itu mas", jawab Lintang sambil menunjukkan telunjuknya.
"Ambil saja sayang, kamu mau beli berapapun mas beliin", ucapnya sambil tersenyum.
"Makasih mas", jawab Lintang sambil menggelayut manja di lengan suaminya.
"Doain praktek dukun mas laris ya sayang, jadi bisa beliin kamu apa aja, hahaha", bisik Agum sambil terbahak.
"Hihihihihi mas ini bisa aja!", jawab Lintang sambil mencubit pinggang suaminya.
Mereka melanjutkan mengelilingi supermarket itu. Sambil mengobrol juga terlihat sesekali tertawa- tawa. Dan quality time mereka hari ini, mereka habiskan di pusat perbelanjaan itu.
"Itu bukannya mbak Reni mas?", tanya Lintang sambil menunjuk ke arah seseorang yang mirip dengan Reni yang ada di dekat kasir.
Agum mengikuti arah telunjuk Lintang. Dan benar saja dia adalah Reni. Ia terlihat sedang berjalan- jalan dengan suami juga kedua anak laki-lakinya.
"Apa perlu kita balik kanan dek, biar kamu tidak ketemu Reni?", tanya Agum ke Lintang takut jika mood istrinya itu menjadi buruk.
"Hemmm, gak perlu mas, Lintang gak apa-apa kok", jawabnya
Akhirnya mereka lanjutkan langkah kaki mereka menuju kasir. Dan benar sebelum sampai kasir, Reni melihat kehadiran Agum juga Lintang.
"Hei mas, lagi belanja juga?", tanya Reni menyapa Agum
"Iya mbak. Loh mana suami juga anakmu mbak?", tanya Agum
Tak lama kemudian munculah tiga orang laki-laki. Mereka adalah suami juga kedua anak Reni.
"Gum, belanja apa?", tanya Tomi sambil berdiri di samping Reni
"Ini Tom, belanja kebutuhan bulanan sama susu untuk Lintang, iya kan sayang?", ucap Agum sambil mengalungkan lengannya ke pinggang Lintang. Lintang tersentak.
Kenapa tiba-tiba mas Agum jadi se intim ini?, apa ia sengaja memamerkan kemesraan kita dengan posisi seperti ini di depan Reni?
"Eh iya mas", jawab Lintang kikuk.
"Ini istri kamu Gum?", tanya Tomi kepada Agum.
Agum pun memperkenalkan Lintang kepada Tomi dan juga kedua anak Reni yang masih berusia sekitar lima tahun dan tiga tahun.
"Wah masih terlihat muda ya", ucap Tomi. Lintang pun hanya tersenyum.
Tomi melihat ke arah troli yang dibawa Agum.
"Loh itu kok beli susu untuk ibu hamil, istri kamu hamil Gum?", tanya Tomi pula
Agum tersenyum "Iya Tom, alhamdulillah. Sudah jalan dua bulan",
__ADS_1
"Selamat ya Gum, mbak Lintang", ucap Tomi.
Lintang hanya mengangguk. Reni sedari tadi hanya terlihat diam. Sangat berbanding terbalik ketika bertemu Lintang dan Agum saat makan malam beberapa hari yang lalu. Kini ia cenderung tidak banyak bicara. Agum dan Tomi pun melanjutkan obrolannya sampai akhirnya Agum berpamitan undur diri.