
"Jika esok atau entah kapan hal seperti ini aku temui lagi, aku tidak bisa menjamin bisa memaafkanmu mas", jawab Lintang
"Aku janji sayang!", ucap Agum sambil memeluk tubuh Lintang
Lintang melengkungkan senyum bibirnya. Ia memang tidak bisa berlama-lama untuk kesal terhadap suaminya. Karena bagaimanapun juga saat ini dirinyalah yang menjadi pemenang sebagai istri Agum, bukan wanita di masa lalunya itu.
Drrrrrtttt.... drrrttttttt
Tiba-tiba ponsel Agum di atas nakas berbunyi. Lintang merenggangkan pelukannya. Agum mengambil ponsel itu. Ia mengernyitkan dahi. Lintang mengamati ekspresi wajah suaminya. Dengan gerakan cepat ia merebut ponsel Agum.
"Masih belum kamu ganti juga mas?", seru Lintang sambil memberikan ponsel itu ke Agum. Ia pun berjalan meninggalkan Agum
"Sa-sayang. Iya ini aku ganti sayang!!", ucap Agum sambil menarik tangan Lintang, menahan ia pergi.
Panggilan di ponsel itu Agum tolak. Karena bagaimanapun juga ia tidak ingin membuat Lintang berpikir yang macam-macam.
"Kenapa tidak diangkat mas?, apa aku mengganggu?", tanya Lintang
"Ti-tidak sayang, justru aku jauh lebih mementingkan kamu daripada panggilan telepon ini, kamu yang lebih penting dari siapapun juga sayang", jawab Agum
Lintang tersenyum kecut "Benarkah?"
"Iya sayang, sekarang terserah, kamu mau ngasih kontak Reni dengan nama apa", ucap Agum sambil menyodorkan ponselnya ke Lintang.
Lintang memutar bola matanya "Benarkah aku boleh kasih nama apa aja?"
"Iya terserah kamu sayang, asal kamu percaya lagi kepadaku", jawab Agum
Lintang mengetikkan nama di ponsel Agum. Menyerahkan kembali ponsel ke tagan Agum dan kemudian melenggang pergi.
Agum melihat layar ponselnya, mencari tahu nama apa yang Lintang kasih untuk nomor Reni.
__ADS_1
Matanya terbelalak dan disusul dengan senyum tipis "Suket teki??"
**************
"Dijaga baik-baik ya Lin kandunganmu. Jangan terlalu banyak beban pikiran", nasihat Danang di saat sarapan pagi.
"Iya mas, Lintang akan menjaganya baik-baik. Lagipula masalah aku sama mas Agum sudah selesai kok", jawab Lintang
"Kamu juga Gum, harus bisa jaga perilaku, saat ini ada hati yang harus kamu jaga", sambung Danang sambil menatap ke arah Agum
"Iya mas", jawab Agum patuh. "Maafkan aku ya sayang", sambung Agum kepada Lintang.
Lintang mengangguk pelan "Iya mas, udah adek maafin"
Ya, drama sebuah nama "mami" di ponsel Agum pun telah berakhir. Meski dalam hati Lintang masih terbesit kekhawatiran namun ia mencoba berdamai dengan dirinya sendiri. Ia berpikir bagaimanapun juga Reni hanyalah sebuah masa lalu, yang tidak akan mungkin pernah terulang kembali.
************
Agum terlihat pulas tidur siang di ruang tamu bersama Danang beralaskan tikar. Hari Minggu seperti ini memang waktu yang pas untuk bersantai- santai.
Ceklek.....
Terdengar pintu kamar Lintang terbuka. Munculah Agum dari balik pintu kamar itu kemudian menghampiri Lintang.
"Sudah bangun mas?", tanya Lintang
"Iya sayang, sepertinya aku sudah terlalu lama tidur siang", jawab Agum sambil memeluk tubuh Lintang dari belakang.
"Mau makan?", tanya Lintang
Agum masih sibuk dengan aktivitasnya menciumi tengkuk Lintang. Seketika membuat tubuh Lintang menegang, saat merasakan hembusan nafas begitu terasa di leher juga belakang telinganya.
__ADS_1
"Jam segini kenapa mandi sayang?", tanya Agum. Ia masih sibuk menyapu seluruh tubuh Lintang dengan sapuan tangan yang terasa begitu merangsang.
"Adek gerah mas!", jawab Lintang dengan menahan sedikit rasa geli.
"Kenapa tadi tidak bangunin aku dulu sayang?", tanya Agum, masih menghujani Lintang dengan ciuman-ciuman panas.
"Kenapa harus membangunkan sampeyan dulu mas?", tanya Lintang.
"Aahhh....", Lintang tersentak, saat Agum menggigit dan menghisap leher Lintang sehingga meninggalkan kissmark di sana.
Tangan Agum menarik ikatan yang ada di handuk kimono Lintang kemudian, menelusupkan tangannya ke area dada Lintang.
"Sayang, aku pengen", ucap Agum dengan suara yang sedikit parau.
"Aaahh mas..", Lintang melenguh.
Tak bisa dipungkiri, lenguhan- lenguhan Lintang yang keluar dari bibirnya seolah semakin membangkitkan gejolak yang ada dalam tubuh Agum.
Agum mengajak Lintang untuk berdiri dari posisi duduknya. Kemudian ia memeluk tubuh Lintang dengan erat kemudian mencium bibir tipis istrinya itu dengan ciuman dalam, dan ia pun menuntun langkah Lintang menuju ranjang. Ia rebahkan tubuh Lintang, kemudian......
Adegan hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.. 😂
.
.
.
. bersambung
Hai- hai para pembaca tersayang.. jangan lupa tinggalkan jejak like juga komentar kalian semua yaa... terima kasih
__ADS_1
Salam love, love, love💗💗💗