
Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan pun berganti. Pernikahan Lintang dan Agum kini telah menginjak usia tiga bulan. Perlakuan Agum kepada Lintang masih begitu romantis sama seperti awal mereka menikah. Hal itulah yang membuat Lintang semakin mencintai suaminya itu. Yang lebih menggembirakan, kini ibu Ranti sudah mulai bisa berjalan, meski pelan- pelan, ia tak perlu lagi menggunakan kursi rodanya untuk beraktifitas di luar.
"Dek, apa belum ada tanda- tanda kamu hamil?", tanya Agum kepada Lintang di kamar pribadi mereka
Lintang tersenyum "Mas, sudah gak sabar pengen cepet- cepet punya momongan ya?",
Agum mengangguk. Lintang menarik nafas dalam. Tidak dipungkiri dalam hatinya juga terbesit sebuah kekhawatiran jika ia tidak bisa menjadi istri yang sempurna. Tapi Lintang segera menepis segala kekhawatirannya itu. Ia yakin bahwa ia baik- baik saja dengan kondisinya, hanya tinggal menunggu Allah ngasih kepercayaanNya saja.
"Yang sabar ya mas, adek yakin kalau sudah waktunya pasti dikasih", sambung Lintang. Agum masih terdiam dalam pikirannya sendiri
"Atau mas mau kita cek kesehatan reproduksi kita masing- masing?", ucap Lintang menawarkan
"Maksud adek?", tanya Agum
Lintang tersenyum "Kita periksa kesuburan masing- masing. Semisal dari adek yang memang tidak bisa ngasih keturunan, maka adek akan izinkan mas untuk menikah lagi".
Agum tersentak "Lalu kalau dari mas yang tidak bisa ngasih keturunan bagaimana?",
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mas, apapun kondisinya", jawab Lintang singkat.
Agum pun memeluk erat istrinya. Dada Lintang merasa sesak saat ia mengatakan bahwa ia memberi izin suaminya untuk menikah lagi apabila ia benar- benar tidak bisa memberikan keturunan untuk Agum. Karena bagaimanapun ia tidak ingin berbagi suami dengan wanita lain, dan hal itulah yang membuat air matanya menetes satu per satu.
"Adek harap mas sabar ya, Allah lebih tahu kapan waktu terbaiknya" , ucap Lintang lirih
"Iya sayang", jawab Agum sambil mengecup pucuk kepala Lintang.
************************
Pagi ini Lintang terlihat bermalas- malasan tidur di atas kasurnya. Setelah selesai mencuci ia memilih merebahkan di atas kasur. Akhir- akhir ini ia merasa tubuhnya sering merasa lelah, padahal tidak ada beban berat yang menemani aktivitasnya sehari- hari.
Pikirannya menerawang, ia teringat pembicaraan terakhir dengan suaminya beberapa hari yang lalu tentang memberi izin menikah lagi. Sungguh ia sangat tidak rela jika harus berbagi suami dengan wanita lain. Pikirannya semakin kalut, hingga ia mengingat akan suatu hal
Eh, bukankah seharusnya aku sudah kedatangan tamu bulanan?, Astaga ya Allah, bulan kemarin sepertinya aku tidak datang bulan. Apa aku sedang hamil?
Lintang segera beranjak. Ia mematutkan tubuhnya di depan cermin. Kemudian melihat kalender yang ada di atas nakas. Benar saja ternyata bulan kemarin ia tidak mendapati tamu bulanannya.
__ADS_1
Lintang berjalan menuju dapur. Di dapur terlihat Mimin sedang sibuk memasak, ditemani ibu mertuanya yang duduk di kursi makan.
"Loh kamu yang masak dek?", tanya Lintang sambil mengupas buah jeruk di sebelah ibu Ranti
"Gak apa-apa mbak, Mimin lihat mbak Lintang sedang tidak enak badan karena akhir- akhir ini lebih sering tidur di kamar, hihiihihi", jawab Mimin sambil tertawa renyah
"Hehehehe maafkan Lintang ya bu, akhir- akhir ini Lintang merasa gampang lelah, padahal juga tidak kerja apa-apa", ucap Lintang ke ibu mertuanya merasa tak enak hati
"Kamu sakit mbak?", tanya ibu Ranti
"Tidak bu, cuma badan terasa sering lelah saja", jawab Lintang
"Ya sudah, istirahat saja di kamar mbak, biar pekerjaan rumah dikerjakan sama Mimin", saran ibu Ranti
Lintang pun beranjak kemudian kembali ke kamar. Ia rebahkan kembali tubuhnya di atas kasur. Pikirannya menerawang lagi
Apa iya aku hamil?, tapi kalau aku hamil kenapa aku sama sekali tidak merasa mual ataupun muntah- muntah seperti kebanyakan orang hamil?, dan kenapa aku malah merasa sehat- sehat saja bahkan aku lebih banyak tidur akhir- akhir ini. Haaduuhhhh, aku kasih tau mas Agum gak ya, tapi kalau ini hanya sekedar telat biasa gimana?, hemmm besok aja coba aku test sendiri dulu
Lintang sibuk ber-monolog di dalam hati. Ia merasakan semilir angin yang masuk malui jendela kamarnya yang seolah mengajak matanya untuk segera terpejam. Tak lama kemudian ia pun tidur dalam lelapnya.
*********************
Lintang mengerjapkan matanya, mencoba meraih kesadarannya. Terlihat di dalam kamar sudah ada Agum, ibu Ranti, dan Mimin.
"Mas, ini ada apa kok pada ngumpul di kamar?", tanya Lintang kebingungan
"Dek, kamu kenapa?, kamu sakit? ibu itu panik dari tadi siang kamu gak keluar- keluar kamar", tanya Agum beruntun
"Emang ini jam berapa mas?", tanya Lintang linglung
"Jam lima sore dek, hampir setengah enam", jawab Agum
"Astaga ya Allah, adek belum sholat asar mas!!", teriak Lintang sambil berlari menuju kamar mandi. Tiba-tiba
BUGG, aawwwwww!!!
__ADS_1
Agum, bu Ranti, Mimin menoleh ke sumber suara dan nampak Lintang sudah terkapar di depan pintu kamar mandi.
"Sayang kok bisa jatuh gini sih?, hati- hati toh", ucap Agum sambil membantu Lintang berdiri
"Hehehe Lintang terpeleset mas, depan pintu kamar mandi licin", jawab Lintang sambil terkekeh
Agum pun memapah Lintang untuk mengambil air wudhu. Kemudian ia bergegas menunaikan kewajibannya walaupun sudah sangat terlambat.
*********************
"Mas mau makan malam sekarang?", tanya Lintang yang duduk di depan walk in closet sambil menyisir rambutnya
Agum menyeringai "Mas lagi gak pengen makan sayang"
"Mas tadi sebelum pulang makan dulu?", tanya Lintang
"Enggak", jawab Agum sambil menggelengkan kepalanya
"Lalu?", tanya Lintang
"Mas pengen mandi sayang", jawab Agum sambil menghampiri istrinya
"Mandi?, ya tinggal mandi aja toh mas, handuknya sudah ada di kamar mandi, sabun juga shampo juga sudah ada, lalu mau nunggu apalagi?", tanya Lintang bingung
Agum mengusap lengan Lintang. Kemudian membungkukkan badannya hingga menyamai tinggi Lintang yang sedang dalam posisi duduk, kemudian ia letakkan kepalanya di ceruk leher istrinya itu. Tubuh Lintang sedikit meremang dan mulai merasakan bulu kuduknya berdiri merasakan nafas Agum tepat di bawah telinganya.
"Mas lagi pengen dimandiin sayang", bisik Agum sambil menggigit kecil telinga Lintang
"Iihhhhhh mas kenapa sih, kok pake minta dimandiin segala, biasanya mandi sendiri kan?", protes Lintang sambil berusaha menahan gejolak yang ada dalam dirinya.
"Hari ini mas lagi gak pengen seperti biasa sayang, mas pengen dimandiin", bantah Agum
"Ayo sayang, nanti adek bisa bantuin gosok punggung mas", sambung Agum dengan suara yang sudah sedikit parau
Lintang menyerah, tak kuasa untuk menolak permintaan suaminya yang sedang menginginkannya. Tak lama kemudian Agum membawa tubuh istrinya ke dalam kamar mandi. Dan mereka pun mandi bersama. 😂
__ADS_1