Titik Balik

Titik Balik
DUABELAS


__ADS_3

Matahari masih malas menampakkan wajahnya. Ia memilih bersembunyi di balik awan putih namun masih saja sinarnya terasa hangat saat menyentuh kulit.


Lintang tengah sibuk mengucek pakaian kotor di kamar mandi. Selesai sarapan ia memilih melanjutkan aktifitas mencuci. Meskipun ada mesin cuci, namun ia tetap mengucek dengan tangan. Sedangkan mesin cuci hanya berfungsi sebagai mesin pengering saja baginya.


"Dek, kan ada mesin cuci, ngapain dikucek pakai tangan segala?", tanya Agum menghampiri Lintang ke dalam kamar mandi.


"Gak apa-apa mas, lebih bersih kalau dikucek pakai tangan", jawab Lintang


"Terus fungsi mas beli mesin cuci itu untuk apa sayang?," tanya Agum gemas


"Tenang mas, masih berfungsi sebagai mesin pengering kok, hehehe", jawab Lintang asal. Agum hanya geleng- geleng kepala


"Hari Minggu gini enaknya ngapain ya dek?", tanya Agum dengan nada genit


"Mas, baru semalem loh, masak sekarang minta lagi?", jawab Lintang sambil mengerucutkan bibirnya.


Agum tertawa terbahak "Iiihhhhhh adek nih mikir apa, emang siapa yang mau minta jatah lagi?, padahal maksud mas gak minta itu, tapi kalau adek mau, ayo kita main lagi"


"Hahahahaha jadi maksud mas mau ngapain?", tanya Lintang


"Emmmmm, kita jalan- jalan yuk dek. Ke pantai Depok mau enggak?, sekalian lihat sunset?", tanya Agum memberi usul


Wajah Lintang berbinar "Waaaaaaa pantai?, mau mas mau mau!!!", jawab Lintang kegirangan.


"Ya sudah selepas dzuhur kita berangkat ya, sekarang adek selesaiin dulu nyucinya. Hooaaaam..., Mas mau lanjut tidur bentar", perintah Agum sambil menguap


"Oke mas!", jawab Lintang sambil mengacungkan ibu jarinya


"Atau.....", ucap Agum menggantung


"Atau apa mas?", tanya Lintang penasaran


"Atau adek mau nemenin mas bobok dulu, habis itu baru lanjutin nyuci lagi?", tanya Agum dengan seringai nakal


"Iiiiiihhhhh mas Agum, udah deh jangan mulai lagi!", jawab Lintang sambil melempar sikat cuci ke arah Agum. Yang dilempar hanya mengaduh kemudian berlalu meninggalkan kamar mandi.


***************

__ADS_1


Jam dinding menunjukkan pukul satu siang. Nyatanya matahari masih juga malu- malu untuk memancarkan sinarnya dan membuat hari ini agak temaram.


"Kalau kayak gini, apa mungkin ada sunset mas?", tanya Lintang sambil memakai kerudung segitiganya


"Gak apa-apa sayang, meski gak ada sunset kita di sana juga bisa menikmati seafood. Mas lagi pengen makan yang berbau laut, hehehe", jawab Agum sambil terkekeh


"Kalau cuma mau makan seafood di dekat- dekat sini kan banyak mas, kenapa mesti jauh- jauh ke pantai Depok?", tanyanya pula


"Hemmmm sayang, di sana kita juga bisa sekalian refrehing, emang adek mau kita cuma refreshing di atas tempat tidur aja?", jawab Agum menyeringai


Lintang pun hanya menggeleng- gelengkan kepalanya. Selalu saja ucapannya dikalahkan telak oleh jawaban Agum yang menghubungkannya dengan aktifitas di atas tempat tidur.


Mereka berjalan beriringan menuju teras. Di sana telah terparkir sebuah motor matic yang sejak sepuluh menit yang lalu dipanaskan mesinnya oleh Agum.


Ibu Ranti nampak duduk di kursi teras kontrakan Lintang. Ditemani Mimin sambil mengupas buah apel.


"Bu, Lintang sama mas Agum pergi dulu ya", ucap Lintang berpamitan sambil memakai helm di kepalanya


"Mau ke mana mbak Lin?", tanya ibu Ranti sambil mengunyah apel.


"Kita mau refreshing sebentar bu, sambil bulan madu", jawab Agum asal


Lintang membonceng di belakang tubuh Agum. Membenarkan posisi boncengannya sampai pada posisi paling nyaman. Kemudian ia kaitkan lengannya untuk memeluk perut Agum dari belakang. Agum pun melajukan motornya. Menuju pantai, menghabiskan hari libur kali ini bersama istri tercintanya.


**********************


Lintang duduk di tepi pantai sambil termenung melihat hamparan laut luas yang ada di depan matanya. Terdengar gemuruh suara deburan ombak juga terlihat ombak yang bergulung- gulung memecah pantai. Menghempaskan air yang ia bawa dari tengah laut hingga ke tepi pantai dan membuat kaki Lintang basah.


Agum menjahili istrinya dengan memercikkan air pantai ke tubuhnya, yang seketika membuyarkan lamunannya.


"Iiihhhh maasss!!!, baju adek jadi basah nih!!", rengek Lintang sambil beranjak dari duduknya


"Ke pantai kalau gak basah itu gak afdol sayang, hahahaha", ucap Agum berkali- memercikkan air ke badan istrinya, sambil berlari.


Mereka pun berlarian di tepi pantai. Terdengar sesekali riuh tawa dari keduanya yang seakan memberi kabar pada dunia bahwa mereka begitu menikmati hari ini.


Lintang berhasil menangkap tubuh Agum, kemudian membalas kejahilan suaminya dengan membuatnya basah pula. Tawa puas keluar dari bibir Lintang yang berhasil membalas. Agum kemudian mengunci tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Lama ia memeluk tubuh istrinya itu, yang membuat dada Lintang terasa terhimpit. Ia renggangkan pelukannya, ia tatap lekat wajah Lintang yang sudah terlihat memerah karena karena merasa malu ditatap seperti itu.


Sorot mata Agum bak busur panah yang menancap tepat di dada Lintang yang selalu saja membuat tubuh Lintang bergetar. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang yang terasa menentramkan jiwa.


"Aku mencintaimu sayang", ucap Agum sambil mencium bibir istrinya. Lama mereka tenggelam dalam ciuman itu. Hingga Lintang mulai kehabisan nafas, Agum pun melepaskan ciumannya.


"Aku juga mencintaimu mas, sangat mencintaimu", jawab Lintang sambil tersenyum


Agum pun kembali memeluk istrinya. Mereka seolah tidak peduli dengan beberapa pasang mata yang melihat adegan mereka. Toh tidak ada yang salah bukan, mereka sepasang suami istri jadi sah- sah saja mereka melakukan itu. Dunia serasa milik mereka berdua, yang lainnya ngontrak😂.


***********************


Semerbak aroma seafood terasa menusuk hidung. Kini di hadapan Lintang juga Agum sudah tersaji berbagai macam hidangan laut. Mulai dari cumi asam manis, udang tepung, kakap laut bakar, sup ikan hiu, juga kerang pedas manis.


Keinginan Agum untuk menikmati masakan laut, membuatnya tidak bisa menahan untuk memakan makanan sebanyak itu, yang bisa saja untuk satu RT. Lintang hanya menggeleng- gelengkan kepalanya.


"Mas sanggup menghabiskan ini semua?", tanya Lintang sambil menunjuk semua makanan yang ada di hadapannya.


"Sayang, kalau gak habis bisa kita bawa pulang kok, atau mau nambah lagi, sekalian untuk ibu mas, ibu adek, juga Friska", jawab Agum. Lintang masih melongo.


"Udah sayang, ayo makan!", perintah Agum


Lintang pun mengambilkan nasi untuk Agum. Ia meletakkan kakap bakar, cumi pedas manis, juga cah kangkung di atas piring lalu menyerahkan ke Agum dilanjutkan mengambil menu untuk dirinya sendiri.


"Makan yang banyak sayang, makanan laut itu bagus untuk program hamil loh", ucap Agum sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Uhuuk, uhuk, uhuk!", Lintang tersedak mendengar perkataan Agum.


"Kenapa sih sayang kog terkejut seperti itu?", tanya Agum sambil memberikan segelas air putih


"Adek udah siap untuk hamil kan?", sambung Agum pula


Lintang tersenyum. Ia paham suaminya memang terlihat ingin bersegera memiliki anak. Ya, tidak ada alasan bagi Lintang untuk menunda kehamilannya. Lagipula dia merasa akan menjadi wanita yang sempurna jika sudah berhasil mengandung dan melahirkan anak dari suaminya.


"Inshaallah Lintang sudah siap mas, kita tunggu Allah mempercayakan amanah ke kita ya" , jawab Lintang sambil mengelus pipi suaminya


Agum tersenyum simpul "Terima kasih sayang!"

__ADS_1


**************************


__ADS_2