
...^^^...
Belinda menghapus air mata yg telah membasahi seluruh pipinya, ia juga masih tidak yakin dengan rekaman video itu, bisa saja hanya manipulasi dari Fidya.
Yap, Belinda berdiri dengan kakinya sendiri setelah berfikir keras selama beberapa saat. sementara itu, Haikal masih terus menatap sang istri yg hanya menangis dari pandangan matanya.
Tap Tap
"Belinda, aku tidak mungkin menghianati dirimu! percayalah, aku tidak butuh wanita lain lagi." Haikal mengelus lembut kepala Belinda dan berusaha menenangkannya.
Mengingat Belinda sedang hamil, Haikal tidak ingin terjadi hal buruk pada istrinya.
"Maafkan aku Ren, sekarang aku hanya ingin pulang saja," turut Belinda yg masih tertunduk enggan melihat sang suami.
"Baiklah! sekarang bukan waktu yg tepat untuk berbicara padamu, kita pulang naik taksi saja," ajaknya dengan menggenggam tangan Belinda yg terasa gemetaran.
Belinda juga tidak habis fikir dengan ulah Fidya yg ingin menghancurkan rumah tangganya.
Akhirnya keduanya pulang dengan perasan yg campur aduk, Haikal merasa lebih tenang karna Belinda mau pulang bersama dengannya.
Kantor akan tetap dibuka walaupun mereka pulang kerumah, Haikal masih bisa memantau lewat Rasel karena dirinya juga ingin lebih tenang lagi setelah berada dirumah. Haikal menginformasikan pada seluruh karyawannya kalau sudah tepat jam pulang harus menutup kantor melalui penjagaan.
.
.
Satu sisi lain, Ricky benar benar ingin mencari kebenaran lewat Fidya. Ricky sungguh berhati hati ketika dirinya mengikuti Fidya dari belakang. alhasil Fidya naik taksi dengan gerak yg mencurigakan. lepas dari itu, Ricky bertambah yakin bahwa Fidya telah merencanakan sesuatu. makanya Ricky mengikuti langkah Fidya apapun caranya. ia mengikuti dengan memakai mobil miliknya. dia tidak ingin ketinggalan jejak Fidya dan memfokuskan pandangannya terhadap jalur yg diambil oleh taksi itu.
Tepat di sebuah bangunan tua, taksi itu berhenti dan dari kejauhan Ricky melihat Fidya turun dengan celingukan memperhatikan keadaan setiap orang disekitarnya.
"Apa yg akan dilakukan oleh wanita itu di sini?!" gumam Ricky dengan cepat membuka beltnya dan turun secara sigap.
Ricky mengendap endap di sisi mobil yg sedang berhenti. ia tak ingin Fidya menyadari kehadirannya.
Fidya berhati hati sekali dalam setiap langkahnya ia selalu menoleh ke belakang membuat Ricky merasa jengah dan jengkel. seolah olah Fidya mengetahui sesuatu yg membuat dirinya seperti itu.
__ADS_1
Jantung Ricky berdetak kuat setelah Fidya berhenti beberapa saat. untung saja Ricky berhasil lolos dengan bersembunyi di balik sebuah drum yg kosong hingga tercium bau bangkai didekatnya. alhasil, Ricky menahan nafasnya dengan hebat. karena ia begitu alergi dengan bau menyengat seperti itu. setelah itu Fidya mulai melangkah kembali karena sama sekali tidak menemukan apapun. dari situlah Ricky terbebas, dan segera menjauh dari drum tersebut.
"Ueeekkk..."
Ricky memuntahkan semua yg keluar dari perutnya. ia begitu tidak tahan sehingga refleks begitu saja.
Setelah beberapa saat, Ricky tengah berhasil mengikuti Fidya kembali. dari kejauhan Ricky melihat dua orang lelaki berjaga didepan pintu bangunan itu. yang satu terlihat begitu garang dengan rambut gimbal, satu lagi gondrong dan memilki kumis yg tebal.
Ricky keringatan setelah melihat kedua orang itu, ia mencoba memberanikan dirinya untuk mencari ide. bagaimana pun dia harus menemukan sesuatu yg sudah menjadi tanggung jawabnya. Karena mengingat Belinda beserta keluarganya sudah mengganggap dirinya ditengah keluarga mereka.
Perhatian dari kedua lelaki itu sangat tajam, Ricky merasa tersudut dengan tatapan itu, seakan dirinya tak bisa bergerak. ia celingukan melihat sekitanya, ternyata Tuhan masih menjaga dirinya. ia menemukan sebuah jalan tanpa mengundang perhatian dari kedua orang itu.
Ricky melangkah perlahan dibalik besi yg dibiarkan begitu saja. ia merunduk sambil memperhatikan mereka agar tidak melihatnya dan dirinya pun aman.
Krek
Astaga... ranting ini kenapa ada di sini segala?!!! batin Ricky ngedumel.
"Woi, siapa di sana!!" teriak kedua orang itu dan berlari cepat.
Hampir saja Ricky ketahuan, akhirnya dia bisa lolos dibalik lubang yg bersebelahan dengan besi tersebut.
"Balik lagi, ingat!! mata harus fokus, jangan sampai bos besar marah pada kita," turut ketuanya pula.
Mereka berbalik badan melangkah kembali ke tempatnya.
"Huuh... selamat... " gumam Ricky berulang kali mengelus dadanya yg amat sesak berada di lubang yg hanya pas untuk tubuhnya itu.
Ia keluar dengan bergerak sigap dan melanjutkan langkahnya sambil terus berhati hati karena penjagaan mereka terasa begitu ketat.
Aku harus tau, siapa bos besar mereka!! batin Ricky terus berlari dengan langkah tepat didepan matanya.
Ricky terus berlari menuju jalan pintas tepat disebelah bangunan itu, ia juga melihat ada sebuah pintu masih tertutup rapat. dia berhenti dan menggenggam gagang pintu itu, memang Tuhan memberinya bantuan sehingga pintu tersebut terbuka tanpa di kunci. begitu girangnya Ricky karena berhasil masuk melalui pintu belakang bangunan.
Dia terus mengendap endap seperti merayap dari sisi dinding. tepat dari jarak 1km, Ricky melihat Fidya diberikan sebuah amplop entah apa isinya.
__ADS_1
Dengan begitu fokusnya Ricky mau mendengarkan percakapan mereka.
"Tuan tenang saja! selama ada saya, semuanya beres!!" ucapan Fidya yg masih terdengar samar oleh Ricky.
Ricky pun melangkah lebih dekat lagi dibalik dinding lainnya dengan cara merayap seperti cicak.
"Bagus bagus! kau sangat hebat, tidak salah aku memilih mu untuk menghancurkan reputasi si Haikal yg tengik itu!!" kata seorang lelaki yg masih misterius.
Dengan telinga yg ia buka lebar, Ricky sangat jelas mendengar ada yg menyebut nama Haikal. walaupun ia sudah menjadi dekat namun tetap tidak bisa melihat lelaki yg berbicara itu karena lelaki itu sedang berhadapan dengan Fidya. malah Ricky hanya dapat melihat Fidya saja.
Tanpa fikir panjang, Ricky merekam pembicaraan mereka lewat video dari ponsel miliknya. wajah Fidya begitu jelas terlihat oleh rekaman itu, sementara lelaki misterius tadi sama sekali tidak jelas dan hanya terlihat punggungnya saja.
Tetapi bagi Ricky itu tidaklah menjadi masalah, karena dia akan menyusun rencana lewat Fidya. dia akan mengungkap semua kebenaran dari mulut Fidya sendiri.
Akan aku buat kau menyesal seumur hidupmu!! karena kau telah berani menyentuh keluargaku!! batin Ricky tampak kesal dengan senyuman Fidya setelah menerima amplop yg diberikan oleh lelaki tadi.
"Apa kau puas dengan yg aku berikan? kalau masih kurang kau tinggal bilang saja," cakapnya pula dengan santai.
"Ini lebih dari cukup! setelah ini apa yg harus saya lakukan?" tanya Fidya sambil menyimpan amplop itu di dalam tasnya.
"Jangan terburu buru, mungkin saja mereka sedang ribut besar dirumahnya. hahah!!" kekehnya pula dengan tawa terbahak.
Suara tawa yg menggelar seisi ruangan membuat Ricky begitu marah dan kesal. tekadnya yg bulat untuk membantu keluarga Belinda sangatlah tepat.
Aku harus melakukan sesuatu yg tidak pernah kau sangka Fidya!! kau akan melihat bagaimana kehebatanku yg sebenarnya!! kau tunggu saja!! batin Ricky yg mulai jengah diantara mereka, ia menyimpan ponselnya kembali setelah berhasil merekam semuanya.
Dari kejauhan Fidya melihat ada sebuah bayangan yg samar.
"Tuan! tunggu sebentar, sepertinya saya ada melihat bayangan aneh dari sudut sana," turut Fidya menunjuk ke arah tempat dimana Ricky berdiri.
Dasar wanita picik!! mata mu itu sungguh jeli dan tajam!! batin Ricky melangkah cepat mencari persembunyian sebelum semuanya jadi berantakan.
Fidya melangkah perlahan dan sangat serius melihat dengan tatapan tajamnya, ia sangat yakin dengan bayangan tersebut jika ada sesuatu yg sedang memperhatikan mereka.
............
__ADS_1
Bersambung..