Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
RENCANA JAHAT


__ADS_3

☘️☘️☘️


Semenjak Haikal memutuskan untuk pergi dari Ambar, dirinya tidak menduga bisa bertemu kembali setelah berjuang melupakan kenangan bersama Ambar. namun, Haikal masih penasaran mengapa Ambar bisa ada di kota yg sama dengannya.


Ambarita seorang anak tunggal dari keluarga januarta.. yaitu kerabat dari Belinda yg begitu licik. Haikal belum mengetahui kalau Ambar ada hubungan keluarga dengan Belinda. begitu pula bagi Belinda yg masih belum mengetahui asal usul keluarga januarta.


Krek.


"Ambar, kau dari mana saja?" tanya sang ibu yg sedang menemani ayahnya terbaring di rumah sakit.


"Kenapa wajahmu nak?" sambung ayahnya.


"Aku bertemu dengan Haikal," bebernya pula tampak merasa kesal.


"Haikal yg memiliki hubungan dengan mu dulu?" lanjut ibunya pula.


"Ya, aku tidak menduga dia juga ada di kota ini," ucap Ambar melangkah masuk menuju kursi ruang kamar VIP.


"Kenapa lelaki rendahan itu ada di sini?" tanya sang ayah dengan lantangnya.


"Ini kesalahan ayah! menikahkan aku dengan lelaki yg tidak aku sukai. puas ayah sekarang melihat aku menderita?" hardik Ambar menatap sinis kedua orangtuanya.


"Ambar! kau tidak boleh berkata lancang begitu pada ayahmu! kalau kau bersama lelaki itu, sekarang mungkin kau akan sengsara!!" bentak ibunya pula menyadarkan Ambar yg berani meneriaki suaminya.


"Aku tidak akan melanjutkan rumah tangga ini, apa kalian tau! aku tidak bahagia?! aku tidak mau dengan lelaki itu," tentangnya pula berdiri dengan menggenggam tangannya.


"Kau sadar Ambar! sekarang kau hamil muda. tidak pantas kau berkata seperti itu di depan kami," sergah ibunya kembali.


"Cukup! sekarang kau keluar dari sini. kalau kau sudah tenang, kau boleh masuk lagi," bentak sang ayah berusaha mengeluarkan suaranya.


Dengan penuh amarah yg tidak bisa ia tahan, Ambar langsung beranjak dari tempatnya keluar dengan hati yg sangat kacau. kedua orangtuanya tidak bisa mengerti bagaimana perasaan Ambar setelah menikahkan dirinya dengan Fardo, alias suami Ambar. dirinya dipaksa berhubungan suami istri tanpa cinta dan akhirnya hamil dengan anak yg tidak dia inginkan untuk meneruskan harta warisan dari Fardo.


"Hiks, aku benci kalian," Isak tangis Ambar pecah dan terduduk di kursi yg tersedia di rumah sakit.


Tiba-tiba ada seorang lelaki menghampiri Ambar yg terduduk dengan suara tangisnya.


"Hai," tegur seorang lelaki berpakaian serba hitam dengan kilau mata yg terlihat indah.


"Siapa kau!" lontar Ambar dengan berdiri dari duduknya seketika terkejut.


"Kenalkan, aku Axel! aku tau kau siapa," katanya pula.

__ADS_1


"Darimana kau tau aku?" tanya Ambar semakin bingung dengan menyeka air matanya.


"Bisa kita bicara di tempat yg lain saja?" ucap Axel lagi, terlihat santai dengan senyumannya.


"Kenapa kau ingin mengajakku?" tanya Ambar lagi yg masih tidak percaya.


"Aku ingin bekerjasama denganmu," lanjut Axel dan selangkah mendekati Ambar.


"Apa tujuanmu?" tanya Ambar sambil melangkah mundur.


"Kau akan tau, setelah kita pergi dari sini. dan berbicara sebentar," bujuk Axel lagi dengan tersenyum manis.


Siapa dia? kenapa memaksa aku untuk ikut dengannya?!! batin Ambar terbengong tidak berkutik lagi.


"Hei, apa kita akan terus disini? aku tidak punya waktu lagi," gerutu Axel semakin jengah dengan Ambar yg tidak bisa mematuhi perintahnya.


"Baiklah, aku tau di mana tempat untuk kita bicara," jawab Ambar langsung melangkah pergi meninggalkan Axel di belakangnya.


Kini Axel sudah selangkah lebih maju untuk menghancurkan keluarga Maria. tidak sia-sia dirinya mengikuti Haikal dan Belinda dengan memanfaatkan kesempatan rencananya melalui mangsa lain. semenjak Leli berurusan dengannya tidak membuahkan hasil, justru langkah yg dia ambil ini sudah pasti akan berhasil. krna tatapan Ambar terhadap Belinda sungguh bisa ditebak oleh Axel, kalau Ambar sangat tidak menyukai keberadaan Belinda di samping Haikal.


...°°°°...


"Bel, kita pulang dulu saja! nanti kita kembali lagi," ucap Haikal menoleh ke samping Belinda yg sudah terlihat lelah.


"Lagian Maria kan mau datang! apa kau tidak khawatir kalau nanti mereka ke rumah ternyata kita masih berada di sini?" tanya Haikal lagi.


"Oh ya, aku sampai lupa! sekarang kita harus cepat bergerak dari sini, kalau tidak Maria akan menunggu," riuh Belinda tersadar seketika setelah mendengar nama Maria.


Hmmm... nama Maria saja pasti kau semangat bel!! batin Haikal bergeleng kepala menghembus nafas pelan.


"Bik, kami pulang dulu! kalau ada hal apapun kabari saja kami," pesan Haikal sambil memegang lengan Belinda supaya juga berdiri bersamanya.


"Baik tuan! hati-hati di jalan," turut bik Lis anggukan kepala.


"Saya pulang bik," pamit Belinda dengan sopan.


"Iya nyonya, jaga kesehatan nyonya," pesan bik Lis dengan tersenyum senang melihat Belinda bisa melepas bebannya setelah kejadian itu.


Haikal dan Belinda pun bergerak menuju parkiran mobil untuk pulang kerumah. sekilas Haikal melihat bayangan Ambar yg melewati lorong rumah sakit seperti menuju atap gedung.


Tetapi itu tidak dia ambil pusing lagi, dirinya terus melangkah sambil memegangi tangan Belinda yg sudah terlihat begitu kelelahan.

__ADS_1


"Sayang! sepertinya kau sedang melihat sesuatu? siapa?" tanya Belinda ikut mengamati setiap orang yg berjalan.


"Ah, tidak ada! aku fikir tadi teman di kantor, ternyata salah!" jawab Haikal pula yg tidak ingin Belinda mengetahui hubungannya dengan Ambar, krna dia tidak ingin Belinda berfikir yg tidak-tidak.


Perbincangan itu selesai, mereka pun sampai ke parkiran mobil. Haikal mengemudi dengan tatapan kosong. sebenarnya dia juga sangat penasaran dengan Ambar yg muncul seketika di depannya. dirinya takut kalau Ambar akan menjadi hambatan dirinya untuk membahagiakan Belinda.


Sepanjang perjalanan Haikal hanya berdiam saja tidak mengatakan apapun, begitupula dengan Belinda yg sudah tertidur pulas begitu melepaskan rasa lelahnya.


Haikal mengelus kening Belinda begitu lembutnya dengan tatapan rasa sayangnya. dia tidak ingin kemunculan Ambar merusak rumah tangganya. ia juga harus lebih waspada dengan Ambar dan tidak akan pernah mendekatkan Belinda pada Ambar.


Sesampainy di pekarangan rumah.


TIN TIN


Pak pon membukakan pintu pagar rumah setelah mendengar bunyi klakson mobil Haikal. dengan perlahan Haikal melajukan mobilnya ke bagasi tempat dia biasa menyimpan barangnya.


Terlihat Belinda masih tertidur dengan pulasnya. tak sanggup Haikal membangunkan Belinda yg begitu nyenyak. ia pun menggendong Belinda sekuat tenaga supaya tidak membangunkan Belinda dan mengejutkannya.


Setelah berada di dalam rumah menuju kamar, Haikal dengan begitu perlahan membawa tubuh Belinda yg sedang mengandung.


"Kau sedikit berat sayang," bisik Haikal yg tak dapat di dengar Belinda.


Dirinya tersenyum lepas melihat wajah Belinda yg tertidur tanpa bergerak sedikitpun.


Saat berada di dalam kamar, Haikal meletakkan tubuh Belinda di atas kasur dan memberikan selimut yg hangat untuknya. dia pun tak lupa membuka sendal yg dipakai Belinda.


Krna kejadian di supermart. Belinda dan bik Lis tidak jadi membeli perlengkapan untuk menjamu Maria. Haikal berfikir sejenak, ia pun pergi dengan menutup pintu kamarnya kembali.


Saat di luar rumah.


"Pon, perhatikan rumah! krna nyonya ada di dalam," ucap Haikal dengan memberi pesannya.


"Baik tuan! saya akan selalu menjaga keamanan rumah," patuhnya pula anggukan kepala.


"Maksih pon," turut Haikal melangkah pergi dan masuk kembali ke dalam mobilnya.


Haikal pergi untuk membeli sesuatu untuk dia masak, ketika Maria datang ia tak perlu repot membelinya lagi.


...............


Bersambung...

__ADS_1


JANGAN LUPA TUNGGALKAN KOMEN KALIAN BUAT EMAK❤️🙏


PASTINYA LIKE,KOMEN, VOTE 🙏 DUKUNGAN KALIAN YG MAK BUTUHKAN ❤️❤️❤️


__ADS_2