
ππππ
Keheningan ruang kelas.
"Kalian kerjakan soal yg telah saya berikan, saya kasih waktu satu jam untuk menyelesaikannya! dimulai dari sekarang," tutur Tristan dengan tegas.
"Baik pak..." sahut seluruh murid.
"Ini soal apa sih," gerutu Gisele menggigiti bibirnya.
Mampus aku, gimana ngerjainnya kalau otak ku lagi kacau begini,,, mana belum ada persiapan lagi !!! batin gisele merasa panik sendiri.
"Rei, Rei, kau bisa bantu aku gak?" tanya Gisele berbisik.
"Sssttt.... Gisele! jngan ada suara. saya ingin kalian fokus ke soal! bukan waktunya nimbrung," tegur Tristan menatap dari kejauhan.
"Ma - af pak! saya hanya ingin meminjam pena saja," seru Gisele tertunduk.
"Apa kau tidak membawa pena?" tanya Tristan terheran.
"Maaf pak, saya menyela sebentar! Gisele lagi tidak sehat pak," sambung Rei pula melirik Tristan memberi isyarat mengedipkan sebelah matanya.
"Oh, kalau begitu lanjutkan tugas kalian kembali," titahnya menuruti isyarat Rei padanya.
Apakah perasaanku saja kalau Rei hari ini begitu mempesona?!! batin Tristan sesekali melirik wajah Rei.
"Sel, kau ambil salinan kertas ini yg khusus aku buatkan sedari rumah tadi," bisik Rei sambil memberi langsung melalui bawah tangan Gisele.
"Ah, kau baik banget Rei. aku terselamatkan kali ini," kembali berbisik dengan mata yg berbinar.
Setelah Rei memberi kertas itu pada Gisele, sekilas dia melihat tatapan tajam Tristan mengarah padanya.
Apakah Tristan menyadari kalau aku membantu Gisele?? aku harap dia tidak sadar!!! batin Rei sesekali menatap Tristan.
Namun, Tristan sama sekali tidak membuka suara karna perbuatan yg telah dilakukan Rei untuk gisele. malahan dia merasa senang kalau Rei memperhatikannya walau sesekali. sehingga Tristan tersenyum manis saat dia menangkap basah Rei menatapnya.
Hihih... kau lucu sekali gadis kecil !!! gumam Tristan pelan terkekeh tanpa sadar terlihat oleh Leo.
"Ehem. baiklah, waktu tinggal setengah jam lagi. fokuslah dalam soal kalian," sarkas Tristan menyindir Leo yg demikian tersadar.
Apa aku tadi salah lihat?? pak dosen tersenyum sendiri, seperti sedang kasmaran!! batin Leo langsung tunduk merasa tersindir.
Setengah jam berlalu begitu cepat, UTS pertama telah selesai. sementara itu, semua murid sudah harus menyerahkan jawaban mereka masing-masing kedepan kelas.
Setelah semuanya terkumpul.
"Baiklah, kalian sudah boleh istirahat. karna ada sesi pelajaran kedua dari saya setelah ini, terimakasih atas kerjasama kalian," seru Tristan mengamati seluruhnya.
"Saya permisi dulu, oh ya Leo! tolong kamu bawakan semua soal ujian ini keruangan saya," titahnya pada Leo.
"Baik pak," sahut Leo bergerak cepat.
Disaat Tristan berlalu pergi dari ruang kelas maka disaat itu pula suara riuh bergeming antar murid yg bersorak karna ujian telah berakhir sehingga mereka bisa keluar untuk istirahat sejenak memulihkan otak yg hampir terkuras selama satu jam. namun, ada pula yg masih didalam kelas berkumpul untuk berdiskusi kembali dengan mengulang jawaban mereka. seperti halnya pada gisele Terbujur lemas diatas mejanya dengan melipatkan tangannya menumpu kepalanya menghembuskan nafas dalam. ketika Gisele ingin memejam matanya sekilas dia melihat Leo memberi isyarat agar segera keluar kelas untuk menemuinya.
Si kerdil ini mau apa sih, pakek kirim surat segala!! dikiranya ini jaman dulu apa??!! gumam Gisele tanpa sadar terdengar oleh Rei.
__ADS_1
"Sel, kau tadi bicara apa?" tanya Rei bingung.
"Gengs! kantin yuk," ajak Liona seketika duduk didepan mereka.
"Kalian deluan saja! aku ada urusan penting sebentar. nanti aku nyusul," ujar Gisele berlalu pergi begitu cepat.
"Apa sih gisele! main kabur aja," cerocos Liona sebal.
Dikarenakan sikap gisele dari pertama masuk kelas hingga selesai ujian membuat Rei sedikit merasa terheran, seolah membuat dirinya bertanya sedari tadi. rasa penasaran membuat Rei bergerak untuk mengikuti langkah gisele secepat mungkin agar tidak kehilangan jejaknya.
"Loh, aku kok ditinggal gitu aja sih! Rei, tunggu aku dong..." teriak Liona ngekorin dari belakang.
Rei terus mengikuti Gisele dengan mengendap-ngendap supaya tidak ketahuan bahwa dirinya mengikuti dari belakang. begitu juga dengan Liona yg bekerjasama untuk mengikuti langkah Rei didepannya.
"Kau mau ngapain ngikutin gisele?" tanya Liona seakan berbisik.
"Sstt, kau ikuti saja aku! aku juga penasaran apa yg ingin diperbuat anak itu," titahnya agar Liona mengecilkan suaranya.
Bukankah ini arah belakang kampus, ngapain gisele kesini?! dia mau ketemuan dengan siapa ya??? gumam Rei celingukan mengamati sekitar.
"Loh, itu- "
"Sstt, suaramu jangan keras-keras! nanti didengar Gisele," pinta Rei supaya mengikuti perkataannya.
Ngapain Leo kesini sama gisele? bukankah mereka bisa bertemu dikelas??? ada hubungan apa mereka!!! batin Rei maupun Liona secara bersamaan.
"Kalian sedang apa?" tanya Tristan muncul dari belakang Rei juga liona.
"Aduh, jantungan saya pak! kenapa bapak muncul tiba-tiba sih. kayak pocong aja," sarkas Liona merasa terkejut.
"Kalian ini ngumpet begini, pasti ada yg kalian li- "
"Ssst, bisa diem gak! nanti ketahuan loh!" gerutu Rei menutup mulut Tristan tanpa disadarinya.
"Ah, maaf pak! saya gak sengaja," tuturnya sambil mengalihkan wajah krna malu.
Manisnya gadis kecilku!! batin Tristan menahan senyumnya.
"Rei, ada yg ingin saya bicarakan denganmu! kamu ikut saya sebentar," pintanya tanpa perduli dengan Liona yg berada ditengah mereka.
Liona bagai nyamuk ditengah perbincangan mereka.
"Mau kemana pak?" tanya Rei pula.
"Ikuti saja saya sebentar," ajaknya dengan bergerak terlebih dulu.
Belum sempat Rei mendengarkan percakapan antara Leo dan gisele, malah Tristan datang untuk mengajaknya pergi. hilang sudah harapan Rei untuk menjawab rasa penasarannya.
Saat Tristan berjalan deluan, Rei mengiringi dari belakang dengan berjarak 1km.
"Cepat sedikit jalanmu Rei, apa kau sengaja ingin jauh dariku?" tanya Tristan menoleh kebelakang menatap mata Rei.
"Kita mau kemana sih," seru Rei tertunduk tidak berani menatap mata Tristan.
"Kau nantinya akan tau kita kemana, ikuti saja aku," ujarnya berbalik dengan melangkah kembali.
Huffhh.. yaudah deh, ikuti saja dulu kemauannya!! ntar kalau marah nyeremin banget. batin Rei menggeliat seperti geli sendiri.
Sementara itu, Liona dengan seksama memperhatikan perawakan antara Leo dan juga gisele. wajah Liona seakan cemberut melihat kedekatan gisele dengan Leo. sehingga dia mengepalkan tangannya karna rasa cemburu yg membakar hatinya.
__ADS_1
"Ganjen banget sih jadi cewek! mau-maunya diajak cowok ketemuan dibelakang kampus," gumamnya terasa sangat jengkel.
Disisi lain percakapan Leo dan gisele.
"Mau ngapain sih! ajak aku kesini," gerutu Gisele terasa jengah.
"Oi, cewek tomboy! kau dari mana aja semalaman?" tanya Leo menoyor jidat Gisele seketika.
Darimana si kerdil ini tau aku gak pulang kerumah!!! batin gisele Mengernyitkan dahinya.
"Kenapa? gak bisa jawab! kau bingung aku dari mana tau kau gak pulang," bebernya seolah membaca pikiran Gisele.
"Bukan urusan lo," tandas Gisele pula.
"Woi, apa kau tidak sadar kalau kita ini dijodohkan? udah pasti orangtuamu menghubungiku! siapa lagi yg bisa dihubungi mereka kalau tidak aku," cerocos Leo pula.
"Apa ayahku menelfon mu?" tanya Gisele mulai cemas.
"Ya... tentu saja! heh," jawab Leo menyeringai.
"Ckk, kau katakan apa padanya!" geramnya menggerakkan gigi.
"Aku bilang kau ada di rumahku, kau ketiduran tidak mungkin aku bangunkan!" ungkap Leo dengan berbisik.
"Bisa gak kau jauh-jauh dariku," hardiknya menolak tubuh Leo seketika.
"Kali ini aku menolongmu! kalau tidak, tamat sudah nyawamu," celetuknya terus terang.
"Makasih! saat ini aku aman krna kau tolong," tukas Gisele merasa terpaksa.
Aman pala lo sel... aku hampir keceplosan untuk nyelamatin lo, dasar cewek gi*a!!! batin Leo merutuki gisele.
"Apa lagi yg mau kau katakan Leo?" tanya Gisele gak sabaran mau pergi.
"Malam ini ada kunjungan kerumahmu! itu yg aku dengar dari ibuku," sarkasnya menjelaskan.
"Mau ngapain?" balik tanya dengan panik.
"Gak tau lah! mereka belum bilang apa pun," timpalnya sambil angkat bahu.
Sepanjang perbincangan mereka, Liona masih terus berdiri menatap sangat tajam kearah gisele, seolah kepalan tangannya akan menghancurkan seketika wajah gisele.
"Apa yg kau lihat disini?"sapa seorang lelaki tepat dibelakang Liona.
"Ah, dokter Rian? saya...."
Rian tidak melihat liona lagi, malah dia langsung mengarah pada dua makhluk yg berdiri entah lagi membicarakan apa.
Bukannya itu siluman kera? ngapain dia sama si Leo !! batin Rian merasa tidak nyaman saat menatap mereka berdua.
..............
bersambung....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ππ
π₯° PANTENGIN TERUS KISAH MEREKA
...π...
__ADS_1
...TETAP STAY TUNED...
...β€οΈ saranghae β€οΈ...