
☘️☘️☘️☘️
Disebuah apartemen mewah pribadi.
South Bank Tower Penthouse, apartemen yg diberi nama oleh Rian pada saat pertama kali membelinya. apalagi lokasinya yang berada persis di tepi sungai Thames. sekaligus mendapatkan pemandangan langsung menghadap London Eye dan suasana kota London. Selain pemandangan indahnya, apartemen ini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti kolam renang, gym, maupun ruangan khusus untuk bioskop pribadi.
Rian merupakan dokter terkaya dikota London, dengan kepintarannya semua orang mengakui bahwa dirinya luwes dalam menekuni pekerjaannya. tidak sedikit orang yg tahu akan namanya, dibalik kekonyolannya saat bersama Tristan tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya mempunyai sebuah asrama untuk para anak-anak yg kurang mampu bersekolah.
Sungguh mulia hatinya sehingga dia tidak memberi tahu siapapun atas kebaikan yg selama ini dia jalani. karna kebaikan itu tidak harus diketahui oleh banyak orang, itulah prinsip yg selama ini ditanamkan oleh kedua orangtuanya.
Lorong apartemen.
Tit.Tit
Bunyi kata sandi yg ditekan oleh Rian seketika terbuka dengan sendirinya.
Plak
"Akh, dasar wanita nyusahin! kenapa kau menamparku," gerutu Rian kesusahan menggendong gisele seperti Piggyback Ride(gendong belakang).
Rian terasa sangat jengkel karna gisele menaboknya secara kebetulan, ditambah lagi dirinya tidak kuasa menahan punggung yg teramat sakit dengan bobot gisele yg cukup lumayan berat.
"Hei, siluman kera! apa kau dirumah makan batu? berat sekali kau," tanya Rian ngedumel sendiri.
Rian bagaikan bicara pada boneka sepanjang dia membawa gisele. pada saat dimobil pun gisele menangis, tertawa,menjewer telinga Rian. sungguh tragis perlakuan Gisele disaat dirinya sedang dibawah sadarnya.
Langkah demi langkah Rian membawa masuk gisele kedalam apartmentnya yg cukup terbilang luas. dengan susah payah dirinya tergopoh-gopoh dengan mengangkut Gisele mendekati anak tangga.
"Masih mendingan tadi naik lift, enak gendongnya! kalau sudah begini, gimana cara naiknya..." keluh Rian bingung sendiri.
"Apa kau tidak bisa jalan? atau kau kubiarkan dilantai ini saja," gerutunya sudah mulai merasa jengkel.
"Tapi, kalau aku biarkan dia disini. besok bik Tin pasti ribut sendiri melihat wanita tertidur disofa, ah... tidak, tidak! bakalan panjang urusannya," gumamnya teramat jengkel seakan susah sendiri.
"Baiklah untuk kali ini saja aku menolongmu! tidak ada lain kali lagi. apa kau dengar! nyusahin orang saja," cerocosnya lain dimulut lain dihati.
Rian mulai menapaki anak tangga dengan perlahan.
Fuuu...Fuuu..
"Apa kau tidak ada kerjaan? kenapa kau meniup telingaku!! geli..." hardiknya menggeliat menaiki anak tangga.
Deg
Disaat Gisele menjilat leher Rian, pada saat yg sama Rian terhenti sejenak krna wajahnya yg sudah sangat merah padam.
__ADS_1
Nyam.Nyam. enyak,,,
"Apa dia mengira ini es krim? siluman kera... dasar kau wanita sialan!!" hardiknya membentak gisele yg larut dalam jilatannya.
Tak mampu Rian menahan gelombang amarah yg seakan ingin membludak seperti gunung berapi seolah mengeluarkan lavanya.
Sekuat tenaga dia mempercepat langkahnya untuk Sampai ke atas tangga terakhir, apalagi ditambah jantungnya yg berdebar tidak menentu terasa lebih cepat dari biasanya.
Tepat dipintu kamarnya gisele malah menciumi kedua pipi Rian seolah kegirangan sendiri tanpa disadari olehnya.
"Dasar wanita sinting! aku kesusahan membawamu, kau malah seenaknya berbuat hal konyol padaku!" bentak Rian menjauhkan wajah Gisele darinya.
Ceklek
Blam
Rian menghempaskan gisele diatas kasur miliknya terlihat sangat kelelahan di raut wajahnya yg sesekali menghirup nafas perlahan.
"Hufh... kalau saja kau bukan teman Rei. akan ku musnahkan kau sekarang juga," menunjuk Gisele berbicara sendiri teramat sebal.
Disaat Rian memandangi wajah gisele dia melihat air mata yg baru saja mengalir dipipinya.
"Ada apa dengan si kera ini? kenapa dia berada dijalanan larut malam begini, apa yg dia pikirkan! kalau saja ada orang jahat sebelum kedatangan ku, gimana jadinya?" bergumam seolah bertanya pada dirinya.
"Ah, yasudahlah! besok aku akan bertanya padanya. sekarang aku biarkan saja dia menginap disini dulu," gumamnya lagi melepaskan sepatu Gisele sambil menyelimutinya.
"Jangan pergi," ucap Gisele dibawah sadarnya.
"Apa yg kau katakan," tertegun keheranan.
"Disini saja! temani aku," ucap Gisele masih memejamkan mata.
"Sudahlah, kau tidur saja! tidak usah bnyak berbicara," timpal Rian melepaskan tangan Gisele.
Namun, gisele malah memeluk Rian sedari belakang sehingga Rian tidak bisa berkutik lagi, jantungnya mulai berdebar lagi begitu hebatnya yg sudah dia rasakan saat dipeluk oleh seorang wanita yg lagi dalam keadaan mabuk.
"Lepaskan! apa kau tidak takut aku akan membuat hal buruk terhadapmu?!" hardik Rian mulai panik.
Susah payah Rian untuk melepaskan pelukan gisele yg sangat erat.
Buughh
Gisele menarik lengan Rian dengan menindih Rian diatas badannya terasa wajah mereka saling berdekatan di saat pertama kali Rian menolongnya.
Glup
Seketika itu Rian menelan air ludahnya sendiri karna melihat langsung perawakan wajah gisele yg begitu memikat saat menggodanya.
__ADS_1
"Ya tuhan... apalagi ini? adik kecil, kau jangan bangun dulu! biar kubereskan siluman kera ini," gumamnya yg sudah diambang batas kemarahan.
"Hei, kau! tu- "
Muah
Tiba-tiba saja gisele mencium bibir Rian tanpa jeda, Rian terpelongo karna aksi yg dilakukan gisele dengan menekan kedua tangannya serta menindihnya dengan sangat kuat seolah Rian tidak bisa melawan.
Apa dia sadar dengan perbuatannya, dasar kera sialan!!!!!! batin Rian yg sudah melotot menatap mata Gisele seakan menjerit.
Seolah ciuman itu persekian menit berlangsung dengan gairahnya Gisele meraba dada Rian dengan melekatkan lidahnya dengan lidah Rian, ketertarikan yg sudah dirasakan oleh Rian pun menjadi hal yg membuat dirinya sudah tidak bisa menahan adik kecilnya.
Rian pun membalas menindih Gisele diatas badannya yg kekar.
"Baiklah! akan ku jabani apa yg kau mau," bisik Rian ketelinga Gisele.
Akhirnya Rian membalas dengan melekatkan lidahnya masuk kedalam mulut Gisele yg sedikit mungil itu. disaat gairahnya mulai memuncak Rian menyelubuhi leher Gisele hingga desa**n yg mereka keluarkan secara bersamaan.
Ahh...
Rasa itu timbul seolah Rian menikmati kehangatan yg dia rasakan bersama gisele. keheningan membawa mereka dengan perasaan yg menggebu terhanyut dalam kenikmatan antara dua insan yg dimabuk kepayang.
Menjelang pagi hari, mentari bersinar terang cahayanya yg masuk kedalam kamar menerangi seluruh isinya.
Reini caling...
Suara dering ponsel gisele yg sudah tergeletak diatas meja sudut kamar apartemen Rian berbunyi hingga membangunkan gisele ketika itu.
Hoam... Halo... siapa ini? gisele menjawab namun masih terpejam sambil menguap.
...Gisele, kamu dimana? tanya Rei disebrang....
Aku? ya diru-
Seketika mata gisele melebar dengan menatap seorang lelaki tepat disampingnya.
AAAAAAAAAAAA...........
...Halo, gisele... kamu kenapa? halo,,,...
...............
Bersambung....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA🤭😚
🥰😍 MAMAK SAYANG KALIAN 🥺❤️😁
__ADS_1
IKUTI KISAH SELANJUTNYA.... saranghae ❤️🌺