
☘️☘️☘️
Jelang sidang yg dihadirkan oleh Ricky saat dirinya muncul membuat Andre terbengong, kenapa di saat sidang Ricky menampakkan wujudnya. terlihat juga sedang menenteng sebuah tas yg tidak diketahui oleh Andre apa isinya. Ricky memiliki bukti kalau selama ini Andre menyimpan semua berkas atas nama dirinya, sangking geramnya Ricky sama sekali enggan melihat wajah sang paman yg sangat dia hargai sebelumnya.
Para kepolisian menerima semua bukti yg diberikan oleh Ricky, tetapi Ricky tidak mau menjadi saksi. karena dia tidak mau lagi berurusan dengan Andre. dari semua bukti yg mereka terima dikatakan Andre bersalah dengan banyak hukuman berlapis. belum lagi kemunculan saksi yg membawa rekaman video saat Andre beraksi memblokir rem pada mobil orangtua Ricky. saksi itu adalah orang yg memberi tahu alamat kepada Ricky, teman baik Andre. betapa terkejutnya Ricky setelah mengetahui itu semua. cek cok pun terjadi di ruang sidang sehingga Ricky meninju Andre sampai menetes lah darah dari hidungnya. keganasan Ricky tidak dapat dipercaya Andre, yg dia tau selama ini Ricky bukanlah anak yg emosional. para pihak polisi menghentikan aksi Ricky, dan Ricky dimintai keterangan di sebuah ruangan lain.
Sejak Ricky membeberkan semua perbuatan Andre, sungguh pihak polisi tidak menduga kalau buronan selama ini berada di sebuah supermart. Andre di jatuhi hukuman gantung akibat dari perbuatannya yg sudah berlipat.
Ricky berharap Andre mendapatkan hukuman yg setimpal atas kematian kedua orangtuanya. rintihan tangis Andre di kala itu sangat menggelegar membuat petugas menyabarkan Ricky yg dilanda kesedihan mendalam.
Sidang di tutup dan Andre akan di evakuasi tetapi tidak ada penghadiran oleh seorang pun. jatuhlah air mata Andre saat tali gantung mengarah ke lehernya.
Masalah yg membuat hati penat didalam diri Ricky sudah terselesaikan. kini dirinya ingin hidup normal layaknya manusia. selama ini Ricky hidup sebagai seorang binatang. namun, kehadiran bik Lis dan Belinda merubah semua hidupnya. tampaklah ketenangan dari wajah Ricky yg sangat tersorot oleh media.
Sebagian media meminta kejelasan Ricky, begitu bahagianya Ricky memberikan beberapa kata pada media. seperti orang yg terlepas dari semua beban yg dia tahan.
Akhirnya Ricky kembali ke rumah Belinda ingin mengadakan sebuah acara kecil-kecilan atas kemenangan yg dia peroleh.
...°°°°...
Pada malam hari yg indah di hiasi bulan sabit menampakkan sinarnya.
Ting Tong Ting Tong
"Iya... tunggu sebentar," sahut Belinda dari dalam rumah sempat menoleh ke kamar bik Lis yg belum juga keluar.
Kriet
Pintu terbuka lebar nampaklah wajah Haikal yg begitu kusut entah mengapa.
"Ren, baru pulang? sini aku bawakan tas nya," sambut Belinda dengan hangat, sementara dia tidak ingin bertanya hal lain.
Haikal tersenyum tipis dan melangkah masuk terlihat sangat kelelahan.
Belinda berlari kecil ke arah dapur mengambil sebuah gelas berisi air untuk Haikal.
"Nah Ren, di minum dulu," pinta Belinda dengan memberikan langsung pada Haikal.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun, Haikal meraih gelas berisi air itu dan meminumnya beberapa tegukan.
Glek Glek
"Hahh," terdengar suara tegukan yg sedang melepas dahaganya.
"Pergilah mandi, aku ingin membangunkan bik Lis! dari tadi bibik belum juga bangun," beber Belinda pula.
"Apa kalian tidak jadi ikut dengan Ricky?" tanya Haikal sambil meletakkan gelas kosong di atas meja.
"Tidak, kami pulang dengan Am..." Belinda terhentak mengingat kalau Ambar tidak mengizinkan dirinya untuk berbicara apapun soalnya.
"Kenapa? kalian pulang dengan siapa?" tampak Haikal merasa heran krna Belinda mengalihkan matanya.
"Maksudku, bik Lis tadi tidak enak badan! makanya kami pulang saja menaiki taksi," turut Belinda mencari alasan yg tepat.
"Oh, jadi Ricky sekarang dimana?" tanya Haikal lagi celingukan.
"Dia sedang ada di kantor polisi, mungkin sebentar lagi akan kembali," jawab Belinda terlihat merasa lega krna Haikal memahami alasan yg dia berikan.
"Yasudah, aku pergi mandi dulu." Haikal berdiri dari kursinya dan melangkah pelan sambil melepaskan dasi yg membuatnya merasa gerah.
Belinda menatap jauh Haikal yg sudah masuk ke dalam kamar. dirinya juga melangkah menutup pintu kembali dan balik arah ingin masuk kedalam kamar bik Lis.
Tok Tok
"Bik, apa sudah bangun?" ketukan dari Belinda dari luar kamar.
Tetapi belum juga di sahut. hingga beberapa kali ketukan pun belum juga di buka. Belinda masuk sendiri tanpa permisi, dirinya melihat bik Lis masih berbaring sama seperti sebelumnya tidak bergerak.
Belinda melangkah cepat dengan masuk ke dalam kamar.
"Bik, kenapa badannya panas sekali," riuh Belinda saat memegang dahi bik Lis.
Belinda kembali ke luar ingin menghampiri suaminya saat itu juga.
"Ren, ren. bik Lis badannya sungguh panas," ucap Belinda merasa gelisah sejak melihat kondisi bik Lis.
__ADS_1
Haikal pun di tarik oleh Belinda untuk mengikuti dirinya. belum sempat Haikal memakai baju, terlihatlah otot-otot kekarnya di kala itu.
"Ren, lihatlah! bibik badannya panas, tapi telapak kakinya dingin," kata Belinda tampak cemas.
"Tenanglah! aku akan memanggilkan dokter," turut Haikal dengan balik ke kamarnya mencari sebuah baju untuk dia kenakan.
Haikal memakai oblong berlari keluar dan mendapati mobilnya di bagasi. ia pun dengan cepat melajukan mobil itu hingga keluar dari rumah.
Beberapa saat kemudian.
Haikal kembali dengan membawa seorang dokter yg akan memeriksa bik Lis.
Dokter separuh baya itu dengan sigap mengambil semua peralatan yg dia bawa. ia memeriksa detakan jantung bik Lis, hingga tubuhnya serta mengecek suhu yg begitu panas namun telapak kaki terasa dingin.
"Tuan, semuanya normal. tidak ada yg serius! tetapi yg masih saya pertanyakan! penyakitnya tidak terdeteksi. terlihat seperti demam biasa saja! namun matanya begitu pucat. seperti ada sesuatu yg menggerogoti tubuhnya." kata dokter itu menyampaikan apa yg dia dapati sebelumnya.
"Maksud dokter apa?" tanya Belinda terheran.
"Saya juga tidak bisa menyimpulkan! yg saya lihat ini hanya gejala demam biasa. baik, kita tunggu saja sampai besok! kalau pasien tidak bangun juga terpaksa harus di bawa kerumah sakit untuk ditangani lebih lanjut," pesan dokter itu sambil merapikan barangnya ke dalam tas.
Dokter itu langsung menulis resep obat yg harus diminum oleh bik Lis saat dirinya terbangun.
"Ini ada resep yg harus kalian beli, minumkan saat dia terbangun nanti. tapi kalau belum bangun juga! kalian harus segera ambil tindakan," kata sang dokter memberikan secarik kertas pada Haikal.
Haikal meraih resep itu dan mengantonginya.
"Baiklah dok! kami paham, terimaksih dok." Belinda dengan patuh mendengarkan penyampaian dari dokter itu dan melirik sesekali bik Lis yg terbaring lemas.
"Mari saya antarkan dok," sambung Haikal memberi jalan pada sang dokter.
"Mari, saya permisi dulu," katanya lagi.
"Iya dok," angguk Belinda perlahan.
Setelah dokter itu berlalu pergi yg sedang di antar Haikal, Belinda menatap wajah bik Lis. ia tersadar bahwa dirinya sempat menyinggung bik Lis di kala membela Ambar. dirinya masih belum sadar bahwa Ambar lah penyebab dari itu semua.
Obat yg diberikan oleh Ambar didapati oleh Axel. ia dengan sengaja memasukkan ke dalam mulut bik Lis supaya rencananya berjalan dengan lancar tanpa ada yg mengganggu. obat itu semacam obat tidur tetapi terasa sakit yg amat di rasakan dari dalam. membuat orang tidak sadar, kejang, susah membuka mata. itulah obat yg di telan oleh bik Lis.
__ADS_1
Obat tidur akan berefek kepada si penderita. obat itu berkerja selama beberapa hari kedepan. tubuh bik Lis tidak dapat menerima obat itu sehingga badannya panas dan telapak kaki dingin.
.............