Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
RANTANG MAKANAN


__ADS_3

☘️☘️☘️


Beberapa minggu berlalu setelah dokter Victoria memeriksa keadaan Belinda. semenjak itu Belinda dinyatakan sudah mengandung dan berjalan 4bulan lamanya tanpa dia sadari sebelumnya.


Bik Lis ikut berbahagia setelah mendengar kabar itu, ia pun memberi semangat pada Belinda agar bisa menjaga buah hati yg ada didalam perutnya.


Begitu pula dengan Haikal, awalnya Belinda ingin memberikan kejutan pada sang suami, Haikal sejak seminggu setelah dokter memeriksa Belinda barulah Belinda memberi tahu Haikal bahwa dirinya sedang hamil.


Pada siang hari di Grand Cord direktur utama.


Tok Tok


Salah satu karyawan mengetuk ruang Haikal.


"Masuk," sahut Haikal dari dalam.


"Pak, istri bapak sudah datang," ucap karyawan bernama angel pada Haikal.


"Masuk saja bel," turut Haikal menatap dari jauh.


"Silahkan masuk nyonya," lanjut angel memberi jalan pada Belinda.


"Terimakasih angel," senyum Belinda pula.


"Sama sama nyonya," bungkuk angel pelan.


Dia pun berpamitan dengan Haikal juga Belinda untuk kembali ke tempat kerjanya.


Belinda melontarkan senyumnya saat menatap sang suami ketika hendak mendekati Haikal sambil membawa rantang berisi makan siang untuk Haikal.


"Apa itu sayang?" tanya Haikal meraih panggul Belinda yg terasa sangat berbeda dari sebelumnya.


"Oh ya bel, aku ingin bertanya sesuatu," ucap Haikal mengamati bentuk tubuh Belinda semakin hari semakin berisi.


Perut Belinda belum terlihat, namun rasa lapar terus terjadi di dalam diri Belinda. yg sempat menjadi tanda tanya oleh Haikal. krna dirinya sibuk setelah mengurus semua pekerjaan kantor selama Belinda istirahat dirumah dikarenakan sakit. itulah alasan yg di berikan Belinda pada Haikal.


"Apa itu Ren? tanyakan saja," jawab Belinda menahan senyumnya seketika tampak serius.


"Apakah perutmu baik-baik saja bel? krna akhir-akhir ini kau sering mual dan muntah, tapi aku lihat porsi makan mu sedikit bertambah," seru Haikal mengernyitkan dahinya sambil memilah berkas yg sudah ada di atas meja kerjanya.


"Sayang, ini sudah jam berapa? kau masih saja mementingkan pekerjaan daripada kesehatanmu," protes Belinda sembari meraih berkas itu dan dia susun rapi tanpa di sentuh oleh Haikal lagi.


Belinda langsung meletakkan rantang makanan yg dia bawa ke hadapan Haikal.


"Ini, makan siang dulu. aku sudah palarkan untuk memasak supaya kau tidak telat mengisi perut," cakap Belinda pula.


"Hem... baiklah, aku akan makan. dasar istriku yg bawel," seloroh Haikal sambil mencubit pipi Belinda dengan lembut.


Belinda berharap surat dari dokter akan segera Haikal baca. dirinya sudah tidak sabar bagaimana reaksi sang suami setelah mendengar berita itu.

__ADS_1


Beberapa rantang dia buka, dan terlihat secarik kertas berlipat kecil sudah dibungkus plastik putih membuat Haikal meraihnya dan mulai penasaran dengan isinya.


"Apa ini bel?" tanya Haikal menunjukkan kertas yg ia dapati.


"Baca saja Ren, kau akan mengerti," jawab Belinda tampak sedikit merapikan rambut Haikal yg terlihat berantakan.


"Kau sudah pandai main rahasia dengan suami sendiri ya," geleng Haikal tampak senang Belinda begitu memperhatikan dirinya.


Sejenak Haikal membuka lipatan kertas itu dengan perlahan, dia mulai melebarkan matanya krna isi surat itu dari dokter bernama Victoria.


"I- ini..." gelagap Haikal merasa tidak yakin.


"Iya sayang, aku hamil," bisik Belinda sambil mencium pipi kanan Haikal.


Betapa terkejutnya Haikal mendengar pengakuan langsung dari sang istri. dia pun langsung bergerak menggendong Belinda dengan begitu erat.


"Hahahah, aku akan jadi seorang ayah, terimakasih tuhan, terimaksih sayangku. kau berikan kebahagian untukku," teriak Haikal tanpa ia sadari membuat Belinda sedikit malu dan memutari tubuh Belinda dengan pelukannya.


"Turunkan aku Ren, nanti di lihat karyawan lainnya. aku malu Ren," tepuk tepuk Belinda perlahan sesekali melirik ke arah pintu ruangan.


"Tenang saja, di sini hanya ada kau dan aku," lontar Haikal tersenyum bahagia.


Haikal pun langsung meraih bi*ir sang istri dan menciumnya dengan begitu bergairah. Belinda pun tidak mau kalah dari suaminya, ia terus melekatkan bi*irnya supaya mudah untuk Haikal mainkan. cium*n hangat itu terjadi beberapa menit di saat Belinda sedang dalam gendongan Haikal. begitu romantisnya mereka menjalani rumah tangga tanpa adanya masalah ataupun cek cok antara keduanya. tuhan selalu bersama dengan kebahagiaan mereka sehingga mereka selalu menjalani setiap momen yg ada.


Setelah cium*n itu selesai, Haikal kembali memeluk sang istri dan membisikkan sesuatu ke telinga Belinda.


"Terimakasih karna kau sudah memberikan kebahagiaan untukku, i love you sayang," bisikan itu membuat kedua pipi Belinda merah merona.


Haikal juga merasa bahwa istrinya sudah merasa malu, dia pun menurunkan Belinda dengan begitu perlahan.


"Sekarang kau harus makan," ucap Belinda sambil melangkah ke meja kerja untuk mengambil semua rantang dan membawanya ke meja lain yg sudah ada kursi tersusun rapi.


Haikal mengikuti langkah Belinda dan duduk manis menunggu Belinda menyiapkan makanan untuknya.


"Nah, kau makan dulu yg ini," suguh Belinda sebuah rantang sudah terisi nasi dan lauk favorit Haikal.


"Kau sudah makan?" tanya Haikal sambil menyambut rantang pemberian Belinda.


Belinda bergeleng kepala dan melontarkan senyum penuh harapan.


"Apa kau mau aku suapi?" tanya Haikal lagi sembari memegang sendok siap menikmati hidangannya.


Sang istri anggukan kepala sangking semangatnya.


"Hem... ini enak sekali bel, aku tidak rela memberi suapan ini untukmu," seloroh Haikal mulai terkekeh saat dirinya melihat reaksi Belinda ketika Haikal menjahili sang istri.


"Yasudah kalau kau tidak mau menyuapiku!" kesal Belinda membuang wajahnya.


"Hahaha, istriku kalau cemberut cantiknya nambah," selorohnya lagi sambil tertawa lepas, dan tak lupa ia memegang dagu Belinda yg tidak mau melihatnya.

__ADS_1


"Aaaa..." sodor Haikal yg sudah memegang sendok berisi nasi.


Tanpa banyak pikir lagi, Belinda antusias menyambut sendok itu dan melahap suapan dari Haikal.


"Ternyata makan melalui tangan suami begitu nikmat rasanya," riuh Belinda sesaat membuang rasa marahnya pada Haikal sambil mengunyah.


"Makan dulu, baru bicara," titah Haikal bergeleng kepala melihat keriuhan yg di tunjukkan sang istri padanya.


Mereka berdua pun saling menikmati satu sama lain hidangan itu tanpa berbicara lagi. rasa lelah Haikal terbayar sudah setelah kehadiran dari Belinda.


Beberapa jam kemudian.


"Ren, sepertinya aku harus kembali sekarang. krna Maria mau datang ke rumah kita nanti malam," ungkap Belinda setelah membereskan rantangnya.


"Kapan Maria berkata mau datang?" tanya Haikal terhenti saat sedang mengetik laptopnya.


"Sebelum aku ke kantor, Maria menghubungi ku melalui telepon rumah," kata Belinda lagi.


"Oh, baiklah. aku akan lebih cepat lagi pulangnya," lanjut Haikal sambil mengetik kembali laptopnya.


"Ya, aku pun mau ke supermart dengan bik Lis. belanja keperluan lain," cakap Belinda sambil berdiri mendekati meja kerja Haikal.


"Tidak denganku saja?" tatap Haikal merasa cemas.


"Tidak perlu Ren, bik Lis akan menjagaku. kau tidak perlu khawatir," tolak Belinda secara perlahan.


"Izinkan aku pergi ya Ren," bujuknya supaya Haikal menuruti permintaannya.


"Baiklah, tapi kau harus berjanji. jaga dirimu, jangan terlalu lelah," pesan Haikal mengelus lengan Belinda.


Belinda manggut dengan penuh semangat, krna sang suami sudah mengizinkannya pergi.


"Aku kembali dulu, kau juga jangan terlalu di forsir saat bekerja," sambung Belinda lagi, sambil meraih tangan Haikal dan mencium punggung tangannya Haikal.


Tak lupa pula Haikal mencium kening sang istri dengan rasa cintanya.


"Bye sayang," lambaian tangan Haikal saat Belinda menoleh ke belakang.


Hanya lontaran senyum yg diberikan Belinda, begitu beruntungnya Belinda mendapatkan seorang suami yg selalu memberikan kebahagiaan untuknya.


Semenjak Haikal dan Belinda menikah, Haikal tidak mengizinkan Belinda untuk memanggil Maria dengan sebutan nyonya, awalnya Belinda menolak permintaan itu, tetapi Maria malah menyetujui perkataan Haikal. krna Belinda bukan lagi orang yg tinggal di rumah Maria apalagi menjaga anaknya. namun, perasaan Maria menganggap Belinda adiknya masih tetap sama tidak dapat di rubah.


.............


Bersambung...


🙏JIKA ADA KATA YG SALAH MOHON MAAFKAN OTHOR YA🙏🙏 KALIAN BOLEH KOMEN UNTUK MEMBUAT OTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI🙏🤗


...STAY TERUS DI NOVEL EMAK ❤️❤️❤️...

__ADS_1


...EMAK SAYANG KALIAN☺️🤭...


KALAU KALIAN JUGA SAYANG EMAK, JANGAN LUPA LIKE,VOTE, DAN TERUS DUKUNG EMAK YA🙏🙏😍


__ADS_2