
☘️☘️☘️☘️
Halaman kampus
Tap.Tap
Langkah kaki Rei terbilang sangat cepat pandangan matanya sudah tidak fokus lagi untuk melihat kearah depan karna Rei sibuk merogoh ponsel didalam tas. dia harus segera meraih ponsel kedalam genggaman tangannya supaya bisa lekas menghubungi sang ayah.
Tiba-Tiba..
BRUKKK
Tubuh mungilnya telah menabrak seseorang sehingga dia terjatuh begitu juga tasnya yg terlepas dari genggaman tangan dan segala isi didalam tas meluap keluar berhamburan sudah tidak beraturan.
Rei berusaha sekuat mungkin untuk membangkitkan badannya kembali krna rasa sakit mulai muncul dibagian telapak tangan, dengan bergerak secara perlahan Rei memungut barangnya memasukkan kembali kedalam tas, tetapi saat Rei sibuk membereskan barang dia dikejutkan oleh sosok tangan seperti ada yg ingin memberikan bantuan untuknya.
Bulu mata lentik, bola mata indah, hidung mancung, kulit putih. memakai baju kemeja hitam dibalut sweater abu.
*S*iapa dia? batin Rei.
Sepasang mata saling bertatapan tanpa berkedip sedikitpun. sangat jarang dia melihat lelaki tampan selain daripada ayahnya.
"Ekhem..." berdehem.
Hancur sudah lamunan panjang Rei.
"Kamu..." ucapnya terhenti.
"Apa!" ketus Rei.
"Tidak," ujarnya lagi.
Rei berusaha untuk berdiri pada tumpuan kedua lututnya agar dia bisa segera bangkit dan bergegas pergi dari tempat itu.
"Mau dibantu?" tanyanya.
"Tidak perlu!" ketus Rei pula.
"Yakin?" bertnya lagi.
"Ya."
Pria itu merasa pernah melihat wajah yg tak asing lagi baginya ketika dia masih kecil. tetapi dia masih belum yakin dengan pandangan matanya benar atau salah.
Tidak mungkin gadis kecil itu berubah menjadi wanita yg cantik. apa aku sudah salah menilai kalau gadis kecil itu adalah wanita ini? batin pria
Rei bergegas bangkit dari tempatnya walau sudah terasa sakit, tapi dia berusaha untuk menahan rasa sakit itu karna dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain, tak lupa dia mengibaskan kotoran yg menempel dibaju dan juga kakinya.
"Sakit?" ujarnya pula.
"Tidak!"
__ADS_1
"Yakin?" mengulang pertnyaannya kembali yg kedua kali.
"Apa sih nanya Mulu... bukannya minta maaf! malah terus bertanya!" Rasa kesal terpampang jelas diwajah Rei yg sudah menggerutu.
Spontan lelaki itu terkejut dan mengerutkan dahinya, dia terheran mendengar ucapan yg dilontarkan wanita itu padanya.
Yg nabrak siapa yg harus minta maaf siapa! Batin pria.
Tetapi dia juga punya prinsip didalam hidupnya, Seorang pria memang harus bnyak mengalah bagaimanapun tempramen wanita. kemudian pria itu menghembuskan nafas dalam berbesar hati ingin membenarkan ucapan wanita yg berhadapan dengannya saat ini.
"Baiklah... Saya minta maaf," ujarnya.
"Tapi..." ucapnya terhenti.
"Apa lagi... haruskah kita berjabat tangan?" gerutu Rei kembali.
"Tidak... Maksudnya?"
Pertanyaan yg blom sempat dia lontarkan terhadap Rei, malah mereka dibuyarkan oleh suara wanita lain yg sedang memanggil seseorang dari jarak jauh.
"Rei... Rei..." panggilan dari seseorang sembari lamabaian tangan.
Siapa pula itu!! batin Rei.
Wanita itu terus melambaikan tangan dan tak lepas dari suara teriakannya yg memanggil nama Rei, siapa lagi yg tau nama Rei selain orang terdekatnya, yg tak lain ialah Gisele.
Gisele frisilia keturunan orang berdarah Inggris dia tinggal bersama dengan kedua orang tuanya di Inggris, Roy dan Rianti ialah nama kedua orangtua gisele. mereka menetap dari Gisele dilahirkan hingga beranjak remaja, tetapi karna masalah ekonomi dan pemaksaan dari keluarganya, Gisele kabur dari rumah untuk bisa menjadi orang yg lebih mandiri. dia pergi ke negara new York berusaha keras dengan kerja paruh waktu, disitulah awal mula gisele dan Rei menjadi teman yg dekat.
"Rei..." goyangan tangan Gisele di kedua pundak Rei.
"Eeh, Gisele?" matanya melebar seakan masih tidak percaya.
"Ya,iyalah ini aku Rei... masa iya kamu ada temen lain yg namanya Gisele? pastinya gak ada kan... heheh," tersenyum sembari menyubit pipi Rei yg belum yakin kehadirannya.
"Kenapa kamu bisa ada disini sel?" mengerutkan keningnya.
" Bisa dong... Gisele gitu loh..." menggerakkan kedua alisnya sembari menyilangkan tangan kedada.
"Sel... jngn bercanda deh," mata Rei terkulai.
"Tunggu dulu," Gisele mengalihkan pandangannya dari Rei. "Anda siapa ya?" ujar Gisele memberi pertanyaan pada seorang lelaki yg masih berdiri ditengah mereka.
Duh, sampe lupa... kenapa dia masih disini sih, aku tau banget Gisele orangnya gimana, keponya gak ada tandingan. batin Rei sembari menggaruk kepala perlahan.
"Boleh saya tau mas tampan ini siapa?" tanya Gisele dan melirik Rei yg sedang mengalihkan pandangannya.
Sang pria masih diam membisu memperhatikan perawakan Rei dari ujung kepala sampai kaki, krna dia ingin lebih memastikan lagi apakah penglihatannya memang sudah salah.
Aha... aku tau sekarang? batin Gisele sembari memegang ujung hidung.
"Uhuk.uhuk" Helloo... kalian berdua patung ya?" hardik Gisele yg sudah kesal dicuekin oleh mereka.
__ADS_1
Karna sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan gisele, Rei bergegas ambil tindakan untuk menarik tangan Gisele agar mereka bisa lekas pergi dari suasana mencekam itu.
"Tunggu," ujarnya.
Langkah kaki mereka spontan terhenti.
Gisel yg sedang penasaran itu langsung menoleh kebelakang melihat pandangan pada wajah yg sedingin es.
Tapi tidak bagi Rei. dia sama sekali tidak menoleh kebelakang ataupun berbicara.
"Ada apa mas ganteng?" tanya Gisele menggerakkan kedua alisnya.
"Nama kamu Reini, kan?" tanyanya tegas.
Rei terkejut mendengar ucapan pria yg ada di belakangnya dan membelalakkan kedua mata, bagaimana bisa pria itu kenal dengan dirinya. bahkan dinegara yg baru dia kunjungi hari ini sudah ada yg mengetahui nama aslinya.
Apakah dunia ini tak selebar daun kelor? batin Rei panik.
PROKK.PROK
"Wah,waah... bagaimana bisa mas ganteng tau dia adalah Reini? kalau tidak salah tadi aku cuma memanggil nama singkatnya deh," bertepuk tangan sembari menggelengkan kepala perlahan.
Pria itu tidak menggubris pertnyaan gisele padanya, dia hanya memastikan kalau ucapannya barusan benar adanya.
"Rei..." Gisele menyenggol bahu kiri Rei yg sudah terlihat panik.
Anak ini kumat lagi keponya, ya Tuhan.. bagaimana bisa dia temanku! batin Rei tertunduk.
"Apalagi sih sel..." ucap Rei memalsukan senyumnya pada gisele.
"Kamu gak denger Rei barusan! mas ganteng ini manggil kamu apa," ucap gisele membisikkan ketelinga Rei.
Tanpa ragu Rei mencubit lengan Gisele yg ada dirangkulan tangannya, Rei tak ingin menggubris pertnyaan gisele yg dilontarkan untuknya.
Gisele menghentikan rasa ingin taunya, karna dia sudah bisa mengerti dengan tingkah Rei yg sudah diambang malu krna keusilan akibat perbuatannya.
"Sudahlah! ayo sel..." kata Rei sembari menarik tangan Gisele.
"Ayo kemana?" jawabnya pula.
"Ayo masuk! masa iya ayo pulang..." menggerutu dengan tingkah Gisele.
"O,iya. mas ganteng deluan ya..." teriak Gisele lambaikan tangan pada pria itu.
Sang pria sama sekali tidak berbicara lagi melihat kelakuan mereka yg meninggalkan dirinya begitu saja, dia cuma bisa berdiam diri memandangi langkah kaki yg mulai jauh dari pandangan matanya.
.................
bersambung ..
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA🤭😚
__ADS_1
😍🥰MAMAK SAYANG KALIAN🥺❤️❤️