Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
IRI HATI


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️


Keberadaan Belinda didalam istana membuat semua pelayan tertegun melihat kedekatan Tristan padanya. semua pelayan dibuat iri sangking dekatnya Belinda dengan anak yg terbilang sangat cuek itu. semua pelayan dirumah tidak ada satupun yg berani mendekati Tristan apalagi sampai mengobrol begitu terlihat bahagia.


"Hey,hey! kalian kemari, apa kalian tidak melihat si anak baru sangat dekat dengan tuan muda kita, tuh lihat! gayanya sok manis lagi," kata seorang pelayan bagian kepala.


"Dia memang terlihat manis sih! wajahnya juga sangat cantik," balas seorang pelayan pula.


"Apa dirimu buta? wanita gembel begitu dibilang cantik! sana pergi periksa matamu dulu," protes kepala pelayan tidak terima.


"Udah ah, nanti ketauan nyonya kita membicarakan wanita itu! apa kita semua mau dipecat?" tanya salah satu pelayan pada atasannya.


"Enak saja, kita susah payah masuk ke istana ini. mana mungkin aku biarkan kita keluar dari sini," pungkas kepala pelayan.


"Aku deluan, masih ada kerjaan yg belum ku bereskan," jawab pelayan bernama Sisil.


"Pergi sana, jangan sampai aku lihat kerjaan kalian tidak beres ya?!" celetuk kepala pelayan memberi peringatan.


Setelah kedua pelayan bernama Sisil dan juga Usy pergi dari perbincangan mereka. kepala pelayan bernama Leli itu masih saja melihat dengan sangat tajam mengarah pada Belinda.


"Kau tidak akan aku biarkan mendekati tuan, aku sudah mengetahui wanita gembel seperti mu akan berbuat trik licik lebih banyak lagi," tekad Leli kepala pelayan sambil menggertakkan giginya.


Disaat kepala pelayan itu mengintip dengan berdiri dibalik pintu dapur, Belinda seketika melihat dari kejauhan tatapan matanya mengarah pada dirinya.


"Kenapa anda berdiri disitu, kemarilah," panggil Belinda sambil tersenyum.


Namun Leli tidak menyahut panggilan itu, malah dirinya pergi seketika sebelum Tristan menoleh kebelakang.


"Tante memanggil siapa?" tanya Tristan yg tengah menikmati kue buatan Belinda Sampai berselemak di area mulutnya.


"Tadi saya melihat ada seorang wanita berdiri di balik pintu itu, tetapi dia keburu pergi. mungkin hanya lewat saja," timpal Belinda mulai terheran dengan sikap orang yg dia temui barusan.


"Oh. begitu... tatan kira Tante lagi berbicara sendiri," balas Tristan sambil mengunyah tiada henti.


"Duuh, tuan muda makan kue sampai Cemong begini. tunggu, saya ambilkan tisu dulu," riuh Belinda bergeleng kepala.


"Tidak usah Tante! disini saja temani Tatan makan kue buatan Tante," ucapnya menarik lengan Belinda dengan wajahnya yg polos


"Hem, baiklah! saya akan temani tuan disini sampai selesai," balas Belinda tidak tega melihat Tristan dengan wajah yg begitu lucunya.


Dikarenakan Belinda tidak melihat adanya tisu di dalam dapur, dirinya meraih baju yg sudah kian terpasang setelah dirinya berada di dalam istana. dia pun segera menghapus bekas kue yg ada di bagian mulut Tristan dengan sangat berhati-hati.


Tristan yg masih seorang bocah bisa merasakan kasih sayang dari Belinda, dia melihat Belinda seperti melihat ibunya sendiri. perhatian Belinda membuat Tristan tidak mengedipkan matanya.


"Tante sangat cantik! mirip ibu," ucap Tristan tersenyum manis.


"Mana bisa saya disamakan dengan nyonya, tuan jangan berkata begitu didepan nyonya ya..." sergah Belinda memberikan titahnya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa Tante? tatan tidak salah melihat kok! Tante itu mirip ibu, wajah Tante cantiknya seperti ibu," jawab Tristan menolak titah Belinda.


"Jangan tuan muda! saya tidak bisa terima, kalau wajah saya yg seperti ini disamakan dengan ibu tuan," protes Belinda menggelengkan kepalanya.


"Tatan akan tetap bilang Tante cantik! boleh ya,ya," rengek Tristan menarik lengan baju Belinda sesekali.


Belinda menarik nafas perlahan dengan sikap Tristan yg masih belum terbiasa baginya. Tristan itu anak dari seorang pemilik rumah, tidak mungkin dirinya menolak keinginan anak kecil yg terlihat sedang merengek padanya.


"Baiklah. terserah apa maunya tuan muda saja," jawab Belinda pula pada akhirnya mengalah.


"Horee, ohiya! Tante jangan panggil tuan muda, panggil saja aku Tatan," pinta Tristan dengan mengedipkan mata sesekali.


"Itu tidak mungkin tuan muda, saya tidak berani memanggil dengan nama yg selalu dipanggil nyonya pada tuan," tolak Belinda pula.


"Tidak pakai menolak ya Tante, harus panggil Tatan! kalau enggak, Tatan tidak mau berteman dengan Tante!" melontarkan dengan wajah yg cemberut tampak mengalihkan pandangan pada Belinda.


Anak sekecil ini bisa marah?? Heheh lucu sekali. batin Belinda terkekeh sambil melirik Tristan.


"Tu - maksud saya Tatan marah ya pada saya?" tanya Belinda merayu Tristan yg terlihat cuek.


"Tatan tidak ingin berbicara pada tante!" sanggahnya masih cemberut.


"Oke. saya akan pergi dari rumah ini, kalau Tatan tidak ingin berbicara pada saya," ucap Belinda mengetes reaksi Tristan terhadapnya.


Disaat Belinda mau beranjak dari tempatnya, Tristan dengan sigap menahan telapak tangan Belinda bermaksud tidak ingin membiarkan Belinda pergi dari rumahnya.


"Pfft. hahah, Tatan lucu sekali sih! tidak mungkin saya pergi dari rumah ini untuk meninggalkan orang sebaik nyonya dan selucu Tatan," kata Belinda sambil jongkok tersenyum riang.


"Benarkah? itu berarti Tante tadi berbohong pada Tatan?" tanya Tristan terlihat mata berbinar.


"Iya Tatan, saya akan terus di sini untuk menjaga Tatan. itu sudah perintah dari nyonya," beber Belinda memegang kedua pipi tembem Tristan.


"Asyik... tatan punya Tante cantik disini. kalau begitu, Tante cantik yg akan mengantarkan Tatan pergi ke sekolah,kan?" bertnya dengan girangnya sambil melompat bertepuk tangan.


"Saya akan bertnya pada nyonya! apakah saya dibolehkan untuk mengantar Tatan ke sekolah, kalau sudah ada izin dari nyonya pasti saya yg akan mengantar Tatan," jawab Belinda pula.


"Baiklah," ucap Tristan begitu senangnya.


Crang!


Blar!


Terdengar suara pergaduhan diluar dapur.


"Itu suara apa ya?" tanya Belinda keheranan.


"Itu suara ibu dan ayah," jawab Tristan santai kembali menikmati kuenya yg masih tersisa sedikit lagi.

__ADS_1


"Suara nyonya dan tuan besar, tetapi suara itu terdengar cukup keras," ucap Belinda kebingungan.


"Tidak apa Tante, itu sudah biasa terjadi. ibu tidak terima Tatan makan lolipop! makanya ibu ngamuk begitu," beber Tristan terlihat biasa saja.


"Aduh, Tatan jangan dimakan lagi kuenya! nanti celemotan," riuh Belinda meraih kue yg ada di tangan Tristan.


"Lain kali Tante cantik buatkan Tatan cemilan yg enak seperti ini ya," pinta Tristan menjilati jemari tangannya yg tersisa sedikit coklat.


"Setelah ini kita akan pergi sikat gigi, kalau tidak nyonya akan marah dengan saya," ajak Belinda pula.


"Oke deh," jawab Tristan berdiri dengan sigap.


"Tapi, apa benar tidak terjadi hal buruk di luar? apa kita pergi melihat saja sebentar..." ucap Belinda celingukan melihat ke arah luar dapur.


"Tante cantik tidak perlu mencemaskan ibu! ayah dan ibu baik-baik saja," timpal Tristan meyakinkan lagi.


Belinda hanya terdiam mendengar pengakuan Tristan, dirinya masih belum terbiasa dengan suara yg terbilang keras dari dalam istana. Belinda kembali menatap Tristan yg tengah memegang jemari tangannya.


"Tante, katanya mau gosok gigi... ayok! kenapa Tante hanya berdiam saja?" tanya Tristan dengan bijaknya.


"Ah, tidak. saya hanya sedikit bingung," lontar Belinda menggaruk kepala pelan.


"Jangan bingung Tante, nanti juga Tante cantik akan terbiasa! pelayan rumah pun sudah terbiasa dengan aksi ibu dan ayah, Heheh," kekeh Tristan dengan wajahnya yg lucu.


"Baiklah, saya akan membiasakannya mulai sekarang," tutur Belinda pula.


"Good job Tante," antusias Tristan memberikan jempolnya.


Anak sekecil ini sudah bisa berbahasa Inggris?? kalau aku tanyakan artinya, pasti dia tertawa... ah!! tidak,tidak... aku tidak mau bertnya padanya, aku sangat malu... batin Belinda tertunduk kaku.


"Tante kenapa melamun lagi?" tanya Tristan dengan menggoyangkan lengan Belinda perlahan.


"Saya tidak melamun kok," jawab Belinda tersenyum simpul.


Setelah perbincangan mereka selesai, akhirnya mereka berdua keluar dari dapur menuju ke kamar yg sebelumnya tempat Belinda beristirahat. dapur yg sebelumnya jorok kian bersih setelah Belinda menyelesaikan saat membuat kue.


.................


Bersambung....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 🤭☺️


...👇...


...TETAP STAY TUNED...


...TINGGALKAN KRITIK DAN SARAN DIKOLOM KOMENTAR DIBAWAH INI...

__ADS_1


...❤️SALAM SAYANG DARI MAMAK ❤️...


__ADS_2