Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
UTS PERTAMA


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


AAAAAAAA......


...haloo... Gisele, kamu kenapa? halo,,...


Dikala Gisele kebingungan akan dirinya yg sudah seranjang dengan seorang lelaki membuat tubuhnya seolah tidak bisa bergerak dikarenakan kondisinya yg telah menyadari kalau dia bukan lagi berada dikamarnya melainkan di sebuah kamar mewah yg belum pernah dia kunjungi sebelumnya.


"Ini tempat siapa?" gumam Gisele celingukan masih setengah sadar.


...halo, gisele! jawab aku, kau dimana? tanya Rei disebrang....


Ah, iya Rei.. aku, a- aku masih dirumah! ada apa Rei?


...hari ini kita UTS, apa kau tidak tau?...


Apa?!!


...Telinga ku sakit. kau menjerit begitu sekarang kau datang saja, masih ada waktu dua puluh menit lagi... buruan!!...


i - iya... aku datang sekarang! kau tunggu saja dikelas.


Dengan begitu panik gisele menutup ponselnya setelah mendengar kabar dari Rei. dia juga tidak ingat apa yg telah di perbuatnya sehingga dia bisa nyasar di kamar seorang pria. yg dia ingat hanyalah sekilas, disaat dia pergi dari rumah mendatangi sebuah club malam hingga mabukan. setelah itu ingatannya bagai dibawa arus entah kemana.


Seketika gisele melihat tubuhnya yg hanya memakai tentop kian menutupi tubuhnya, dia melihat langsung mengarah pada selimut yg menutupi kakinya.


"Huff, aku kira sudah telan**ng! ternyata masih sama dengan pakaianku sebelumnya," gumamnya mengelus dada sesekali.


"Tapi... kenapa aku bisa ada disini ya? apalagi cuma pakai tentop begini pula! siapa yg sudah membawaku ketempat ini?" gumamnya mulai panik akut.


AAAAAAAAA


Jeritan kuat disaat kedua kalinya dia menatap wajah Rian berada sangat dekat dengannya. situasi itu membuat panik bukan kepalang sehingga gisele jatuh seketika dari tempat tidur.


"Aaahh, apa sih! ribut kali pun. gak tau orang lagi tidur," gerutu Rian memekak krna jeritan Gisele yg sangat kuat.


"Ka - kau? dokter gadungan itu, kan?" tanya Gisele tidak percaya sesekali mengucek matanya.


"Bukan! aku arwahnya, akan ku cekik kau hingga mati," ujar Rian seakan jengkel.


"Pasti kau yg membawaku kesini, apa yg telah kau perbuat padaku. ha?!!" tanya Gisele mulai ketakutan.


"Hahaha, dasar kera kau! bukan kah kau yg ganas seperti siluman?" beber Rian menyeringai.


"A- aku! kenapa dengan ku!" memprotes nada nyolot.


"Kau ingat saja di otakmu yg gak waras ini, aku mau mandi. setelah aku kembali, semuanya sudah harus rapi. kau harus beresin kamar yg berantakan ini krna perbuatanmu! mengerti," perintahnya dengan mengetuk kening Gisele.


"Aku gak mau! dasar dokter gadungan.... gila kau!" hardik Gisele menjerit krna sebal.


Namun, Rian tidak lagi menggubris gisele yg telah mengamuk dikamar menghina dirinya antah barantah. lagipula Rian harus bergegas kekamar mandi bersiap untuk kembali kerumah sakit mengecek keadaan ayahnya Rei.


"Aaaaaa, apa yg telah diperbuat lelaki breng**k itu padaku semalam? atau jangan-jangan, aaaa... tidak,tidak! aku harap tidak ada hal apapun antara aku dengan lelaki bajing*n itu," gumam Gisele sambil melipat selimut yg dipakainya semalaman.


Setelah beberapa saat menit berlalu, gisele telah siap merapikan kamar yg berantakan akibat perbuatannya sendiri. itu pun dia lakukan dengan terpaksa karna pengaduan itu dia dengar Langsung dari mulut Rian padanya. disaat yg sama Rian keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono alias handuk baju yg membuat dadanya terlihat seksi bagi kaum wanita apabila melihatnya.


PROK PROK


Tepukan tangan Rian terlihat senang karna perintahnya pada gisele terlaksana juga. padahal dia hanya menggertak gisele, supaya gisele sedikit takut padanya. ternyata gisele juga wanita yg punya sisi lemah didepan pria yg tegas.


"Bagus-bagus! terlihat rapi sediakala," ucapnya dengan puas berjalan mendekati Gisele.


"Aaaaa, apa kau tidak malu? ha?! dasar kau lelaki gi*a! sinting kau," cerocos gisele riuh menutup kedua matanya.

__ADS_1


"Apa yg membuatmu malu? bukankah kau yg membuka bajuku semalam?" tanya Rian sengaja berbisik ketelinga Gisele.


ZLEPP


Ucapan yg menusuk telinganya hingga kejantung membuat gisele terdiam seribu jiwa. hingga kakinya gemetaran mendengar perkataan Rian padanya seolah tidak percaya.


"Apa yg kau katakan! mana mungkin aku begitu," sarkasnya tidak terima.


"Apa wanita mabuk semuanya begitu?" balik bertanya tampak mengejek.


"Apa aku mabuk semalam?" bertanya lagi sambil berfikir kembali mengorek ingatannya.


"Gimana ya? Hmm... kau seperti kucing yg sedang KELAPARAN," kembali berbisik tepat ditelinga Gisele.


"Sudahlah! aku malas berbicara denganmu! tidak ada gunanya," hardik Gisele membentak Rian.


"Bukannya minta maaf, malah kau yg marah padaku! harusnya aku yg begitu," protes Rian melipat tangan kedada.


"Lagian, apa yg kau perbuat ditengah jalan larut malam begitu? apa kau tersesat tak tau jalan pulang?" lanjut Rian mencemo'oh Gisele.


"Aku hanya tidak ingin pulang saja! lagian itu bukan urusanmu!" gerutunya nada jengkel.


"Aku tanya padamu! apa yg kau lakukan padaku semalam. apa kau berbuat hal senonoh padaku?" tanya Gisele mengepalkan tangannya.


"Ya, kau yg datang padaku! bukan aku yg berbuat itu padamu," berbohong untuk mengerjai Gisele.


Dasar kera! apa yg bisa kuperbuat dengan wanita mabuk seperti mu!! aku akan membuatmu patuh padaku, setelah pengakuanku ini.. hahahha!!!! batin Rian terkekeh.


"Tidak, itu tidak mungkin! kau pasti membohongiku, iya kan?!" jeritnya tidak terima sehingga wajahnya memerah.


"Yasudah, kalau kau tak percaya! sekarang kau bukan PERAWAN lagi," timpalnya sinis.


"Kau bajing*n, aku tak percaya itu!!" erang Gisele memukul dada Rian hingga berlalu pergi dengan menangis.


"Pfftt, ahahahhaah. aku puas, puas!" gumam Rian tertawa terbahak berkacak pinggang.


Seakan dirinya sudah membalaskan dendamnya pada gisele yg telah menertawakannya pada saat peristiwa silam dirumah Rei.


Rian kembali bersiap untuk bergegas pergi kerumah sakit. sementara itu, gisele pergi entah kemana larinya setelah berlalu dari kamar Rian.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Kawasan kampus imperial college.


Dengan nafas yg berat dan keringat yg terlihat membasahi wajahnya, gisele terus berlari agar dirinya bisa sampai tepat waktu. sebelum dia sampai dikampus, gisele sudah mengganti bajunya ditengah perjalanan dia membeli sekaligus membersihkan diri seadanya. tidak mungkin lagi bagi gisele untuk pulang kerumah, sudah pasti akan sangat terlambat.


Setibanya didepan kelas.


"Hah, hah..." nafas yg sesak terdengar oleh Rei yg tengah sibuk menulis.


"Gisele, kau kenapa? wajahmu pucat sekali?" tanya Rei terhenti sejenak.


"Tidak ada Rei," timpal Gisele pula.


"Kau minum dulu," titah Rei menyuguhkan airnya untuk Gisele.


"Makasih Rei," ujar Gisele meraih botol air mineral itu meminumnya dengan sekali teguk.


GLUK


Liona yg tampak melihat mereka dari belakang karna sudah tidak bisa bergabung lagi sedikit mendengar perbincangan Rei dan gisele.


"Kelihatannya kau haus banget sel?" tanya Rei lagi dengan khawatir.

__ADS_1


"Iya, tadi aku berlari sampai kesini. takut telat saja," memberi alasan yg tepat.


"Lagian masih ada lima menit lagi kok sel, dan lagi.... tas mu mana?" tanya Rei terheran.


Mampus aku, mau jawab apa cobak?!! batin Gisele mencari alasan.


"Ah! aku tadi telat bangun Rei, makanya aku gak ingat tas ku ketinggalan," seru Gisele tampak panik.


Kayaknya gak gitu deh kejadiannya!! ada apa dengan anak ini??? batin Rei mengamati wajah yg penuh kebohongan.


"Apa kau berfikir aku anak kecil sel?" tanya Rei mulai jengah.


"A-


"Selamat pagi," sapa Tristan masuk kedalam kelas.


"Pagi pak..." sahut riuh seluruh murid.


Sekilas Tristan melihat wajah Rei yg aduhai cantiknya, seakan mata Tristan ingin masuk kedalamnya saat itu.


Tristan tersenyum manis tidak seperti biasanya membuat seluruh murid menatapi wajah Tristan yg terbilang sedang dimabuk asmara.


"Pak! apa hari ini kita jadi UTS?" tanya salah satu murid.


Mampus! gimana aku mau ujian, apapun belum ada yg ku bawa!!! batin Gisele keringat dingin terlihat sangat panik.


"Tentu saja! saya sudah membawa kertas ujian yg akan kalian jawab, Leo.. tolong bagikan kertas ini ke masing-masing meja," titah Tristan tegas.


"Baik pak," sahut Leo bergegas sekilas melirik Gisele.


Nyusahin lo, wanita tomboy! gara-gara ulahnya aku harus berbohong nutupin keburukannya. si*l !!! batin Leo acap kali mencibir Gisele.


"Sel, kamu pakai aja punyaku! kau kan tidak bawa apa-apa," timpal Rei menyodorkan perlengkapannya untuk Gisele.


"Baiklah Rei. makasih," sunggut Gisele mata berbinar.


"Kau tidak perlu risau, kan ada aku! selama ini juga kau selalu melihat jawaban dariku," tutur Rei pula tersenyum.


"Kau temanku Rei, haaa," riuh Gisele memeluk Rei seketika.


"Apa kalian sedang reunian?" tanya Tristan dari jauh memperhatikan.


"Ti - tidak pak," jawab Gisele kelabakan.


Namun, Tristan malah menahan tawanya karna reaksi gisele juga Rei setelah dia menegur mereka. Tristan memang sengaja berbuat itu agar dirinya bisa menatap penuh wajah Rei walau dari jarak jauh.


Aku rindu padamu Rei, sedari malam aku terus saja gelisah karna kau telah membuat hatiku terlalu cemas. batin Tristan mengingat kejadian Rei dekat dengan Ricky.


Setelah Leo mendekati meja Gisele dan Rei, Leo memberikan dibawah kertas soal gisele dengan surat yg terlipat agar Gisele segera membacanya.


Pada saat Leo menatap sinis gisele, Rei malah kebingungan mengartikan tatapan sinis itu mengarah pada gisele seperti harimau yg terkunci didalam sel.


Kenapa dengan si Leo ini, sinis banget Natap gisele, apa gisele gak sadar ya?? batin Rei mengamati wajah Gisele yg sedikit tak bergairah.


Ketika gisele meraih kertas soal diatas meja dia menjatuhkan secarik kertas tepat dibawah meja, dia pun memungut kertas itu serta membacanya dengan cepat.


*K**au datang ke belakang sekolah sehabis ujian, ada yg aku ingin bicarakan. penting*!!dari Leo si tampan tiada tara.


............


Bersambung....


❀️ saranghae buat kalian semua ❀️

__ADS_1


NANTIKAN TERUS KISAH SELANJUTNYA DARI MAMAK πŸ‘‰ STAY TUNE πŸ‘ˆ


__ADS_2