Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
KERAGUAN RICKY


__ADS_3

☘️☘️☘️


Gudang Tua


Ckiit


"Tuan, inilah gudang yang pertama kali saya memergoki Fidya saat bersama bos besarnya itu," turut Ricky menoleh pada Haikal yang tampak mengamati situasi sekitar mereka.


"Baiklah, kalau begitu sekarang kita turun dan jangan lupa kau terus hubungi Fidya! aku akan menghubungi dari pihak kantor polisi," turut Haikal pula melangkah keluar dari mobil.


Ricky hanya anggukkan kepala dan merogoh ponsel dari balik jas kerja miliknya, namun Fidya masih belum menjawab telepon dari Ricky dan entah apa sebabnya.


Ricky mulai melangkah mengendap menelusuri gudang tua itu sambil menempelkan ponsel di telinganya untuk terus menghubungi Fidya.


Debugh


Pukulan keras terjadi saat Haikal hendak menghubungi kantor polisi, tubuh Haikal langsung terjatuh tak sadarkan diri.


Ketika itu Ricky berada jauh dari Haikal, sudah pasti dirinya tidak menyadari kalau Haikal dalam keadaan tidak sadar.


Langkah kaki Ricky semakin cepat saja karena dirinya sangat penasaran Fidya bersama bos besarnya sedang membicarakan apa, dan ketika Ricky berhasil membuka gudang tua itu dia mengintip dari jarak jauh kalau Fidya sedang berdiri di depan bosnya.


Alangkah terkejutnya Ricky melihat Haikal sudah duduk di atas kursi dalam keadaan kaki tangan terikat, mulut di sumpel kain, serta mata yang sudah tertutup.


"Masuklah! kau tidak perlu mengintip dari luar," teguran santai itu terdengar oleh telinga Ricky sangat jelas.


Bahkan dia menautkan kedua alis matanya melihat orang yg berada di sebelah Haikal adalah Fidya, dia merasa heran saja sementara yang sebelumnya dia lihat Fidya sedang berdiri tepat di depan bosnya itu.


"Apa kau tidak ingin masuk?" kata bosnya itu pula.


Ricky tidak ada jalan lain lagi akhirnya dia masuk perlahan penuh kehatian, apalagi dia sudah melihat Haikal di depan matanya tidak mungkin dia melarikan diri saat itu.


Yeap, orang yang menyamar jadi Fidya itu sosok begitu mengerihkan dari balik mata Ricky tentu saja dia terkejut dengan penyamaran itu dengan tampang yang belum pernah Ricky lihat sebelumnya.


Memakai jubah hitam, wajah begitu pucat, mata yang sangat menusuk jika di lihat dari jarak lebih dekat.


Ricky terus melangkahkan kakinya sampai mendekati mereka semua.


"Anak yang penurut," kata lelaki berjubah hitam tak lain ialah Axel, dia memukul pelan pundak sebelah Ricky seketika.


Ternyata Axel bekerjasama dengan bosnya Fidya yaitu mantan suami dari Ambar bernama Fardo.


"Hahahah, dasar manusia! kalian itu lemah, tidak sebanding dengan aku yang bisa melakukan apa saja," ocehan Axel membuat Ricky semakin menggeram, ia meremas kedua tangannya yang berada di belakang pinggulnya.


Axel mulai mendekati Ricky yang terdiam sedari masuk dalam gudang, Ricky juga melirik Haikal dan Fidya masih dalam keadaan tak sadarkan diri sekaligus memikirkan ide untuk bisa membebaskan mereka.

__ADS_1


"Sekarang kau katakan di mana keberadaan Belinda?" tanya Axel berbisik di telinga Ricky membuatnya merasa jengkel.


"Jawablah! asal kau bekerjasama dengan kami, kau akan kami bebaskan," sambung Fardo yang sedang duduk elok memegang dagunya.


"Aku tidak tahu nyonya ada di mana," jawab Ricky dengan bernada sedikit keras.


Tap Tap


Suara langkah kaki dari ketukan sepatu high heels di balik tubuh Ricky terdengar begitu jelas sekali.


Ternyata orang yang berjalan itu wanita bernama Ambar pertama kali sempat bertemu saat Ambar memberi tumpangan dirinya dan Belinda.


"Hai anak muda, apa kau tahu lelaki ini siapa?" Katanya pula sambil meraba dada Haikal yang sedikit terbuka.


Bertambah geramlah Ricky saat itu melihat bosnya di sentuh oleh wanita perusak rumah tangga orang lain.


"Singkirkan tangan kotormu dari bos ku!" senggak Ricky penuh keberanian.


"Ck, kau cukup berani rupanya!" ucap Axel melihat kedua mata Ricky begitu menusuk sekali.


"Sudahlah Axel, kau jangan terlalu keras pada bocah ini." Ambar mulai memainkan jemari tangannya di pipi Haikal.


Setelah itu Ambar mulai berjalan mendekati tempat Ricky berdiri.


"Tidak! kau berbohong, tuan tidak mungkin menghianati nyonya! itu tidak mungkin." Ricky berteriak semakin keras dan menjauhkan telinganya dari Ambar.


Prok Prok


"Sungguh kau anj*ng yang sangat setia pada tuannya! tapi ingatlah, kau ada di genggaman kami sekarang," kekeh Fardo pula.


"Cuih! kalian fikir aku takut pada kalian semua?" sergah Ricky mulai mengambil pistol di balik celana yang dia selipkan dekat sepatunya. "Angkat tangan kalian, cepat! lepaskan mereka berdua!" teriak Ricky kembali sambil memegang pistol di genggaman tangannya.


Namun, mereka tidak bereaksi sama sekali dan itu membuat Ricky menautkan kedua alis matanya.


Wuushh


Tentu saja Axel mendekatkan pistol itu di kepalanya sendiri.


"Ayo tembak aku," ucap Axel dengan santai bahkan tidak ada rasa takut dalam dirinya.


"Dasar bedebah!" berang Ricky mulai geram melihat sikap Axel itu.


Dor Dor


Bunyi tembakan dua kali tepat di kepala Fardo karena Ricky ingin memberi peringatan pada Axel untuk tidak bermain padanya lagi, tetapi itu malah sebaliknya yang di lihat oleh Ricky.

__ADS_1


Akhirnya Fardo terlentang berlumuran darah namun Axel dan Ambar terlihat biasa saja saat Fardo ingin meminta tolong pada mereka.


Axel mendekati Fardo yang sudah hampir kehilangan nyawa.


"Kau sudah tidak di perlukan lagi dan bahagialah di alam nerakamu," turut Axel menutup mata Fardo dan sedikit tertawa kecil.


Kini Axel mendekati Ambar yang begitu santainya berdiri menyaksikan mantan suami sudah tak bernyawa lagi.


Ambar anggukkan kepala seusai Axel berbisik sesuatu padanya.


Axel malah mendekati tubuh Haikal yang masih belum sadar juga, bahkan Ambar menatap Ricky dengan tersenyum kecil di pinggir bibirnya itu.


"Apa yang ingin kau lakukan pada tuanku? menyingkir kau! atau aku tidak akan segan membunuh mu," hardik Ricky menantang Axel begitu lantangnya.


Tetapi Axel tidak mendengarkan ocehan dari teriakan Ricky, malah dia mengeluarkan taringnya tepat di leher Haikal.


Betapa terkejutnya Ricky mengetahui kalau Axel seorang vampir yang sewaktu-waktu akan membahayakan nyawa Haikal jika ia mengambil tindakan gegabah.


Brukk


Pistol pun terlepas dari tangannya karena dia tak ingin mengambil resiko lebih jauh lagi.


Axel menatap Ricky yang sudah sedikit takut padanya, ia menutup taringnya kembali dan melangkah ke arah Ricky.


"Sekarang kau harus ambil tindakan untuk menyelamatkan tuanmu itu," tunjuk Axel menumpukan dagunya di atas pundak kanan Ricky.


Aura jahat masuk ke dalam tubuh Ricky, hingga suhu yang di keluarkan oleh Axel itu membuat Ricky tidak berkutik.


"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Ricky sedikit menjauh dari Axel yang terlalu dekat pada dirinya.


Ambar melangkah perlahan sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Aku ingin kau menyatukan hubunganku pada Haikal," bisikan dari Ambar itu terdengar jelas di telinga Ricky.


Sungguh Ricky tidak tahu harus melakukan apa lagi, kini dia benar-benar terpuruk sekali apalagi harus menghianati Belinda juga Haikal.


"Apa kau tidak sadar? bahwa yang kau lakukan ini adalah kesalahan besar!" sungut Ricky merasa jengah pada Ambar yang bisa melakukan hal semaunya itu.


"Tidak! justru aku akan bahagia jika bersama lelaki itu," tunjuk Ambar dengan percaya dirinya.


Ricky menoleh pada Axel yang tertunduk hingga tersenyum mendengar ocehan Ambar itu.


Dalam benak Ricky, dia sangat yakin pasti Axel yang sudah merencakan itu semua sehingga Ambar dapat dia kendalikan apalagi Ambar mantan kekasih dari Haikal sudah pasti Axel mengambil kesempatan itu untuk rencananya sendiri.


...........

__ADS_1


__ADS_2