Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
JEBAKAN KE DUA


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️


Keheningan di dalam mobil.


Haikal tengah mengamati perawakan dari Belinda setelah dirinya membawa keluar dari istana. namun sepanjang mereka masuk kedalam mobil, Belinda tidak berbicara apapun atau bertanya setidaknya mengeluarkan suara. Haikal di ambang keresahan karna dirinya masih belum paham dengan sikap Belinda padanya. dia tidak mengerti apakah ajakannya itu salah atau benar. apakah Belinda tidak nyaman diajak keluar olehnya. rasa takut pun menghantui Haikal di kala itu.


"Belinda, apa kau merasa tidak nyaman aku ajak pergi?" tanya Haikal mencoba tenang.


"Tidak," jawabnya singkat.


"Maksudnya tidak?" tanya Haikal masih belum paham.


"Berhentilah dulu, aku ingin keluar sebentar," ucapnya menatap tajam Haikal.


"Kau ngapain keluar? apa kau merasa gerah di dalam mobil?" rasa gugup melanda Haikal.


"Ada yg ingin aku cari," balasnya dengan cetus.


"Apa yg kau cari? apa kau mempunyai keluarga di daerah ini?" kebingungan terus bergejolak di hati Haikal.


"Apa kau tidak ingin berhenti? atau aku akan melompat dari sini saja?" geramnya mulai menghentak hati Haikal.


"Baiklah," ucap Haikal akhirnya mengalah.


Setelah mobilnya dia tepikan, Belinda langsung keluar tanpa berkata apapun lagi. Haikal juga mengikutinya dengan bergegas keluar dari mobil, Belinda terus berjalan entah kemana arah tujuan yg ingin dia datangi.


"Belinda... kau ingin kemana?" teriak Haikal dari belakang punggung Belinda.


"Kau jangan mengikuti aku! atau kau juga akan ikut mati," sergahnya langsung menoleh ke arah Haikal.


"Apa yg kau katakan Belinda? aku tidak mungkin membiarkanmu berjalan sendiri di sini," seru Haikal mulai panik.


"Aku bukan Belinda! hahah," tawanya yg mendengungkan telinga Haikal.


"Kau! apa yg barusan kau katakan?" tanya Haikal mulai keringatan krna Belinda tertawa begitu hebatnya.


"Ckk. Apa kau ingin melihat wujudku yg sebenarnya? apa kau yakin tidak akan melarikan diri?" decaknya pula mulai kesal.


"A- apa maksud mu?" tanya Haikal lagi terus menatap Belinda.


"Kau mungkin beranggapan aku adalah wanita yg kau maksud! aku memakai tubuhnya, tetapi aku bukanlah wanita yg kau sebut sebagai Belinda itu!" monolog nya sambil melipat kedua tangan di dada.


"Kau bercanda Belinda! sekarang kau masuklah ke mobil, kalau kau merasa tidak nyaman. aku akan membawamu kembali ke istana," ajak haikal pula yg belum percaya dengan perkataannya.


"Kau tidak mengerti? Baiklah!" timpalnya sambil mundur selangkah dari Haikal.


Haikal belum mengerti apa yg dimaksud oleh Belinda. dirinya juga belum memahami sikap Belinda yg terus mengatakan kalau itu bukan dirinya. sehingga dia menatap Belinda dengan penuh pertanyaan.


Tubuh Belinda sudah dipergunakan oleh klan Vero yaitu Axel. dirinya menjalankan tugas yg diperintahkan oleh Eron. sebenarnya Axel tidak mempunyai urusan dengan Haikal namun tidak ada pilihan lain selain menampakkan wujud aslinya agar Haikal tidak lagi mengikuti dirinya.


Syuuhh

__ADS_1


Baju berwarna hitam pekat yg terlihat seperti jubah, mata yg berwarna hitam sangat tajam, menatap Haikal seperti ingin menerkamnya saat itu.


"Ka- kau! kau siapa?" tanya Haikal tampak mundur ke belakang.


"Aku sudah katakan! kalau aku bukanlah wanita yg kau sebut," ucap Axel dengan mencibir.


"Kemana Belinda? apa yg kau lakukan padanya?" tanya Haikal lagi berusaha tenang.


"Aku masih mempunyai urusan lain, aku tidak ada urusan denganmu," jawabnya dengan santai sambil melangkah pergi.


"Tunggu!" jerit Haikal menghentikan langkah Axel.


"Apa kau menantang ku?" tanya Axel mulai sebal.


"Aku ingin tau, dimana Belinda berada!" tantang Haikal lagi.


"Kau tidak takut padaku?" tanya Axel sedikit mendekati Haikal.


"Kau! mau apa?" balik tanya bergerak mundur.


"Aku, akan menghabiskan seluruh darahmu," dengus Axel berbisik ke telinga Haikal.


Selama Haikal berteman dengan Maria dan Erlando, dirinya tidak pernah setakut itu saat bersama dengan Axel yg baru dia temui. Haikal tidak punya pilihan lain selain melarikan diri dari Axel dan kembali ke istana Marvel dengan berlari tanpa membawa mobilnya. Haikal bukannya tidak mau untuk menghadapi Axel, hanya saja dirinya harus menyelamatkan Belinda terlebih dahulu makanya dia bergegas lari dari pandangan Axel.


"Heh, segitu saja? dasar payah!" cibir Axel saat melihat Haikal berlari dari hadapannya.


"Buang-buang waktuku saja! dasar manusia," gumamnya terasa jengkel dan bergegas menghilang secepat angin.


Perjalanan menuju hutan.


Di sisi lain mengarah hutan.


"Maria! kau harus tenang! jangan gegabah," kata Erlando saat mengiring Maria dari belakang.


"Aku masih cemas dengan Belinda! aku tidak ingin terjadi hal buruk padanya," balas Maria mulai panik.


"Aku mengerti, kau jangan cemas! kita hadapi mereka bersma." Erlando kian menenangkan sang istri dari kepanikan.


Mereka berdua secepat mungkin bergerak untuk menyusul keberdaan Belinda yg sudah berada di dalam bahaya.


Sebelum Erlando dan Maria sampai di hutan, Axel dan Leli sudah berada di tempat yg mereka janjikan bersama.


"Kau balik lagi ke istana! ini sudah menjadi tugasku, kau jalankan tugas selanjutnya jika kau ingin selamat," pesan Axel saat berada di sebuah gua tempat dimana Belinda pertma kali Vero dibunuh oleh Maria dan Erlando.


Leli hanya manggut mengikuti perintah dari Axel, dengan cepat dirinya berlari untuk kembali ke dalam istana supaya tidak ada yg mencurigainya.


"Hahah, kalian terjebak olehku! ternyata ini sangat mudah, percuma kalian memiliki pengawal para serigala yg siap menjadi budak kalian! tidak ku sangka rencanaku berjalan lancar," gelak tawa Axel merasa puas saat melihat Leli patuh dan membuka karung yg berisi wanita bernama Belinda.


"Ternyata manusia ini begitu cantik!" gumam Axel sambil memegang dagu Belinda yg masih belum sadar.


WOOSHH

__ADS_1


"Aku tau, kalian akan kesini untuk menjemputnya," ucap axel tanpa menoleh.


"Kau jauhi dia axel! ini urusan kita sesama vampir," sergah Maria mulai kesal melihat axel memegang dagu Belinda dengan santainya.


"Aku tau! kalian membunuh Vero karna menyelamatkan wanita ini," timpalnya sambil berdiri menatap kedua pasangan itu.


"Dia pantas di bunuh!" geram Erlando pula.


"Kalau begitu, wanita ini juga pantas untuk aku bunuh!" dengusnya dengan menjambak rambut Belinda.


"Bel..." teriak Maria mulai panik.


"Tenang Maria, kita tidak bisa gegabah! karna Belinda masih ada ditangannya," bisik Erlando perlahan menahan bahu Maria.


"Hahaha, apa kau takut dia mati?" tanya Axel dengan terbahak.


"Kau serahkan wanita itu," lontar Erlando melangkah maju didepan Maria.


"Kau mau wanita ini? oh, aku mengerti sekarang! apa kalian menjadikan wanita ini santapan kalian setiap hari?" tuduh Axel berkacak pinggang.


"Kami bukan seperti kalian! Kami lah yg menentang perbuatan kalian yg mengancam nyawa manusia!" teriak Erlando menekankan Axel.


Tentu di saat itu Maria sangat di ambang kemarahan karena ucapan Axel yg tidak berdasar menuduh mereka menjadikan Belinda santapan makanan.


"Apa kau sudah selesai berbicara?" sambung Maria sambil mengepalkan tangannya krna geram.


"Aku tidak ingin beragumen dengan kalian! aku ingin membalaskan dendam Vero melalui wanita ini," tandasnya sambil mengeluarkan kuku yg tajam sehingga bisa menusuk wajah belinda seketika.


"Kau!" teriak Maria sudah tidak tahan lagi dengan perbuatan Axel yg semakin merajalela.


"Tunggu Maria!" tahan Erlando pula.


"Apa Er! apa kau ingin Belinda terluka?!" tanya Maria dengan kesal menampik tangan Erlando.


"Hahah. ternyata kau sangat sayang pada santapanmu ini," dengus Axel sambil menggoreskan wajah Belinda memakai kukunya yg tajam hingga berdarah.


"Haah, ternyata bau darahnya harum! pantas Vero menginginkannya!" sambung Axel pula dengan santainya tidak memperdulikan kemarahan Maria maupun Erlando.


"Cukup! kau sudah membuatku sangat marah!!" murka Maria menggertakkan giginya.


"Hahaha." Axel melempar tubuh Belinda mengarah pada mereka berdua hingga tertawa terbahak sambil menghilang begitu saja.


"Dasar sial*n!! ternyata dia hanya pergunakan Belinda untuk mengancam kita!" erang Maria menangkap tubuh Belinda secepat mungkin.


"Tenangkan dirimu! sekarang kita akan mengurus mereka setelah kita membawa Belinda kembali ke istana," kata Erlando mengelus pundak Maria sesekali agar tenang.


"Kau benar Er! kita harus tuntaskan mereka sekarang juga!! krna aku tidak terima di perlakukan begini," geram Maria sambil menggopong tubuh Belinda dengan perlahan.


Ditengah perbincangan mereka berdua, Belinda belum juga sadar diri, seolah Belinda tidur dengan sangat lelap entah apa yg telah di lakukan oleh Leli padanya, Maria juga tidak mengerti bagaiman bisa Belinda sampai kedalam hutan sementara pengawal selalu siaga didepan gerbang istananya. segala pertnyaan berkecamuk didalam fikiran Maria yg tidak dapat dia tebak.


Akhirnya Maria dan Erlando meninggalkan hutan itu dan segera kembali ke istana dengan langkah yg cepat.

__ADS_1


................


Bersambung.....


__ADS_2