
☘️☘️☘️
Pekarangan supemart.
Jarak dari rumah terbilang memakan waktu sekitar 15 menit menuju supermart tempat tujuan Belinda dan bik Lis.
Mereka berdua memesan taksi online karna belum mempunyai supir pribadi yg bisa dipercaya semenjak kejadian di Hongkong, mereka selalu waspada pada setiap orang yg ingin mendekati mereka.
Mengingat seekor burung yg bisa membuat malapetaka untuk keluarga Maria sebelumnya.
Keduanya turun dari mobil itu tampak juga bik Lis sangat menjaga Belinda supaya terus berada di dekatnya.
"Saya bisa jalan sendiri bik," seru Belinda tersenyum kecil merasakan akhir-akhir ini bik Lis terlalu memperhatikannya.
"Saya harus selalu menjaga nyonya, itu pesan tuan. nyonya tidak boleh membawa apapun, nyonya hanya memilih saja apa yg akan nyonya beli," beber Bik Lis tetap memegangi Belinda dengan begitu terjaga.
Belinda hanya membuang nafas pelan mendengar ocehan bik Lis yg mengatakan bahwa suaminya lah memberi perintah itu, Belinda merasa bahwa Haikal sudah terlalu berlebihan terhadap dirinya.
Sebelum masuk ke dalam supermart, bik lis tak lupa membawa troli sorong untuk meletakkan barang belanjaannya nanti. namun, dia masih memegang erat tangan Belinda yg mulai merasa jenuh terhadap sikap bik Lis padanya.
"Bik, asal bibik ada di samping saya. tidak akan terjadi hal buruk, saya malah tidak bisa bergerak kalau bibik memegang saya begitu erat," keluh Belinda menatap bik Lis.
"Maaf nyonya, saya hanya menjalankan perintah tuan saja. saya bukan bermaksud untuk membuat nyonya tidak nyaman," bungkuk bik Lis krna merasa bersalah akan sikapnya.
"Saya mengerti maksud bibik, saya malah senang bibik selalu ada di dekat saya," balas Belinda memegang punggung tangan bik Lis, tersenyum kecil.
PHAK
Dari jarak terbilang dekat, terdengar suara pukulan keras menghentakkan batin Belinda, seketika Belinda celingukan melihat sekitar dan mencari dari mana asal suara itu.
"Bibik mendengar sesuatu tidak?" tanya Belinda merasa heran.
"Iya, jelas sekali seperti ada yg kena pukul," jawab bik Lis ikut mencari asal suara itu.
Mereka berdua beranjak dari tempatnya dan melangkah perlahan, saat itu terlihat kerumunan orang berkumpul di dalam supermart.
"Permisi... kami mau lewat," ucap bik Lis sambil memegang tangan Belinda supaya tidak lepas darinya.
Bik Lis terdiam sesaat, setelah melihat seseorang yg sangat dia kenal.
"Loh, itu kan..." ucap bik Lis terhenti.
Was Wes Wos
Suara orang berbisik mengerumuni ruas jalan supermart.
"Dasar tidak tahu terimakasih!! aku memasukkan kau kesini supaya kau bisa hidup!! kerajaanmu tidak ada yg beres!" berang seorang kepala toko membentak lelaki muda salah satu karyawannya.
"Maafkan saya pak, saya tidak ada maksud untuk memfitnah ibu ini," ucapnya dengan tertunduk terlihat ketakutan.
"Apa kamu bilang?! aku ini keluarga terhormat!! mudah saja kamu bilang aku mencuri," elak seorang wanita dengan gayanya yg sombong.
__ADS_1
"Apa kau buta? dia ini pelanggan kita!! bagaimana kau bisa menuduh wanita ini mencuri?!" bentak kepala toko itu lagi.
"Saya berkata jujur pak, awalnya saya ingin membereskan semua barang. tapi Ibuk ini memasukkan sesuatu ke dalam tas nya," ungkapnya masih tertunduk keringatan.
"Dasar karyawan tidak tau diri, apakah mulutmu tidak pernah di sekolahkan?!" sembur wanita itu merasa tidak terima.
"Maaf buk, saya minta maaf. dia memang sudah salah! apa yg bisa saya lakukan untuk menebus kesalahan karyawan saya?" mohon kepala toko supaya mencari jalan aman.
"Berlutut di kaki saya sekarang!! setelah itu saya akan memaafkan dia dan pergi dari sini, saya tidak akan memperpanjang masalah ini," timpal wanita itu begitu remehnya terhadap orang lain.
Bik Lis dan Belinda masih terus menyaksikan kejadian yg sungguh memalukan itu, Belinda sudah mengepalkan tangan sedari ia melihat seorang wanita begitu sombong terhadap orang lain.
"Apa yg kau tunggu!! cepat berlutut! atau kau akan masuk penjara. apa kau mau itu, hah?!" tolak kepala toko hingga sang lelaki tersungkur dan kembali bangun.
"Saya tidak salah, jadi saya tidak mau!!" protesnya sedikit menjauh dari wanita itu.
"Dasar karyawan tidak tau diri!!" geram kepala toko mengayunkan tangannya untuk kembali memukul lelaki itu.
Set
Tangan itu di tahan oleh Belinda dengan sekuat tenaganya. dia sudah habis kesabaran setelah melihat kejadian tidak manusiawi itu.
Seketika Belinda menghempaskan kembali tangan kotor bagi Belinda yg tidak memiliki hati nurani sedikitpun.
"Dasar wanita lancang!! apa urusanmu di sini?!" bentak kepala toko merasa belum puas menampar lelaki itu.
"Saya memang tidak ada urusan dengan kalian, tapi sebagai manusia sudah seharusnya saya membantu yg harga dirinya sudah di injak-injak," geram Belinda pula tidak tertahankan lagi.
"Saya ingin bertnya satu hal dengan anda! nama anda siapa?" tanya Belinda menoleh pada lelaki yg berdiam diri itu.
"Sa- saya ... Ricky," gugupnya tidak bisa menegakkan kepala.
"Angkat kepalamu! kau tidak perlu tunduk terhadap orang seperti ini, kalau kau jujur! aku akan membantumu, untuk membersihkan namamu," lontar Belinda dengan melipat tangan di dadanya.
"Buka tas mu!" seru Belinda pada wanita yg sudah dicurigai Ricky mencuri barang.
"Apa maksudmu?! aku bisa membeli toko ini seluruhnya kalau aku mau!!" serangnya menggertakkan gigi terlihat geram dengan Belinda.
"Apa kau takut?" tanya Belinda dengan santai.
"Kenapa aku harus takut?" balik tanya seolah merasa sudah ketahuan.
"Kalau kau tidak takut! buktikan pada kami semua, buka tas mu," lontar Belinda dengan tegas.
"Tidak! sampai kapan pun aku tidak akan pernah membuka tas ini , kau tidak pantas menyuruh aku!!" hardiknya berbicara dengan keras.
Belinda hanya tersenyum mendengar ocehan wanita itu, akhirnya dia mengambil jalan terakhir karna sudah malas terlalu lama berbicara dengan wanita yg tidak bisa di ajak kompromi.
"Bik, ambilkan handphone saya," pinta Belinda tampak sedikit melirik reaksi wanita itu.
Bik Lis langsung merogoh handphone milik Belinda yg terletak di dalam tas.
__ADS_1
"Ini Nyonya," kata bik Lis.
Belinda meraih Handphone itu dan mulai mengetik nomor yg akan dia hubungi, supaya pihak yg berwajib bisa menangani masalah itu.
"Halo pa-
"Dasar kau wanita gila!!"
AWAAAS...
Jeritan Ricky menolak tubuh Belinda dan terhentak di balik barang yg sudah di susun rapi oleh Ricky kini berserakan.
ZLEP
Pisau tertancap di punggung Ricky untuk menghalangi perbuatan wanita yg ingin menyakiti Belinda.
Belinda terkejut saat Ricky mencoba untuk melindunginya. darah terus mengalir deras diseluruh tubuh Ricky.
Bruk
Ricky pun terjatuh di lantai dan tidak ada seorangpun yg berani memegang pisaunya.
Teriakan histeris di dalam supermart membuat semuanya ricuh dan berserakan berlari keluar.
"Satpam.. tangkap wanita itu, jangan biarkan dia lolos!" teriak kepala toko dari jauh, krna wanita itu sempat melarikan diri setelah menancapkan pisau itu ke tubuh Ricky.
"Hei, bangun... hei..." teriak bik Lis dan Belinda mencoba menyadarkan Ricky.
Seketika mata Ricky tertutup dan sempat melontarkan senyumnya.
"Cepat! panggilkan ambulans," teriak Belinda merasa ketakutan.
Akhirnya seseorang mencoba menghubungi ambulans untuk segera memberi pertolongan pada Ricky yg sudah berlumuran darah.
"Tidak, tidak! ini bukan salahku! bik, ini bukan salah saya," riuh Belinda menyalahkan dirinya mulai mundur dari tempatnya.
"Tenang nyonya, ini bukan salah nyonya. semua sudah menjadi saksi kejadian ini," peluk bik Lis dengan erat agar Belinda merasa lebih tenang.
Tampak ketakutan di wajah Belinda, dirinya juga melotot saat melihat darah Ricky yg sudah banyak keluar.
Pak satpam berhasil mencegat wanita itu dan ingin di bawa ke pihak berwajib bertanggung jawab atas perbuatannya.
Kepala toko juga merasa sedih saat Ricky tergeletak tidak sadarkan diri.
..............
Bersambung..
TERUS DUKUNG KARYA EMAK YA 🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,FAV, ❤️☺️
__ADS_1
...🙏EMAK SAYANG KALIAN🙏...