Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
PENGGEBREKAN


__ADS_3

☘️☘️☘️


Dor Dor


Suara tembakan mengarah ke atap ruangan membuat semuanya terkejut begitu pula dengan Belinda dan bik Lis.


"Jangan bergerak!! semua tiarap!!" teriak seorang polisi beserta yg lainnya bergerak memasuki ruangan itu memenuhi setiap sudut ruangan.


"Ada apa ini? kenapa kalian bisa tau tempat ini?!" sergah Andre tampak mengamati setiap orang yg sedang tiarap, dia menduga ada seseorang yg dari dalam ruangan membocorkan tempat rahasianya.


"Kau tidak perlu bnyak bertanya!! jelaskan saat di kantor nanti," hardik seorang polisi dengan pangkat yg tinggi memborgol Andre yg tidak bisa berkutik lagi.


Tentu Belinda dan bik Lis merasa ketakutan, jikalau mereka di duga berkomplot dengan Andre bisa panjang urusannya.


"Siapa di antara kalian yg bernama Belinda dan Lis?!" teriak polisi lain mengamati setiap orang yg masih tiarap di bawah.


Betapa terkejutnya Belinda dan bik Lis ketika nama mereka di sebut salah satu polisi yg menggerebek ruangan itu. keringat pun bercucuran di wajah mereka berdua. Belinda masih tertunduk lemas tidak bisa menggerakkan tubuhnya. begitu pula yg di rasakan oleh bik Lis. sama sekali mereka tidak menjawab panggilan itu.


"Saya tanya sekali lagi, siapa diantara kalian yg mempunya nama itu?!" teriak polisi itu lagi.


"Tunggu! biarkan saya yg memanggilnya," kata seorang wanita yg bersama dengan para polisi.


"Loh! suara ini...." gumam Belinda langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar suara yg tidak asing di telinganya.


"Maria!!" riuh Belinda teramat senang saat melihat jelas wajah Maria yg berdiri di hadapannya.


Bik Lis merasa kebingungan, dia pun ikut mengangkat kepalanya yg awalnya tertunduk takut, betapa bahagianya dia saat Belinda menyebut nama Maria dengan begitu riang.


Mereka berdua pun berdiri dengan sigap setelah Maria melangkah mendekati mereka.


Tap Tap


Tuing


Maria menyentil pelan jidat Belinda yg sudah bertindak berani menghadapi musuh sendirian.


"Aww!!" keluh Belinda krna Maria begitu sadis melihat wajahnya dengan tatapan tajam.


"Bel, kau ini sedang hamil?! kenapa kau sangat berani ke tempat seperti ini?!" ucap Maria sedikit bernada tinggi.


"Kau juga Lis! kenapa kau mau mengikuti perintah Belinda yg tidak masuk akal ini?!" lanjut Maria pula membuat bik Lis tertunduk takut melihat mata Maria yg bersinar pekat.

__ADS_1


"Maaf nyonya, saya salah," jawab bis Lis bungkuk sesekali.


"Kalau aku terlambat sedikit saja! apa yg akan terjadi pada kalian nantinya," timpal Maria lagi sambil mengurut dahinya krna Belinda tidak berfikir dahulu sebelum bertindak.


"Bagaimana kau bisa tau kami ada di sini?" tanya Belinda pula membuat Maria tak habis fikir sambil memejam matanya dan kembali membukanya.


"Bel, apa kau tau! ini sangat berbahaya untukmu! kau tidak perlu tau bagaimana aku bisa sampai di sini, yg lebih penting kita keluar dari sini sekarang juga!!" timpal Maria merasa sedikit geram dengan Belinda sambil menarik lengan Belinda dan membawanya pergi.


"Bede*ah kalian! apa yg kalian inginkan?! aku tidak punya urusan apapun pada kalian!!" teriak Andre yg masih di tahan oleh seorang polisi.


Sejenak Maria melepaskan lengan Belinda dan melangkah maju mendekati Andre yg masih terborgol kuat.


"Ukh!" desis Andre saat Maria menjambak rambutnya dengan kuat.


Polisi itu tidak bisa berkata apapun, krna tanpa Maria mereka tidak akan pernah menemukan tempat tersembunyi yg sudah menjadi buronan para polisi. makanya polisi membiarkan tindakan yg dilakukan Maria.


"Apa kau tidak bisa diam?! bagaimana kalau mulutmu aku letakkan besi panas!!" berang Maria merubah matanya supaya Andre tidak berceloteh lagi.


Glek


Andre berkeringat dingin saat menatap mata Maria yg begitu tajam seakan belati menancap seluruh tubuhnya. hanya dengan satu tatapan saja Andre tidak berkata apapun lagi.


"Bagus! kalau begini kau sedikit menjadi anak yg baik," celetuk Maria melepaskan jambakan itu dengan kasar.


"Baik nona! segera kami laksanakan!!" hormat polisi itu saat melihat gagahnya Maria ketika keluar dari ruangan.


Betapa Andre begitu bencinya melihat mereka bertiga yg menjebaknya tanpa berkutik. namun, dia masih ada seseorang yg bisa di andalkan, yaitu Ricky.


Andre bisa meminta Ricky mencarikan pengacara untuk membebaskan dirinya supaya bisa keluar dari semua masalah.


Setelah polisi membereskan semua kawanan di dalam ruangan mereka di bawa ke mobil pick up untuk langsung di mintai keterangan saat berada dikantor nantinya.


Sebuah mobil di parkiran.


"Bisa jelaskan padaku! apa yg ingin kalian cari di ruangan seperti itu?" tanya Maria dengan tatapan tegas melihat kedua orang itu tertunduk tidak berani menatap matanya.


"Belinda! apa yg kau cari?" sambung Maria membuat Belinda terkejut seketika mengangkat kepalanya.


"Maafkan aku Maria! aku terpaksa melakukan tindakan berbahaya ini, krna aku ingin mencari bukti," jawab Belinda sambil menyeka keringatnya, ia tak pernah melihat Maria semarah itu.


Saat Belinda berbicara dengan rasa takutnya, malah Maria menyeka keringat Belinda memakai tisu yg berada di dekatnya.

__ADS_1


Belinda melotot saat sikap Maria berubah total padanya. tampak mata Belinda berkaca ketika itu.


"Lain kali, apapun itu! kau harus mengatakan padaku. kau ini sedang lemah bel, aku tidak ingin terjadi apapun pada anak yg ada didalam perutmu maupun dirimu," ucap lembut Belinda sambil terus menyeka sisa keringat di wajah Belinda.


"Terimakasih Maria," turut Belinda memegang tangan Belinda yg begitu perhatian padanya.


"Nyonya, sekali lagi saya minta maaf sebelumnya! karna saya mengikuti tindakan dari nyonya Belinda," seru bik Lis merasa bersalah.


"Sungguh aku takut terjadi hal buruk pada kalian! aku hanya lewat saja dari supermart ini, ingin menjemput Tristan! aku melihat kalian sedang menyamar, jadi aku mengikuti kalian dari belakang, tak ku duga kalian bisa sampai sejauh itu berani masuk ke tempat yg begitu menyengat baunya." Maria menjelaskan semuanya ketika hatinya mulai lega.


"Bagaimana sekarang! apa Tristan masih menunggu?" tanya Belinda merasa tidak enak karna dirinya, Maria jadi susah.


"Tristan sudah aku suruh Erlando untuk menjemputnya," jawab Maria pula.


"Syukurlah! aku fikir Tristan akan lama menunggu," kata Belinda mengelus dadanya sesekali.


"Bukti apa yg sudah kalian dapatkan?" tanya Maria mengingat perkataan Belinda barusan.


"Saat ini kami harus kembali ke rumah sakit Maria," jawab Belinda melirik bik Lis.


"Nyonya akan tau bukti apa yg akan kami dapatkan nantinya," sambung bik Lis sambil memegangi ponsel yg kian ia gunakan sebelumnya.


"Kalian mau apa ke rumah sakit?" tanya Maria tampak kebingungan.


"Ceritanya terlalu panjang, sekarang kami harus segera balik ke rumah sakit," pinta Belinda tak sabaran.


"Baiklah! aku akan mengantar kalian, rumah sakit mana?" turut Maria dengan memutarkan tubuhnya sambil memasang salt belt.


"Pasang salt belt mu bel, jangan terlalu kencang," titah Maria sembari menghidupkan mesin mobilnya.


"Baik!" jawab Belinda dengan cepat dan bergerak memasang belt di tubuhnya.


Seusai perbincangan itu, Maria memperhatikan salt belt yg sudah benar di pasang oleh Belinda, barulah dirinya melajukan mobil dengan penuh kehati-hatian.


...............


Bersambung...



NANTIKAN SELALU KISAH MEREKA YA😇☺️🙏 SELALU DUKUNG KRYA OTHOR

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,FAV ❤️


SAYANG KALIAN SEMUA PARA PEMBACA SETIA AIIWA🥰🙏


__ADS_2