Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
AMBARITA JANUARTA


__ADS_3

☘️☘️☘️


Administrasi.


Haikal tampak menunggu seorang wanita yg masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ada yg bisa saya bantu pak?" tanya wanita muda menatap Haikal.


"Ah, saya ingin membayar biaya pasien yg baru saja datang," jawab Haikal pula yg masih tidak sadar kalau dirinya belum bertanya apapun tentang lelaki yg baru masuk bersama istrinya.


"Atas nama siapa pak?" tanya wanita itu lagi.


"Aduh, saya tidak ingat untuk bertanya namanya! bisakah di cek saja, pasien yg masuk barusan ini," keluh Haikal tampak menepuk jidatnya krna melupakan hal penting sebelum ke bagian adm.


"Ada beberapa pasien yg masuk hari ini pak, tidak bisa kita tebak begitu saja! kalau bapak tidak tau namanya," lanjut wanita itu pula.


"Yasudah! saya akan kembali lagi," sesal Haikal sedikit menggerutu dan bergerak pergi.


Dari kejauhan wanita itu melihat ekpresi Haikal yg terlihat kesal. ia pun bergeleng kepala krna Haikal pergi begitu saja.


Sepanjang jalan Haikal ngomel dengan dirinya sendiri krna harus balik lagi ke bagian adm sebab kesalahannya sendiri tidak bertanya terlebih dulu.


Kepalanya yg tunduk tidak memperhatikan jalan merasa jengah, jarak adm dan UGD terbilang jauh. makanya Haikal menggerutu di dalam hatinya.


BRUK


Suara tabrakan begitu keras membuat Haikal terjatuh dan seseorang yg sudah ia tabrak tanpa sengaja.


"Ukh, sssshhh," desis perih dari suara seorang wanita tampak lutut kakinya terluka.


"Maaf,maaf! saya tidak sengaja. apa anda terluka?" tanya Haikal sempat mengamati wajah wanita yg dia tabrak.


"Loh! kau?" lanjutnya dengan mengernyitkan dahi begitu terkejut.


Sepasang mata mulai bertatapan krna merasa kenal satu sama lain.


Sementara itu di sisi lain, Belinda tengah merasa gelisah karna suaminya belum kunjung kembali semenjak pergi ke bagian adm.


"Bik, kenapa lama sekali ya rendra kembali," ucap Belinda mengamati ruas jalan melihat orang berlalu lalang.


"Iya juga, bukankah cuma membayar saja. mungkin masih ada kepentingan lainnya nyonya," jawab bik Lis tidak ingin menambah kekhawatiran Belinda.


"Mungkin saja," lanjut Belinda pula mencoba tenang sambil terus memperhatikan pergerakan semua orang.


Apakah ada sesuatu yg terjadi di sana?!! batin Belinda masih tampak cemas krna sudah beberapa menit berlalu pergi, namun Haikal belum juga kelihatan.


Mata Haikal tidak terlepas dari seorang wanita yg membuatnya terkejut. tatapan tajam itu mengarah tanpa berkedip sedikitpun.


Ya, Haikal kini bertemu dengan seorang wanita yg sangat dia kenal sebelum dirinya mengenal Belinda. yaitu Ambarita Januarta, seorang wanita kaya yg ia kenal semasa kuliah dan menjalani hubungan selama 2tahun lamanya.


Ambarita dikenal sosok yg sangat angkuh, sombong, merasa paling cantik, tetapi bagi Ambar seorang Haikal mampu membuat dirinya jatuh cinta. semua orang memanggilnya Ambar tak terkecuali Haikal.

__ADS_1


wanita itu seumuran dengan Haikal, akan tetapi dirinya sudah menikah terlebih dulu oleh seorang pengusaha ternama yg masih naik daun.


"Kau! kenapa bisa ada di sini?" tanya Haikal mulai tersadar dari lamunannya setelah lama tidak mendengar kabar dari Ambar.


"Ssshh," desis perih masih terdengar jelas di telinga Haikal.


"Mari aku bantu kau duduk," pinta Haikal mencoba menggopoh Ambar melalui lengan tangannya.


Saat Haikal membuat Ambar duduk dengan luka lutut yg masih terlihat jelas. dirinya merasa bersalah sudah menabrak Ambar hingga terluka.


"Maafkan aku Ambar, aku tidak sengaja! krna aku tidak melihat jalan," ucap Haikal pula merasa bersalah.


"Kenapa kau ada di sini? bukankah kau tinggal di Hongkong?" tanya Ambar pula sambil memegangi lututnya.


"Kau tunggu di sini, aku akan ambilkan obat! darahmu masih terus keluar," ucap Haikal mengelak pertnyaan dari Ambar.


Haikal pun berlari entah kemana, saat dari kejauhan Ambar memperhatikan Haikal yg masih saja memberikan perhatian untuknya.


Berberapa menit kemudian.


"Kau tahan ya perihnya." Haikal meletakkan kotak obat disampingnya yg dia dapat dari perawat rumah sakit.


Ambar anggukkan kepala, tanpa sadar tangannya memegangi pundak Haikal untuk menahan rasa pedih akibat dari lukanya.


Haikal merasa itu hal biasa, karna dirinya hanya sekedar menolong saja tidak ada niat yg lainnya. tetapi, tidak bagi Ambar. dalam sekejap rasa pedih itu menghilang setelah melihat wajah Haikal dari jarak terbilang dekat.


"Selesai," kata Haikal langsung membereskan semua obat yg sudah ia gunakan.


"Tidak masalah, karna ini sudah menjadi tanggung jawab ku. apalagi membuatmu terluka begini," lanjut Haikal tidak membalas senyuman Ambar, dirinya malah ingin melangkah pergi tanpa berpamitan.


"Tunggu!" hentakan suara Ambar membuat langkah kaki Haikal terhenti.


"Ada apa? bukankah aku sudah selesai mengobatimu?" tanya Haikal dengan membalikkan badannya menatap tegas Ambar.


"Pertnyaanku belum kau jawab," ucap Ambar lagi sambil berusaha berdiri dari duduknya.


"Apa yg kau tanyakan?" merasa bingung dengan ucapan Ambar.


"Kenapa kau ada di sini? apa yg kau lakukan?" pertnyaan Ambar itu membuat kepala Haikal sedikit sakit.


Tampak Haikal memegangi kepalanya krna lontaran dari pertanyaan yg tidak harus dia jawab.


"Apa urusanmu? apa aku harus mengatakan padamu semuanya?" tanya Haikal balik, mulai merasa jengkel mengingat kejadian Ambar meninggalkan dirinya.


"Kal, sejak saat itu aku merasa sedih kau meninggalkan aku, aku di paksa menikah kal! itu bukan kemauanku," lontar Ambar mencari celah untuk meyakinkan Haikal.


"Hahaha," gelak tawa Haikal membuat Ambar terkejut.


Selangkah Haikal maju mendekati Ambar yg melebarkan matanya karna Haikal tertawa entah mengapa.


"Apa kau fikir aku bodoh? aku juga sudah mendengar perbincangan mu pada kedua orangtua mu! kau juga tidak sudi menikah dengan seorang lelaki kere sepertiku! iya,kan?! sergah Haikal dengan lantang.

__ADS_1


"A- apa yg kau katakan? itu tidak benar kal," keluhnya lagi mulai mencari pembenaran.


"Sudahlah! sekarang kau tidak ada urusannya denganku! permisi," ucapnya dengan berbalik badan.


Ketika itu Ambar menahan dengan cepat lengan kanan Haikal supaya mendengarkan ocehannya.


"Kal, aku mencarimu kemana mana! apa kau sama sekali tidak memperdulikan aku lagi?" tanya Ambar tertunduk sedih.


"Sudahlah, aku kan sudah mengatakan! kau bukan lagi urusanku!" kata Haikal dengan menepiskan tangan yg sempat di tahan oleh Ambar.


"Kal, kal, Haikaaaaaaalll," jerit Ambar memanggil dengan begitu keras, namun tidak diperdulikan oleh Haikal lagi.


Semua orang menoleh ke arah Ambar yg masih terlihat kesal hingga mengepalkan tangannya karna Haikal terlalu cuek padanya.


Setelah itu, Haikal menuju ke tempat Belinda dengan berlari begitu cepat tidak ingin membuat sang istri cemas padanya.


"Sayang," tegur Haikal dari balik punggung Belinda.


"Ren, dari mana saja? apakah ada hal penting. sampai lama begini baru kembali," sahut girang dari Belinda ternyata suaminya berada tepat dibelakangnya.


"Ada sesuatu tadi, makanya aku sedikit lama! lagipula aku lupa bertnya padamu nama lelaki itu. makanya aku kembali lagi," celoteh Haikal membuat Belinda menahan senyumnya.


"Ppfftt,"


Keduanya menahan senyum saat lontaran ucapan dari Haikal.


"Kenapa kalian malah tersenyum, apa kalian sedang mengejekku?" protes Haikal tidak terima.


"Lagian, kau terlalu terburu buru Ren... aku sempat memanggilmu dari jauh, tapi kau tidak dengar! makanya aku yakin, pasti kau akan kembali untuk bertnya tentang lelaki itu," cocot Belinda sambil bergeleng kepala melihat tingkah sang suami.


"Kau senang ya mengerjai ku?" kata Haikal sambil mencubit ujung hidung Belinda.


"Aw.. sakit tau!" keluh Belinda mengelus hidungnya yg sedikit memerah akibat ulah Haikal.


HAHAHAH


Terdengar suara tawa dan canda dari ketiganya secara bersamaan. terlihat juga dari kejauhan Ambar yg menatap tajam ke arah mereka.


Setelah Haikal meninggalkan dirinya tadi, dia mengikuti Haikal dari belakang tanpa sepengetahuan Haikal. kini Ambar merasa jengkel melihat senyuman Belinda yg masih belum ia kenal.


"Siapa perempuan yg bersama Haikal?! aku tidak Pernah melihat dia sebelumnya!" gumam Ambar menggertakkan giginya merasa tidak senang melihat pandangan di depan matanya.


................


Bersambung....


EMAK SAYANG KALIAN 🙏😍


KALAU KALIAN SAYANG EMAK, JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE... DUKUNG KARYA EMAK YA 🙏🤗 BIAR EMAK LEBIH SEMANGAT LAGI😍🏵️


MAAFKAN EMAK KALAU ADA KATA DALAM CERITA YG SALAH KRNA MAK LAGI MENGHALU😅😄

__ADS_1


SELAMAT MENIKMATI KISAH CERITA MAK YG HALU INI 🤭🙏


__ADS_2