
☘️☘️☘️☘️
Bawah pohon besar berimbun suasana mencekam.
Sang gadis mendengarkan perbincangan antara mereka bertiga dibalik persembunyiannya. dia merasa ada yg janggal dari obrolan mereka yg terdengar aneh.
"Hei, aku tidak punya urusan dengan kalian! sudan sejak dulu klan kami tidak ada hubungannya dengan kalian para bede*ah!!" erang Vero menatap tajam pasangan itu.
"Kau tidak ingat? kami ini raja mu! segala hal yg menyangkut bangsa mu akan kami habiskan satu persatu," seruan dari Erlando.
"Ckk, aku tidak takut pada derajat kalian maupun setinggi langit, jangan kalian mengusik kesenanganku," balas Vero menantang sambil berdecak.
"Er, apa gadis itu sudah kau amankan?" tanya Maria berbisik ke telinga sang suami.
Erlando hanya manggut membalas bisikan istrinya sambil menatap ke arah Vero yg sangat menusuk.
"Kalian kembalikan gadis yg bersamaku tadi, aku berjanji tidak akan muncul dihadapan kalian lagi," monolog Vero melangkah membuat nego.
"Halah! omong kosong kau!!" bentak Maria pula sudah mulai jengah.
Maria juga memberi isyarat pada suaminya kalau dirinya akan menyerang dari belakang, sang suami harus bisa lebih cepat darinya. sudah terlalu banyak perbincangan pada Vero membuat Maria sangat jengkel mendengarnya.
Tiba-tiba saja Maria berada tepat dibelakang Vero seperti angin yg berhembus tanpa langkah kaki.
BUK, DHUAK
Aargh..
"Kurang ajar kalian, bukankah aku sudah membuat kesepakatan! kenapa kalian menyerangku?!" geram Vero menahan sakit hingga terpental.
WUUSHH
Erlando sekilas tanpa melangkahkan kaki mendekati Vero yg sudah terjungkal krna tendangan sang istri.
"Kau akan kami habisi sekarang juga! karna kau melanggar aturan kami, para manusia takut karena ulahmu sendiri. aku tidak akan mentolerir lagi perbuatanmu yg meresahkan kaum manusia! jadi bersiaplah untuk mati," bisik Erlando menekankan perkataannya pada Vero.
"Hahaha. tidak semudah itu Ferguso," ejek Vero sekilas pergi dari hadapan Erlando.
Klan Vero memang sedikit susah untuk dihadapi, makanya Maria dan sang suami terus mencari keberadaan mereka ingin memusnahkannya secara perlahan, agar tidak ada lagi korban manusia akibat ulah mereka.
BUK, DHUAK
Terjadilah pergaduhan Antara ketiganya, pasangan suami istri itu kompak untuk mengalahkan Vero dengan mengeluarkan seluruh tenaga mereka supaya Vero cepat di habisi malam itu juga. tendangan serta pukulan yg keras saling beradu satu sama lain, memang tidak mudah untuk mengahadapi klan Vero yg sudah diakui bisa mengelak serangan dari lawannya sendiri.
SET!
Vero melompat ke arah lain untuk menghindari sepasang raja dan ratu yg tidak akan pernah diakuinya sampai kapan pun.
"Kalian yg akan mati ditanganku! bersiaplah wahai vampir rendahan, hahahha!" gelak tawa Vero berkacak pinggang.
Disaat Vero lengah, dia berceloteh hingga menimbulkan kegeraman kedua pasangan itu.
Maria sudah bersiap menyerang dari depan sementara Erlando tepat dibelakang Vero.
JLEB
Tusukan benda tajam tepat sasaran di bagian jantung Vero. tidak hanya itu, Erlando juga sigap naik keatas kepala Vero dengan memutarkan kepala Vero sampai putus. pasangan itu melemparkan tubuh Vero bersamaan dengan kepala Vero yg sudah ada ditangan Erlando. pasangan itu tidak lupa menyiram bensin yg sudah disiapkan Erlando untuk persiapan mencari Vero. Maria melemparkan mancisnya mengarah pada puing-puing badan Vero hingga terbakar habis.
__ADS_1
AAAAAAA
Jeritan gadis itu setelah melihat peristiwa yg tidak pernah dia sangka, kobaran api terlihat sangat jelas dimata sang gadis hingga menutup mulutnya seakan tidak kuat lagi. bahkan badannya gemetaran teramat takut jikalau dirinya juga akan disakiti oleh kedua pasangan yg sudah kian menolongnya.
Maria dan Erlando melihat reaksi Belinda tengah mengalami syok atas perbuatan mereka pada Vero.
"Er, kita harus tenangkan gadis itu," seru Maria mengajak suaminya mendekati Belinda.
Erlando mengikuti langkah sang istri untuk mengiringinya dari belakang.
"Tidak,tidak! jangan sakiti aku, aku mohon!" teriakan sang gadis menjauhi tubuhnya dari langkah pasangan itu.
"Tenanglah! kami tidak akan berbuat jahat padamu," kata Maria meyakinkan Belinda perlahan.
"Tidak...."
Rintihan Belinda membuat tubuhnya lemah sehingga pingsan seketika dan terkulai tidak sadarkan diri lagi.
"Hei, hei, bangun!" panggilan dari Maria menggoyangkan tubuh Belinda.
"Bagaimana ini? apa kita bawa saja dia ke rumah?" tanya Maria sedikit panik pada suaminya.
"Ya, tidak mungkin kita biarkan dia di hutan ini," balas sang suami pula.
"Kau benar," ucap Maria sambil menggopong Belinda dipunggungnya.
Sekilas Erlando melihat ada seseorang yg hadir ditengah mereka, namun dia tak dapat menebak siapa yg sudah datang hingga pergi begitu saja.
"Sepertinya aku melihat ada pergerakan lain disini," seruan Erlando menatap dibalik rimbunan pohon.
WUUSHH
pasangan itu bergerak secepat kilat bagai hembusan angin bertiup kencang.
☘️☘️☘️☘️
Disisi lain markas klan Vero.
"Eron, aku melihat Vero sudah dibunuh oleh pasangan musuh kita," ucapnya geram.
"Apa?!" erangnya membalas perkataan pria itu.
"Kurang ajar mereka! berani sekali pasangan itu membunuh bangsa kita!" sambungnya dengan suara yg keras mengepalkan tangan.
"Ya, aku sudah tidak bisa menyelamatkan Vero. karna mereka sudah membakar habis tubuh Vero," ungkapnya menjelaskan pada Eron.
"Axel, kau akan ku beri tugas untuk mengawasi pergerakan pasangan bedeb*h itu!!" titahnya menghentakkan tangan ke dinding.
"Eron, mereka sulit untuk kita hadapi. Vero yg kuat saja tidak mampu melawan kedua pasangan itu," tukas Axel memprotes.
"Sial*n! aku tidak akan tinggal diam, aku akan membalaskan dendam Vero bagaimana pun caranya!!" sergah Eron terlihat taring yg sangat tajam tampak juga kobaran dari wajah penuh kemarahan.
"Aku akan mengikuti saran mu! setiap pergerakan mereka aku akan melaporkan padamu," ujar Axel menepuk sebelah pundak Eron.
Eron dan Axel adalah bawahan dari Vero. klan Vero sudah sejak sekian lama menentang peraturan dari raja mereka. klan itu tidak pernah mau mendengarkan aturan dari titah yg sudah dikeluarkan oleh atasannya. kehausan akan darah manusia tidak dapat mereka hilangkan sekalipun berakhir dalam kematian. rasa dendam tersulut dari diri Eron krna pasangan suami istri itu telah merenggut nyawa bangsa klan nya. rasa amarah membludak sehingga kepalan tangan yg sangat kuat siap menghancurkan musuh dalam sekejap.
"Axel, aku ingin tugas mu segera kau laksanakan. seharusnya Vero sudah ada ditengah kita sekarang ini, mereka dengan bringas membunuh Vero. aku akan berbuat segala cara untuk membalaskan dendam Vero! kau pergilah sekarang," titah Eron menekankan pada Axel agar tugasnya membuahkan hasil.
__ADS_1
"Baiklah! aku akan pergi menjalankan tugas darimu, kau pikirkan lagi rencana selanjutnya," seru Axel memberi pesannya ke Eron.
Axel sekilas menghilang dari tempatnya setelah mendapat aba-aba dari Eron, dirinya harus menjalankan misi yg diberikan Eron padanya. krna Axel sudah mengetahui dengan jelas bahwa kemarahan Eron sungguh diambang batas.
🌺🌺🌺🌺
Cit..Cit..
Anak burung bertengker dipepohonan pertanda sinar matahari sudah menampakkan cahayanya.
"Tante..." panggilan dari seorang bocah menggoyangkan tubuh Belinda.
"Akh," sakit dibagian kepala Belinda membangunkanya seketika.
"Kau, siapa?" tanya Belinda setelah terduduk diatas kasur yg empuk.
"Tante jangan takut, aku ingin memberi roti ini pada tante," ucap anak lelaki itu pada Belinda sambil menyodorkan sandwich serta segelas susu.
"Aku dimana?" bertnya dengan sorot mata yg celingukan.
"Tante sekarang ada dirumahku, ibuku membawa Tante kesini," ucapnya tersenyum manis.
Ya tuhan!! anak ini tampan sekali, sangat mirip dengan lelaki yg menolongku dihutan malam itu!! batin sang gadis melihat tanpa berkedip.
Disaat Belinda melamun karna melihat ketampanan anak kecil dihadapannya dari situlah dia tersadar bahwa dirinya melihat kejadian yg sangat menakutkan dihutan malam itu.
"Ah, iya! hutan," ucap Belinda terlihat panik.
"Hutan? maksud Tante apa? aku tidak mengerti," Seru bocah itu bergeleng kepala krna tidak paham reaksi Belinda.
Krek..
"Kau sudah bangun?" tanya Maria beserta sang suami disampingnya setelah masuk ke suatu ruangan tertutup.
"Ka- kalian?" gagap Belinda terjungkal karna ketakutan.
"Kau jangan takut! kami tidak akan berbuat jahat," timpal Maria melangkah perlahan.
"Tidak, kalian jahat! kalian membunuh orang itu," erangnya bergerak mundur.
"Bu, Tante ini kenapa?" tanya sang bocah kebingungan.
"Tristan. kau keluar dulu, ibu ada urusan dengan Tante ini," ucap Maria membelai rambut Tristan lembut.
Ketika itu umur Tristan masih dikatakan 6 tahun. Maria seorang manusia sedangkan Erlando berasal dari bangsa vampir. namun setelah mereka menikah Maria bisa dibilang separuh vampir dan juga separuh manusia. darah yg mengalir ditubuh Tristan juga sama halnya degan sang ibu. sehingga keduanya bisa merasakan layaknya seorang manusia. namun, tidak untuk sang ayah Erlando dari bangsa vampir yg sangat bringas dan kejam tidak memiliki rasa ampun siapa saja yg mencoba mengganggu ketenangan keluarganya. sang istri siap untuk selalu mengawasi tindakan sang suami saat menghadapi musuh acap kali mengejar mereka sampai berakhir dalam kematian. musuh akan selalu mengawasi pergerakan mereka dimanapun keberadaan kedua pasangan itu.
...................
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 🤭😚
...👇...
...TETAP STAY TUNED...
...❤️ saranghae dari mamak ❤️...
komen dan saran tinggalkan dibawah, supaya mamak tetap semangat ✊🤗
__ADS_1