
☘️☘️☘️
Berdasarkan dari penyelidikan yg di dapat oleh para pihak kepolisian, Andre dinyatakan bersalah atas kasus penggelapan uang, pengedar narkoba, membuka perjudian, serta bermain wanita. Andre dikenakan pasal berlapis.
Setelah Belinda dan bik Lis memberi bukti yg mereka dapati langsung, barulah Ricky mengetahui perbuatan sang paman selama ini. ia tidak menduga kalau pamannya bisa berbuat seburuk itu.
Belum lagi halnya tentang di balik kematian orangtuanya yg bersangkut paut dengan sang paman.
Beberapa hari di rumah sakit, Ricky barulah diizinkan pulang setelah keadaanya semakin membaik. selama di rumah sakit Ricky selalu gelisah, dia merasa tidak tenang karna pamannya masih ditahan belum ada yg bisa mengeluarkannya.
Pagi hari di rumah sakit.
Ricky tampak bersiap mau keluar rumah sakit yg kian ditunggu oleh Belinda,bik Lis,dan Haikal. mereka menjemput Ricky untuk mengantarkannya pulang kerumah.
Krek
Pintu terbuka lebar.
"Apa kau sudah siap? kami akan mengantar mu pulang," kata Haikal setelah melihat Ricky tengah rapi memakai sebuah Hoodie berwarna biru tua.
"Maaf kalau saya merepotkan kalian semua, tapi..." ucap Ricky merasa sungkan tidak melanjutkan ucapannya.
"Ada apa? jangan katakan kalau kau mau membebaskan paman mu itu!!" sergah Belinda tampak tidak terima.
"Bukan, saya ingin mengunjungi rumah paman! ada yg ingin saya cari di sana," seru Ricky pula sambil mengelus pundak lehernya.
"Baiklah! aku akan mengantar mu," sambung Haikal tampak memegang jemari tangan Belinda supaya menurut padanya.
Belinda melirik bik Lis dan Haikal yg mencoba memberi isyarat padanya.
Semenjak Belinda menemukan bukti yg didapatkannya, saat itu pula Belinda sangat benci terhadap Andre yg tidak layak disebut sebagai seorang paman.
Ketika perbincangan selesai, mereka semua bergerak dari tempatnya dan berjalan keluar dari rumah sakit. Belinda tetap di rangkul oleh Haikal, sementara bik Lis dan Ricky berjalan di depan.
"Bel, kau jangan emosi. bagaimanapun itu tetap pamannya," bisik Haikal perlahan.
"Ya, aku bisa bersabar semenjak kejadian itu," balas Belinda dengan berbisik pula.
Awalnya Haikal begitu marah pada Belinda krna berusaha menolong Ricky dengan tindakan gegabahnya. namun, Maria memberi pengertian pada Haikal. bahwa Maria lah yg tetap bersama Belinda saat itu. ia tengah berbohong pada Haikal supaya Belinda tidak terus terusan disalahkan oleh Haikal. makanya Haikal merasa lega kalau Maria tetap menjaga Belinda.
Saat bik Lis dan Belinda membawa Maria ke rumah sakit, Maria memberikan pesan yg tegas kepada Ricky. dia berkata jangan selalu menerima mentah mentah perbuatan orang lain, tuhan memberikan akal supaya manusia bisa berfikir lebih jernih lagi. tidak boleh lemah terhadap siapapun krna itu bisa membuat kita tidak bisa membela diri sendiri. itulah yg Maria ucapkan.
Maka dari itu Ricky ingin mencari bukti, siapa Andre sebenarnya. krna dari awal Andre berkata bahwa dirinya paman kandung yg sedarah dari sang ayah.
Sesampainya dirumah Andre ber cat dinding putih dan berpagar warna perak. yg tidak berpenghuni seorangpun di dalamnya, kecuali pak satpam yg menjaga di posnya.
Tin Tin
Suara bunyi klakson mobil Haikal membuat satpam itu terbangun dari tidurnya dengan berlari cepat dan segera membuka pagar yg tertutup rapat.
__ADS_1
Sekilas Ricky melihat bayangan yg tidak bisa ia ketahui setelah memasuki rumah itu. sekalipun ia tak pernah diajak untuk mengunjungi rumah pamannya itu, malah selalu Andre menolak dengan alasan sibuk. begitu seriusnya Ricky mengamati seluruh pekarangan rumahnya dengan celingukan tampak merasa tidak asing lagi.
Mobil Haikal berhenti tepat di depan rumah Andre seusai masuk ke halaman.
Semuanya turun dengan perlahan sambil menghirup nafas pelan setelah beberapa saat di dalam mobil.
"Ini rumah siapa?" tanya Haikal pula, melihat pak satpam kembali berjaga seolah tidak perduli pada mereka.
"Ini rumah paman saya," jawab Ricky dengan terus mengamati seluruh halaman depan rumah yg sangat bersih dan terurus.
"Kau pernah ke sini?" tanya Belinda ikut bicara.
"Tidak," jawabnya dengan membuang nafas kasar.
"Darimana kau tau rumah ini?" sambung bik Lis merasa heran pula.
"Saya pernah bertnya pada seorang kerabat baik paman, dia yg memberi tau saya alamat ini, tetapi saya tidak berani ke rumah ini karna paman tidak pernah mau membawa saya," jawab Ricky pula sambil melangkah dengan mendongakkan wajahnya melihat rumah yg masih berdiri dengan kokoh.
"Apa yg kau cari di sini?" tanya Haikal lagi.
"Saya ingin mencari jati diri saya," lontar Ricky membuat semua mata tertuju padanya.
Jati diri?! apa dia tidak tau siapa dia sebenarnya?!! batin Haikal mengerutkan wajahnya tampak terheran.
"Kau pergilah masuk! kami akan menunggu mu di sini," ucap haikal sambil menyenderkan tubuhnya di pintu mobil.
"Apa kalian tidak ingin masuk, duduk di dalam saja?" ajak Ricky melontarkan senyum tipisnya.
"Baiklah! kita akan ikut ke dalam," turut Haikal langsung menoleh pada Ricky yg menunggu jawaban dari mereka.
Mereka semua melangkah ke arah pintu dengan bersamaan.
"Tunggu sebentar, saya akan meminta kunci pada satpam itu," kata Ricky yg baru tersadar tidak memiliki kunci untuk masuk ke dalam rumah.
Ricky berlari menuju tempat pos satpam yg membuka gerbang tadi.
"Pak, saya keponakan dari tuan Andre," tegur Ricky setelah mendekat pada satpam itu.
Namun, pak satpam itu berbicara dengan menggerakkan tangannya, dia sama sekali tidak bisa berbicara karena bisu. akhirnya Ricky berusaha menjelaskan dengan gerakan yg sama. setelah beberapa menit, Ricky berhasil mendapatkan kunci itu dengan susah payah.
"Kenapa lama sekali?" tanya Belinda saat Ricky kembali.
"Ternyta pak satpam itu bisu, makanya saya sedikit menjelaskan padanya dengan berbicara melalui gerakan tangan," jawab Ricky sembari membuka pintu rumah menggunakan kunci yg dia pegang.
Pintu pun berhasil di buka seusai menggerakkannya berulang kali.
"Apa kalian mau minum?" tanya Ricky dengan sopan.
"Kau selesaikan tugasmu! kami tidak ingin minum, krna waktu sudah tidak banyak," jawab Haikal pula sambil melihat jam yg ada di tangannya.
__ADS_1
Beberapa jam lagi Haikal harus kembali ke kantor krna mau mengadakan meeting yg sangat penting, berhubung tidak ada sekretaris. Haikal ingin memilih beberapa kandidat yg pas untuk dijadikan kaki tangannya.
"Kalau kalian mau minum, silahkan saja," turut Ricky merasa tidak enak terus menerus menyusahkan semua orang.
"Kau pergilah!" titah Belinda pula membuat Ricky patuh dalam sekejap.
Ia pun pamit dengan membungkukkan badan pelan bergegas beranjak dari tempatnya. dengan langkah seribu Ricky memasuki setiap ruangan yg tersembunyi. terutama di kamar Andre yg tertutup sangat rapat. Ricky menggeledah semua tempat supaya ia bisa mencari tau siapa dirinya sebenarnya.
Kamar Andre sudah di geledah. dan kamar yg lain sudah ia bongkar. tetapi masih ada satu kamar yg terlihat di gembok. tidak seperti kamar lainnya. ia merasa heran kenapa kamar itu begitu sangat tertutup hingga ada tulisan didepan pintu di larang masuk.
Begitu antusiasnya Ricky mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaganya. namun, masih belum juga terbuka. suara keras itu terdengar sampai ketelinga mereka semua. seketika semuanya berlari menuju sumber suara itu.
"Apa yg kau lakukan?" tanya Haikal pula saat berhasil menemukan Ricky yg tengah terluka dibagian tangan.
"Saya ingin mendobrak pintu ini," turut Ricky yg sedang menahan perih tangannya.
"Kau minggirlah! biar aku yg mencobanya," pinta Haikal mendorong pelan tubuh Ricky yg terlihat bersusah payah membuka pintu itu.
Seketika bik Lis berlari mencari sesuatu untuk membasuh luka di tangan Ricky.
Tangan Ricky terluka karna dia kecewa tidak bisa membuka pintu itu, ia memukul tangannya sendiri merasa sangat jengkel dirinya begitu terlihat lemah setelah keluar dari rumah sakit, dikatakan tubuh Ricky masih belum total pulih. Ricky masih butuh istirahat, tetapi dirinya bersikeras untuk kerumah Andre disaat kondisinya kurang baik.
Bugh
Blam
Gedubrak
Sekian lama Haikal mendobrak pintu itu dengan kakinya, akhirnya pintu tersebut jebol tidak beraturan.
Sungguh terkejut Ricky di kala itu, wajahnya sangat jelas terpampang di foto yg sudah terbingkai. terlihat bersama seorang wanita dan seorang lelaki di sampingnya.
Ya, dikala tabrakan itu Ricky sedang berulang tahun. sebelumnya mereka berfoto bersama dengan memanggil fotografer supaya mendapatkan hasil yg bagus. tampak pula nama Ricky terpampang jelas disudut bawah foto bertuliskan.
HAPPY BIRTHDAY RiCKY
Sontak Ricky terjatuh dilantai berderai air mata. dia langsung mengingat kejadian pahit itu kembali setelah melihat fotonya bersama sang ibu dan ayahnya.
Bik Lis terus mengelus pundak Ricky berulang kali supaya sedikit lebih tenang. bik Lis bisa merasakan kesedihan mendalam yg teramat dirasakan oleh Ricky.
Haikal pun memegang lengan Ricky dan berkata.
"Kau harus kuat! tidak boleh lemah seperti ini," tegas Haikal membuat Ricky teringat akan perkataan dari Maria.
Sasana yg awalnya hening terasa begitu sedih setelah mendengar tangisan Ricky yg pecah.
Haikal mencoba membawa masuk Ricky ke dalam kamar itu, begitu pula dengan bik Lis dan Maria yg mengikuti dari belakang.
.............
__ADS_1
Bersambung....