Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut
PESAWAT UDARA


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Tap Tap


Langkah kaki Maria begitu cepat ketika hendak keluar dari pekarangan rumah, krna waktu yg di tentukan oleh pendeta tinggal sedikit lagi. dengan gaunnya yg panjang, Maria terus berjalan mengangkat sedikit supaya tidak menggangu saat dirinya melangkah.


Haikal ini kemana?!! sudah aku bilang harus tetap duduk menunggu, ini malah berkeliaran!! gumam Maria gerutu dengan gaunnya yg sedikit ribet.


"Hufhh, sepertinya itu Haikal," gumam Maria lagi tampak hembus nafas pelan.


"Kaaaal," teriak Maria pula terus melangkah mendekati Haikal yg tengah berdiri di sebuah taman rumah yg sudah ia beli bersama Belinda.



Haikal pun membalikkan badannya terlihat begitu riangnya wajah lelaki itu.


"Aku mencari mu kemana-mana! ternyata kau ada di sini," keluh Maria merasa sesak mencari Haikal sedari tadi.


"Apa yg kau tertawakan?" tanya Maria saat sampai mendekati Haikal dengan melirik gelagat yg dilontarkan Haikal.


"Aku bahagia Maria," jawab Haikal mengadah ke atas langit.


"Ya, sekarang kau tahan dulu tawa mu! tidak ada waktu lagi," riuh Maria menarik lengan Haikal.


Jarak gereja dengan rumah yg mereka beli sangatlah dekat, hitungan menit mereka bisa sampai ke tempat yg di tuju.


Dengan patuh Haikal mengikuti langkah Maria, karna pengantin wanita sudah menunggu tepat didepan rumah. begitu Haikal tersadar akan kehadiran Belinda dirinya sangat terkejut melihat pasangannya seperti putri di dalam negri dongeng.


Mulut Haikal terlihat menganga tak dapat dia pungkiri lagi kalau Belinda itu memang wanita yg sangat cantik. mengapa tidak, dirinya begitu beruntung krna sudah mendapatkan sesuatu yg begitu indah.


Tapi tidak dengan Belinda, dia mengetahui reaksi Haikal saat menatap dirinya. dia sama sekali tidak berani untuk balik menatap Haikal dikarenakan rasa malu mulai merambat di wajahnya.


"Kal, apa kau tidak bisa menutup mulutmu! kau tidak malu dilihat oleh semua orang di sini?" tanya Maria secara berbisik hingga melontarkan senyum paksa ke seluruh kerabat yg sudah hadir.


"Oh ya, aku lupa kalau semua orang sudah di sini," gelisah Haikal membalas bisikan Maria, dia pun mengalihkan pandangan wajahnya karna tidak ingin membuat kesalahan yg sama.


Hmm, kecantikan membuatmu lupa segalanya kal!! batin Maria bergeleng kepala.


saat perbincangan itu selesai, Maria berjalan mendekati Belinda untuk membawanya pada Haikal.


Sedikit demi sedikit Belinda berjalan menuju Haikal yg sudah meregangkan tangannya untuk Belinda rangkul.


Dag Dig Dug


Jantung Belinda seolah berbunyi sangat keras untuk pertama kalinya Belinda merangkul tangan Haikal menuju hari bahagianya. lontaran senyum manis Belinda menerima tawaran dari Haikal yg memberikan sebelah tangannya. gaun yg menjular ke belakang pun di angkat oleh Jeny beserta karyawannya. Maria dan Erlando ikut mengiringi dari belakang. bik Lis memegangi Tristan dengan membawa bunga bermacam warna.


Perjalanan berjalan lancar, akhirnya mereka semua sampai tujuan.


Saat di dalam gereja, pendeta sudah kian menunggu kedua mempelai yg sudah di iringi alunan musik terdengar merdu. senyuman kedua mempelai begitu ikut merasakan alunan irama yg akan membawa mereka mengikat janji suci.


Beberapa saat kemudian.


Setelah melaksanakan ikrar pernikahan yg di saksikan oleh para kerabat termasuk Belinda, Erlando,bik Lis,juga Tristan. mereka semua turut hadir menjadi saksi cinta Haikal dan Belinda. sebagian kerabat adalah anggota klien saat Haikal juga Erlando membangun perusahaan, kedua lelaki itu sangat mudah bergaul dengan siapa saja tidak menyombongkan diri serta menghargai pendapat orang lain. makanya semua yg hadir turut menyaksikan kebahagiaan Haikal.

__ADS_1


Akhirnya kedua pasangan itu sudah sah menjadi suami istri, tepukan tangan bergeming di dalam gereja karena mereka ikut merasakan kebahagiaan yg sangat jelas terlihat.


Seluruh kerabat pun meninggalkan pasangan itu, hendak menunggu sampai keduanya keluar tanpa di iringi.


Haikal memberikan tangannya untuk mengajak Belinda sang istri keluar dari gereja karna seluruh kerabat sudah pasti ingin memberikan penyambutan.


Tetapi Maria beserta keluarganya juga bik Lis pergi begitu saja, krna mereka ingin memberikan surprise saat keduanya sampai ke rumah. kejutan yg mereka siapkan mungkin akan menjadi sebuah kenangan yg tidak terlupakan.


Belinda celingukan seakan heran, kenapa Maria dan yg lainnya tidak kelihatan. namun, dirinya menyimpan penasaran itu seorang diri tanpa bertanya kepada sang suami.


Sejenak Belinda menyambut tangan Haikal setelah sadar dari lamunan.


Sesaat mereka keluar dari pintu gereja, seketika hamparan bunga berterbangan hingga suara tepukan tangan yg masih berlanjut terdengar oleh keduanya. riuh ucapan selamat membuat pasangan itu tersenyum riang. tidak menduga bahwa kerabat yg baru di kenal sudah ikut meramaikan suasana kebahagiaan Haikal dan Belinda.


CIUM,CIUM,CIUM


Ucapan itu di lontarkan oleh seluruh orang sambil bertepuk tangan.


Rona wajah di pipi Belinda seketika memerah karna mendengar permintaan yg belum pernah dia lakukan sebelumnya.


Tangan Belinda tampak gemetar setelah mendengar perkataan itu hingga menundukkan wajahnya.


"Bel, mereka meminta kita untuk ciuman," bisik Haikal membuat jantung Belinda hampir meledak.


CIUM,CIUM,CIUUUUM


Teriakan itu masih berlanjut, tetapi Belinda hanya terdiam tidak membalas bisikan Haikal.


"Bel, apa kau tidak ingin melakukannya?" tanya Haikal meraih pundak leher Belinda mendekat pada wajahnya.


Bagaimanapun aku tidak akan bisa lari dari kenyataan, aku adalah istrinya. ya tuhan... aku masih belum siap untuk berciuman dengannya!! batin Belinda seakan takut menjawab Haikal, bagaimana reaksi Haikal kalau dirinya berkata tidak.


Riuh suara masih terdengar jelas. mau tidak mau Haikal mengambil tindakan tanpa menunggu jawaban dari Belinda.


Haikal mendekatkan hidungnya tepat di hidung Belinda, sedikit lagi bibir mereka akan bersentuhan, tapi rasa takut masih terasa di dalam diri Belinda. dirinya masih menutup mata, namun Haikal mengamati wajah Belinda yg terlihat masih belum siap.


Akhirnya Haikal mencium pipi Belinda yg mendekati ke arah bibir.


WOOOAAH... SELAMAT UNTUK KALIAN...


Riuh tepukan tangan hingga hamparan bunga masih saja mewarnai kebahagiaan mereka.


Perlahan Belinda membuka matanya, sungguh dia terkejut kalau suaminya mengerti akan dirinya.


Dia pun memeluk sang suami begitu eratnya. karna sudah diberikan pasangan yg mau mengerti perasaanya.


"Makasih suamiku," ucap Belinda secara berbisik saat dipelukan Haikal.


Sesaat pelukan itu selesai, Haikal menggendong Belinda untuk meninggalkan gereja hendak kembali ke rumah yg sudah di tunggu Maria dan yg lainnya.


Para kerabat ikut mengiring mereka dari belakang, tepukan tangan terus saja dilakukan. hingga membuat seluruh yg melihat tersenyum saat Haikal begitu romantisnya menggendong sang istri.


Tentu saja Belinda menyembunyikan wajah malunya di balik leher sang suami, dia tak sanggup menahan rasa malu yg sudah di buat oleh suaminya. tak mungkin dirinya marah karna perbuatan suaminya itu, ia hanya merasa malu saat tubuhnya di gendong dan terlihat oleh banyak orang.

__ADS_1


"Apa kau malu?" tanya Haikal dengan tawanya yg bahagia.


Belinda membalas dengan bergeleng kepala, tanpa berkata apapun.


Haikal pun mencium kening Belinda saat dirinya tidak di jawab, hingga lontaran senyum manis ketika Belinda menatap matanya.


Sesampainya di pekarangan rumah. Maria sudah menyiapkan tempat untuk para tamu undangan serta kursi kedua pasangan yg baru menikah.


Saat hendak sampai di taman mereka di sambut bunga begitu banyak beragam warna. sungguh hari yg paling bahagia untuk keduanya.


Haikal menurunkan Belinda dengan perlahan.


SELAMAT HARI BAHAGIA UNTUK HAIKAL DAN BELINDA, SEMOGA KALIAN BAHAGIA SAMPAI MAUT MEMISAHKAN.


Terdengar suara yg begitu keras dari atas langit dengan hamparan bunga membuat semua orang mendongak ke atas.


Ternyata suara itu berasal dari beberapa pesawat udara yg sudah membentuk hati, orang yg melontarkan itu ialah beberapa pilot saat hendak mengendalikan pesawatnya masing-masing.


Bukan itu saja, balon yg berbentuk hati dengan beragam warna berterbangan di langit. bertuliskan kata πŸ‘‡


...Welcome...


...πŸ’žto the bride and groomπŸ’ž...


Sungguh membuat Belinda juga Haikal sangat terharu menyaksikan kejutan itu. Belinda sudah tidak bisa berkata apapun lagi, dia menutup mulutnya hingga meneteskan air mata.


"Bel, selamat ya! kau kini sudah sah menjadi istri Haikal," sambut Maria memegang kedua tangan Belinda saat mendekatinya.


"Apa ini semua nyonya yg buat?" tanya Belinda sambil menyeka air mata bahagianya.


"Kami bel, bukan hanya aku saja," tunjuk Belinda saat Erlando dan bik Lis tepat berada di belakangnya.


"Terimakasih banyak, kalian sungguh baik pada saya," bungkuk Belinda begitu terharu tidak terbendung lagi.


"Bel, kau tidak perlu seperti ini. kau bahagia, kami akan senang bel," protes Belinda memegang kedua pundak Belinda supaya tidak melakukan hal itu lagi.


"Tante cantik, selamat ya..." lontar Tristan sambil memberikan sebuah kado dan bunga hias yg telah dibuat oleh tangan Maria sendiri.


"Terimakasih sayang," ucap Belinda sambil mencium kedua pipi Tristan.


Rona pipi tampak jelas di wajah Tristan krna malu Belinda menciumnya.


"Kal, selamat. semoga kau bahagia," peluk Erlando saat mendekati Haikal.


"Makasih Lan, hingga saat ini kau juga ikut membantu hari bahagiaku," sambut Haikal memeluk erat tubuh Erlando yg sudah seperti saudaranya sendiri.


"Selama ya nyonya, saya hanya bisa memberikan ini. tidak bisa semewah orang lain," kata bik Lis memberikan sebuah bingkai foto berukuran sedang dibalut perak untuk dipajang di rumah mereka.


"Terimakasih bik, jni sudah lebih dari cukup," raih Belinda sambil memeluk tubuh bik Lis.


Semuanya merasakan kebahagiaan pada hari itu, tawa dan canda menghiasi suasana hari pernikahan Belinda dan Haikal.


..............

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2