
ππππ
Area pekarangan rumah
TIINN.TIINN..
Suara bunyi klakson mobil yg berhenti didepan pagar membuat Pak pon bangkit dari tempat duduknya bergegas membuka pagar dengan lebar krna mobil akan masuk kedalam.
Mobil itu dibawa oleh seorang lelaki muda bernama Ricky, dalam istilah kaki tangan ayahnya Rei, orang kepercayaan sang ayah sejak membangun perusahaan pertama kali. sejak itu Ricky diberi wewenang untuk menghandle semua urusan kantor yg berada diInggris sebelum kepulangan sang ayah, Ricky juga sudah menjadi kandidat dalam segala aspek. rumahnya juga tidak jauh dari rumah mereka yg berjarak sekitar 20km.
Tanaman indah membentuk bundaran membuat Rei terhanyut dalam keheningan.
Tiba-Tiba..
"Nona muda Rei kan?" sapa Ricky padanya.
Rei spontan terkejut ada seorang lelaki menghampirinya dari belakang.
"Iya betul... anda siapa?" sahut Rei mengernyitkan dahinya.
"Saya Ricky nona... saya disuruh bos besar untuk menjemput nona muda dirumah" ujarnya pada rei tersenyum.
Lelaki semuda ini siapanya ayah? batin Rei.
"Ogh iya... Saya sampai lupa kalau ayah tadi nelpon," ucap Rei pula.
"Mari nona muda..." membungkuk badan memberi jalan pada Rei.
Tanpa berfikir panjang rei mengikuti langkah kaki Ricky tepat dibelakangnya.
Ricky membuka pintu mobil belakang mempersilahkan Rei untuk masuk.
"Silahkan masuk nona muda..." dengan sopan membungkuk badan perlahan.
Ricky bergegas masuk kearah bangku depan mobil sembari membunyikan klakson memberi tanda mobil mau keluar. Pak pon bergegas kembali membukakan pintu pagar dan membungkukkan badan perlahan.
__ADS_1
Didalam mobil cuma ada keheningan yg membuat Rei sedikit mengantuk, ditambah lagi dengan angin serta pepohonan yg bergoyang karna hembusan itu masuk kedalam mobil melalui kaca yg terbuka.
Sedangkan Ricky hanya menatap kearah depan agar fokus menyetir mengamati jalan lalu lintas.
Bunyi suara ponsel bergetar lalu berdering pertanda seseorang telah menghubungi Rei, tetapi rei masih membiarkan ponsel itu berdering begitu saja karna dia tak sadar bahwa dirinya telah larut dalam keheningan.
"A-anu non... Sepertinya suara handphone non berbunyi? maaf nona.. bukannya saya mau mengganggu? karna saya dengar sedari tadi bunyi terus. mungkin ada hal penting non?" ujar Ricky menjelaskan agar Rei paham maksud perkataannya.
"Ahh, makasih sudah bangunkan saya," sahut Rei yg baru saja tersadar.
"Sama-sama nona muda..." kata Ricky pula.
Rei membuka tas yg ada disebelahnya dan bergegas merogoh ponsel itu dalam genggamannya. sedari tadi terus berbunyi kata Ricky padanya, segera dia membuka layar ponsel juga melihat panggilan masuk tidak terjawab sebanyak 5 kali.
"Aduh! Gisele ternyata," sambil menepuk jidatnya yg bakalan tau akan diceramahi oleh Gisele.
Ting. New message.
*Gisele*
Rei menghembuskan nafas perlahan karna membaca pesan dari temen bawelnya itu.
Males ah jawabnya!! gumam Rei meletakkan kembali ponsel kedalam tas.
Ting. new message.
pesan masuk untuk kedua kalinya yg tidak digubris oleh Rei.
.................
πππ
Pekarangan kampus
__ADS_1
"Imperial college" sebuah riset yg terbesar di dunia, universitas yg elit dan juga terkenal dikota London sudah tidak diragukan lagi. Bangunannya terbilang cukup tinggi, bisa dikatakan semua orang ingin masuk kedalam gedung kampus tetapi hanya sebagian orang yg bisa mendaftar untuk belajar didalamnya karna ketidakmampuan mereka.
Didalam kampus Terdapat juga fasilitas yg dilengkapi empat gym, dua kolam renang, dua ruang olahraga. study yg ada didalam imperial college ialah bidang ilmu pengetahuan, hukum, kedokteran dan bisnis.
.................
Ricky mulai memasuki wilayah gedung sembari memberhentikan mobil tepat dipinggir lapangan gedung kampus krna jarak parkir mobil sedikit jauh.
"Sebentar non... biar saya bukain pintunya?" ujar Ricky yg sedang sibuk membuka beltnya.
"Tidak... saya bisa turun sendiri kok! lain kali juga gitu ya? oh, satu lagi. jngan panggil nona muda... panggil saja Rei, oke!" Rei membuat simpul dipinggir bibirnya krna dia yakin Ricky tidak jauh berbeda umur darinya.
"Baiklah nona mu- maksudnya nona Rei," jawab Ricky gugup.
Rei pun tersenyum manis melihat Ricky masih terduduk dibangkunya segera dia keluar membuka pintu mobil dan melihat sekeliling area kampus tempatnya belajar.
Cantik! batin Ricky
Ricky terpana melihat kecantikan Rei yg sangat terpancar dia masih terhanyut dalam lamunannya sampai-sampai dia tidak sadar Rei sudah tidak ada lagi didalam mobil.
"Ya Tuhan...apa yg aku pikirkan?" ucapnya memukul kedua pipi ingin menyadarkan dirinya sendiri dan harus menyadari batasannya.
Rei Melangkah kearah gedung dengan memakai baju biru muda sebatas lutut yg dibalut cardigan coklat, tak lupa memakai sepatu kets yg sempat dia beli sebelum keinggris.
Langkah kaki Rei terhenti sejenak karna dia bingung mau kearah mana dengan luasnya gedung tidak ada satupun yg dia kenal.
Aku harus tanya siapa? gumamnya panik.
bersambung.....
.............
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAππ€
π₯°πMAMAK SAYANG KALIANβ€οΈπ
__ADS_1